
"ikuti anak itu!"perintah sang wanita yang diangguki oleh seorang pria .
disisi lain shuangyu
gadis itu kembali membeli tanghulu karena miliknya sudah dimakan habis oleh ben.
"kemana lagi kita?"pikir shuangyu dengan terus berjalan,gadis itu bertemu dengan beberapa orang yang berbeda-beda... shuangyu merasa seperti inikah dunia luar yang pernah diceritakan oleh neneknya.
"pergi!!"seorang pria mendorong wanita tua dan juga anak yang berusia 3 setengah tahun.
"tuan saya mohon,cucu saya menderita... saya hanya meminta hutang untuk obat herbalnya"sang wanita tua memohon dengan bersujud tepat dikaki sang pria yang mendorongnya.
"pergi dasar miskin..."sang pria kembali membanting wanita tua tersebut dan menutup kliniknya.
shuangyu yang melihat hal itu menghampiri sang nenek.
"nek... bangunlah jangan berlutut disini..."shuangyu menopang badan sang nenek.
"uhuk ukhuk"bocah tersebut batuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.
"chang'er"nenek tersebut menopang tubuh sang cucu.
dari arah lain terlihat sebuah papan yang akan terjatuh papan tersebut mulai goyah dan dapat menimpa siapa saja yang berada dibawahnya.
semua pedagang dan mengunjung melihat kejadian tersebut membuat mereka semua menatap ngeri dan malang dari nasip nenek dan cucunya tersebut.
"awassss!!!"shuangyu mengeluarkan pedang yang diberikan oleh kakek yun dan menebas papan tersebut... semua yang melihat pedang tersebut berlutut dan meminta ampun.
"nona maafkan hamba"sang pemilik papan nama tersebut turun dan bersujud didepannya.
"ukhh lebih baik berikan tempat untuk mereka berdua istirahat"ujar shuangyu dengan menunjuk nenek dan juga cucunya.
"baik"pemilik papan tersebut membawa nenek dan cucunya kedalam penginapan miliknya.
ditampat tak jauh dari keramaian tersebut seorang pria melihat pedang yang dibawa oleh gadis tersebut membelakkan matanya.
pedang yang bernama laishen,pedang turun temurun keturunan langsung jendral agung dibawa oleh seorang gadis yang tidak tahu asal usulnya... pria tersebut memilih berganti tempat untuk menginap di penginapan yang terdapat gadis kecil tersebut.
disisi lain shuangyu mengobati chang'er.
"nenek istirahatlah... cucu nenek sudah melewati masa kritisnya"shuangyu datang dengan membawa herbal ditangannya.
...duk...
nenek tersebut bersujud tepat dikaki shuangyu... gadis itu segera membangkitkan kembali tubuh nenek rapuh tersebut.
"nona terimalah hamba sebagai budak"nenek tersebut bersujud dan menangis.
"nenek..."shuangyu mendudukkan nenek tersebut dikursi yang tidak pernah ia duduki selama hidupnya.
"nona hamba tidak pantas duduk disini"nenek tersebut hendak berdiri untuk duduk dilantai.
"nek..."shuangyu mendudukkan kembali nenek tersebut
"nona tolong terima hamba"shuangyu menghela nafasnya,permohonan dari sang nenek terlalu kuat untuk ditolak tanpa pemikiran lagi shuangyu hanya dapat mengikuti permintaanya.
"baiklah namun shuangyu tidak ingin nenek terlalu berusaha"shuangyu mengangguki.
"terimakasih nona terimakasih"nenek tersebut bersujud didepan kakinya.
"aiyah..."shuangyu menarik tangan nenek tersebut dan menghampiri chang'er
shuangyu merawat chang'er dengan sangat hati-hati.
setelah selesai shuangyu memilih untuk istirahat disebelah ruangan chang'er.
hari mulai malam
shuangyu membuka bajunya dan berendam pada air wangi buatan neneknya... tak lama wajah shuangyu berubah menjadi aslinya... shuangyu merasakan haus yang sangat luar biasa.. tubuhnya serasa mendidih manik mata shuangyu berubah menjadi merah,gadis itu mencengkram erat pinggir bak mandinya dengan seraya menutup matanya.
"apa yang terjadi?"shuangyu berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit tersebut.
__ADS_1
"akhhh emhhhh..."shuangyu mengerang sangat keras sehingga membuat beberapa pelayan mendatangi kamar penginapannya.
...TOK TOK TOK...
"NONA APA ANDA BAIK-BAIK SAJA?" teriak salah satu pelayan.
"AKU BAIK- BAIK SAJA" teriak kembali shuangyu yang menyadari wajahnya telah berubah... "emhhhh" shuangyu menutup mulutnya sendiri.
gadis itu berusaha mengenakan bajunya kembali dan keluar dari penginapan lewat jendela belakang sehingga tidak ada seorangpun mengetahuinya.
shuangyu berhenti pada sebuah rumah rusak,gadis itu tidak sadarkan diri tepat didepan pemilik rumah tua dan rusak.
seseorang yang berpatroli wilayah melihat terdapat seorang wanita tergeletak pingsan didepan matanya,pengawas tersebut segera menghampirinya.
"nona!!! nonaa!!"petugas tersebut membangunkan seekor singa kelaparan.. dengan bodohnya pengawas tersebut tidak segera meninggalkan lokasinya.
"t-tolong"shuangyu merangkak kepada pengawas tersebut.
"saya akan panggilkan pengawal"pengaws tersebut membalikkan wajahnya dan terbukalah leher jenjang pengawas tersebut.
seketika mata shuangyu berbinar-binar,gadis itu menggigit leher jenjang pengawas tersebut dengan giginya yang tajam seperti pisau.
"akhhhh"rintih sang pengawas.
...slurp...
...slurp...
shuangyu terus menghisap darahnya sampai pengawas tersebut pingsan.. begitu pula dengan shuangyu setelah puas dengan darahnya shuangyu kembali tergeletak tak sadarkan diri.
seorang pria berpakaian serba hitam serta bermasker menggendong shuangyu sebelum para pengawas lain datang.
peria tersebut membawanya kembali kedalam penginapannya.
"vampir bodoh... masa bulan merah datang begitu cepat.. lebih baik mengikatnya"pria tersebut mengikat shuangyu begitu serat sampai shuangyu tidak dapat bergerak dengan bebas.
shuangyu mulai membuka matanya.. gadis itu hendak menggerakkan tangannya namun seperti ada sesuatu yang menahannya kini mata shuangyu terbelalak melihat dirinya diikat.
"tenanglah itu akan terbuka jika sudah saatnya dibuka"jawab seorang pria dengan meminum tehnya disudut ruangan.
"siapa?"shuangyu merasa terancam dengan keberadaannya.
"waktu bulan merah masih belum berlalu... lebih baik diikat dulu sebelum jatuh korban lain"ujar sang pria yang membuat shuangyu terkejut.
"bulan merah.. yah nenek pernah mengatakan tentang bulan merah... dari mana kau tahu bulan merah?"tanya shuangyu kembali.
"aku youyuan mata-mata yang ditugaskan putri besar untuk mengawasimu"jawabnya dengan santai apalagi dengan menggunakan embel-embel MATA-MATA.
"aku tak menyangka ternyata masih ada ras vampir yang masih hidup"ujar sang mata-mata membuat shuangyu kembali terkejut.
"apa kau juga vampir?"tanya shuangyu dengan mata berbinar-binar.
"hanya separuh... bulan merah tidak akan berpengaruh sepenuhnya terhadap diriku..."jawab youyuan.
"lalu bagaimana dengan ras vampir yang lain?"tanya penasaran shuangyu.
"mereka tersebar keseluruh dunia... kita tidak akan mudah untuk menemukannya... lagipula bagaimana vampir ras suci sampai kekerajaan ini?"tanya youyuan penasaran.
"ras suci... aku tidak pernah mendengar ada ras seperti itu!!"ujar polos shuangyu yang memabg dirinya tidak tahu tentang ras-ras yang ada dalam lingkaran per-vampiran.
"baru kali ini ketemu vampir bodohnya minta ampun"ejek youyuan dengan wajah datarnya.
"ras suci merupakan ras legenda... mereka telah punah beberapa abad yang lalu... tapi sepertinya cerita itu tidak benar... dan aku beruntung menemukan ras vampir suci yang dapat bertahan hidup sampai sekarang"ujar youyuan.
"berarti kamu bukan pertama kali bertemu sesama vampir sepertiku?"
"dasar bodoh... umur panjang hidupnya dihutan kok nggak sekalian jadi orang hutan... "ejek kembali youyuan.
"emang kenapa kalau hidup di hutan,masa bodo....lah hidup aku ya suka-suka aku"muka doyoung keluar
__ADS_1
"udah gob*ok,keras kepala,julid lagi"celetuk youyuan memutar kedua bola matanya malas.
"apaa... nggak terima... maju sini kita gelud"shuangyu yang tidak terima.
"maju kemana? kaki dan tangan ke-iket...anemia atau amnesia sih? ya Allah ni anak gob*oknya minta ampun"
"oh iya lupa... kalau gitu lepasin dulu"shuangyu menatap youyuan dengan memohon.
"kagak.."
"lepasin"
"kagak"
"lepasin"
"kagak"
"aku kepingin be*ak... perutku sakit woyy, SubhanAllah sakit perutku tuh... habis minum apalah aku,lepasin"
"kagak"
"aku be*ak disini nih... be*ak disini loh... nanti baunya 7 turunan loh "
komuknya sama persis
"be*ak aja nggak papa... sekalian biar semua orang tahu kalau ada vampir be*ak sembarangan"
kok author merasa mereka berdua cucok yah
"udahlah aku kalah"shuangyu merelakan kebebasannya dan kembali memejamkan matanya.
...kruyukk...
...kruyukk...
"lapar aku"gumam shuangyu menatap ke-arah youyuan
"mau? ambil sendiri punya tangan dan kaki... ambil sendiri"youyuan yang merasa dirinya ditatap pun membalikkan badannya.
"gimana mau makan o'in...tangan dan kaki aja diiket... nih orang amnesia atau anemia sih,ini nih yang terjadi jika sudah menjadi perjaka tua"ujar shuangyu yang tak kalah dalam mengolok-olok youyuan.
"perjaka tua,tapi banyak harta,rupawan yang dipakai mengikat mangsa... kurang apa?"jawab kembali youyuan.
"kurang sedekah"jawab shuangyu,youyuan malas untuk meladeni shuangyu gadis itu sangat pandai dalam berbicara.
"buka mulutnya"youyuan memberikan buah anggur kepada shuangyu.
"yang manis,harus yang empuk,dan juicy"ujar shuangyu yang sengaja menyulitkan youyuan.
"emang macaron? pakai pilih-pilih segala .... makan nih kalau nggak makan aku buang"ujar youyuan dengan wajah cuek dan dinginnya.
"eh jangan kasihan..."
"apanya yang kasihan?" bingung youyuan.
"kasihan yang memberikan harapan tapi dibalas dengan penghianatan....EAAAAAAA" Canda shuangyu canda author ( ╹▽╹ )
...----------------...
okeyyy terimakasih yang sudah membaca...
HAVE FUN ALL,WE STILL HAVE A LOT OF TIME SO .....SEE YOU AT THE AUTHOR'S NEXT WORK BYE BYEEEEE♡(> ਊ <)♡
jangan lupa untuk memberikan saran kepada author..
seee youuu in next chapter muahhhh( ˘ ³˘)♥
__ADS_1
...وَالْسَلاٰمُ عَلَيْكُمْ ...الر...