BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK

BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK
rencana dibalik rencana


__ADS_3

dio yang sudah berpenampilan ala ibu ibu sosialita kini sudah siap menjalankan misi yang diberikan oleh anggra.


Walau pun enggan iya harus menuruti perintah atasan sekaligus sahabat nya itu sebenarnya dio bisa saja menolak tapi apalah daya ancaman anggara lebih menakutkan dari pada sebuah pemecatan.


"gimana -dio lu udah siapkan" tanya anggara melihat dio dengan wajah serius.


"hemmmm" dia hanya menjawab dengan deheman. rasanya sangat menyebalkan melihat wajah anggara


"kalo bukan bos udah gue lempar lu ke kutub utara" batin dio


"gak usah maki maki w lu" anggara seolah tau isi hati dio


"udah ah w mau menjalankan misi dulu, dah ganteng" ucap dio sambil menggoda anggara dan berjalan lengkap lenggok macam perempuan betulan.


anggara melihat hal itu langsung bergidik ngeri kenapa jadi mirip banget ama bencong di komsen y pikir anggara.


sementara Melia tengah sibuk melayani pelanggan kue nya sudah beberapa hari ini sangat lah ramai hal itu membuat Melia sedikit kewalahan karena memang Melia belum mempunyai karyawan tapi hal itu juga membuat dia senang pendapat nya bisa sedikit dia tabung untuk keperluan yang mendesak.


Melia memang masih mendapatkan nafkah dari haidar tapi nafkah itu jelas tidak cukup awalnya Melia pun tidak ingin menerima nya tapi dia berpikir lagi itu adalah hak anak anaknya jati walaupun ia menerima nya tapi-, Kenyataan nya ia tak pernah menggunakan uang tersebut untuk keperluan dirinya, baginya dia tak mau lagi terjerat bersama haidar dengan alasan di nafkahi.


saat Melia tengah duduk karena pelanggan sudah mulai sepi tiba tiba seorang wanita menghampiri nya ya wanita itu adalah dio yang mennyamar sementara anggara memperhatikan dari dalam mobil yang tak jauh dari tempat Melia berdagang.


"permisi mbak" ucap dio


"iya ibu ada yang bisa dibantu " jawab Melia ramah dengan senyum manis terukir di wajah


dio yang melihat Melia tersenyum membalas senyum itu sekaligus menjalankan rencananya sendiri.


"buset manis banget senyum nya,pantesan si anggara klepek klepek ama nih cewe biarpun umurnya tua juga gue juga mau ini sich" batin dio antara kagum sekaligus mengejek .

__ADS_1


"maaf mba saya mau pesan kue apa bisa y"


"bisa ibu, ibu mau kue apa? "


"aku mau kue soes vanila ya aku akan ambil setiap hari 20pcs aku ambil jam 8pagi apa bisa mbak"


"InsyaAllah bisa ibu atas nama siapa ibu "


" atas nama diora ini nomer telpon saya "ucap diora alis dio sibencong dadakan.


" baik ibu Terima kasih"ucap Melia sambil menerima kartu nama yang diulurkan dio


setelah sedikit membahas kue dio pergi dan menjabat tangan Melia sambil cipika cipiki.


sementara anggara yang melihat dio sedang menjabat tangan dan cipika cipiki itu langsung wajahnya merah menandakan dia menahan kesal atas sikap dio sedangkan dio dalam hatinya bersorak dio tau anggara pasti cemburu ketika dia melakukan itu.


"rasakan balas dendam ku hahahahahahahaha" ucap dio dalam hati


...anggara sampai lebih dahulu di kantor ia langsung menuju ruangan nya sementara dio datang setelah nya karena harus mengganti pakaian nya tidak mungkin dia datang ke kantor dengan penampilan sebagai diora apa kata dunia nanti seorang dio yang terkenal tampan incaran gadis gadis menjelma menjadi seorang perempuan uwow. ...


pletak


anggara melemparkan pulpen yang ada ditangan nya kearah dio, dia yang tidak siap pun harus merasakan keningnya terkena lemparan pulpen yang dilempar oleh anggara.


"sialan lu sakit tau" ucap antar sambil memegang keningnya


"hukuman buat lu udah berani pegang pegang cewe gue" anggara


"hais lu ya, itu bukan pegang pegang tapi ramah tamah kan cewe kalo ketemu pasti salaman terus cipika cipiki lu aja yang gak tau" dio menjelaskan tapi dalam hati dio bersorak-sorai senang berhasil membalas perlakuan anggara yang semena mena menyuruh menyamar jadi perempuan .

__ADS_1


"rasa cemburu kan lu, itu balasan dari gue" batin dio


"ya tapi gak usah gitu juga kali"anggara masih tak Terima


" ya udah lu aja yang nyamar sana jangan gue"


" kalo gue pasti langsung ketahuan lu tau kan mel udah sering ketemu dan ngobrol "


"cih ngobrol kata lu" dio mencibir anggara


"maksud lu ngobrol apa lu ngajak debat" lanjutnya lagi


"hehehehe lu tau aja " anggara nyengir sudah tidak ada amarah lagi ya begitu lah anggara dan dio


ya anggara memang tak mau turun langsung karena dia akan berperang dengan dirinya klo dia yang menyamar pasti akan ketahuan sedangkan dia butuh informasikan mendetail untuk bisa membantu Melia.


entahlah apa yang dipikirkan anggara...... dia tau telah jatuh cinta pada wanita yang masih berstatus istri orang.-,


memang cinta tak bisa memilih hati mana yang akan menua di pelabuhan nya tapi jika masih bisa menolak biarkan cinta berlabuh di pelabuhan yang semestinya atau memang benar kata orang bahwa istri orang lebih menggoda.


apakah anggara akan jadi pebinor (perebut bini or@ng).


lanjut besok sayang akuh mak mau kembali ke dunia nyata.


awas jangan ada pebinor dan pelakor diantar kita yaaa🤣🤣🤣


jangan lupa like komen nya ya biar aku semangat terus nulisnya


"

__ADS_1


Book


__ADS_2