BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK

BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK
Draft


__ADS_3

kluntang


bunyi notif menandakan ada pesan masuk.


Melia segera membaca pesan tersebut dan ternyata yang mengirim pesan adalah Anggara.


Melia hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya.


Entah rasa malas atau rasa lelah yang menghinggapi Melia hari ini ia libur berjualan tapi sampai jam 9 pagi Melia masih asyik bergelut di atas selimut sambil memainkan ponselnya, sudah beberapa hari ia tidak berselancar di dunia maya .


"kalo libur gini enaknya ngapain ya? masa tiduran terus di kasur, udah kayak ular kasur deh gue" Melia berbicara pada dirinya sendiri.


lalu Melia beralih menatap putri kecilnya anggita yang juga masih asyik berenang didalam mimpi. mungkin anggita pun merasakan lelah setiap hari mengikuti ibunya berjualan .


Di pandangi nya wajah sang putri rada rasa bersalah membiarkan nya ikut bekerja kala sang kaka arina bersekolah.


"maafin bunda ya dek dah bikin ade capek" batin Melia sambil mengelus lembut buah hatinya bersama Haidar.


kontang


benda pipih sejuta umat itu berbunyi ada pesan masuk.


Melia membuka pesan tersebut yang ternyata masih dari orang yang sama yaitu anggara.


Mungkin karena Melia tak kunjung membalas pesan nya anggara pun akhir nya memilih menelpon Melia.


entah kenapa anggara sangat suka mengganggu Melia apakah ia tertarik dengan Melia tapi rasa nya tidak mungkin mengingat anggara dan Melia hanya kawan lewat sosial media tapi mengapa anggara begitu gencar mendekat Melia.


pergi sulit bertahan sakit dunia ini terasa sempit kisah ini amat lah sulit


handphone Melia berbunyi.


Ditatap nya layar handphone tersebut ada panggilan masuk dari nomer baru, Melia mengerutkan keningnya siapa yang menelpon nya dengan nomer baru.


digeser nya warna hijau yang tertera di layar dengan ragu karena dia tak mengenal nomer telpon tersebut, namun hati Melia menduga duga apa raya yang menelpon nya atau orang lain yang mau pesan kue atau dari bank secara Melia sering mendapat penawaran pengajuan pinjaman tapi Melia selalu menolak ia tak mau terjerat hutang bayinya lebih baik menabung sedikit demi sedikit dari pada harus berhutang yang akhirnya membuat pusing.


setalah menggeser tombol hijau tersebut Melia meletakkan handphone nya di telinga dan menjawab dengan salam yang begitu lembut dan sopan.

__ADS_1


"assalamu'alaikum Melia cake and bakery ada yang bisa saya bantu" ucap Melia sopan kepada sang penelepon diseberang sana.


"wa'alaikum salam " jawab sang penelepon.


"maaf ini dengan siapa y "


"masa lupa sih sama gue "


Melia sedikit berpikir memang rasa rasanya dia mengenal suara sang penelepon tersebut dari suaranya Melia bisa memastikan kalo yang menelpon itu adalah laki laki.


setelah sejenak berpikir akhir mengingat suara itu, itu adalah suara anggara yang Melia anggap bocah ingusan rese dan jahil atau lebih tepatnya tidak ada sopan nya ngomong seenak jidatnya saja.


"ngapain lu telpon gue? dapet nomer telpon gue dari mana? bocah" tanya Melia menyematkan kata bocah.


"ih si mbak mana ada bocah keren ganteng kayak gue" jawab anggara dengan penuh percaya diri.


Melia memutar bola matanya malas mendengar anggara berbicara dengan pede nya. berhubung hari ini Melia memang sedang malas untuk berdebat ia pun mengiyakan ucapan anggara yang tingkat percaya dirinya sampe mentok plafon rumah, benjol dan tuh Kepala si anggara kepentok plafon.


"lagi ngapain lu mbak? " tanya anggara


"lagi tiduran, napa emang? jawab Melia ketus


"biarin, lu ada apa telpon gue?dapet darimana nomer gue"


"g usah nge gas mbak sayang"


"nih bocah ditanya juga malah manggil gue sayang" Melia benar-benar terpancing emosi oleh anggara tapi memang entah kenapa bila menghadapi anggara ia sangat sebal.


"iya kan aku sayang sama mbak nya, nikah yuk mbak"


mendengar anggara mengajak nya menikah Melia hanya bisa melongo.


"dasar bocah gila " batin Melia


"dasar stres lu 'ucap Melia dan langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa menungu jawaban anggara diseberang sana.


Anggara tertawa puas setelah mengerjai Melia iapun bingung bagi nya menyenangkan bisa menggoda Melia.

__ADS_1


Padahal anggara tak mengenal betul siapa Melia ia hanya mengecek sosial media Melia. Anggara Sangat kagum pada Melia bagi nya jarang wanita yang sudah mempunyai suami mau bekerja keras dan itu mengingatkan ia pada sang bunda yang selama ini membesarkan nya tanpa kehadiran sang ayah disisi nya.


Anggara Wijaya tuan muda keluarga Wijaya ia hidup bersama ibunya sementara sang ayah Sagara Wijaya sudah wafat saat anggara masih berusia 8tahun namun anggara masih inget jelas bagaimana ayah dan ibunya bekerja keras membangun kerajaan bisnis sang ibu begitu setia mendampingi dan mendukung sang ayah bahkan tak segan ikut Turun tangan sendiri.


Dan disini anggara melihat sosok Melia seperti melihat sosok sang ibu wanita tangguh yang membesarkan nya.


Anggara tahu Melia sudah bersuami tapi dia sangat menjahili Melia.


disisi lain Melia menggerutu sejak ia mematikan sambungan telpon ya bersama anggara yang Melia juluki si bocah tengil.


"dasar bocah edan ngomong gak pake saringan heran gue anak sekarang senang banget kali ya ngerjain orang tua" gerutu Melia.


entah sudah berapa lama dia menggerutu sampai ia tak sadar bahwa anggita telah terbangun dari tidurnya.


"bunda kenapa kok ngomel ngomel? aku kan ga buat salah hiks hiks hiks hiks" anggita menangis merasa Melia memarahinya.


"enggak sayang bunda gak marah sama kamu kok" ucap Melia menenangkan putri bungsunya


"gara gara tuh bocah anak gue jadi nangis kan awas aja lu bocah" batin Melia geram menyalahkan anggara si bocah tengil.


Melia memeluk sang putri sampai tenang dan terus berbicara lembut agar sang putri berhenti menangis.


TBC.


Disini edisi khusus anggara dan Melia y apakah anggara akan jadi pebinoe atau pahlawan nanti selajutnya y


maaf ya mak baru up lagi udah tiga hari mak gak up sampe dapet surat cintah dari mbak editor nih mak lagi kurang enak body karena cuaca ga jelas.


yang mau mak crazy up tolong komen ya.....


jangan lupa


like


vote


komen nya y reader akoh tercinta

__ADS_1


salam sehat untuk semua nya.


__ADS_2