BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK

BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK
prolog


__ADS_3

"Mei lu yakin dengan keputusan lu" ucap sera


"w takut ser" lirih nya


Melia wanita beruusia 30tahun dengan dua orang putri yang masih amat kecil, harus mejalani hidup yg sulit, kesulitan keuangan bukan lah hal asing baginya namun kini kesulitan yang ia dapat berasal dari sang suami.


Awalnya ia meraung meratapi nasib suaminya yg akan masuk penjara, namun berapa sakit hatinya ketika semua kebohongan suaminya terbongkar bahkan ia nyaris pingsan dan memilih untuk mati saja.


Sera tetangga rasa saudara bagi Melia sera lebih dari sekedar tetangga dia selalu memberikan dukungan bagi Melia rumah mereka yang berhadapan membuat mereka semakin dekat.


"pikirkan lah lagi bagaimanapun anak2 mu masih membutuhkan ayahnya"


"apa bedanya aku dengan janda di luar sana ser" sera hanya diam membenarkan apa yg dikatan Melia.


Melia adalah istri yang sabar dan tak pernah menuntut bahkan ikut mencari nafkahembantu sang suami.


tapi entah mengapa suaminya memilih wanita lain yg bahkan jauh kalah cantik dengan Melia.


Haidar ruslan adalah suami dari Melia ia bekerja sebagai butuh pabrik dengan gaji yg cukup besar namun entah kemana gajinya selama ini.

__ADS_1


Melia sudah enggan menanyakan lagi bagi nya sudah cukup perdebatan ini.


biar lah ia diam menahan luka dan rasa sakit yg di berikan suaminya ini.


Melia lebih fokus bagaimana ia mendapat kan uang untuk putrinya dan bagaimana ia mewujudkan kan mimpi nya mempunyai mini kafe n resto yg ia inginkan sejak dulu.


Melia kembali membuka applikasi Facebook, Instagram, tik tok, untuk menghibur hatinya.


tanpa ia sadari ada kehadiran sosok baru di akun Facebook dan instagram nya awalnya ia mengabaikan setelah melihath profil orang tersebut.


hingga ia tertarik dengan salah satu postingan.


percakapan berlanjut di mesengger


Anggara :"thanks y udah diterima pertemanan nya"


Melia : "ya"


Anggara: "bagi nomer WA mu donk"

__ADS_1


Melia:"ga ada cuma ada nomer toko"


Anggara:"masa ga ada kamu bohong y"


Melia :"serah lu "


Anggara : "jutek banget si cantik cantik"


tapi Melia sudah tidak membalas nya lagi di pikir tidka penting hanya bocah ingusan yang numpang lewat.


Walau dengan hati gusar dia memilih merebahkan tubuhnya lagi di kasur kamarnya sambil menunggu anak bungsunya bangun untuk pergi menjemput si sulung di sekolahnya.


Melia tak mengerti mengapa jalan hidupnya nya seperti ini layak kah rumah tangganya di pertahankan, apakah salahnya pada suaminya dia bukan hanya ibu rumah tangga bahkan ia sudah bekerja siang malam mulai dari berjualan kue, mengajar di tk, juga les privat, mengapa suaminya begitu tega menyelingkuhi nya apakah ia tak cantik lagi.


mElia ingin menyerah tapi bingung apa yang harus ia lakukan begitu sakitnya hati nya menerima takdir tapi Melia bisa apa selain pasrah.... tak terasa air matanya kembali jatuh hati yang wanita begitu rapuh, salah kan ia bila ingin bahagia dengan keluarga kecilnya.


dilirik nya jam yang berada di dinding kamarnya terlihat sudah menunjukan pukul 13:00 sudah waktunya bagia Melia menjeput si sulung namun ia tidak tega membangunkan si bungsu . akhirnya dengan berat hati Melia memilih meninggalkan si sulung ynag masih asik tertidur dia memgunci pintu rumahnya agar saat si bungsu terbangun dan tka mendapti dirinya dirumah dia tidak keluar.


.

__ADS_1


__ADS_2