Brokenside

Brokenside
BAB 17


__ADS_3

abiah masuk kamar mandi dan mama nya abiah datang sambil membawakan makanan untuk kami.


"aku sudah makan mami"


mama "makan lagi saja, mami sudah siapin dari tadi untuk kalian"


"okee, aku makan"


aku malah disuapin oleh mami, dan mama aku bertanya.


mama "apa yang terjadi? kenapa kamu dijemput pulang oleh om alaric? dan kenapa om alaric panik gitu? kamu harus cerita sama mama dan mami"


"nanti saja tunggu abiah keluar dari kamar mandi"


butuh waktu 30 menit abiah keluar dari kamar mandi, dia sudah selesai mandi, sudah berpakaian lengkap dan sangat wangi.


"abiah,ceritakan ke mama dan mami apa yang terjadi,aku bingung mau bicara gimana"


abiah "lah kok aku? kamu saja"


mami nya abiah "siapa yang mau cerita,cepatlah kami penasaran"


abiah "jadi seperti ini ceritanya, awal kita sampai dibandung viera terluka dibagian kaki karena perbuatan dillah dan si nur, viera di hipnotis oleh katanya suami felicia (guru kita)". abiah menceritakan semua kejadian sampai membuat aku mengantuk, aku tertidur di kasur nya abiah, hari ini aku,mama dan adek aku menginap dirumah abiah. waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa waktu malam sudah berganti menjadi pagi, alarm mulai berbunyi, aku yang mendengar alarm dari hp aku dan hp abiah, aku langsung bangun dari tempat tidur kemudian berjalan ke tempat hp ku ditaro, aku mematikan alarm kemudian aku mengambil plastik untuk menutup kaki ku yang luka,setelah plastik sudah membungkus kaki ku, aku masuk ke kamar mandi menggunakan tongkat,sesampainya dikamar mandi ternyata sudah ada kursi plastik dan ember berisikan air bersih,kemudian aku mandi,setelah selesai mandi aku langsung mencari baju aku dikoper, aku memakai bathdrop keluar dari kamar mandi, aku melihat abiah masih tidur kemudian aku langsung berpakaian sebelum abiah terbangun dari mimpi nya, setelah selesai berpakaian aku langsung turun ke bawah menggunakan lift, saat ini aku berada dirumah abiah, karena sekarang sudah jam 6 pagi, aku dan abiah masih libur jadi kami tidak kesekolah, aku turun ke lantai dasar untuk menuju ke dapur, karena aku tau mama aku dan tante amirah sedang berada didapur,sesampainya lift di lantai dasar aku menuju dapur dan benar saja tebakanku mama mama sedang berada didapur lagi masak,


"selamat pagii mama, dan mama abiah"


mama "selamat pagi, kamu sudah mandi?"


tante amirah "selamat pagi juga, jam segini sudah bangun? tidur lagi saja pasti kamu sangat cape"


"tidak cape tante, apa aku boleh bantu masak?"


mama dan tante amirah "tidak boleh"


"isssshhhh huhu"


tante amirah "hahaha, sana kamu keruang tv saja menonton film"


"tapi tante kalau ada om alaric gimana?"


tante amirah "si om lagi dalam perjalanan kesini, "


"apa pak frans sudah ditemukan,tante?"


tante amirah "kemungkinan sudah ditemukan, tapi kata om kamu dia sudah sampai di jakarta dan menuju ke rumah, kamu dandan yang cantik pakai bedak dan liptin itu ada dimeja abiah,jadi kalau frans datang dia akan terpesona melihat kamu"


mama "apa sih! kamu seperti itu saja sudah cantik, hey kamu mau kemana? jangan didengar tante mu ini"


aku pergi dari ruangan itu kemudian menuju lift untuk naik kekamar abiah, aku mengikuti saran tante amirah,sesampainya dikamar abiah.


abiah "kamu kok tidak bangunin aku?"


"aku tidak enak bangunin kamu yang lagi tidur, oh iya aku boleh minjem bedak dan liptin kamu?"


abiah "tumben kamu mau berdandan? ada apa nih?"


"hm pak frans sudah ditemukan"


abiah "terus? ah aku tau, jangan bilang kalau kamu?"


"apa sih,mana bedak dan liptin kamu"


abiah "cie cieee, uh ada yang mau bertampil cantik nih didepan ayang", abiah menunjukan tempat bedak dan liptin


"apa sih" aku melihat banyak makeup disana


"makeup kamu banyak banget ini apa saja, dapet darimana kamu?"


abiah "daddy aku yang beli", abiah menjelaskan panjang tentang nama makeup dan kegunaannya


"wah beruntung sekali kamu memiliki seorang ayah seperti om alaric, selalu melindungi kamu, selalu memberikan kebutuhan kamu, tidak seperti papa aku yang sibuk memikirkan diri sendiri"


abiah "jangan seperti ini dong,aku tidak mau lihat kamu sedih, nanti aku minta daddy beliin kamu makeup juga ya"


"tidak usah abiah,  nanti uang jajan yang dikasih mami aku kumpulin buat beli makeup"


abiah "kalau kamu butuh sesuatu katakan saja pada aku ya"


"tolong bantu aku berdandan"


abiah membantu aku bermakeup tapi aku rasa ini terlalu berlebihan.


"abiah, ini terlalu berlebihan loh , aku mau yang sederhana saja, kamu jangan pakein aku eyeshadow seperti ini, hapus"


abiah "jangann, sini aku foto , jangan dihapuss". abiah mengambil hp nya


"nanti kalau mama aku marah gimana? nanti kalau mereka nanya gimana"


abiah "tenang saja , kamu bisa bilang aku yang melakukannya, senyum sini menghadap kamera, satu dua tiga"


aku langsung tersenyum dan menunjukan dua jari (peace)


abiah "cantik nih, ganti gaya dong"


"gaya gimana?"


abiah "kamu berdiri dan nempel ditembok itu, kaki kamu yang sakit maju ke depan, tangan kamu ke pingang, tapi lepas dulu dong plastik yang ada di kaki kamu, sini aku bantu lepasin"


abiah bantu melepaskan pelastiknya, kemudian menuntun aku ke tembok, lalu aku bergaya sesuai yang diarahkan abiah.


abiah "okee baguss, kamu seperti model saja, nih hasil nya "


abiah langsung menghampiri aku dan menunjukan hasil nya, hasilnya sangat bagus.


"kirim ke hp aku ya, aku mau jadikan foto profil bbm" (karena dijaman ini lagi trend bbm bukan whatsapp dan aku punya hp blackberry touch 9800)


abiah "ini aku sudah kirim ke bbm kamu,coba lihat saja di hp mu)


aku langsung chek gambar yang dikirim oleh abiah.


abiah "sini aku fotoin pakai camera dslr aku, kita foto ditaman belakang", abiah sudah mengambil camera nya


aku dan abiah langsung keluar kamar dan menuju lift , kemudian kami ke lantai satu untuk ketaman belakang, sesampai nya di taman belakang rumah abiah, aku berfoto foto dan aku juga memfotoin abiah.


"sini aku fotoin kamu"


setelah kita sedang asik berfoto foto.


tante amirah "ternyata kalian berdua disini, mama cariin kekamar kalian tidak ada"


abiah "hai mama, iya aku lagi fotoin viera"


tante amirah "wah cantik banget kalian berdua, sini mama fotoin kalian berdua"


kami langsung foto berdua ,dari berdiri sampai duduk di bangku panjang, berfoto di dekat kolam renang dan ada pula berfoto di dekat air mancur, kita masih asik berfoto dan mama aku datang.


mama "hei , om alaric sudah datang tuh dan ada si frans"


"sudah datang? ayo abiah"


mama "stop viera"


"ada apa mama ?"


mama "apa apaan kamu ini, kamu masih kecil kenapa memakai makeup berlebihan seperti ini, ayo ikut mama kamu harus cuci muka"


abiah "jangan mama, aku yang memakai nya ke muka vieraa, mamii viera cantik kan?"


tante amirah "benar kata mama arin,  memang viera cantik, tapi tidak sesuai dengan umur nya, biar saja viera menghapus makeup nya"


"mama, aku tidak mau"


mama "ikut mama kekamar abiah, abiah mama minjem makeup kamu, mama akan hapus ini makeup dan makeup yang lebih pantas"


"huh mama tidak asik, baiklah"


aku dibawa mama ke kamar abiah, jalan aku sedikit lama menuju kesana, sesampainya dikamar abiah, aku disuruh ke kamar mandi untuk mencuci muka,aku kekamar mandi kemudian mengambil sabun cuci muka milik abiah, aku membersihkan makeup aku kemudian aku keluar dari kamar mandi dan mama menyuruh aku duduk di meja hias makeup, aku duduk dan mama mulai pakaikan bedak diwajahku kemudian mama memakaikan aku liptin, setelah selesai.


mama "nah kayak beginikan cantik, ayo kita turun ke bawah, si frans sudah datang, ayo kita sambut mereka"


mama aku menuntun aku ke bawah letaknya di ruang tamu, kita naik kedalam lift kemudian lift berhenti di lantai 1 dan kita langsung ke ruang tamu dekat pintu masuk rumah, disana sudah ada abiah,tante amirah, aku dan mama, pintu terbuka yang masuk adalah om alaric dan dillah.


"om kok malahan dillah ? pak frans belum ketemu ya?"


alaric "frans"


frans langsung datang dan aku melihat frans banyak luka di pipi nya, di tangan dan kaki, aku segera menghampiri pak frans untuk memeluk nya tapi tiba tiba aku ditarik oleh tante amirah dan pak frans ditarik oleh om alaric.


om alaric "kamu jangan kurang ajar mau meluk putri saya, dia masih kecil, bibiiii"


bibi langsung datang, dan aku kesel karena tangan ku ditahan oleh tante amirah dan mama aku.


om alaric "tolong bawain obat p3k , ayo kita duduk di ruang tamu"


abiah "kenapa dia ada disini?"


om alaric "si frans?"


abiah "bukan, tapi si dilla ,daddy"


om alaric "dia akan tinggal disini bersama kami"


abiah "aku tidak mau daddy, bawa dia keluar dari rumah ini"


om alaric "nanti ya sayang sampai dia sudah didaftarkan sekolah di luar negeri baru dia keluar dari rumah ini"


tante amirah "mama nya kemana? kok dia tidak tinggal sama mama nya"


om alaric "mama nya ada di luar negeri, aku sudah mengirim nya kesana dan mama nya dillah akan mendaftarkan sekolah buat dillah disana,selesai kenaikan kelas si dillah, saya juga tadi sudah berbicara ke kepala sekolah untuk kasih kesempatan dillah sampai naik kelas,lalu saya akan pindahkan dillah keluar negeri bersama mama nya, di australia"


abiah "tapi daddy aku tidak setuju kalau dia mau tinggal bersama kita"


dillah "om, aku tinggal sama papa aku saja"


tante amirah "papa nya dia kemana? sipejabat itu"


dillah "bundir ,tante"


mama (arin) "kalau bundir tapi kenapa kamu bilang mau tinggal bersama papa kamu, di kuburan gitu?"


aku mengambil betadine, kapas, perban ditangan bibi, kemudian aku mengobati luka pak frans, dan aku hanya mendengar mereka berbicara.


"sakit tidak?"


frans "tidak sayang"


om alaric "dia anak kandung dari endro"


mama (arin), tante amirah dan abiah " apa? "


mama (arin) "tidak mungkin, kamu pasti bercanda kan alaric?, aku pacaran sama endro saja aku tau saat itu dia masih single"


alaric "aku sudah dapat informasi nya, sebelum kamu berpacaran dengan endro, dan saat itu sebelum endro sekolah master di new york, endro sudah berpacaran dengan orang indonesia,mereka ldr,saat kamu menikah dengan endro disaat itu pula mama nya dillah hamil anak nya endro, itu terjadi saat endro pulang ke indonesia bersama kamu untuk mengurus surat ijin menikah diluar negeri"


mama (arin) syok mengetahui nya "apa? untung aku sudah berpisah dengannya, untung saja rahman ke sekolah jadi dia tidak tau dengan perilaku endro"


dillah "tante , saya minta maaf karena sudah melakukan keburukan kepada viera, saya sangat menyesal, selesai kenaikan kelas saya akan pindah, dan tidak menggangu viera lagi, saya janji tidak akan menggangu viera lagi, dan maafkan kakak saya felicia, dia sudah meninggal"


"apa? sudah meninggal? gimana ceritanya?"


dillah kemudian menunjuk alaric


tante amirah "apa yang kamu lakukan sayang ? kamu tidak membunuhnya kan?"


alaric "bukan aku sayang tapi edward, dia memasangkan bom didalam mobil yang dipake oleh felicia" (om alaric berbohong)


mama (arin) "astaga, terus jenazahnya?"


alaric "terurai tidak berbentuk dan sama bodygard sudah dikuburin dekat lokasi"


tante amirah "apa? nanti kalau ketahuan polisi gimana?"


alaric "kamu kayak gak tau suami mu seperti apa"


fran "om,tante dan mama , semua saya ijin pamit pulang ya ,saya takut keluarga saya mencari, dan oh ya baju baju saya masih tertinggal didalam bis"


alaric "tas kamu ada di edward,nanti saya minta dia untuk kasih tas kamu, biar supir saya yang mengantar"


frans "terimakasih om sudah menolong saya"


alaric "iya karena kamu sudah menjaga anak saya viera jadi saya membantu kamu"


abiah "terimakasih ya om frans sudah membantu kembaran aku"


frans "saya belom menjadi om om, dillah besok kamu langsung temui guru bk"


dillah "maaf pak"


tante amirah "makan dulu yuk, tante udah siapin makan"


om alaric memanggil supir nya untuk meminta mengantarkan pak frans,lalu kami makan bersama dimeja makan.


mama "frans, terimakasih banyak ya sudah menolong xaviera, sudah melindungin xaviera, dillah tante sudah memaafkan kamu, dan tante tidak mau itu terulang kembali,bagaimana pun juga kamu, xaviera dan rahman saudara kandung dari bapak, dan bagaimana pun juga endro adalah ayah kamu, seburuk apapun dia, dia tetap ayah kalian, papa kamu tidak pernah mengajarkan hal buruk kekalian, walaupun sikap endro yang kalian lihat masing masing itu buruk, jadi jangan benci orang nya tapi benci lah sikap atau perilaku nya, tanpa papa kamu,kalian tidak akan bisa lahir didunia ini"


dillah "aku tidak minta dilahirkan tante"


mama "kamu emang tidak meminta dilahirkan tapi tuhan lah yang mengasih mama kamu anak, tuhan menitipkan rezeki yang sangat berharga kepada mama kamu, mama kamu memperjuangkan hidup kamu,dan felicia tapi kalian sendiri lah yang memilih hidup dalam dendam, tante tanya kekamu? hidup kamu sangat kejam atau tidak?".


aku hanya mendengar pembicaraan mama dan dillah.


dillah "hidup tidak adil untuk aku tante, aku hanya merasakan kasih sayang bapak dari daddy angkat ku,sementara viera?"


mama "setiap orang punya penderitaan hidup masing masing, kamu tidak bisa membanding bandingkan nasib kamu dengan orang lain, karena kamu hanya melihat hidup orang lain sungguh lebih baik ketimbang nasib kamu, hidup kamu,mama kamu, viera dan rahman saat ini hancur, bahkan tante juga hancur, tapi masa kita harus hancur terus? apa kamu tidak mau memperbaiki nya? setiap orang tua memiliki harapan ke anak nya yaitu anak yang berbakti kepada orang tua, anak yang baik ,tidak seperti orang tua nya, sejahat apapun perilaku orang tua diluar sana ,pasti mereka tidak ingin anak nya memiliki sifat jahat atau sifat buruk,benar tidak?"


dillah dan abiah "benar tante"

__ADS_1


"benar itu ma"


mama "masa depan kamu mau cerah atau kelam, itu jalan yang kamu pilih, kita sebagai orang tua hanya menasehatin jangan seperti ini nanti kamu akan terjebak dengan keburukan tapi kalau anak tersebut masih juga ya kami sebagai orang tua cuman bisa berdoa semoga anak ku mendapatkan hikmahnya, dan tidak benar benar tersesat"


setelah obrolan panjang dan nasehat panjang yang diberikan oleh mama ku, lalu aku dan mama pulang kerumah, sekalian pak frans juga pulang kerumah dengan supir om alaric, kami masuk ke mobil yang berbeda, aku berpamitan sama tante amirah dan om alaric.


"byee om dan tante, terimakasih sudah membantu aku,byee abiahh"


tante dan om "hati hati dijalan".


"mas frans, hati hati dijalan yaa, kabarin kalau sudah sampai dirumah"


frans "hp aku rusak, gimana mau kabarin kamu, besok aku main kerumah kamu"


"okee"


kami semua pergi kearah yang berbeda, perjalanan dari rumah abiah kerumah ku yang baru hanya 30 menit cukup jauh rumah ku yang baru, mobil telah sampai didalam rumah.


mama "kamu masuk kedalam sana, itu ada bibi, mama mau pergi lagi"


"mama mau kemana?"


mama "mau kekantor, mama sekarang sudah kerja dikantor om alaric, oh ya nanti malam kita pergi ya"


"kemana ma?"


mama "mau ketemu teman mama dari california"


"siapa?"


mama "uncle elvan"


"ohh mantan pacar mama"


mama "kok kamu tau?"


aku tidak banyak bertanya lagi ke mama,dan aku keluar dari mobil, bibi segera bantu aku untuk buka pintu bagasi,mengambil koper dan tas ransel.


mama "bii,nanti jemput rahman ya, jangan sampe telat, titip anak anak ya,saya mau kerja, kalau ada apa apa bisa hubungin saya"


bibi "siap bu, ayo non masuk"


"hati hati dijalan ya ma,kalau sudah sampai chat aku ya"


mama "iyaa sayang"


aku dibantu oleh bibii masuk kedalam rumah, kemudian kekamar aku, rumah sebesar rumah abiah, jadi rumah ku hanya memakai tangga dan tangga nya juga tidak tinggi,saat sampai dikamar bibi menaruh koper aku dan keluar kamar , aku melihat kamar baru, tidak seluas kamar lama aku, tidak ada walk in closet hanya ada kamar yang berisikan kasur, lemari pakaian,tv dinding dan meja belajar lalu kamar mandi didalam, kemudian aku mematikan lampu, menuju kasur untuk berbaring dan menonton film di tv, aku menonton film romantis di netf**x ,film yang berdurasi 1jam 50 menit, kisah tentang vampire, tidak terasa aku sudah tertidur, aku bermimpi tentang pak frans sedang mengendarai kuda putih,pak frans memakai kemeja putih, jas hitam,celana hitam,dia mengarah kepada ku,saat pak frans sudah didepan mata.


"Hallo ratu xavier". Pak frans Sambil menunduk


"Iya,saya bukan ratu" aku juga menunduk


"Perkenalkan saya frans" sambil menyengir kelihatan taring nya


Saya kaget melihat taring nya pak frans.


"Kamu kok punya taring,jangan mendekat"


Pak frans perlahan mulai mendekati aku,aku mundur lama kelamaan mentok ke tembok saat mulut pak frans sudah menyentuh leher ku ,aku teriak


"Aaaaaa jangan digigit ,tolongg jangan gigit saya pak frans"


Dunia nyata


"VIERAAAAA BANGUN! KAMU MIMPI APA SIH!!" Mama membangunkan aku


"VIERAA BANGUN!! MAMA GUYUR YA KAMU MAKE AIR NIH"


"Hah, jangan gigit aku pak frans" aku langsung terbangun dan menyentuh leher ku


Mama "KAMU MIMPI APA!! JANGAN JANGAN MIMPI?"


"Mimpi pak frans jadi vampir dan mengigit aku tolong mama"


Mama langsung menepok jidat ku


Mama "Astaga mama udah bilang sama kamu jangan nonton film vampire! Sana kamu mandi,jangan lupa ibadah udah azan,mama tunggu dibawah,cepat ya"


"Jam berapa ini ma?"


Mama "sudah magrib,mandi sana cepat,pakai lah pakaian itu sudah mama siapkan"


"Iya"


Mama aku langsung keluar kamar dan aku mengambil pakaian yang disiapkan mama lalu aku langsung mengambil handuk dan kekamar mandi. 10 menit selesai mandi dan berpakaian,aku langsung beribadah,setelah selesai mama masuk kedalam kamar ku.


Mama "sudah selesai? Sini mama makeupin kamu,mama baru beliin kamu bedak dan liptin sama seperti punya abiah"


"ih? Mama tidak usah buang buang uang,aku bisa beli pakai tabungan ku"


Mama "gunakan lah uang tabungan kamu buat kuliah nanti".


Aku duduk dikasur sambil dimakeupin sama mama,makeup natural dengan bedak dan liptint saja. Setelah itu mama memilihkan tas dan sepatu kets untuk ku.


Mama "udah cantik,ayo kita berangkat"


"Ma,kita mau kemana?". Aku memiliki firasat buruk


Mama "nanti kamu juga tau"


Kemudian kita keluar dari kamar ku,dan menuju garasi rumah untuk masuk kedalam mobil ,mama berbicara ke bibi


Mama "bibi,titip rahman,nanti kalau ada yang manggil atau tamu jangan dibukain pintu,ngerti bi?"


Bibi "iya nyonya,hati hati"


Kemudian kami masuk kedalam mobil,dan mobil berjalan masuk kedalam tol,entah mobil mau dibawa kemana.2jam kemudian mobil telah sampai di jakarta selatan,mama memarkirkan mobil didepan hotel.


"Mama,kita mau menginap di hotel?"


Mama "iyaa,ayo sayang kita masuk"


Mama langsung memarkirkan mobil nya kemudian kita masuk kedalam hotel bersama,kita ke lobby, mama langsung minta diantarkan ke kamar hotel oleh pelayan.


"Mama sudah memesan kamar? Kita tidak jadi ketemu om elvan?"


Kita masuk kedalam lift hanya ada aku ,mama dan om pelayan


Mama "DIAM LAH!!"


Pertama kali mama membentak ku didepan orang asing. Aku hanya diam saja ,dan ketakutan. lift telah sampai dilantai 6,kami keluar dari lift menuju kamar hotel,ternyata pelayan itu punya kunci nya dan aku dan mama masuk kedalam kamar hotel,mama mengucapkan terimakasih dan kasih tips 500rb untuk pelayannya tutup mulut,pintu langsung di tutup dan mama berbicara ke aku.


"PAKAI PAKAIAN INI" ,sambil mengeluarkan pakaian yang mini,sexy dan transparan


"Buat apa ma? Aku tidak mau"


Mama "pakailah cepat!!" .mama menarik baju aku ke atas dan langsung melepaskannya kemudian aku yg telanjang bagian atas aku menutupi nya,mama langsung memakaikan aku pakaian mini


"Mama kok ambil pakaian dalam ku,mama jangan lepas celana ku,aww sakit ma kaki ku"


Mama "DASAR ANAK GAK TAU DIRI!! GARA GARA KAMU HIDUP SAYA SANGAT MENDERITA!! SAYA AKAN BUAT HIDUP KAMU MENDERITA!! ANAK PEMBAWA SAIL"


MAMA MENGIKAT TANGAN AKU DAN KAKI AKU JUGA DIIKAT,aku memakai pakian minim dan sexy tiba tiba dari kamar mandi ada keluar laki laki,laki laki itu ternyata pengacara papa aku dan yang dekat sama mama.


Mama "gilang,kamu boleh nikmatin tubuh aku dan anak ini"


Mama membuka pakaiannya aku melihat si laki laki itu sedang menikmati tubuh mama ,setelah puas dengan mama ,laki laki itu lansung mendekat ke aku


"MENJAUH LAHH,JANGAN ,AKU MOHON JANGAN, MAMAA ,MAMA UDAH TIDAK SAYANG AKU?"


mama " HAHAHA GARA GARA KAMU LAHIR HIDUP KU PENUH PENDERITAAN,KAMU RASAKAN PENDERITAAN INI"


"TOLONG, SIAPAPUN TOLONG AKU"


mama men*mp*r ku\,dan membekap mulut ku pakai pakaian dalam mama. Aku cuman bisa menangis saat laki laki itu sudah melecehkan bawah ku\,laki laki itu mengambil mahkota ku\,aku menahan rasa sakit dibawah sana\,aku cuman bisa menangis\,setelah laki laki itu telah puas laki laki itu langsung berpakaian dan mama ku juga langsung berpakaian\,aku melihat mereka berdua cuiman \,aku benar benar j*j*k melihat mereka\,setelah laki laki itu keluar \,mama kemudian melepaskan ikatan yang ada di badan ku \,lalu mama aku langsung mem*k*lin aku \,mukul kaki ku yang terluka\,aku kesakitan.


"Mama stopp,ampun maa,sakitt ma"


Mama "Saya tidak akan bawa kamu ikut bersama saya, jangan pernah ikutin saya,kamu anak pembawa sail"


"Jangan bawa adek aku ma"


Mama langsung mem*k*li aku.


Mama "jangan pernah mengatur saya! Mulai sekarang kamu bukan anak saya lagi"


"Mama kalau aku ham*l gimana"


Mama malah pergi begitu saja,kemudian aku berpakaian dan segera membereskan pakaian ku,aku berjalan sambil menahan rasa sakit di tubuh ku,aku keluar kamar hotel ketemu pelayan perempuan ,dia melihat aku banyak luka luka.


"Astaga adek,kamu kenapa? Sini ikut saya,saya obatin"


Aku "Tidak usah kak,apa saya boleh minta tolong"


"Boleh,ada apa?"


Aku "minjam hp,aku mau nelepon papa aku"


"Ini,ayo saya antar ke lobby"


Kami masuk ke lift kemudian aku mengetik nomor papa aku ,dan menelepon nya. Telepon diangkat sama papa aku.kami turun dari lift menuju lobby untuk duduk.


"Hallo papa"


"Siapa ini?"


"Aku xaviera pa,tolong aku paa,aku dicelehhkan"


Kakak ob yang membantu aku kaget mendengarnya,kami sudah duduk di lobby hotel.


Papa "KAMU DIMANA? SIAPA YANG BERANI BERANI NYA MENYENTUH KAMU!!"


"Aku di hotel A"


Aku sambil menahan tangisan


Papa "tunggu ,papa akan minta tolong tante kamu buat jemput kamu disana,tante mu lagi di jakarta"


"Iyaa"


Papa menutup teleponnya,dan aku bilang terimakasih ke kakak nya,tapi kakak nya tetap menunggu aku ,bahkan ketika manajer hotel datang meminta kakak itu langsung mengurus kerjaannya,jadi aku di lobby ditemanin manajer hotel. 15 menit kemudian datang tante mita.


Tante mita "vieraaa,astaga vieraaa ada apa? Ayo masuk kedalam mobil,kamu siapa?"


Manajer "saya manajer hotel,tadi saya melihat adek ini bersama dengan ob kami"


Tante mita "apa yang terjadi dengan anak saya?"


Manajer "saya tidak tau ibu"


Tante mita "BAGAIMANA KAMU TIDAK TAU! SAYA MAU LIHAT BUKU TAMU"


manajer "tidak bisa ibu"


Tante mita "SAYA TAU PEMILIK HOTEL INI ,SAYA BISA MINTA PECAT KAMU"


Pak barney "ada apa ini?"


Ternyata malam malam seperti ini pak frans dan papa nya baru datang ke hotel,beserta kak laura,pak frans melihat aku terduduk dan nunduk karena aku takut ketemu pak frans.


Tante mita "SAYA TANTE NYA VIERA,SAYA DIKASIH TAU SAMA PAPA NYA DIA KALAU ANAK SAYA DILECEHKAN OLEH SESEORANG,KASIH SAYA LIHAT DAFTAR BUKU TAMU"


pak barney "kasih dia lihat buku tamu,resepsionis bantu ibu ini".


Pak frans "kamu kenapa"


Aku cuman diam dan menunduk.


Pak frans "apakah benar kamu dilecehkan?" Frans memeluk aku dan kemudian aku berteriak.


"JANGAN SENTUH AKU,AKU MOHON,JANGAN SENTUH AKU"


laura "apaan sih lo bang,pergi jauh,biar dia gua yang urus"


Pak frans kemudian mengikuti papa nya


Resepsionis (cowo) "maaf pak,ibu saya dikasih uang 500rb untuk disuruh tutup mulut,pertama saya mengantarkan tamu laki laki,lalu kedua saya mengantarkan adek itu bersama ibu ibu ke kamar hotel,setelah itu saya keluar dari ruangan dan tidak tau lagi,yang memesan atas nama antoni"


Tante mita "antoni? Kayak saya pernah mendengar nama itu, siapa ibu ibu itu?"


Resepsionis "adek itu memanggil mama, 'mama kok kita kekamar hotel,kata mama kita mau bertemu dengan om elvan"


Tante mita "kamu ,tidak lagi membohongin saya kan? Kalau itu mama nya tidak mungkin"


Barney "KAMU BENAR BENAR BUAT SAYA KESAL, BESOK KAMU KE HRD ,MULAI BESOK KAMU SAYA PECAT!!"


RESEPSIONIS "Maaf pak,kasih saya kesempatan, saya akan perbaiki nya"


Barney "perilaku kamu benar benar parah,kamu tau siapa cewe yang dilecehkan? DIA ADALAH CALON MENANTU SAYA!, ibu bawa viera pulang kerumah kamu,kalau kamu tidak bisa menjaga nya biar dia saya urus hidup nya"


Tante mita "bawa saja,saya tidak bisa mengurus nya ,paling saya antar dia ke papa nya"


Frans "jangan dikasih ke papa nya ,papa nya tidak benar"


Tante mita "sudah ya,emang wanita itu pantas dileceh kan,ambil saja wanita itu"


Barney "breng*** bawa wanita ini keluar"


Mereka membawa tante ku dan aku menangis mendengar kata kata tante aku,aku dipeluk oleh laura.


Barney "ayo kita pulang,besok saya akan menjual hotel ini"


Frans " ayo daddy"


Om barney menghampiri aku

__ADS_1


Barney "kamu ikut om pulang ya,dirumah ada tante gina ,om yakin tante gina akan menerima kamu"


Laura "biar dia tinggal sama aku saja daddy"


Barney "kira bicarakan dirumah"


Aku yang dipegangin oleh laura menuju depan hotel.


Frans "kalian tunggu sini ya,aku ambil mobil"


Setelah mobil bmw sedan sampai kedepan hotel,aku naik kedalam mobil,aku duduk dibelakang sama laura.


Barney "kita pulang kerumah daddy".


Didalam perjalanan menuju rumah om barney aku tertidur didalam mobil,bersandar di bahu laura,mobil telah sampai didepan rumah om barney,pak frans mengangkat badan ku untuk dibawa kedalam rumah,tapi saat masuk kedalam rumah aku terbangun


"SAYA BILANG JANGAN MENYENTU SAYA"


Barney "turunin dia frans,laura bawa viera"


Mami tiri "eh kalian kok pulang? Katanya mau cek ke hotel? Dia siapa sayang?". Aku langsung salim tangan tante nya


Frans "bukan urusan kamu"


Barney "frans jangan seperti itu"


"Hallo tante cantik ,aku viera, tante apa aku boleh menumpang tidur disini sampe besok saja,besok aku akan kembali ke papa ku"


Mami tiri "boleh kok,nama tante tiara,aduh kamu kenapa banyak luka,ini diapain?"


Barney "dia dilecehkan oleh ibu nya,aku rasa dia dijual oleh ibunya" (berbisik dengan tante tiara)


Tante tiara "kejam banget,jangan pulangin dia kekeluarga nya,kamu tinggal sama tante sini,ayo kamu nginep sama anak tante nama nya tiyas"


Laura "eh tantee tidak bisa begitu,dia"


Frans "biarlah dia sama tuh mama tiri"


Aku langsung dipegang tangannya sama tante tiara menuju lift dan saat sampai langsung keluar menuju kamar nya tiyas. Ternyata tiyas belum tidur.


"Hai tiyas ya?"


Tiyas "dia siapa ma?"


Tante tiara "dia nama nya kakak viera,dia adalah kakak kamu,kakak viera boleh tidur disini kan?"


Tiyas "kakak ini kok badan nya penuh luka dan muka nya juga". Lalu tiyas mengambil betadin dan kapas


Tiyas "sini kakak aku obatin"


Tante tiara "sebentar ya nak,kakak viera nya mandi dulu baru diobatin,ayo sayang,tante bantuin,tunggu tante ambilkan baju"


Kemudian aku dibantu oleh tante tiara untuk mandi,awalnya aku menolak tapi karena badanku udah sakit semua akhirnya aku terima,dan tante tiara kaget melihat celana aku penuh darah dan bagian bawah aku lecet,tante tiara memeluk aku sambil menangis.


Tante tiara "kamu tinggal sama tante saja,jangan pergi kemana2 ya"


"Aku harus pulang tante"


Tante tiara "jangan ,kalau kamu dilecehkan lagi bagaimana?"


Aku cuman diam dan menunduk,kemudian tante tiara minta maaf,selesai mandi dan dibantu oleh tante tiara berpakaian kemudian kami keluar dari kamar mandi,aku memakai baju tidur milik tante tiara.


Tante tiara "Kalian berdua harus tidur yaa"


"Tante,apa aku boleh minjam hp?"


Tante tiara "boleh kok,sebentar tante ambil hp nya dikamar tante,kamu duduk saja dikasur,tiyas jangan tinggalin kakak nya ya"


Tiyas "iya mama"


Tante tiara keluar dari kamar,aku melihat tiyas memandang luka aku.


Tiyas "kakak apa itu menyakitkan?"


"Lumayan sakit"


Tiyas "siapa orang jahat melakukan ke kakak?"


"Kakak juga tidak tau,mereka memakai topeng,kamu hati hati ya dengan orang berpakai topeng"


Tiyas "kakak tenang saja ,kalau orang bertopeng itu datang melukai kakak,aku akan memberikan p"k"ln ke dia"


"HEHEHE kamu lucu banget"


Tante tiara masuk kedalam kamar ,dan mengasih aku hp beserta pasword nya


Tante tiara "kalian tidur ya,mama mau kekamar tidur,kamu tiyas jangan mengajak bicara kakak kamu,biarkan tidur,besok kakak kamu ada ujian kata abang frans,pegang lah hp tante,besok pagi kembalikan ke tante ya,oh iya ini laptop dari om katanya kamu disuruh belajar materi biologi di laptop ini,materi nya sudah dikasih oleh guru biologi"


"Terimakasih ya tante"


POV TANTE TIARA


Aku langsung menuju kamar nya dan mengambil handphone lalu aku keluar kamar didepan sudah ada mas barney.


Barney "ayo turun,besok viera ada ujian suruh dia belajar di laptop,bapak jojo telah mengirimkan materi biologi untuk dia pelajari"


"Sebentar aku kasih dulu ke viera"


Barney "aku tunggu di ruang kerja ku"


Kemudian aku masuk kedalam kamar tiyas untuk kasih hp beserta laptop,setelah itu aku langsung ke ruang kerja suami ku dibawah,saat sampai didepan aku membuka pintu ternyata didalam sana ada frans,laura dan suami ku.


"Ada apa mas?"


Barney "duduk lah"


Frans "gimana kondisi kekasih ku?"


Barney "kamu berbicara sama siapa?"


Frans "mama,gimana kondisi kekasih ku?"


"Kalau viera sudah tidak ada mahkota apa kamu akan ninggalin dia?"


Laura "maksudnya gimana?"


Frans "aku akan selalu bersama viera apapun yang terjadi,aku akan menerima dia apa adanya,katakan dengan jelas"


"Aku tadi bantu viera untuk mandi,aku melihat selangkangannya berdarah saat itu aku heran kenapa dia perih saat duduk,setelah aku cek ternyata ada darah ,dan cairan kental ,aku takut dia hamil"


Barney "Hallo dokter dio". Langsung menelepon dokter dio


"......"


Barney "kasih saya obat kb,besok pagi jam 5 saya tunggu"


Frans "kalau viera hamil aku akan tanggung jawab"


Barney "gunakan otak mu"


Barney "saya harus kerumah sakit? Oke 2 jam lagi saya kesana"


"Untuk siapa?"


Barney "nanti kamu tau sendiri". Langsung menutup teleponnya.


Barney "laura,kamu bilang ke viera jangan tidur ,karena om mau bawa dia ke rs".


Back to kamar


Aku mengambil sim kartu yang sudah ku lepas dihp ,yang aku taro di dalam tas kecil, lalu aku pindahkan ke hp tante tiara, kemudian aku menelepon abiah tidak diangkat,di sim itu aku banyak menyimpan nomor nomor orang, aku menyimpan nomor tante amirah,tapi aku takut dia tidak percaya,aku mencoba menelepon tante amirah


"Hallo tantee"


Tante amirah "Siapa nih?"


"Aku viera tante"


Tante amirah "kamu dimana viera? Kata mama kamu,kamu diculik sama alex ,om alaric lagi mencari kamu"


"Jangan percaya sama mama aku tante,aku dijual oleh mama aku"


Tante amirah "tidak mungkin,pasti kamu disuruh tutup mulut sama alex"


"Tante ,kalau tidak percaya sama aku,dan percaya dengan mama aku,baik lah kalau gitu aku salah minta tolong ke tante"


Aku langsung menutup teleponnya, mematikan hp tante tiara kemudian mencabut kartu sim nomor dari hp, aku simpan lagi ditas. saat ini tiyas sedang tidur jadi aku belajardi meja belajar tiyas,aku menghapal tanpa bersuara, selesai aku belajar laura masuk ke dalam kamar.


laura "sudah selesai belajarnya? mau aku ajarin ?"


"tidak usah kak"


laura "lucu ya,kamu usia nya dibawah aku tapi kamu akan jadi kakak ipar ku"


"aku masih berumur 15 tahun loh kak"


laura "ayo ikut aku"


"kemana? aku tidak ada baju lagi, aku besok mau sekolah bingung makai apa"


laura "kalau itu sih gampang ada daddy, ayo tidak usah ganti baju"


aku ikut bareng laura, menuju tempat parkir mobil.


"kita mau kemana kak?"


frans "hai"


aku diam dan tidak menyapa pak frans.


frans "aku minta maaf ya viera, jangan jauhin aku"


laura "hei kakak,dia butuh waktu, kamu mau ikut atau tinggal?"


frans "aku ikut, aku harus jagain kekasih ku"


laura "astaga kakak, masih ada aku dan daddy"


"kamu tidak usah ikut, kamu saja masih terluka"


frans "aku tidak apa apa sayang,kamu yang sedang terluka, aku pengen peluk kamu"


kemudian aku mengangguk dan pak frans langsung memeluk ku.


frans "kamu tidak sendirian ada aku,laura,daddy dan tante tiara"


tante tiara "sudah cukup pelukannya ayo masuk"


"tante ini hp nya terimakasih"


tante tiara "sama sama nak, kalian semua hati hati dijalan"


aku dan laura duduk dibelakang, pak frans mengemudi dan daddy duduk disampingnya. didalam perjalanan aku mulai berbicara.


"mas frans"


frans "iya sayang?"


"aku tadi menelepon tante amirah, pakai hp tante tiara tapi aku tukar sim nya make sim aku"


frans "hmm terus?"


"aku ingin meminta tolong ke dia untuk aku tinggal dirumah nya, tapi kata dia seperti ini 'kamu dimana viera? Kata mama kamu,kamu diculik sama alex ,om alaric lagi mencari kamu' lalu aku bilang 'Jangan percaya sama mama aku tante,aku dijual oleh mama aku' dan kata tante amirah "tidak mungkin,pasti kamu disuruh tutup mulut sama alex" lalu kata aku lagi 'Tante ,kalau tidak percaya sama aku,dan percaya dengan mama aku,baik lah kalau gitu aku salah minta tolong ke tante' dan aku langsung menutup teleponnya, menggantikan kartu sim hp di mama kamu"


barney "buat apa minta tolong sama itu perempuan? mereka berdua sahabatan kan , pasti berkerja sama untuk menjual kamu"


"tapi tante amirah dan om alaric tidak seperti itu, mereka orang baik"


barney "tidak selama nya yang kita nilai baik dia mempunyai sifat baik"


frans "aku rasa tante amirah dan om alaric baik, hanya saja mereka dijebak oleh mama kamu viera, karena mereka percaya banget sama mama kamu jadi mereka kejebak"


laura "sudahh,jangan buat viera menangis cukup ya"


laura memeluk aku


"kalau aku hamil gimana?" (aku berbisik ke laura)


laura "ada kakak aku yang tanggung jawab, kalau kak frans tidak mau ada kak liam"


barney "ada apa sih? kamu mengkhawatirin kalau kamu hamil?"


"iya om aku takut, aku punya banyak mimpi yang belom terwujud"


frans "apa itu?"


"aku ingin jadi dokter"


frans "belajarlah dengan benar, aku akan membiayai kuliah kamu, setelah kamu lulus SMA aku langsung meminta kamu jadi istri aku"


"hmm kalau aku hamil, kamu jauhin aku ya?"


barney "om usahakan kamu tidak hamil, supaya kamu bisa fokus ke menggapai cita cita kamu, dan frans kamu nikahin viera kalau dia sudah menjadi dokter, om akan membiayakan kamu"


"tidak usah om"


barney "om tidak suka penolakan"


mobil telah sampai menuju kerumah sakit.


"kok kita kerumah sakit???"


barney "kita mau......"


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~BERSAMBUNG\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2