BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK

BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK
Draft


__ADS_3

"bagaimana kau sudah lebih baik" tanya anggara yang melihat ke arah Melia yang baru masuk ke ruang makan


"hemmmzz" Melia menjawab singkatdengan tersenyum manis


ngefreez langsung apa meleleh ini gue coba aj,-,aja udah halal langsung gue banting di kasur "batin anggara yang melihat pemandangan indah dihadapannya


anggara menyerah cangkir berisi coklat hangat pada Melia.


Melia meminum coklat hangat buatan anggara, bukan hanya tubuhnya yang merasakan hangat tapi juga hatinya dengan perlakuan anggara sederhana namun penuh arti.


mereka Sarapan dalam diam sibuk dengan pikiran masing masing.


"habiskan makanan mu setelah ini aku akan mengajak mu ke suatu tempat" ucap anggara tanpa melihat ke arah melia


Melia hanya menjawab dengan anggukan jujur saja dia merasa canggung setelah tau bahwa hanya ada d-irinya dan anggara di vila yg mereka tempati.


...waktu bergulir dengan cepat waktu yang dijanjikan anggara membawa nya ke suatu tempat,...


melia memakai dress putih tanpa lengan yg menjuntai sampai kebetis nya, kulit khas Indonesia kuning langsat terlihat semakin menawan di bawah terpaan sinar matahari atau mungkin terlihat eksotis.


anggara mengajak Melia ke sebuah pantai dengan tebing karang yg menjulang indah serta pais putih indah,deburan ombak yang melambai dibibir pantai seolah menarik Melia untuk ikut bermain disana sedikit lupa dengan penat yang kemarin sempat singgah.


satu kata yang teru,kir di hati Melia saat bahagia, terlihat sederhana sebuah kebahagian untuk Melia dia tak butuh barang mewah atau uang yang banyak baginya kebahagiaan itu kamu sendiri yang ciptakan.


anggara membiarkan Melia bermain air di bibir pantai, anggara menatap Melia penuh cinta dari bawah pohon tempat ia berdiri, sayangnya Melia memang agak kurang peka deng sebuah peras?aan.


Melia bermain layaknya anak kecil ia seolah tak memiliki beban da-,lam hidupnya.

__ADS_1


-


....anggara berjalan men dekat k arah melia memakaikan topi yang memang sudah ia persiapkan karena cu-aca hari ini sedikit terik....


"ngapain bawa topi kalo gak di pake" ucap Anggara sambil memakai kan topi ke atas Kepala Melia.


Melia mematung dengan perlakuan Anggara


"manis" batin Melia


setelah memakai kan topi Anggara menggenggam tangan Melia erat. mengajaknya berjalan menyusuri pantai indah tersebut senyum di wajah Melia tak pernah luput.


Anggara bocah yang dianggap nya tengil,jahil dan ucapan nya sedikit absurd tapi bisa bersikap dewasa mengalahkan dirinya.


puas menyusuri bibir pantai mereka memilih duduk ditemani minuman khas pantai apalagi kalo bukan kelapa segar.


tak ada obrolan dari kedua nya. mereka sibuk dengan pemandangan yang indah dihadapan mereka tapi itu hanya berlaku bagi mka karena bagi Anggara pemandangan yang paling indah adalah wanita di hadapan nya siapa lagi kalo bukan Melia.


"kenapa" ucap Melia yang sekaligus membuyarkan khayalan Anggara.


"hah"jawab Anggara kaget


" kenapa ngelamun"


"oh.... gue gak ngelamun kok, cuma menikmati pemandangan aja" ucap angara santai seolah olah memang benar saja


"ck.kau ini emang gue gak tau apa dari tadi tu mata ke arah mana"

__ADS_1


"yak kan bener gue ngeliat pemandangan indah di depan gue"


"lu ngeliatin gue juga bukan pemandangan kali" entah kenapa Melia selalu ketus terhadap Anggara padahal Anggara selalu bersikap lembut y walau pun sering jahil.


"kan elu mbak say pemandangan indah itu" ucap Anggara enteng tanpa beban meluncur bebas tanpa rem.


"uhuk uhuk uhuk' Melia ter batuk akibat tersedak air kelapa yang ia minum kaget dengan ucapan Anggara yang terlampau jujur.


..." ya ampun mbak say pelan pelan minum nya gak akan ada yang minta minuman lu " ucap Anggara menasehati Melia seolah m,enasehati anak kecil sambil menepuk punggung Melia pelan penuh kasih....


Melia yang mendapat kan perlakuan tersebut makin tersedak dan mengingat kan akan perlakuan haidar suaminy dulu atau lebih tepat mantan suaminya.


kenangan itu berkelebat di mata Melia menyesakan dada nya membuat matanya ber air. ,


Anggara yang menyadari perubahan air muka Melia langsung memeluknya tanpa aba aba.


"kalo-, mau nangis lagi nangis aja" ucap Anggara ia berpikir pasti Melia mengingat kenangan hidup nya yang menyakitkan atau apalah yang penting bisa peluk sedikit mbak rasa pacar atau pacar rasa mbak.


...hati Anggara telah terpaut sejak awal melihat foto Melia saja dirinya yakin dia telah jatuh cinta pada wanita yg ada dalam pelukan nya terlepas dengan status nya masa bodohlah yang penting di cinta itu sudah cukup baginya apalagi kalo sampai Melia membalas rasa cinta nya ....


-


...saat Anggara sedang menenangkan Melia yang tengah berderai air mata karena ingatan masa lalunya dari -,kejauhan terlihat dua orang memperhatikan dengan penuh -, kehatian....


senyum remeh terpancar dari sang wanita disebelah pria yang memandang dengan hati bergemuruh rasa tak rela itu hinggap terlihat jelas dimata nya


nexxxxxxxxxx y

__ADS_1


maaf jarang up sibuk ama dunia nyata jangan lupa like komennya gratis tis tis lope lope semua


ayo biar aku semangat komen yang seru seru yuk mau dibawa kemana kah ini


__ADS_2