
"Mel muka lu kusut banget si" tegur sera ketika berpapasan dengan Melia saat Melia hendak pergi berjualan
"giman gak kusut semalam gue gak bisa tidur"
"ngeronda lu? lagian kan lu biasa gak tidur kadang berhari hari lu gak tidur "
"itu sih ada duitnya begadang enak" jawab Melia agak sewot kala ia mengingat kejadian semalam.
bagaimana Melia tidak kesal bin sewot lagi enak tidur ada tamu tak di undang bikin onar ditengah malam.
"eh bukan bersyukur lo kedatangan tamu malah ngomel, sini sink cin cerita ama gue siapa tau gue bisa bantuin ngitung duit.. " ucap nya masih menganggap Melia bercanda
"ya ngitung duit setan mau lo" ucap Melia sarkas sambil menoyor sera yang tak ada akhlak pagi buta sudah mulai bergosip
"udah gue dagang dulu y, tar gue cerita in " tambah Melia sambil berlalu pergi.
"ok cin gue tunggu y, lope sekebon buat lu jangan lupa bawa duit yang banyak y biar gue bantuin ngitung hahhahahha" sera memberikan semangat..
sebenarnya serah sudah tau siapa yang datang semalam karena dia belum tidur pada saat itu posisi rumah yang berhadapan membuat nya mudah mengenali orang ia hanya ingin menyemangati Melia dengan caranya ia tak akan memaksa Melia untuk bercerita bagi nya menghibur Melia lebih penting.
orang yang mengambil milik orang lain tapi seolah dirinya korban entah orang seperti apa itu, hanya kebahagiaan dirinya yang penting meski harus bahagia diatas air mata orang lain
amit amit amit semoga gak berlaku buat gue y.
POV
aku tak pernah berpikir hidup yang aku jalani akan penuh batu terjal dan jalan berliku atau lebih mirip roller coaster dalam wahan permainan .
aku tak pernah menyanhka laki laki yang begitu kucintai bisa menduakan cintaku begitu mudah bagi ku kekurangan ekonomi tak masalah tapi bila kejujuran tak ada aku tak akan sanggup aku yang selalu mencintai mu berharap menua bersama tapi kenyataan pahit yang ku dapat kan dari mu.
__ADS_1
aku hanya berharap ini mimpi buruk saja. aku berharap aku bisa bahagia kalo pun ini nyata mungkin bahagia mu bukan dengan ku, aku sudah memperjuangkan mu selama ini tapi jika Tuhan berkehandak kau bahagia bukan dengan ku aku bisa apa.
Tuhan biarkan aku bahagia aku lelah.
tolong jaga dia aku tak membenci dirinya aku hanya benci perilaku nya.
Adakah bahagia untuk ku Tuhan.
Melia.
POV END
beberapa hari berlalu sejak tejadi nya insiden labrak melabrak antara pelakor dan istri (biasanya istri dah dengan pelakor y ini pelakor ganas luar biasa sepertinya) suasana kembali damai Melia tidak menceritakan nya pada sera biar lah baginya itu tidak penting
terpenting sekarang bagi Melia harus menghasilkan banyak uang itu pikirannya , apalagi tagihan di depan mata.
"aduh udah tanggal segini gue belum bayar bayar lagi " batin Melia melihat kalender di depannya
ya Melia seberapapun susah hidupnya dan apapun masalah nya ia tak pernah mengafu atau mengeluh pada keluarganya selama anaknya masih makan cukup lah diam meski dirinya harus lapar itulah prinsip Melia.
balik lagi ke tagihan.
"Mel ini gak salah tagihan lu'sera menggeleng melihat nota tagihan Melia
" eh katanya lo mau bantuin gue ngitung kemarin, y udah lo itung y sayang"Melia nyengir kearah sera menampilkan gigi putihnya yang baru selesai dibersihkan mengunakan past gigi merah putih kesukaan semua orang indonesi
Sera hanya geleng geleng kebisaan Melia menyuruhnya menghitung bon yg sudah menumpuk bikin pusing Padahal dia tinggal mencatat nya tanpa harus menumpulkan atau menumpuk bon tersebut.
"Mel ini nota ada duitnya gak sih apa duit setan semua? "
__ADS_1
"tenang ntar nasi padang sebungkus"
"itu baru semangat gue"
"iya iya bu bos tolong y dihitung bu bos baik dech" rayua Melia pada sera.
" apek lo Mel, lagian tumben lo berantakan gini biasanya rapih deh laporan warung lo"
"gue lagi galau ser"
"udah kayak lagu aja dech hahahahha" sera tertawa dengan. ucapan Melia yang katanya lagi galau kayak abg yang jatuh cinta tapi bedanya ini emak emak patah hati y
"eh Mel di warung deket lo jualan katanya minyak goreng murah, gue nitip donk "
"dih giliran gitu an cepet banget dech lo"
"eh lumayan tau kan bisa buat jajan gue tar klo ada lebih nya kayk gak tau aja "
"biasa nya yg lu cek noh toko AC si alfa ama si domar klo nyangkut minggor (minyak goreng y gaawss) tumben nih lobkepoin warung agen"
"gue denger dari si Okti "
"ouh pantes" Melia br oh ria
*ya begitu lah klo mak mak lagi kumpul yang tadi ngomong in apa jadi apa merembet kemana mana ada yang sama gak disini 😋
lanjut besok y maaf mak lagi pusing nih dari kemarin jadi up my ag tiap hari
kasih mak kopi nih y biar mak semangat
__ADS_1
sehat sehat semua di musim Yang cuaca gak jelas ini*