BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK

BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK
jadi detektif dadakan


__ADS_3

kata orang jatuh cinta itu berjuta rasanya namun terselip juga rasa sakit y bukan hanya rasa bahagia saja sakitnya pun berasa.


terkadang cinta juga membuat orang lain jadi gila itulah yang dirasakan anggara dia mencintai seorang wanita yang statusnya masih belum jelas janda atau istri orang.


anggara tahu betul permasalahan yang menimpa wanita yang dicintainya tapi ia pun tidak bisa memaksa Melia untuk bercerai begitu saja dengan suaminya walaupun penghianatan haidar sungguh sangat membuatnya marah.


baginya wanita itu harus dilindungi bukan disakiti.


"dio menurut lu gue harus gimana" anggara bertanya pada dio sahabat masa kecilnya yang juga menjadi orang kepercayaan nya di kantor.


"gue gak tahu yang penting lu jangan jadi pebinor saran gue" dio


"emang ga ada perempuan lain apa yang statusnya jelas" lanjut dio


tak habis pikir ia dengan kelakuan sahabat nya dari orok ini, bisa bisanya dia jatuh cinta sama perempuan yang masih ada antara tidak suaminya.


padahal dio tahu betul bagaimanapun anggara dan tipe perempuan seperti apa yang disukainya.


"yang namanya jatuh cinta emang bisa kita atur kemana hati ini akan berlabuh makanya lu rasain dech gimana yang namanya jatuh cinta apa jangan jangan lu belok ya yo"


Dio melotot ke arah anggara mendengar kata bahwa dirinya belok alias tak menyukai perempuan. sementara yang di tatap hanya nyengir dan bersiap lari melihat dio memelototinya.


anggara langsung keluar dari ruangan dio dari pada kena mental pikirnya ia tahu betul kalo dio sudah melotot siap siap saja dengar amukan nya.


walaupun anggara adalah bos nya namun ketika mereka berdua saja atau diluar kantor mereka akan saling bertingkah konyol tanpa embel-embel atasan dan bawahan begitulah persahabatan mereka yang terjalin dari orok.


"bukan kah itu Melia? " tanya anggara pada dirinya sendiri


"sedang apa Melia di tempat seperti ini gue ikutin gak ya? tapi kok aneh ini bukan Melia banget ngapain dia ditempat kayak gini"


anggara terus memperhatikan gerak gerik Melia , anggara bingung untuk apa Melia ke club malam setahu nya Melia anti dengan tempat seperti itu apalagi Melia juga berprofesi sebagai guru juga.


"ikutin agak? ikutin gak? ikutin ga? ah udah lah gue ikutin aja jadi kepo kna gue "

__ADS_1


akhirnya setelah perdebatan panjang dengan dirinya sendiri anggara pun mengikuti Melia kedalam club malam tersebut ia mngedarkan pandangannya menyapi tempat tersebut didapatinya Melia sedang duduk dengan seorang wanita.


anggara pun memilih tempat duduk yg membelakangi meja Melia, anggara ingin mendengarkan percakapan antara Melia dengan wanita tersebut.


anggara pun duduk tepat dibelakang kursi yang diduduki Melia, sungguh hati nya tak bisa diajak kerjasama. malah berdetak kencang.


"lu diem dulu jantung kita lagi main detektif detektifan" batin anggara


jantung anggara berdetak kencang seperti orang yang sedang lari maraton jarak 15km , anggara pun mencoba menormalkan detak jantung nya.


saat sedang asik menguping tiba tiba ponsel anggara berdering, untung saja dia tidak ketahuan oleh Melia.


*duri diri yang kau tancapkan di hati ini membuat diriku sakit hati aku yang berjuang untuk dirimu tapi dia yang dapatkan cintamu*


suara ponsel anggara, dilihat nya siapa yang menggangu acara dia menguping 2wanita dibelakang nya.


"hais" anggara mendesis siapa yang menelpnya ternyata maminya.


chat


"dimana kau? mamih cari kekantor kamu gak ada awas kau jangan menjahili perempuan diluar, O iya apa benar kau jadi pebinor kata dio" balas sang mamih langsung pada intinya.


"dasar dio ember ngapain juga dio ngadu yang gak gak sama mamih dasar dio awas kau nanti ku potong gaji mu" umpat anggara kesal pada dio.


tring pesan masuk


"hei anak nakal jawab pesan mamih jangan kau baca saja"


belum juga anggara selesai mengumpat sahabat nya pesan sang mamih sudah masuk lagi.


"gak mih dio bohong, sudah ya mih nanti anggara pulang sebentar lagi" piala anggara dia tak mau acara jadi tukang nguping kayak bigos bigos komplek terganggu.


walaupun anggara sesuai berbalas pesan dengan sang ibu tapi telinga jua dia pasang baik baik untuk mendengarkan percakapan dia wanita dibelakang nya.

__ADS_1


setelah selalu berbicara Melia langsung keluar terlebih dahulu dengan wajah yang sedikit menyeramkan menyiratkan dendam namun melia masih tetap berusaha tenang.


dirasa Melia sudah tidak terlihat anggara pun segera keluar dari tempat tersebut dia pusing dengan suasana disana padahal dia dulu sering ke club malam bersama teman-teman nya hanya untuk sekedar melepas lelah karena kesibukan nya, tapi semenjak dia mengenal sosok Melia entah kenapa ada rasa malas untuk ketempat tersebut.


hingar bingar suara musik musik di dalam club tidak dia hiraukan anggara terus berjalan menuju pintu dimana ia masuk tadi tapi matanya melihat sosok yang tak asing berada disana.


ia pun berhenti sejenak sebelum melangkah lagi keluar.


"dasar tukang ngadu, awas kau ku laporkan pada mamih" anggara pun langsung mengambil ponselnya dan mengarahkannya ke dua orang yang sedang asik berjoget.


senyum terbit dibibir anggara ia akan membalas perbuatan dio yang melaporkan nya pada sang mamih.


setelah berhasil mengambil beberapa foto ia pun benar-benar meninggal kan tempat tersebut dan langsung mengikuti taksi yang dinaiki melia anggar khawatir akan keadaan Melia setelah mendengar percakapan nya tadi.


tapi untungnya kita khawatiran anggara langsung tertepis karena nyata nya Melia langsung pulang.


anggara pun lega melihat sang pujaan hatinya memilih pulang kerumahnya. dia pun memutar kemudi meninggalkan daerah tempat tinggal Melia dan menuju ke kediaman nya.


tbc


maaf ya outhor lagi g fokus nulis karena author lagi sakit gigi sudah 4hari ini kata orang lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi tapi nyatanya sakit gigi sakit banget sampai sampai mak gak bisa makan😭😭😭


jangan lupa ya.........


like


vote


komen


gift


bunga nya y

__ADS_1


like gratis loh tinggal pencet pake jari selesai dech selamat merayakan tahun baru πŸŽ‡πŸŽ†πŸŽ‡πŸŽ†πŸŽ‡πŸŽ†


__ADS_2