BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK

BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK
tangisan


__ADS_3

setelah pertemuan nya dengan raya tadi Melia langsung pulang kerumahnya pikiran nya kacau air matanya mengalir begitu sesak rasanya mengetahui sejauh mana hubungan suaminya dengan raya,


setiap perempuan tak ingin merasakan di dua begitu pula dengan Melia hatinya hancur seperti kaca yang terjatuh.


apa benar ia harus berpisah dengan haidar bagaimana dengan kedua putrinya membayangkan semua itu membuat Melia semakin hancur, bukan seperti ini yang iya harapkan.


bohong bila ia sudah tak mencintai haidar mereka sudah hidup bersama selama 10tahun lamanya.


meskipun ia memang sudah bertekad ingin berpisah dari Haidar tapi di hatinya kecilnya masih ada rasa cinta dan sedikit harapan rumah tangganya bisa di selamat kan dan utuh kembali.


perempuan mana sich yang ingin merasakan jadi janda apalagi dengan anak-anak yang masih kecil yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya, begitu pun dengan Melia tak terbayang hal ini bisa terjadi padanya.


karena terlalu lelah menangis akhirnya Melia pun tertidur. beruntung kedua putrinya sedang menginap di rumah nenek nya jadi mereka tidak melihat Melia yang sedang menangis.


Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar


Asyhadu allaa ilaaha illallah, Asyhadu allaa ilaaha illallah


Asyhadu anna muhammadar rosuulullah, Asyhadu anna muhammadar rosuulullah


Hayya ‘alash shalaah, Hayya ‘alash shalaah


Hayya ‘alal falaah, Hayya ‘alal falaah


Ash-Shalaatu khairum-minannaum, Ash-Shalaatu khairum-minannaum


Allahu akbar, Allahu kabar laa ilaaha illallah


suara adzan subuh berkumandang di mesjid membangunkan Melia yg terlelap karena lelah menangis.

__ADS_1


mendengar suara adzan Melia bergegas bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi yang terletak diluar kamarnya.


setelah berwudhu Melia langsung menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim setelah selesai Melia tidak langsung bangkit melainkan mengadukan nasib ynag menimpa dirinya ia kembali menangis sejadi jadinya rada sesak itu kembali,


"ya Allah kalo perpisahan adalah jalan terbaik untuk semua nya maka aku mohon kuatkan aku dan anak-anak ku berikan lah kami kebahagian setelah ini, dan biarkan anak anak ku tetap merasakan kasih sayang ayahnya meski kami tak lagi bersama" doa Melia ditengah isak tangis nya.


ya anak anak nya lah yang lebih melainkan khawatir kan karena baginya Kebahagian mereka yang utama Melia tak ingin anak anaknya merasakan apa yang pernah Melia rasakan.


flash back


Melia kecil hidup hanya hidup dengan ibunya saja sampai ia tak pernah merasakan kasih sayang ayah kandungnya karena ayahnya telah meninggal ketika Melia masih berusia 2bulan dalam kandung sang ibu .


Melia kecil sering iri melihat teman teman nya bermain dan menghabiskan waktu bersama ayah mereka tak jarang pula Melia menangis karena di bully tak punya ayah.


sampai akhirnya sang ibu menikah lagi dan Melia bisa merasakan apa itu kasih sayang ayah bisa dikatakan Melia beruntung karena ayah tirinya begitu menyayangi Melia sama dengan anak kandungnya tak ada perbedaan sama sekali dan Melia pun sangat menyayangi sang ayah baru nya beserta adik laki laki nya.


kebahagiaan Melia terasa lengkap sampai hadirnya wanita kedua pilihan ayahnya.


akhirnya sang ibu memilih berpisah dengan sang ayah sehingga Melia kehilangan kembali sosok ayahnya.


karena semenjak mereka berpisah sang ayah tak pernah mengunjunginya maupun sang adik.


flash back of


Dan kini Melia merasakan apa yang dulu ibunya rasakan.


Melia pun takut anak anak nya mengalami apa yang pernah ia rasakan.


kontang

__ADS_1


notif pesan ponsel Melia berbunyi segera Melia melepas mukena yang ia kenakan dan segera memeriksa pesan yang masuk.


ternyata pesan yang masuk dari Haidar dan disusul pesan dari sang putri. Melia terlebih dahulu melihat isi pesan sang putri yang meminta dijemput agak siang katena masih betah di rumah neneknya Melia pun membalas dengan kata ok agar sang putri senang dan ia juga lega tak harus menujukan wajah sebabnya pagi ini.


pesan Haidar


Haidar : "bunda kamu baik baik saja kan? "


Melia : "iya aku baik, ada apa? "Melia langsung pada intinya.


Haidar : "apa ayah boleh pulang ke rumah? "


tulis Haidar tanpa rasa bersalah.


Melia : "selesaikan urusan mu dengan wanita itu, aku tak mau kau duakan"


Haidar : "kita bicarakan di rumah ya aku kangen sama anak anak juga bunda"balas Haidar ia masih berusaha membujuk Melia agar bisa pulang ke rumah berkumpul dengan anak-anak nya.


Melia : " aku tak pernah melarang kau menemui anak anak, tapi untuk kembali tinggal di rumah ini maka selesai kan duu urusan mu dengan wanita gila itu"


setalah membalas seperti itu Haidar tak lagi mengirimi Melia pesan.


"dasar laki laki kalo sudah punya uang tak cukup satu wanita" gerutu Melia sambil merapihkan kamarnya dia benar-benar tak habis pikir dengan haidar.


tbc


like komen


vote

__ADS_1


gift nya ditunggu y


ikuti terus kelanjutan nya y...... awas para laki-laki jangan kemaruk ama wadon ya.... cukup satu aja biarpun kau kaya🤣🤣🤣


__ADS_2