
Dua pasang mata tersebut masih tetap memperhatikan anggara dan Melia yang nampak mesra namun itu hanya terlihat bagi mereka yang iri dengki.
siapa lah kalau bukan raya dan haidar, haidar tak rela Melia dimiliki laki laki manapun baginya dirinya adalah laki laki terbaik dan Melia harus tetap menjadi miliknya walaupun kata talak telah terucap dari bibir nya.
...
Katakanlah Haidar egois tapi memang Itulah sifat dasar manusia selalu egois dan hanya ingin menang sendiri padahal seharusnya Haidar sadar dia telah meninggalkan melia dan mengucapkan kata talak. apalagi dia pun sekarang sudah bersama wanita lain wanita selingkuhannya dulu ya kini dia pertahankan.
sementara raya yang melihat perubahan wajah dari Haidar merasa tidak terima selama ini Raya sudah berjuang untuk mempertahankan Haidar karena baginya haidarlah segalanya dunianya meski Dia pun tahu dia telah salah merebut Haidar dari istrinya yaitu Melia tapi baginya apapun yang dia inginkan harus tercapai dan dia tidak akan melepaskannya begitu saja ya mereka berdua memang sama-sama egois baik Raya maupun Haidar
sementara melia dan juga Anggara mulai sadar bahwa mereka sedang diperhatikan tapi mereka pura-pura cuek saja menikmati Semuanya sayang kan air kelapa ya panas-panas gini seger banget deh minum air kelapa ya itulah yang mereka pikirkan ngapain juga buang waktu untuk sesuatu yang tidak penting.
" Mbak Mel sayang Sepertinya kita sedang diperhatikan" ucap Anggara pada Melia tanpa mengalihkan pandangannya dari kelapa yang sedang dia minum
" Udin Biarin aja deh anggap aja kita sekarang lagi jadi selebritis lumayan tenda" ucap Melia diselingi dengan kekehan lucu.
" ini nih yang gua senang dari lu body Amir ya mau dia kata apa mau diliatin kayak apa ini baru Mbak Melia kesayanganku" ucap Anggara sambil tersenyum melihat ke arah Melia bagi Anggara Melia berbeda dengan wanita lainnya ya Meskipun masih banyak gaji di sana tapi entah kenapa Anggara hatinya berlabuh pada Melia si janda anak kedua yang terkenal judes dan sedikit rada abstrak itu Itulah definisi cinta Anggara.
setelah puas dengan meminum air kelapa yang terasa menyejukkan di tenggorokan mereka pun melanjutkan acara jalan-jalannya dengan berjalan di pinggir pantai sambil bergandengan tangan menunggu Sunset yang bakal datang.
sementara raya dan Haidar mengikuti mereka diam-diam seolah tidak ingin kehilangan sedikitpun momen yang terjadi antara melia dan anggaran Entahlah mereka benar-benar iri dengkinya luar biasa yang satu egois karena masih ingin memiliki tapi ingin menghadirkan yang kedua sedangkan Raya dia ingin mempertahankan sang Haidar Pujaan hatinya Walaupun dia tahu dia salah.
Ya begitulah perempuan itulah tipe pelakor ya harus di hati-hati lo yang begini Jangan sampai ada Raya di dunia nyata ya cukup di dunia Halu aja.
matahari tenggelam di pinggir pantai sangatlah indah semburat orange yang tercipta begitu menghangatkan hati siapapun yang melihatnya pemandangan yang jarang bisa dinikmati oleh Melia karena memang pantai sangatlah jauh dari tempat tinggalnya apalagi dengan kondisi dia yang sekarang harus menjadi tulang punggung untuk keluarganya untuk kedua anaknya mana sempat hanya untuk pergi sekedar jalan-jalan.
__ADS_1
" Mau sampai kapan ya mereka ngikutin kita" ucap Melia pada Anggara
" coba cara gue deh pasti berhasil mereka kabur atau mereka bakal datangin kita" jawab Anggara antusias ada rasa menggelitik di hatinya karena sebenarnya Dia bukan hanya ingin mengerjai dua penutup tapi sekaligus ingin menjahili Melia ya sebuah kesenangan tersendiri bagi Angkara bisa menjahili Melia wanita anak 2 yang berhasil menggetarkan hatinya.
" awas lo tapi jangan yang aneh-aneh ya"
" tenang Mbak nggak bakal aneh Cuma agak):
sedikit Apa ya Bilangnya" ucap Anggara sambil mengetuk-ngetuk jadinya di samping bibirnya seolah Dia sedang berpikir.
" Ya udah coba tapi Awas lho kalau aneh ya bakal Gua hajar lo ntar"
" udah hajarnya nanti-nanti aja mau nggak jalanan rencana gue"
" Ya udah ayo Gue juga udah sebel banget diikutin mereka ngapain juga mereka ngikutin sampai ke sini kayak nggak ada kerjaan kan ganggu hidup gue aja nggak bisa orang sampai sedikit"
Melia pun melakukan apa yang disuruh oleh Anggara dia pun memejamkan matanya sambil pikirannya melayang "sebenarnya apa sih yang mau dilakukan Anggara sampai harus tutup mata segala "batin Melia
di tengah Melia sibuk dengan pikirannya Anggara langsung menempelkan bibirnya ke bibir Melia namun yang terjadi bukan hanya sekedar bibir saja yang menempel diselingi dengan sedikit *******.
Melia benar-benar dibuat kaget dengan apa yang Anggara lakukan tapi karena sudah terlanjur berjanji tidak akan marah maka melihat tahan dulu sampai dia tahu apa reaksi haid dan juga raya yang sejak tadi mengikuti mereka .
namun dibalik semua itu hatinya tetap saja dong kalau kepada anggara.
"kurang ajar beraninya dia menciumku di tempat umum Lagian dia siapa aku hajar aja sabar sabar Mel" gerutu Melia dalam hati
__ADS_1
sementara sang penguntit Haidar hatinya begitu panas wajahnya memerah tangannya mengepal menandakan Dia sedang menahan emosi hatinya begitu terbakar melihat sang mantan istri dicium oleh lelaki lain.
sadar Mas Bro udah mantan bukan istri lagi Ampun Mas Bro nih
Haidar langsung berlari ke arah melia dan juga Anggara dia melepaskan genggaman tangannya dari Raya mungkin karena sudah terlanjur amarahnya memuncak hingga dia tidak memikirkan lagi siapa yang ada di sebelahnya
BUGH BUGH BUGH
serangan dadakan yang dilakukan oleh Haidar tepat sekali mengenai wajah Anggara tapi itulah memang yang diharapkan oleh Anggara dia sengaja memancing kemarahan Haidar dia ingin tahu apa yang akan laki-laki ini lakukan laki-laki pengecut dan egois yang menginginkan istri sekaligus selingkuhannya.
Melia pun histeris melihat Anggara dipukul dengan brutal oleh Haidar dia langsung memisahkan dan menarik Haidar jauh hingga Haidar pun terjatuh akibat tarikan dari Melia Yang Dari mana asal kekuatannya itu mungkin karena dia pun sudah sangat kesal dengan hingga rasa amarahnya menjadi tenaga yang bisa menghempaskan Haidar dengan satu kali tarikan hingga terjatuh.
sedangkan raya yang melihat Haidar terjatuh akibat ulah Melia dia langsung berlari menghampiri Haidar dan membantunya untuk berdiri.
saya berteriak ke arah Melia dia tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Melia.
" apa-apaan kamu Melia menarik Haidar ku hingga terjatuh dia tidak salah"
" nggak salah matamu Apa kau tidak lihat Hai dan memukuli anggaran sampai wajahnya terluka buta matamu" ucap Melia menggebu
Melia pun menghampiri Anggara dan membantunya untuk berdiri karena memang tak dianggap belum sempat untuk berdiri karena dia pun syok dengan kedatangan raya yang langsung berteriak ke arah Melia.
Melia meneruskan aktingnya bersama Anggara walaupun Sebenarnya ada rasa dongkol terhadap anggaran yang sudah berani menciumnya tapi bagaimanapun juga antara terluka akibat dirinya.
" ayo sayang bangun kamu nggak papa kan wajah kamu jadi mau memar gini nanti aku obatin ya ayo sayang" ucap Melia dibuat selembut mungkin dan senatural mungkin Anggara pun hanya pasrah dia pun langsung berdiri sambil merangkul bahu Melia dengan mesranya sebelum mereka berjalan anggaran sempat berbalik dan mengancam kepada Haidar bahwa dia akan melaporkan kepada pihak berwajib atas apa yang telah dilakukan oleh Haidar Anggara tidak mau Haidar lepas begitu saja Walaupun memang dialah yang tadinya memancing kemarahan Haidar.
__ADS_1
Haidar yang mendapatkan ancaman dari anggaran dia tidak merasa takut karena baginya Melia akan tetap menjadi istrinya pasti akan membelanya.
Tbc