
kalo begini judulnya pergi sulit bertahan sakit boro boro bisa melupakan ya gak say 🤣🤣🤣🤣
ya namanya hidup ada aja batu terjal nya jalan tol yang mulus aja ada pintunya klo ga bayar kita ga bisa lewat itu lah hidup
balik gas keun meliaaaaaaa
hari demi hari berlalu tiada yang istimewa bagi Melia yang istimewa hanya tawa renyah kedua buah hati nya dan kelancaran berjualan.....
Haidar pun sudah tak mengusik apapun hanya lebih sering mengunjungi putri dan Melia pun memang belum resmi bercerai dengan Haidar jadi ia pun tak mempermasalahkan ya.... Melia harus tetap melayani Haidar layaknya suami istri suka tak suka. hanya urusan ranjang yang Melia tak mau lakukan karena iya terbayang Haidar bercumbu dengan wanita itu.
tok tok tok tok
"aduh siapa sih kamu kok malem malem gini gak tau apa ini jam orang istirahat" gerutu Melia sambil melirik jam di ponselnya sudah menunjukan pukul 22:00 wib
tok tok tok tok
terdengar pintu rumah kembali diketuk mungkin karena merasa tidak ada Jawaban dari sang pemilik rumah.
Melia yang malas pun akhirnya mau tidak mau bangun dari peraduannya
"iya'ucap Melia dari dalam rumah sambil berjalan menuju pintu penasaran juga siapa yg bertamu tengah malam gini
saat Melia membuka pintu kaget nya Melia melihat siapa yang ada di depan rumahnya
seorang wanita yang tidak asing baginya siapa lagi klo bukan si pelakor gila.....
" mana Haidar kamu pasti sembunyiin dia kan"ucap sang pelakor yang diketahui bernama raya sambil menerobos masuk kedalam rumah dan berteriak memanggil nama Haidar
"sory y mbak pelakor ngapain dia gue sembunyiin, klo pun dia disini wajar donk kan dia suami gue sah secara hukum negara dan agama lah lu siapa? "
__ADS_1
"Haidar itu milik ku kamu gak punya atas dia termasuk anak anaknya jangan harap dia kembali sama kamu"
"mau gue teriakin maling atau lu pergi dari sini, Haidar ga ada disini" Melia geram dengan wanita satu ini dia yang merebut Haidar tapi seolah dia pemilik nya saja mau muntah Melia melihat wanita ini
"kamu jangan bohong y kamu pasti sembunyiin dia kan" ucap raya tak mau kalah ia tetap saja Merangsek masuk kedalam rumah Melia .
"nih perempuan harus gue cabein apa y " batin Melia kesal luar binasa.
karena sudah geram dan muak akhirnya tanpa aba aba Melia menarik tangan raya dan menyeret nya keluar dari dalam rumah Melia tidak mau anaknya mendengar keributan apalagi dia selalu menyembunyikan masalah itu dari anak anaknya.
setelah diluar rumah Melia menghentikan tangan nya dan mendorong wanita itu dengan sekuat tenaganya entah dari mana Melia mempunyai tenaga seperti buldozer.
"heh perempuan lu kalo nyari Haidar gak disini sono cari ditempat kerjanya atau kontrakan nya, kalo lu sampe kesini lagi dan usik anak anak gue jangan harap hidup lu bisa tenang, selama ini gue diem bukan berarti gue kalah ama lu y, pergi sana" bentak Melia panjang lebar dengan wajah penuh amarah
"aku gak mau pergi kenapa emang? mana Haidar kamu sembunyiin dia kan di dalam rumah " ucapa raya seraya berusaha masuk kedalam rumah Melia lagi
"sekali lagi gue bilang ya pelakor Haidar gak ada disini"
"ya Allah ini perempuan cantik kagak cantikan juga gue kemana mana cuma bedak doang tebel heran gue ama si ayah mau maunya ama modelan kayak gini apa selangkangannya beda x ya? " batin Melia dalam hati sedikit heran dengan selera Haidar kini
Raya akhirnya memilih pergi dari rumah Melia takut juga dia diteriaki maling terus di amuk masa diseret ke posisi satpam bisa hancur image cewe sopan baik akhlaknya.
raya pun berisik ngeri membayangkan hal itu.
setelah kepergian raya , Melia masuk kembali kedalam rumah disambar nya benda pipih kesyangan sejuta itu umat itu ditekannya nomer Haidar untuk melampiaskan rasa kesalnya.
tilulit tilulit
bunyi handphone disemmbrang sana tempat Haidar bekerja y saat ini Haidar memang sedang tugas alias bekerja shift malam, digesernya tombol hijau tersebut sambil tersenyum melihat nama si Penelepon
__ADS_1
namun sebelum Haidar bicara suara melengking Melia telah mendahului
"urus selingkuh an mu jangan mengusik ku atau anak anak ku,aku tak mau anak ku terkena imbas,tadi pelacur mu datang kesini marah marah aku gak mau hal ini terulang lagi kau mengerti kan " ucap Melia menggebu-gebu dengan suara bak petir dilangit
sementara Haidar hanya bisa diam mendengar kan .
***bayang in dech gaes kita lagi bengong di teriakin orang nah begitu juga si Haidar ini.... rasa lah dia siapa suruh main api kebakaran kan
eh thor lu kan yang bikin aye begini masa lu juga nyalahin gue nasib lah jadi HaidarðŸ˜ðŸ˜***.
setelah puas melampiaskan kekesalannya Melia langsung menutup sambung an telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Haidar.
"dasar pelakor gila dia yang maling malah teriak maling, cantikan juga gue ama dia Lu jual gue beli liatin aja lu ya" batin Melia meradang..
hati nya hancur air matanya pun turun dengan deras....
Haidar adalah laki laki pertama dalam hatinya cinta pertama nya berat rasanya pisah dengan sang suami tapi apakah ia sanggup bertahan dengan sikap Haidar bagi Melia dia bisa memaafkan hal lain tapi tidak dengan orang ketiga dia tak mau ada cinta lain
ada rasa ingin memperthankan rumah tangganya tapi satu sisi kecewa nya sudah amat besar karena bukan pertama kalinya sang suami mendua.
"bener lagu nya rita sugiarto *cukup dua kursi jangan tambah satu kursi lagi aku tak mau* ngapa gue jadi nyanyi sich udah ah mending gue tidur besok pesenan gue banyak,, yayo bangkit semangat Melia cowo banyak diluar sana mau yang ganteng tajir Lu tinggal milih,,,, "ucap Melia pada dirinya sendiri
ia sengaja melakukan itu untuk membangkitkan semangat nya agar tidak terpuruk dalam keadaan.
dihapus nya air matanya dan mulai memejamkan matanya entah ia bisa atidur atau tidak setelah kejadian tersebut.
sementara ditempat lain Haidar bak disambar petir mendengar perkataan Melia, bagaimana mungkin raya berani mendatangi Melia padahal dia telah memperingati raya untuk tidak mengusik Melia dan anak anaknya, rahang haidar mengeras matanya menyiratkan kemarahan dia sudah menuruti mau wanita tersebut tapi apa dia malah ma menghancurkan rencananya.
TBC ALIAS TO BE CONYINUED
__ADS_1
***apa yang akan dilakukan Haidar esok ikutin terus kelanjutannya...
jangan lupa y komen membangunnya AKU tunggu loh gaes tapi kopi atau bunga aku juga mau hehehhe***