
..."ya allaaaa@ah" teriak melia saat pagi tadi tiba dilapak nya berjualan dia kaget bagaimana mungkin kemarin lapak nya masih rapi ketika di tinggal kan lalu bagaimana mungkin jadi berantakan meja kursi dan perabot di dalam lapaknya benar benar sudah tak berbentuk....
bukan melia nama nya bila hanya diam, ia langsung membereskan karena sebentar lagi lapaknya harus buka dari sekian banyak lapak pedagang entah mengapa hanya lapak melia yang berantakan ia mengesampingkan rasa sedih dan kesalnya.
disaat melia akan memindahkan meja dia agak kesulitan untung nya anggara datang tepat waktu melia yang melihat anggara dia tak melarang anggara untuk membantu nya biar urusan anggara nanti saja saat semua beres.
mereka berdua membereskan serta membersihkan tempat itu hingga layak untuk digunakan kembali.
setelah semua rapi dia langsung menata kue yg dibawanya di atas meja dan rak etalase yang masih bisa di gunakan .
warung akhirnya bisa buka walau masih sedikit berantakan tak apalah yg penting masih layak untuk berjualan
"minumlah " Melia menyodorkan segelas teh hangat pada anggara.
Melia berdesir melihat anggara yang begitu tampan dari jarak dekat apalagi langsung seperti ini biasanya dia hanya melihat anggara dari layar ponsel ketika mereka bervidio call.
"gue tampan kan mbak" ucap anggara menyadarkan Melia dari rasa kagum nya terhadap anggara
"hah"
"iya mbak w tampan ga usah ngeliatin gitu mau pegang juga boleh"
__ADS_1
"bocah gila dasar" ucap Melia jengkel berubah sudah yang tadinya kagum kembali ke mode asal
"ga boleh galak mbak sama calon suami" ucap anggara tergelak
"calon suami matamu " Melia melotot pada anggara
sementara yang di pelototi hanya tergelak semakin kencang sebuah kesenangan sendiri bisa menjahili Melia.
lapak mulai ramai oleh pembeli Akhirnya Melia lebih memilih untuk melayani pembeli anggara pun tak segan untuk membantu Melia .
anggara bener benar seperti magnet yang menarik pembeli. wajah nya yang tampan badan yang tinggi berisi dan jangan lupakan otot badan kekar terlihat dari ukuran lengan nya,.... siapapun yang melihat nya pasti terpesona.
Melia dan anggara benar benar dibuat sibuk pagi ini hingga tak terasa dagangan Melia pun sudah mulai sedikit.
"its ok mbak cantik, tapi gak gratis mbak" ucap anggara nyengir kuda
"ya udah lu mau gue bayar berapa tapi gue g punya banyak duit"
"gue gak minta dibayar pake uang mbak uang gue banyak mbak ga berseri" ucap anggara dengan bangga nya
"dih bocah belagu! terus mau dibayar pake apa kalo mau kue ambil aja tuh " ucap melia sambil meme bereskan kotak kue yang sudah mulai kosong
__ADS_1
anggara tersenyum pada melia sambil menujuk pipinya .
"lu minta ditabok bocah" melia tidak mengerti apa permintaan anggara
"ya allah mbak lu tabok gue tar ganteng gue ilang nih gue minta ini mbak" sambil mencium pipi melia sambil berlari keluar
deg
wajah melia merah merona bak tomat yg sudah masak namun seketika dia sadar dari keterkejutannya.
"dasar bocah tengil balik sini lu awas ya" melia menggerutu sambil mengejar anggara si bocah tengil yang super jail
sementara anggara yang dikejar buru buru untuk masuk kedalam mobilnya namun apalah daya melia terlebih dahulu menarik kerah baju anggara hingga tertarik kebelakang.
nafas kedua nya ter engah engah karena berkejaran.
"heh bocah bisa gak tuh bibir lu sekolahin y jangan nyosor aja kayak soang" ucap melia sambil mengatur nafasnya.
"kan bonus mbak" anggara tertawa bahagia
jangan lupa like komen nya y
__ADS_1
sebelum sempat m@uk