Brokenside

Brokenside
BAB 10


__ADS_3

Malam hari di Ballroom hotel


pak frans "ada apa ini?"


pak eno (penjas) "pak, ada nur yang mau menjelaskan kenapa xaviera bisa seperti ini, silahkan nur"


nur "pak ,saya minta maaf baru kasih tau sekarang,saya diancam oleh dillah dan bu felicia, saya disuruh oleh ibu xaviera untuk menaruh beling kaca di sepatu nya xaviera, lalu saya disuruh pergi meninggalkan xaviera disitu saya membohongi abiah dan temen yang lain bilangnya xaviera udah di bus, saya langsung bersembunyi dan saya melihat ada bapak bapak yang menghipnotis xaviera,kemudian saya langsung menuju bis karena saya takut terlibat,tapi karena saya melihat darah dikaki nya abiah saya jadi merasa bersalah, bu felicia dan dillah ternyata sepupuan mereka berdua yang mengerjai xaviera sampe seperti ini, bapak itu ada disini"


kemudian pak tono (satpam gedung SMP membawa masuk pelaku)


frans "APAKAH ITU BENAR DILLAH! SUDAH SAYA KASIH PERINGATAN BERAPA KALI KE KAMU JANGAN BUAT MASALAH!!! KAMU NUR AKAN SAYA KASIH HUKUMAN"


frans "kamu siapa?"


laki laki "saya akan menjelaskannya tapi jangan penjarain saya"


frans "saya tidak akan laporkan kamu kalau kamu mau jadi saksi dari perbuatan felicia"


dillah "pak saya mohon jangan masukin saya ke sel"


frans "saya tidak melaporkan ke kantor polisi ,tapi itu saksi dari sidang komite sekolah"


felicia "kamu tidak akan bisa berhentikan aku"


ibu wali kelas dan guru penjas masih memegang tangan bu felicia


laki laki "saya dibayar oleh felicia, saya mantan suami felicia, saya memiliki kelebihan bisa hipnotis orang, saya yang menghipnotis cewe itu,saya juga yang menuntun viera sampe 1 jam kemudian hipnotis itu mau habis saya meninggalkan viera disitu,lalu saya melihat viera dari jauh masuk ke dalam warung, lalu saya pergi supaya tidak ketahuan dan ternyata malah ketahuan sama anak buah nya alaric"


dillah "maaf pak, saya disuruh kak felicia"


nur " saya minta maaf, xaviera jangan marah sama aku, kamu boleh ngelakuin apapun ke aku tapi jangan marah ke aku"


felicia "lah kok aku sih? aku aja disuruh kamu dillah"


dillah "sudah cukup ya kak, kamu yang punya ide ,dan laki laki itu juga mantan suami kamu kan dia yang menghipnotis xaviera untuk jalan terus menjauh dari rombongan, kamu bilang ke aku kalau kamu menginginkan xaviera cekalai karena dia merebut pak frans, kamu harus tau satu hal viera, orang yang benar benar aku cinta adalah kevin bukan pak frans, saat itu kakak sepupu ku yang menyuruh aku buat deketin pak frans supaya pak frans menjauh dari kamu,tapi saat aku melihat kevin mulai deketin kamu aku makin cemburu,kevin itu deketin kamu karena aku deketin pak frans jadi dia mau bales dendam keaku melalui kamu, dan yang menyebarkan gosip kamu simpanan pak frans aku, tapi itu aku dipaksa oleh felicia, kalau aku tidak nurut dia akan membuka aib aku kekeluarga aku,kak felicia memaksa aku buat menjauhi kamu dan memusuhi kamu, saya sudah cape dihukum gara gara saya disuruh oleh kamu felicia, seharusnya kamu yang dihukum, saya terpaksa mekulai kamu viera, hukum saya viera". dillah saat ini sedang menangis


"aku telah memaafkan semua perbuatan kamu,kamu akan selalu menjadi sahabat aku,ayo kita perbaiki sama sama persahabatan kita, apa kamu mau?"


dillah "mau...."


"sini nur,dillah peluk aku". kami bertiga pelukan.


felicia "yang dikatakan dillah itu tidak benar, kamu percaya sama aku kan frans"


bu wali kelas "baik pak frans, ayo ikut saya bu felicia"


felicia "kemana ibu?"


ibu walikelas menarik tangan felicia masuk ke dalam kamar, kemudian kami didalam ruangan.


frans "dillah, kamu akan tetap saya hukum,tapi nanti setelah study tour,kalian masuk ke dalam kamar kalian"


aku,dillah dan nur menuju kamar, kita yang berada di satu lantai kemudian kami masuk kekamar masing masing, aku bertemu abiah,tini,mereka langsung memeluk aku.


tini "gimana kasus dillah? itu orang bermasalah mulu"


"sudahlah,dia kan sahabat kita"


abiah "ogah, aku tidak mau bersahabatan sama dia"


nur "dia dipaksa sama bu felicia,dipaksa buat celakai viera,sama seperti aku juga dipaksa oleh mereka"


abiah "apa? jadi kalian disuruh sama guru centil? itu guru minta di j*mbk"


"abiah bantu aku untuk mandi"


abiah "siap"


kemudian aku dibantu abiah untuk berdiri, tini bantu untuk mengambil pakaian ku dikoper,aku dituntun oleh abiah kekamar mandi memakai tongkat sesampainya dikamar mandi ternyata pakai bathtub,abiah langsung keluar kamar mandi, aku mandi sambil menaruh kaki ku diatas bathtub,tidak ada air yang kena ke kaki ku,karena kaki ku ditutup oleh perban dan plastik,kemudian abiah bantu aku untuk memakaikan pakaian ku,aku keluar kamar mandi di tuntun sama abiah dan dibantu tongkat juga,setelah sampai di kamar ,nur yang sudah siap dengan betadin dan perban untuk mengganti luka di kaki aku saat itu ada di kantong plastik kursi roda ku, kemudian aku langsung menuju kasur dan dibantu angkat kaki ku oleh tini


"tidak usah nur,tidak ada yang kena basah,terimakasih sahabat sahabat ku yang baik".


dikamar ini memiliki 2 kasur double, aku tidur sama abiah, nur sama tini, saat kami sedang menonton tv sambil memakan popmie dan nasi karena aku sangat lapar, tiba tiba pintu kamar ada yang mengetok saat itu emang teman teman sekolah ku sangat iseng, dan nur buka pintu nya langsung kaget karena ada yang make topeng nongol didepan pintu,nur langsung marah dan menutup pintu nya. aku yang sedang asik chattan sama pak frans


"iseng banget anak cowo nya,udah kalian jangan ada yang bukain kalau ada yang ngetok ngetok lagi". dan benar saja beberapa menit kemudian ada yang mengetuk pintu lagi tapi kita hiraukan


abiah "terus bu felicia dikasih hukuman apa ya?"


"aku tau dari pak frans sih,bu felicia saat ini udah diantar pulang sama pak tono (satpam) ke stasiun bandung,menuju ke tangerang, pak frans sudah kasih tau komite dan kepala sekolah, kemungkinan sih dikeluarin secara tidak terhormat"


tini "kamu tidak mau melaporkan mereka?"


"tidak,kalau aku laporkan ,nur juga akan kena,dan masalah tidak akan selesai"


abiah "tidak terhormat itu gimana?"


"kayaknya sih akan di blacklist jadi guru,jadi dia tidak bisa menjadi guru disekolah manapun"


abiah "haduh ngeri,kalau dillah?"


"aku tidak tau, tapi kata pak frans nur juga kena dihukum nanti setelah pulang study tour"


nur "aku minta maaf ya xaviera,tidak apa apa aku rela dihukum"


"tidak jadi masalah, aku sudah bicara sama pak frans tapi tetap saja tidak ada toleransi"


abiah "haduh nur,lagian kenapa kamu mau saja disuruh suruh sama tuh orang, pak frans galak banget loh,walaupun dia jarang marah marah tapi sekali nya bertindak langsung kejam"


"sudah sudah,besok kita kan masuk pagi,dan popmie kita juga sudah habis, ayo kita tidur, oh iya aku belom menelepon mama aku"


abiah "tadi mama kamu nelepon ke aku, soalnya hp kamu gak diangkat, tapi aku bilang ke mama kamu...."


aku langsung menelepon mama aku.


"hallo mama"


mama "viera,kamu darimana saja? mama khawatir sama kamu,kamu dimana?"


"maaf ma, tadi ada sedikit kecelakaan, kaki ku terluka"


mama "kok bisa? apa yang terjadi, coba buka kamera nya kita videocall mama mau lihat kaki kamu, kata abiah kamu sedang makan malam bersama si frans, gimana sih frans, mama telepon dia juga panggilan sibuk"


aku langsung mengarahkan kamera ke luka yang sudah diperban.


"aku ketusuk pecahan kaca,jadi ada teman sekolah ku gak sengaja jatuhin gelas kaca saat ditempat makan,dan keinjek sama aku serpihan kaca saat itu aku lagi lepas sepatu karena sepatu aku basah, banyak darah pak frans melihat langsung aku dibawa kerumah sakit dan dijahit, aku dirumah sakit selama 5 jam cukup lama,maaf ma aku tidak menelepon mama karena aku takut mama khawatir"


mama "kamu itu,seharusnya bilang sama mama, kalau jalan itu yang benar nak,terus gimana kondisi kaki kamu? mana si frans?"


"sudah membaik ma,mama tenang saja,aku janji akan lebih hati hati, mungkin pak frans sudah tidur, iya pak frans memang sibuk daritadi mama, yaudah ya mama kau mau tidur, mama jaga diri disana ya ma, mama jangan nangis"


mama "seharusnya mama yang bilang seperti itu, kamu jaga diri baik baik, tetap terus kabarin mama ya, selamat tidur ya nak,besok mama bangunin mama teleponin oke"


"oke mama good sleep"


aku langsung minta tolong tini untuk menaruh hp ku di meja dan tas kecil ku di meja.


"tini, tolong bantu taro hp aku diatas meja tv dan tas aku tolong taro bawah,terimakasih "


tini "sini aku taruhin, sama sama "


kami berempat tidur, abiah memeriksa pintu dan kemudian mematikan lampu langsung menuju kasur, waktu demi waktu telah berlalu kami sudah tertidur nyenyak, alarm berbunyi saat itu alarm hp ku yang berbunyi, dan abiah terbangun langsung memeriksa hp ku dikasur dibawah bantal, melihat masih jam 4 kemudian abiah juga melihat hp aku sedang lowbet dan mengechas hp ku pakai chassan abiah kemudian mematikan alarm,setelah itu abiah langsung lanjut tidur lagi jam setengah 6 semua alarm hp teman ku yang dikamar ini berbunyi.


PAGI HARI....


ACARA HARI INI


1. Sarapan Bersama 6:30 - 8:30


2. Masuk Kedalam Bis 8:30 - 9:00


3. Bis Berangkat Menuju Museum Pos Indonesia 9:00


4. Museum Pos Indonesia 10:00 - 12:00


5. Masuk ke dalam bis 12:00


6. Bis berangkat menuju museum Asia Afrika 12:10


7. ISOMA 12:30 - 13:15


8. Museum konperensi Asia Afrika 13:30 - 15:30


9. Masuk Kedalam bis 16:00


10. bis menuju Dago 16:15


11. Berbelanja di Dago 17:00 - 19:30


12. Masuk ke Bis 19:45


13. Bis menuju Rumah makan 19:45

__ADS_1


14. Rumah makan 20:00 - 21:30


15. Balik ke Hotel 21:45


kami mendengar alarm 3 HP dengan bunyi yang berbeda beda dan sangat kencang, kami semua terbangun, aku yang langsung duduk diatas kasur sementara teman teman ku , aku,nur,tini juga sholat subuh, nur dan tini rebutan untuk mengambil wudhu, aku yang tayamun langsung sholat,si abiah sudah duluan sholat dan mandi, setelah kami selesai sholat, kemudian nur,tini rebutan kamar mandi untuk mandi, karena abiah mandi sangat lama jadi dia sudah duluan saat subuh, yang pertama nur. sambil menunggu nur mandi aku dibantu oleh tini dan abiah untuk duduk dilantai supaya mengambil baju didalam koper ku, tiba tiba bunyi telepon dari hanphone aku, abiah langsung membantu aku untuk mengambil hp aku diatas meja dekat tv.


tini "wah kayaknya yang nelepon ayang beb kamu tuh"


abiah "nih hp kamu, cie pagi pagi sudah ditelepon pacar kamu tuh"


tini "pasti pak frans"


"sssssttttt ,kok batre nya full, semalam aku lupa di chas"


abiah "iya aku ngechas hp kamu tadi jam 4 subuh"


"terimakasih". aku langsung mengangkat telepon dari pak frans


"hallo pak"


frans "selamat pagi sayang aku, sudah sholat dan mandi belum? gimana kondisi kaki kamu?"


"belum lagi nunggu giliran,sholat sudah, masih sakit nih"


frans "aku bawain makanan ke kamar kamu ya?"


"tidak usah,nanti aku sama teman teman kebawah, jangan dekat dengan aku didepan banyak orang ya aku tidak mau kamu jadi bahan omongan, oh ya kemaren malam aku nelepon mama kata mama 'mama aku telepon kamu tidak diangkat' ,kenapa? tapi kamu malah chattan sama aku"


frans "sesudah aku chattan sama kamu, aku langsung menelepon mama kamu,dan aku sudah menjelaskan semua ke mama kamu tentang bagaimana kamu bisa terluka dan bagaiamana kondisi kamu"


"kamu menjelaskan semua nya? secara jujur?"


frans "iya, aku menjelaskan tanpa suatu kebohongan,karena itu tanggung jawab aku ke mama kamu,lalu mama kamu bilang aku disuruh bilang ke papa kamu tentang kondisi kamu"


"jangan jelasin apa apa ke papa aku, biarkan saja"


frans "tidak bisa sayang, aku sudah janji sama mama kamu,dan aku sebagai laki laki harus pegang perkataan aku"


"okelah terserah kamu saja, aku cuman takut disuruh pulang"


frans "tidak akan, aku usahakan untuk kita pulang sama sama dengan teman teman yang lain"


"oh yasudah, aku tutup dulu ya, aku mau mandi"


frans "oke sayangku"


aku langsung menutup telepon aku, abiah langsung membantu aku untuk mandi, setelah selesai mandi, handphone abiah berbunyi, lalu abiah mengangkat telepon yang ternyata dari mama nya.


abiah "hallo mami"


"........."


"apa? mami ada didepan hotel? sama siapa? mami kenapa kesini"


"nanti aku jemput mama"


aku yang dibantuin pakaian oleh nur hanya mendengar percakapan abiah dan mamanya, tini masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.


"kenapa abiah?"


abiah "mama aku datang sama mama kamu"


"hah? ngapain mereka kesini?"


abiah "khawatir sama kamu, mama aku dan mama kamu sudah mesan kamar disini, aku jemput mereka berdua ya"


"oke"


nur "haduh, gimana ya viera?"


"kenapa hey?"


nur "aku yang dalang dari kamu terluka, aku siap dimarahin mama kamu"


"sudahlah, jangan dibahas lagi". selesai aku berganti baju aku ditelepon dan yang nelepon ku pak frans.


"hallo pak?"


frans "aku tadi kayaknya melihat mama kamu, atau cuman mirip ya?"


"itu memang mama aku,mereka ada dilobby"


frans "mereka? sama papa kamu juga?oke aku langsung ke lobby"


tini "ada apa?"


"astaqfirullah" aku dan nur


nur "cepat banget mandi nya"


tini "kalau bisa cepat kenapa harus lama, tadi ada apa ribut ribut"


"mama aku datang kesini sama mama nya abiah"


tini "ohh pasti ibu kalian mengkhawatirin kalian"


"mungkin, sana pakaian sebelum ibu ku dan abiah masuk".


tini pun berpakaian setelah selesai tini dan nur bantu aku untuk naik ke kursi roda, saat kita mau membuka pintu untuk turun ke bawah ternyata pintu sudah dibuka oleh pak frans. mama aku langsung masuk dan memeluk aku sambil menangis. ternyata adik aku juga ikut dan sama bibi, didepan kamar ku sudah ada pak frans, bu wali kelas, mama nya abiah,rahman dan bibi


"viera, huhuhu kamu kenapa bisa seperti ini".


kemudian mama aku melepaskan pelukannya dan mengecek kaki aku, aku melihat bibi langsung ingin memeluk bibi tapi aku gak bisa bangun jadi cuman merentangkan tangan ku saja.


"bibi, gimana kondisi bibi?, aku rindu bibi"


bibi " bibi juga merindukan non, bibi panik non dengar dari ibu kalau kaki non terluka jadi bibi minta ikut nyonya ke bandung, bibi sudah membaik"


mama "dasar anak durhaka, mama ngecek kamu malah kamu meluk bibi, mama meluk kamu malah kamu ingin lepas, kamu itu anak mama atau anak bibi"


"hehe maaf mama, mama kok kesini sih? ihh aku jadi malu"


mama nya abiah "gimana sekarang kaki kamu? kami mengkwahatirin kamu"


abiah "khawatir ma, bukan kwahatirin"


mama nya abiah "iya itulah"


"aku sudah membaik tante, aku lapar nih"


kita sama sama turun ke restauran hotel,sesampainya disana aku,abiah, nur dan tini punya waktu 30 menit untuk makan lalu ke bus, setelah selesai makan kita berpisah dengan mama ku dan mama nya abiah, ibu kita memilih di hotel karena lelah perjalanan subuh subuh. aku dan teman teman yang lain sudah berada di bus, seperti biasa wali kelas akan mengabsen siapa yang sudah masuk bus, ternyata sudah lengkap dan tinggal menunggu pak frans, karena pak frans masih menunggu laporan dari wali kelas bus lain untuk melihat siapa saja yang belom masuk bus,sambil pak frans berbicara dengan mama aku dan mama nya abiah. teman teman kelas di bus sibuk berbicara ke aku kenapa mama aku bisa ikut dan gimana kondisi aku. beberapa menit kemudian pak frans masuk ke bus tepat nya jam 09:00 , bus mulai berjalan menuju museum pos indonesia, saat itu tidak terlalu macet karena sudah jam kerja, sehingga sampai di museum pos indonesia jam 09:50, kami semua turun dan menuju masuk ke dalam pos indonesia, kami dibuat berkelompok, saat itu aku aku sekelompok sama dea,tini,aku,bimo,aryo, widiya, kami menjelajahi tiap sudut ruangan dan mencatat banyak hal sambil yang ada disana, lalu kami memfotokan apapun yang ada disana, tidak terasa kalau jam sudah menunjukan pukul 12:00 ,kemudian kami semua keluar dari museum dan menuju ke bus untuk pindah tempat selanjutnya, semua kelas sudah masuk ke masing masing bus, kemudian bus berangkat kembali menuju museum asia afrika, bus parkir didepan museum asia afrika, lalu wali kelas berbicara sebelum kita turun.


wali kelas "saya akan membagikan kalian makan, saya akan membagikan tiket masuk kalian mulai pukul 13:10 dan kalian masuk kedalam pukul 13:30, kalian dikasih waktu untuk makan dan sholat sampe pukul 13:10 ya, yang mau didalam bis silahkan yang mau sholat ya silahkan,kalau mau makan diluar bis silahkan ingat jangan jauh jauh,jangan buang sampah sembarangan, KALIAN PAHAM?"


semua murid "PAHAM BU"


wali kelas "khusus buat viera, kemana mana kamu harus sama saya dan pak frans, saya akan temanin kamu ke masjid dan bantu kamu untuk sholat, supaya tidak terjadi kehilangan lagi, Paham viera?"


"Paham ibu, terimakasih ibu dan pak frans"


wali kelas "samasama, nih saya bagikan kalian makan, pak frans dari tengah ke belakang"


aku memilih makan didalam bis,sedangkan abiah,nur dan tini makan di luar, tidak banyak yang makan di bus, saat aku enak makan sendiri tiba tiba pak frans duduk samping aku sambil memegang kotak makan,yang saat itu lauk nya mcdonals


frans "bisa makannya? mau aku suapin?"


"kaki aku yang sakit pak bukan tangan aku"


frans "kirain mau disuapin, kita makan bareng ya"


"aku kan sudah bicara ke bapak untuk menjauh daripada nanti bapak kena masalah, bapak kan guru seharusnya mencontohkan yang baik"


frans "saya tidak apa apain kamu,saya hanya mengajak pacar saya makan"


"bisa gak sih pak, jangan buat bahan gosipan"


frans "hehe, sudah makan lah yang banyak, saya hanya mau makan berdua sama kamu"


lalu aku menutup gorden jendela bus yang saat itu aku lagi duduk didekat jendela,gantian sama abiah,aku tutup karena ada yang melihat dari bus sebelah. aku lanjut makan dan cuekin pak frans samping aku, selesai aku makan dan pak frans makan lalu wali kelas ku datang menghampiri kami berdua.


wali kelas "'eh ada pak frans, bapak saya cari kemana kemana ternyata disini"


frans "kenapa ya ibu?"


wali kelas "saya ingin mengajak xaviera untuk ke mesjid disebrang, ayuk viera kita sholat, bapak juga sholat?"


frans "iya, tunggu sebentar saya ambil kursi roda nya"


"iya ibu". lalu ibu guru menuntun ku turun dari bis saat di aku mau turun tangga pak frans yang mau naik langsung minta aku berhenti tapi aku tetap saja turun,sampainya dibawah aku dibantu duduk ke kursi roda, dan di tuntun sama ibu guru dan pak frans ke masjid sebrang museum. sesampainya di mejid kami beribadah setelah selesai saat ini abiah,nur,tini,dan dillah menunggu ku didepan mesjid lalu kami menuju museum yang disusul oleh pak frans dan bu guru dibelakang, setelah sampai di museum, kami berbaris sesuai kelompok yang disebutkan di museum pos indonesia, lalu kami masuk kedalam museum asia afrika, kami mengenal sejarah pertemuan tugu dan melihat banyak dokumenter dokumentar sejarah pertemuan indonesia dengan negara lain, aku dan kelompok ku mencatat semua yang ada disana, walaupun aku pakai kursi roda tapi cowo cowo dikelompok ku bantuin mendorong aku, dan aku menjadi tukang catat, setelah selesai dari museum konperensi asia afrika kami semua seperti biasa foto foto didepan gedung bersama seluruh angkatan kelas 2 beserta guru guru yang ikut, kemudian kami menuju bis kami masing masing, sesampainya di depan bis, pak frans tiba tiba menggendong aku masuk ke dalam bis, dan teman teman yang lain melihat langsung meledekin aku.


"cie cie pak frans dan xaviera". tapi pak frans tetap saja membawa aku sampe ke tempat duduk, aku yang masih diledekin didalam bis, setelah ibu wali kelas menyuruh diam mereka semua langsung diam.

__ADS_1


"pak, apa sih, kaki saya cuman sakit bukan lumpuh, tidak perlu digendong"


frans "oh kaki kamu mau saya bikin lumpuh?"


abiah yang kesal mendengarnya langsung menginjak kaki pak frans.


abiah "bapak kalau berani macem macem sama saudara saya, awas saja ya". abiah menggepal tangannya


kemudian pak frans keluar dari bis dan menyuruh murid murid masuk kedalam bis, seperti biasa bu guru wali kelas mengabsen semua murid yang ada di bis,setelah itu pak frans masuk dan bis jalan kembali menuju dago untuk berbelanja saat ini hari sudah jam 16:00. hp ku berbunyi, dan teman teman ku pada melihat ke arah aku.


abiah "pasti mama kamu yang nelepon, tadi mama ku juga chat aku kapan sampai di dago,soalnya mereka sudah di dago"


"astaga, huh mama gaul ngapain ikut ikut"


abiah "tidak apa apa lah, mama aku mau traktir kita berdua beli baju, nanti mama aku mau ijin ke guru untuk bawa kita berdua,nanti kita berdua pisah jalan dengan teman teman yang lain menuju ke hotel"


"wah asik, bisa jauh dari pak frans" (bisik ku ke abiah)


abiah "ide yang bagus,sana angkat telepon mama kamu"


aku mengangkat telepon mama aku.


"hallo mama"


"nak, mama sudah sampai di dago,kalian dimana? nanti kasih tau mama tempat parkir bis, kami mau minta ijin bawa kamu dan abiah"


"oke mama, nanti kalau sudah sampai viera kabarin, kayaknya sebentar lagi sampe, bye mama". aku langsung menutup telepon mama.


aku yang langsung share lokasi ke mama, dan jalanan bandung saat ini sedang macet karena jam pulang kerja, sehingga sampai di dago jam 16:40 , setelah bus sudah parkir, aku dibantu turun dari bis oleh pak frans (digendong) ,saat sudah didudukan ke kursi roda, aku melihat mama nya aku jalan menuju ke bis aku, abiah juga melihat nya. mama aku langsung ijin ke wali kelas dan pak frans untuk bawa aku dan abiah jalan jalan,dan ketemu lagi di hotel.


mama ke wali kelas sebelum menuju ke bis aku


mama "ibu, saya mama nya xaviera dan abiah, saya ijin bawa anak anak pergi, nanti akan kami antar kembali ke hotel"


wali kelas "oh ya ibu silahkan"


mama "terimakasih sudah jaga xaviera"


wali kelas "iya ibu,sudah jadi kewajiban kami sebagai guru yang mengadakan acara,mari saya antar ke bis nya"


setelah mama sampai ke bis aku,mama melihat aku digendong pak frans menuju kursi roda ku yang dipegang oleh abiah.


mama "frans, saya ijin bawa anak saya abiah dan xaviera untuk pergi bersama saya, nanti akan saya antarkan ke hotel"


frans "oh ya mama, silahkan"


mama "terimakasih ya frans sudah jaga anak saya"


frans "sudah tanggung jawab saya untuk menjaga xaviera"


mama "maksud saya xaviera dan abiah"


frans "oh iya mama,sudah tanggung jawab kami sebagai guru untuk menjaga muridnya, mau saya antar sampai mobil?"


mama "tidak usah, ayo nak salim ke guru kalian"


aku dan abiah salim ke pak frans dan bu wali kelas, lalu mama mendorongkan kursi roda aku dan abiah memegang tangan mama aku, kami menuju distro baju ,saat sampai kami bertemu mama nya abiah,rahman dan bibi, lalu kami berbelanja baju, mama nya abiah membelikan aku dan adikku baju,sepatu olahraga, dan tas, saat mama aku menolak tetap nya mama nya abiah memaksan dan mama ku hanya bisa pasrah,bibi dan mamaku ikut dibelanjain sama mama abiah, abiah juga belanja sama kayak aku tapi beda warna, (mama nya abiah memang baik sama mama aku , saat itu mama aku dan mama abiah sama sama masih di amerika sedang berkuliah ditempat yang sama,mama abiah sedang mengandung abiah dan mama ku sedang mengandung aku, mereka berdua sangat dekat sampailah sekarang aku dan abiah dekat seperti anak kembar, kita selalu disekolahkan ditempat yang sama, abiah lahir di amerika , 4 bulan kemudian aku lahir diindonesia), setelah selesai berbelanja kami menuju ketempat parkir mobil mamanya abiah yang tidak terlalu jauh, setelah sampai aku langsung dibantu oleh mama duduk dibangku depan, mama aku dan abiah duduk dibangku ke dua, bersama rahman, dan bibi duduk dibangku paling belakang sama kursi roda yang sudah dilipat,dan barang belanjaan.


abiah "kita mau kemana mami?"


mamanya abiah "ke 'Caffe Mercusuar bandung' tempatnya sangat bagus banget kalian bisa foto foto, disana kalian seperti berada di istana


abiah "apakah bisa dilalui oleh xaviera?"


mama aku "kemungkinan bisa,xaviera tidak usah pakai kursi roda nanti dibantu sama bibi dan mama untuk naik ke atas"


"tidak jadi masalah kok kaki ku baik baik saja sekarang"


perjalanan bandung cukup padat jarak lokasi tempat parkir menuju caffe tersebut hanya 15 menit tapi karena macet jadi sampai pukul 17:40 , mama nya abiah mencari tempat parkir saat itu caffe tidak rame,sesampai nya disana mama langsung membantu aku untuk keluar dari mobil dan masuk ke dalam caffe, walaupun naik tangga aku dibantu oleh bibi dan mama aku, rahman dipegang oleh mamanya abiah, ketika sudah diatas kita tempat duduk yang sudah dipesan lalu kami foto foto disana sebelum makanan datang, setelah foto foto makanan pun datang, ternyata sudah dipesankan oleh mama kita, lalu kita makan dan nongkrong bersama mama kita, dan bibi, mama nya abiah memulai percakapan.


mama abiah "viera, kata abiah, emangnya dillah berpacaran dengan kevin?"


"iya tante, dillah menyatakan cinta nya ke kevin ditengah lapangan basket"


mama "wah sungguh romantis,terus diterima ya sama kevin?"


"apa sih mama, norak kayak gitu kok dibilang romantis"


mama "romantis lah kalau untuk seumuran kalian yang masih cinta monyet, ya kan jeng?"


mamanya abiah "tante setuju dengan mama kamu, jangan jangan kamu cemburu ya?"


"tidak ya tante, biasa saja"


mamanya abiah "yakin? oh ya abiah kamu jangan sekali sekali memukul teman kamu ya, walaupun kamu mau membela xaviera, selesaikan cara yang pintar jangan bar bar"


abiah "iya mami ku sayang"


mama "kamu sama frans saja, frans sangat perhatian sama kamu, kata abiah saat kamu hilang frans nyari kamu,bahkan dia hampir jalan menuju tempat kamu tapi dipaksa sama wali kelas untuk naik bis dan akhirnya mau, dia juga yang menggendong kamu untuk kerumah sakit, langka loh cowo kayak frans, kamu harus pertahanin ya, menurut mama dia dari keluarga yang baik, mama nya abiah sudah mencari tau tentang keluarganya frans, dan mereka dari keluarga terpandang, mama nya frans sudah meninggal, frans punya 2 adik perempuan, punya 1 abang laki laki dan mama tiri"


"mama tiri,dan 2 adik perempuan? tapi kemarin kemarin aku diajak ketemu keluarga nya pak frans, disana aku dikenalin sama 1 adik perempuan dan 1 abang nya pak frans yang polisi pas aku ketemu ditempat itu loh ma"


mama "kamu tidak bilang apapun tentang papa kamu kan?"


"aku belum jelasin apapun walaupun saat itu pak frans meminta aku untuk jelasin ke aku saat anter aku pulang kerumah, adik nya pak frans sudah punya anak"


mama nya abiah "iya emang pak frans punya 1 abang dan 1 adik perempuan yang sudah menikah dari 1 ibu kandung, pak frans punya ibu tiri dan adik tiri satu bapak tapi setau tante sih mereka lagi di singapura mungkin kamu tidak bertemu atau pak frans yang tidak dekat dengan ibu tiri nya"


abiah "wah seram ya kalau punya mama mertua seperti ibu tiri"


mamanya abiah "heh! anak kecil tau apa tentang ibu mertua, bisa saja kalau itu ibu tiri dari pihak cowo malah baik ke kita, dan tidak selamanya ibu kandung dari pendamping hidup kita nanti akan baik ke kita dan menganggap kita sebagai anak kandungnya sendiri"


mama "sudah sudah, jangan dijelasin panjang panjang, mereka masih kecil, ingat ya xaviera dan abiah, kalau kalian pacaran tidak boleh yang aneh aneh"


"aneh aneh nya kayak gimana ma?"


mamanya abiah "jangan mau dipegang pegang sama laki laki, dibawa masuk ke kamar jangan mau, jangan mau kalau di cium kalau pegangan tangan dan digendong tidak apa apa"


mama "digendong juga tidak boleh!!"


abiah dan aku "siap mama ku"


setelah itu kami melanjutkan makan cemilan dan foto foto lagi, mama nya abiah memfotokan aku dan abiah ,saat kami sedang asik berfoto foto handphone ku berbunyi ada panggilan masuk dari pak frans, tidak terasa kalau sudah jam 20:30 ,dan sudah berapa kali kita memesan cemilan dan minuman


frans "hallo viera"


"iya mas ada apa?"


frans "kamu dimana? kamu sudah balik ke hotel?"


"belum, ini lagi di caffe"


frans "caffe mana?"


"aku tidak mau kasih tau"


frans "kenapa?"


"nanti kamu menyusul kesini"


frans "hahaha tidak kok, yaudah kalau tidak mau kasih tau, hati hati ya sayang, aku tunggu di lobby hotel"


"jangan, nanti aku pulang malam"


frans "tidak jadi masalah"


"mama aku manggil, aku tutup telepon ya,bye"


frans "bye"


aku langsung menutup telepon nya dan abiah menuntun aku untuk duduk di kursi, untuk menghabiskan cemilan yang baru kita pesan lagi, setelah habis cemilan kita keluar dari caffe karena caffe tutup jam 9 malam, aku dibantu mama dan bibi untuk turun tangga,dan menuju mobil, setelah sampai di mobil, kita langsung menuju hotel dilembang, saat itu jalanan tidak terlalu macet.


mama nya abiah "tante yang meminta mama kamu untuk kebandung, karena tante kwahatir sama xaviera dan abiah, apalagi saat abiah bilang ke tante kalau kamu hilang saat itu tante tidak berani bilang ke mama kamu karena mama kamu sedang sibuk, kemudian abiah memberi kabar kalau kamu ditemukan tapi kaki mu terluka dan sedang dibawa kerumah sakit, tante langsung kabarin mama kamu kalau kaki mu terluka, mama kamu nelepon kamu tidak diangkat,kemudian tante meminta mama kamu untuk kita berangkat ke bandung jam 4 subuh sekalian liburan dan mama kamu mensetujui, jadinya kita berangkat deh"


abiah "astaga mama, tapi tidak apa apa deh, uang jajan kita jadi gak berkurang karena belanja dan tidak perlu bawa oleh oleh buat orang tua dirumah"


"aku setuju abiah, tapi aku tetap saja beli oleh oleh buat papa aku"


abiah "huh! papa bisa beli sendiri, dia sering ke bandung kok"


mamanya abiah "heh! dasar anak anak, kalian jangan berisik,adik kalian rahman lagi tidur"


kami langsung terdiam, perjalanan menuju hotel menempuh selama 1 jam, aku langsung tertidur, dan tidak terasa tiba tiba mobil sudah sampai di hotel lembang, aku yang dibangunkan oleh mama aku yang sudah buka pintu, tapi aku tidak bangun juga, dan abiah juga dibangunkan oleh mama nya juga tidak bangun bangun


mama "bangun sayang"


mamanya abiah yang sudah menggendong abiah "sudahlah tidak usah dibangunkan kita bawa ke kamar saja, taruh xaviera ke kursi dorong"


bibi yang menggendong rahman dan sambil mengonci pintu mobil, langsung menyusul mama dan mamanya abiah masuk kehotel lalu di lobby bertemu pak frans, saat itu aku di kursi roda sedang tidur,mereka membawa aku dan abiah ke dalam kamar hotel, dan kami sudah tidur di tempat tidur.


BESOK HARI YANG SANGAT CERAH.......

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~BERSAMBUNG\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2