BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK

BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK
rindu


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu waktu yang ditunggu tunggu oleh setiap orang baik pelajar maupun pekerja.


sudah sejak pagi Melia bergelut dengan dagangan di lapak yang dipinjamkan oleh sahabat nya karena ia belum mampu menyewa lapak sendiri dikarenakan harga sewa yang begitu tinggi beruntung teman nya mau meminjamkan nya tanpa sewa yang tinggi jadi ia bisa berjualan untuk menambah uang jajan anak anak nya meskipun Melia juga bekerja sebagai guru les tapi penghasilan masih kurang.


dari jauh seseorang memperhatikan gerak gerik Melia tanpa disadari oleh Melia.


seseorang yang memperhatikan Melia dari jauh ia begitu terpesona dengan kecantikan Melia apalagi ketika Melia tersenyum terlihat makin cantik. siapakah yang memperhatikan Melia?


setelah lapak nya mulai sepi Melia merasa ada yang memperhatikan nya dia pun melihat ke sekitar nya tapi tak menemukan siapapun.


"aku seperti di perhatikan "batin Melia sambil melihat sekeliling nya namun ia tak mendapati siapapun di sana.


setelah selesai merapihkan semua nya Melia bergegas pulang dia merasakan firasat tak mengenakan dari mulai dia keluar dari rumah tadi pagi.


sesampainya di rumah Melia melihat kedua putri nya masih tidur ya Melia sengaja meninggal kan putrinya yang masih terlelap karena pikirnya ini adalah hari minggu .


melihat sang putri masih tidur Melia segera bergegas ke dapur untuk memasak.


setelah rapih dengan masakannya nya Melia memilih bersantai sambil memainkan Ponselnya.


ponsel Melia tiba tiba berbunyi di geser nya tombol hijau tersebut.


"assalamu'alaikum ada apa? " Melia langsung menanyakan keperluan si penelepon.


"gak usah galak galak mbak, tar cantiknya hilang"


"emang gue cantik teruuus" ucap Melia ketus


"iya iya mbak cantik, cantik banget malah, puaaas" tak kalah ketus yang menjawab nya pun


"banget"


"nikah yuk mbak!!! "


"saraf lu ya dari kemarin ngajak nikah mulu, gue punya suami"


"yakin lu punya suami mbak"


"ya iyalah"


"gue gak pernah liat suami lu, bilang aja gengsi lu juga suka kan sama gue, hahahahahah"

__ADS_1


"gila pede banget lu "


"harus lah demi mbak tercinta, muaaach"


tut Melia langsung mengakhiri panggilan tersebut dia jengah dengan ucapan anak umur 23tahun yang sering menjahilinya.


namun karena sering nya dia dijahili anggara terkadang suka rindu dengan tingkah kocak bocah tersebut.


pov anggara


aku yang selalu mengawasi mu aku tahu kau sedang tidak baik baik saja aku pun juga tau kau memiliki suami.


tapi suami mu bukan orang yang baik dia membuang berlian demi sampah.


dari mana anggar tau?


anggara diam diam selalu mengawasi Melia apalagi Melia pernah menangis ketika anggara menelpon nya dan tanpa sadar Melia bercerita tentang hidup nya


flashback


Melia sedang menangis dikamar nya hatinya hancur mengetahui kegilaan Haidar suaminya . malam itu Melia melihat sendiri Haidar sedang bermesraan dengan raya.


hatinya hancur diapun menangis sejadi jadinya sampai akhir nya anggara menelpon nya


saat itu Melia benar benar menceritakan semua nya tanpa ada yang ditutupi nya .


Melia tidak sadar kalo yang menelponnya adalah anggara


"kenapa kamu tega yah memilih raya dibandingkan aku dan anak anak mu dimana perasaan mu aku rela mengikuti mu sampai ketempat ini tapi bahkan aku rela berjuang mencari nafkah bersama mu demi ekonomi yang lebih baik apa kurangnya aku yah "


"apa karena dia lebih cantik, lebih muda atau lebih kaya hah" ucap Melia marah dalam tangisannya


Melia mengira yang menelpon nya adalah Haidar suaminya karena Melia memergoki Haidar dan raya bermesraan dan saat itu juga Haidar berusaha mengejar Melia yang berlari meninggal kan nya berusaha menjelaskan sesuatu yang tak perlu dijelaskan.


anggara benar menyimak semua perkataan melia ada rasa sakit dihatinya mendengar Melia menangis atas apa yang menimpanya.


tanpa sepatah kata pun anggar terus mendengar kan curahan hati Melia dia dengan setia menjadi pelampiasan amarah Melia hingga akhirnya Melia tertidur tanpa mematikan sambungan telponnya karena lelah bercerita dan anggara lah yang mematikan sambungan telepon tersebut setelah tidak lagi terdengar suara tangis Melia


flashback off


dan sejak saat itu entah mengapa ia jadi ingin sekali melindungi Melia menjaganya agar tak menangis lagi.

__ADS_1


anggara memang terkenal jahil suka menggoda para wanita baik yg masih gadis, ibu ibu , atau janda nenek nenek pun tak lupa dari kejahatan nya. tapi baginya itu hanya keisengan nya saja tak ada niat untuk mempermainkan wanita baginya wanita layak dihormati di sayang dan dicintai.


pov end


"aduh mbak lu dah berhasil jungkir balikin dunia gue, makin cinta gue ama lu mbak say" anggar berbicara pada dirinya sendiri .


entah kapan rasa cinta itu timbul di hati anggara.


ia begitu tak rela jika Melia menangis sampai sampai ia selalu mngikuti dan mengawasi gerak gerik melia setiap waktu Kalau pun ia tak sempat pasti anak buahnya lah menggantikan tugasnya mengawasi sang pujaan hatinya.


plak


sebuah pukulan mendarat di bahu anggara


"au" ringis anggara dan reflek menoleh


"his dasar kau ini retak bisa melihat orang sedang senang ya" ucap anggar pada Dio kesal karena menggangu ia yang sedang berkhayal tentang Melia.


"apa kau" lanjut anggara


'kekantor bro kerjaan nungguin "


"lu handle dulu dech gue males"


"tuh cewe anak nya 2 mau lu kasih makan pa kalo lu males malesan gini" ucap Dio sok bijak


"bawel lu " ucap anggara sambil berlalu kekamar mandi.


sesaat kemudian anggara telah rapih dengan pakaian kantornya rasa dia malas hari ini kekantor.


tbc


selamat tahun baru 2023 semua nya


semoga di tahun yang baru ini lebih baik dan sukses buat semua nya.


jangan lupa


. vote


like

__ADS_1


komen nya y


like gratis loh tinggal pencet pake jempol hehehhe


__ADS_2