
"alhamdulillah warung hari ini ramai semua habis, aku bisa pulang lebih awal"
"mah jajan" ucap anggita putri kedua melia
'iya sayang tunggu ya! mama beresin warung dulu nanti kita jajan ade main HP dulu y"
Melia dan anggita pulang berjalan kaki menuju kontrakan yg tak jauh dari warung tempat ia berjualan.
Melia memutuskan untuk tetap tinggal di kontrakan meski banyak kenangan dengan sang suami... baginya kebahagiaan anak anaknya lebih penting meski berperang batin dia tetap memilih mengalah.....
"mah ayah kapan pulang kok ayah gak pulang pulang mah" tanya anggita
"iya nanti ayah pulang kalo kerjaan ayah udah beres, ade kangen ayah"
"ade mau main sama ayah"
hanya anggukan yang Melia berikan untuk putri kecilnya beserta senyum tipis Melia sadar hal ini akan terjadi apalagi anak anak sangat dekat dengan ayahnya.
Melia berusaha berdamai dengan keadaan hatinya. meski sakit tapi apa daya anak anak lebih penting. namun Melia juga tak bisa membohongi dirinya ada rasa sakit luar biasa yang menghantam dirinya suami yg dia anggap baik ternyata tega berpaling darinya.
hal itu sedikit membuat dia trauma melia sering berpikir apakah semua laki laki ith sama.
ayah Melia pergi meninggal kan Melia ketika masih di kandungan ibu nya, ayah tiri yang dia anggap layaknya ayah kandung nya juga pergi dan kini suaminya meninggal kan ia.
__ADS_1
setelah merapihkan peralatan dagang Melia segera bergegas mandi dan beristirahat bersama anggita karena arina putra sulungnya masih lama disekolah....
kring kring kring kring
bunyi alarm (aduh tuh alarm apa bel sepeda y🤣)
"waktunya jemput si kk"
dilirik nya anggita yang masih terlelap di sisiNya, perlahan Melia bangun dan mengenakan kerudungnya bersiap pergi.
karena takut anggita bangun Melia sedikit medorong motor nya agak putri kecilnya tidak bangun.
stelah sampai di sekolah berapa terkejutnya ia melihat sang ayah dari anak-anak nya sudah menaikan arina putri sulung mereka ke atas motornya.
arina yang melihat kedatangan sang bunda mata nya berbinar.
"bunda datang juga, aku dijemput ayah sama bunda asyik" ucap arina bahagia
sementara Melia hanya tersenyum manis ke arah putri sulung nya itu.
"kamu makin cantik bunda" ucap Haidar memandang wajah melia yg sudah beberapa hari ini tidak dia lihat.
"rasa kau kalo udah gak ada baru sadar ya selama ini kemana aja pak" batin Melia melihat sosok yang pernah dia cintai dan berharap jadi sandaran hati nya seumur hidup
__ADS_1
"ya udah kk naik motor sama ayah, bunda kita ketemu dirumah kasian dede lagi bobo bunda tinggal tadi"
sesampainya dirumah tiba tiba anggita berlari keluar sambil berteriak
"ayaaaaaaaah"
gadis kecil itu berlari ke arah sang ayah yg sudah beberapa hari dia rindukan.
melihat pemandangan itu hati Melia seperti teriris.
klontang (notifikas mesengger)
Melia membuka aplikas mesengger dan
eng ing eng siapa hayo yang kirim pesan sama Melia yang lagi teriris hatinya.
siapa lagi naruh bawang sekilo kan mak juga jadi pengen iris iris nih.
penasaran apa penasaran banget nih😁
yuk komen dulu biar aku semangat nulis lanjutan nya.
Kita tebak tebakan dulu yg tau langsung komen ya dan jangan lupa kopi buat mak y biar melek nih mata
__ADS_1
lope lope readers aku💖💖💖💖