BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK

BOCAH TENGIL SANG PENAKLUK
1


__ADS_3

Tak akan ada gading yang tak retak begitu pun dengan rumah tangga tak ada yang tau berantakan atau hancur nya seperti apa hanya mereka yang menjalani tau rasanya.


Hari ini Melia masih sibuk dengan perlatan kue nya dia biasa terbangun pukul 2:30 pagi dimana waktu itu semua orang masih di dunia mimpi.


tring tring tring


Alarm yang Melia atur di benda pilih sejuta umat itu berbunyi menandakan Melia harus bangun dari tidurnya memulai aktivitas nya kembali.


"hoaaaaam" Melia menguap


"bisakah aku bangun sebentar lagi " ucap Melia menunda 10menit alarm nun ia tetap terbangun tanpa bisa kembali ke alam mimpi.


seterah bergegas Melia ke kamar mandi mencuci muka dan tangan agar bersih ketika membuat kue.


ia membuat beberapa jenis kue. sebenarnya Melia tidka pernah kursus membuat kue namun ke pindahan ke daerah tempatnya tinggal saat ini mengharus ia bisa membuat cemilan untuk buah hatinya.


tempat tinggalnya jauh dari keramaian tapi baginya tak apa demi baktinya nya ke pada suami.


Melia tak pernah menyesal dia harus berkerja malah dia bersyukur seandainya di tidak bekerja bagaimana dia akn menghidupi kedua buha hatinya.


ja menunjukan pukul 5:45 Melia sudah selesai membuat kue semua kue ditata kedalam kotak untuk ia bawa menuju warung, namun hanya memiliki 1meja disana bukan hanya kue buatan Melia saja yang ada namun ada dari teman teman Melia yang menitip.


setelah di tata di dalm box tak lupa Melia memfoto kue tersebut dan di apload di status whatsapp nya untuk iklan di grup barangkali ada yang mau pesan Melia sipa mengantarnya.


y itulah rutinitas nya setiap pagi saat yang lain terlelap ia malah harus bangun untuk mengias rezeki....

__ADS_1


setelah rapi Melia segera mandi agar tampak segar memoles wajahnya natural agar terlihat segar.


"ka, kaka ayo bangun! bunda mau kewarung kamu mau dirumah atau ikut"


"bunda jam berapa ini? "


"jam 6 ka"


"boleh g kaka sama ade anggi nyusul aja masih ngantuk"


"boleh kak, tapi nanti kamu mandiin ade dulu y sebelum ke warung"


"ok bunda"


Nafisah adalah putri sulung dari Melia gadis kecil itu berusia 8tahun walau lemah dalam hal pelajaran namun ia memiliki pemikiran yang dewasa.


kehidupan seorang Melia dengan status pernikahan yang tidak jelas bersuami yapi tak di nafkahi janda namun masih bersuami, hidupnya begitu keras.


Tak pernah terbayangkan akan sesakit ini hidupnya.


Melia menarik nafas kasar hari penjualan kue amat ramai ia besyukur ada rezeki lebih untuk kedua putrinya.


sambil menjaga warung dia membuka aplikasi sosial media nya mulai dari instagram dilihatnya pengumuman dari grup penulis tapi tidak ada, lalu beralih ke Facebook saat sedang berseluncur.


tring

__ADS_1


bunyi mesengger menandakan ada pesan masuk .


Melia melihat sebentar


"oh anggara, dasar bocah" ucap Melia melihat siapa yang mengirim pesan.


"aku lagi sibuk g bisa di ganggu" Melia


"sibuk kok buka sosmed" anggara


"HP ku, y suka suka ku lahπŸ˜›" Melia


"bagi nomer WA mu donk" antara


"g boleh bocah" Melia


"kok kamu bilang aku bocah sich" anggara


"bomat" Melia


Melia tersenyum melihat chat yg di kirim ke anggara, merasa ada sedikit hiburan dari bocah yg dia lihat di profil nya berusia sama dengan adik bungsunya itu.


"bocah mau gangguin mak mak, oh no " batin Melia ada niat mengerjai anggara.


jangan lupa tinggalkan jejak gaaeeesss

__ADS_1


πŸ™ƒπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2