Brokenside

Brokenside
BAB 15


__ADS_3

kemudian aku masuk kekamar aku, dea marah marah sama aku.


Dea “aku sangat kecewa sama kamu, aku fikir kamu sudah berubah tapi malah semakin parah”


“maaafin aku, aku sudah cape seperti ini


Dea “aku tau kamu dan viera saudara kandung satu bapak, tapi itu bukan gara gara viera, yang salah adalah orang tua kalian kamu jangan seperti kakak kamu”


Dea kemudian meninggalkan aku tidur\, dan aku langsung masuk kekamar mandi untuk mandi kemudian aku mencari pakaian tidur di koper setelah itu aku langsung menuju kasur dan tidur\, aku sekamar berdua sama dea. aku tau aku akan menerima hukuman\, dan aku bersedia menerima hukuman tersebut dan diasingkan oleh keluarga aku. Aku ingin menjauh dari felicia\,walaupun dia adalah kakak aku tapi dia selalu menjadi bos suruh aku melakukan ini itu\,aku tau rencana selanjutnya kalau ketahuan yaitu felicia akan menc*l*kai pak frans \, aku akan berusaha untuk mengagalkan rencana nya felicia. Aku lanjut tidur.


Hari ini tujuan nya ke transstudio bandung


Kami semua sudah masuk kedalam bis menuju transstudio perjalanan dari lembang menempuh waktu 1 jam sesampai nya di transstudio aku dan dea turun dari bis, menuju masuk kedalam gedung,karena acara bebas tapi tetap saja guru membentuk 10 orang dan aku satu kelompok sama viera dan abiah,saat aku sibuk bermain aku malah bertemu dengan bimo sepupu tiri aku


Bimo "kamu dillah kan?"


"Iyaa"


Bimo "kamu tau aku kan?


"Taulah ada apa?"


Kawannya "siapa ini bos?"


Bimo "sepupu saya, kamu kenal xaviera kan? ,katanya dia sekarang jadi cantik, kamu kesini dari sekolah kan? Dimana viera?


"Itu orang yang kamu cari" aku menunjuk viera yang lagi duduk sama pak frans dan abiah


Bimo "wah tambah cantik saja,saya kesana deh temui dia"


"Hati hati cowo disamping nya galak"


Bimo "I dont care"


Aku melihat bimo dan geng nya langsung samperin ke viera,disaat itu juga aku langsung pergi.


langsung ke hari berangkat ke bogor


Hari ini kami semua berangkat ke bogor pukul 5 subuh,sudah beberapa hari ini si felicia tidak ada kabar saat dia pulang, tapi aku selalu waspada dengan kelakuan si felicia, jam menunjukan pukul 3 subuh ,aku turun kebawah ,keluar dari hotel,saat aku sudah didepan hotel ada yang memanggil aku.


"Dillah, apa kabar?"


dillah "kamu kok disini om?". Aku langsung melihat siapa yang memanggil aku ternyata si alex gemulai


alex "papa kandung mu masuk sel, mami kamu tau tapi dia merahasiakan, mama nya si xaviera akan bercerai dengan papa kamu, papa kamu punya pabrik keramik, saya akan bantu kamu untuk bisa dapatin pabrik keramik akan jadi milik kamu, asalkan kamu mau memberi aku uang 200jt". Aku tidak percaya kalau papa endro masuk sel, tapi cowo gemulai ini menunjukan foto papa ku didalam sel, dan aku sangat syok dia minta 200jt ke aku yang belom kerja,dan atm aku saja ditutup oleh daddy ku


dillah "kamu gila ya minta ke anak smp 200jt"


alex "atau kamu kamu memberi aku saham pabrik keramik tersebut, kamu setuju?"


dillah "oke aku akan kasih 20% saham ke kamu, tapi kamu fikirkan cara agar papa aku bisa keluar dari sel tanpa ketahuan mama nya xaviera dan xaviera, dan buat papa aku berpisah dengan mama nya xaviera"


alex "itu urusan gampang, aku akan membuat papa nya tergila gila sama aku"


dillah "bagus, sana pergi, kabarin aku lagi kalau sudah berhasil, dan bantu aku lagi"


alex "apa?"


dillah "fotoin papa aku didalam sel tahanan"


alex "tapi papa nya xaviera juga papa kamu loh"


dillah "laki laki tua itu juga papi saya"


dillah "pokoknya aku akan memberikan pelajaran ke Xaviera"


alex "apa yang aku dapatin dari bantu kamu?"


dillah "aku sudah bilang saham 20%"


alex "hanya itu saja? aku tidak mau bantu kamu untuk mencelakain Xaviera"


dillah "aku akan turutin apa yang kamu mau"


alex "aku ingin kamu menjadi asisten aku seumur hidup kamu"


dillah "oke tidak jadi masalah,sana pergi".aku hanya mengiyakan saja orang tidak memakai otak ini,tapi tiba tiba dia mencium aku,dan pergi begitu saja ,ingin aku memberi pelajaran tapi dia sudah pergi begitu saja.


Aku langsung menelepon felicia tapi nomor nya tidak aktif, yasudah lah aku langsung menuju kamar hotel untuk membereskan barang aku,aku sangat khawatir ke xaviera apa yang akan terjadi nanti nya,aku sudah masuk ke kamar kemudian aku beres pakaian yang sudah dilaundry di hotel,kemudian aku masuk kamar mandi untuk bebersih badan ,setelah selesai aku mandi dan berpakaian si dea sudah bangun dan gantian dia yang mandi


"Jangan lama mandi nya"


Dea "tunggu aku ya".


Handphone ku berbunyi dan aku mengambil hp ku yang sedang ku chas ternyata telepon dari kevin aku udah 2 hari tidak menelepon dia.


Kevin "aku dapat info kalau kamu membuat masalah lagi sama viera?"


"Iya itu benar,aku minta maaf ,ini untuk terakhir kali nya"


Kevin "terserah kamu,kalau kamu didrop out dari sekolah aku tidak mau ikut campur"


"Maaf ya kevin,aku janji tidak membuat masalah lagi,kamu jangan tinggalin aku"


Kevin "aku tidak akan tinggalin kamu tapi aku tidak mau ikut campur urusan kamu ,si kakak mu dan viera"


"Iyaa,kamu kok belom tidur? Nanti ujian kan?"


Kevin "aku baru bangun dan mau belajar ,bye"


"Semangat sayang"


Kevin "hmmm,kabarin aku ya kalau udah sampe bogor

__ADS_1


"Kemaren kamu melihat felicia di sekolah?"


Kevin "tidak,dia sudah diberhentikan menjadi guru". Kevin langsung menutup telepon dan aku kembali chas hp ku,lalu dea telah selesai mandi


Dea "kamu teleponan sama siapa?"


"Kevin"


Dea "kamu yakin mau sama kevin?"


"Kenapa? Kamu tidak setuju aku sama kevin?"


Dea "bukan itu yang aku maksud, aku takut kevin nyakitin kamu"


"Tidak kok,kamu tenang saja"


Kemudian kami berdua beberes barang barang untuk dimasukan kedalam bis ,setelah selesai beres beres barang dan memastikan tidak ada yang tinggal kami langsung keluar dari kamar membawa koper masing masing dan tas selempang,kami masuk ke lift ternyata bareng viera dan abiah.


Abiah "kamu kalau nyari masalah lagi dengan viera,maka kamu akan berhadapan dengan daddy aku"


Aku tidak menanggapi ucapan abiah.


Abiah "lihat saudara kamu sudah dikeluarkan dari sekolah,daddy aku bisa buat kamu tidak diterima sekolah manapun"


Viera "stop,kalian tidak usah bertengkar"


Abiah "ish kok gitu viera"


Lift berbunyi dan terbuka ,kita sudah sampai di lobby lalu dea menarik aku untuk duluan sampai ke dalam bis ,saat sudah di depan bis kami memasukan koper ke begasi dibantu abang abang nya untuk mengangkat koper,lalu aku dan dea masuk kedalam bis,aku duduk di dekat jendela sambil membuka roti untuk mengganjal rasa lapar di perut ku,saat itu tidak macet dan perjalanan sangat lancar, 3 jam telah sampai di bogor dan menuju Curug Leuwi Lieuk, Bogor. bus sudah sampai ke tujuan pertama yaitu curug leuwi lieuk bogor, kita dikasih waktu 4 jam disana,kita semua jalan menuju tempatnya, jam sudah setengah sembilan pagi sesampainya disana aku dan dea berfoto foto,lalu ada teman cowo yang ngajak aku berfoto foto. aku berselfi mengirim foto itu ke kevin.


"Aku sudah sampai,pemandangannya sangat indah,aku merindukan kamu" caption + kirim foto.


Ada bapak bapak menghampiri aku.


"Neng,kamu dicariin mba yang disana, dia sudah menunggu kamu". Aku melihat arah tangan bapak tersebut ternyata itu felicia,kemudian aku diam diam menghampiri felicia tanpa orang tidak tau keberadaan aku, saat sudah sampai di tempat yang ada felicianya ternyata dia tidak sendirian dia bersama suami nya dan alex.


"Oh kamu ternyata disini ,tebal juga muka kamu"


Alex "tenang dong tuan putri"


"Ada perlu apa?"


Tiba tiba suami nya felicia menutup mulut aku pakai sapu tangan dan beberapa menit kemudian aku tidak sadarkan diri. Entah berapa lama aku pingsan,saat aku sadar aku sudah berada di pohon dekat jurang,aku juga tidak tau siapa yang menaruh aku disini, aku hanya ingat saat terakhir aku bertemu si felicia, aku berteriak sekencang kencangya supaya ada orang yang mau menolong ku.


"TOLONG!!"


"SIAPAPUN ITU TOLONG AKU!!!"


aku menangis karena tidak ada orang yang menolong ku,aku tetap berteriak minta tolong. Dan ternyata pak frans datang.


Pak frans "astaga dillah,tunggu disitu saya akan minta pertolongan,saya akan cari tali untuk ikat badan saya di pohon kemudian melepaskan ikatan kamu dipohon lalu menarik kamu ke atas "


Alex "ada apa ini? Astaga neng kenapa ada dibawah sana,saya ada tali,biar saya saja yang bantu"


Frans "saya saja yang pakai"


"Ayo kita terjurn bersama"


"Jangan cekalai pak frans\,pak" saat aku mau memegang tangan pak frans eh sudah keduluan suami nya felicia \,aku syok melihat mereka berdua dibawah sana\,lalu aku segera berlari secepat mungkin menuju tempat parkir bis\,aku yang dikejar oleh alex \,aku terus berlari \,aku sempat terjatuh dan kaki ku berd*r*h\,aku bangkit lagi dan lari lagi sampai lah aku di depan bis dan aku bertemu dengan wali kelas \,viera dan teman teman lainnya.


Wali kelas "ada apa dillah? Kenapa kamu terluka". Guru guru laki laki juga menghampiri


"Pak frans terjatuh bersama suami nya bu felicia,dan dalang dari semua ini bu felicia" aku ngomong sambil terbata bata dan aku melihat alex langsung menunjuk dia.


"Orang itu juga dalang nya". Lalu guru penjas mengejar nya dan menangkapnya,bapak guru yang lain manggil warga sekitar dan timsar untuk mencari pak frans,setelah timsar dan warga sekitar datang,aku diajak oleh pak guru olahraga untuk menunjuk jalan,dan ada polisi juga ikut bantu dan mengamankan si alex,aku melihat viera menangis aku mau memeluk dia tapi aku sudah ditarik duluan oleh guru penjas untuk mencari pak frans sebelum hari gelap,pihak kepolisian meminta nomor felicia atau suami nya untuk dilacak dan aku kasih nomor mereka berdua,pak polisi mulai pelacakan dari nomor, aku,guru guru ,timsar dan warga mulai menuju lokasi nya, setelah sampai disana ada beberapa timsar, setelah menelusuri jalanan yang ada, dan waktu semakin sore, kami bertemu dengan om alaric.


guru penjas "hallo pak alaric,ada apa kesini? anak bapak ada ditempat kemah"


alaric "pak polisi, saya akan membawa dillah,saya sudah meminta orang suruhan saya mencari frans,felicia dan suaminya, permisi"


polisi "yaa silahkan pak alaric"


aku dipegang oleh boddyguard om alaric menuju mobil,berjalan kaki yang cukup jauh dan aku harus menahan sakit di kaki karena luka aku mengering,beberapa menit telah sampai di parkiran mobil om alaric, kemudian om alaric membuka pintu belakang untuk mengambil obat p3k berisi betadine ,perban dan hansaplast,lalu om alaric kasih itu ke boddyguardnya suruh obatin aku,kemudian boddyguardnya mengobati lutut aku yang berdarah,sangat perih tapi aku tahan,setelah selesi diobatin aku dan om alaric masuk kedalam mobil dan duduk dibangku belakang, mobil sudah berjalan keluar dari lokasi dan tidak tau mau kemana.


alaric "saya tidak akan melaporkan perbuatanmu pada polisi asalkan kamu mau bekerja sama dengan saya, kamu beritahu dimana lokasi nya, kalau kamu tidak mau bekerja sama ,mami kamu ada dengan saya, dan daddy kamu dibawa oleh felicia"


"daddy? tidak mungkin dia dibawa oleh felicia, felicia saja takut sama daddy"


alaric "endro daniswara sedang dibawa oleh felicia"


"apa? astaga aku tidak menyangka kalau si felicia separah itu"


alaric "kamu jangan berpura pura,bantu saya mencari dia, mama mu ada ditangan aku"


"aku benar benar tidak tau dimana mereka", sebenarnya aku tau dimana mereka berada tapi aku tidak bisa ungkapin itu, karena felicia sangat kejam, dan aku punya nomor privat felicia yang ku beri nama lain


alaric "oke, setelah saya menjemput anak saya dan mengantarnya pulang, kita akan ke lokasi nya"


alaric "berhenti didepan mobil itu, kamu turun lah bawa dia ke mobil satu lagi, bawa dia ke markas saya"


bodyguard "siap mr". aku dibawa keluar dari mobil\, dan aku melihat om alaric pindah ke depan untuk mengemudi mobil\, lalu aku dipaksa masuk ke mobil pickup\, aku dimasukan ke dalam box pick up\,dib*rg*l\, dan ditutup mata nya. aku sangat bosan didalam sini\, tangan aku gak bisa digerakin\,ruang udara tidak bebas\, dan akhirnya aku tertidur setelah aku menghirup asap yang keluar dari lubang lubang box itu\, ternyata itu obat . beberapa jam kemudian aku tersadar dan aku melihat kesekitar ternyata aku berada di satu ruangan restauran mungkin untuk tamu vip\, tiba tiba masuk lah om alaric\,dillah dan xaviera.


abiah "kok dillah ada disini daddy?"


alaric "kita ikuti permainannya"


pelayan "silahkan tuan untuk duduk"


alaric "tutup pintu restaurant, jangan sampai orang tau"


pelayan "siap tuan"


dillah "apa apaan ini, lepasin saya"

__ADS_1


"dimana pak frans?"


dillah "saya tidak tau viera"


abiah "jangan bohong kamu!!"


alaric "saya kasih kamu waktu 10 menit untuk mengakui nya atau saya tidak kembalikan mama kamu"


dillah "maksud kamu apa? lepasin mama saya"


alaric "kenapa kamu benci xaviera dan malah mencelakai frans?"


dillah "bukan urusan kamu pak tua"


alaric menelepon seseorang disebrang sana ternyata orang itu adalah mama nya dillah.


mama nya dillah "tolong bantu aku, dillah kamu berbuat apa diluar sana"


dillah "mamaa, mama dimana? xaviera ingin mencelakai aku"


alaric "itu bohong, anak ibu mau celakai putri saya viera"


mamanya dillah "dillah jangan ganggu viera,mama sudah bilang berkali kali kenapa kamu tidak mau menurut"


dillah "karena viera aku tidak diakui oleh endro, endro itu papa aku bukan papa xaviera"


"tidak benar, dia bukan papa kamu"


dillah "tau apa kamu? aku juga anak nya papa endro tapi malah kamu yang jadi anak kesayangan, sebelum papa endro menikah dengan mama kamu, papa endro sudah menikahi duluan mama aku, mama aku menikah dengan papa aku dan melahirkan aku, tapi saat mama kamu menikah dengan papa endro, papa endro menceraikan mama aku dan membiarkan mama aku lahir sendirian"


mamanya dillah "cukup dillah, kamu berbuat apa? jangan macam macam sama keluarga alaric, hidup kita akan miskin, papi kamu akan kehilangan jabatannya"


"gak mungkin mah"


viera "dia menghilangkan pak frans, dan melukai pak frans"


"itu bohong"


telepon langsung dimatikan oleh pak frans. dan dillah hanya diam saja tanpa rasa ketakutan yang ada rasa benci.


alaric "kamu tau kan berurusan dengan siapa? katakan dimana frans atau mama kamu akan sengsara"


"bukan saya yang melakukannya"


alaric "tapi dimana frans kamu sembunyikan?"


"saya hanya disuruh orang untuk mencekalai nya dan saya beneran tidak tau dimana frans, saat saya mau membantu mencari nya ternyata saya sudah dibawa oleh anda"


alaric "siapa yang menyuruh kamu?"


"felicia, saya memang tidak menyukai viera tapi saya tidak membenci pak frans, saya hanya disuruh tutup mulut oleh felicia, saya benaran tidak tau posisi pak frans dimana, saat itu saya menghampiri felicia, saya tidak sadarkan diri tiba tiba saja sudah ada dipohon bawah, lalu saya meminta tolong , lalu pak frans mendatangin saya dan disana benar benar tidak ada orang, karena tempat tersebut sudah disewa khusus untuk sekolah kita jadi dia bisa melancarkan aksinya , saat pak frans mulai mendekat suami nya felicia membawa nya terjun bebas"


alaric "mana hp nya dillah"


bodyguard "ini tuan"


alaric "berapa paswordnya?"


"buat apa?"


alaric "kalau kamu mau bekerja sama dengan aku, kamu saya kasih uang 100 juta dan tas dior,dan melepaskan mama kamu, apakah kamu mau?"


"saya mau, satu sampai sepuluh"


alaric kemudian mengetik angka 12345678910, kemudian pasword salah.


alaric "pasword salah, jangan permainkan saya"


"satu sampai sepuluh, bukan angka loh"


alaric mengetik lagi satu sampai sepuluh, kemudian ponsel terbuka, alaric mencari nomor felicia dan menelepon felicia. sebelum menelepon felicia, alaric sudah meminta dillah untuk berbicara ke felicia, dan memspeaker, aku dan abiah melihat saja sambil memakan steak daging


alaric "kamu bicara ke felicia,tanyain dia dimana, dan kamu jangan membongkar rahasia, ingatmama kamu ada disaya"


felicia "hallo, dillah kamu dimana sih? frans sudah ada bersama aku nih, bagaimana lancar gak mencekalai viera?"


"aku otw kesana, share lokasi aku akan kesana, aku gagal mencekalai viera"


felicia "oke, kita beri chat melalui hp frans biar viera yang datang sendiri"


"ide yang bagus, share lokasi biar aku kesana, jangan lupa"


felicia "bawel oke oke, hati hati sama alaric, jangan sampe ketahuan dengan alaric"


"alaric siapa?"


felicia "disini ada alex, dan papa kamu endro, aku tunggu disini ya"


"gak mungkin ada papa endro dan alex"


felicia "datang lah kalau kamu tidak percaya,yasudah aku tutup dulu teleponnya"


beberapa menit kemudian felicia sudah mengeshare lokasi dia yang ternyata berada di kuningan jawa barat, kemudian alaric.


alaric "bagus kelakuan kamu, kamu seolah olah menyesal ternyata kamu juga dalang nya"


"iya suaminya felicia yang membawa frans ke jurang\, saat itu alex mau mencegahnya dan dia yang mendorong frans\, dan asal kamu tahu suami nya felicia sudah tidak berny*w*\, dan si endro sudah disaksi oleh felicia\, saya tidak suka endro karena dia tidak mengakui kak felicia dan aku sebagai anak kandung nya\, kita tidak pernah merasakan kasih sayang seorang bapak kandung! saya tidak suka xaviera karena dia jadi anak kesayangannya endro"


viera "kamu g*l*\, kalau kamu bilang sama saya kamu juga anak nya papa aku\, maka aku akan meminta papa untuk memberikan kamu kasih sayang"


"sudahlah tidak usah cari perhatian, kalau kamu tidak suka dengan ku silahkan Saksi aku!!"


alaric "bawa dia ke sebuah ruangan, sampai saya temukan felicia dan frans, kamu berikan ke saya hp kamu"

__ADS_1


kemudian aku dibawa oleh 3 orang bodyguard, satu nya memborgol tanganku ke belakang, satunya lagi menyuntikan aku obat bius,dan aku tetap bertahan untuk tidak tertidur tapi tidak bisa dan akhirnya aku tertidur dan dikirim ke tempat yang sangat sempit dan dibawah tanah.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~POV DILLAH Tamat\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2