Brokenside

Brokenside
Bab 5


__ADS_3

di ruang tempat duduk di dalam penjara


"aku sudah mengurus surat peceraian,sebentar lagi akan bercerai,aku akan memenangkan hak asuh anak dengan semua bukti sudah aku pegang"


mas endro "jangan ceraikan aku,kasih aku satu kali kesempatan ya,aku akan perbaiki semua"


"oke ada syaratnya, aku akan bantu kamu keluar dari sini dan tidak menceraikan kamu tapi mama kamu tidak usah ikut campur dengan keuangan yang kita miliki,kalau mama kamu masih ikut campur maka aku akan menceraikan kamu dan memasukin kamu ke penjara lagi"


mama mertua "halah kalau kamu bercerai hidup mu juga akan hancur,dan hidup anak anak mu akan berantakan, kamu pakai mengancam anak saya, anak saya adalah milik saya"


papa mertua "berhenti lah ikut campur urusan rumah tangga anak, papa sudah bilang berapa kali ke mama, apakah selama ini ibu ku ada ikut campur rumah tangga kita?"


mas endro "aku setuju dengan kata kamu istri ku,aku janji akan perbaiki semua, demi tuhan ,demi mama ku aku berjanji tidak akan selingkuh lagi"


xaviera "oh jadi itu tadi selingkuhan papa, jelek banget sih,emang nya di dunia ini wanita langka ya jadi harus suka sama laki laki, mama ceraikan saja papa, mama berhak bahagia, jangan lukain mama sendiri untuk membantu orang yang sudah berkhianat"


papa mertua "xaviera,ikut kakek yuk,di luar ada bakso, kita makan bakso"


xaviera "tidak mau,kalau aku ninggalin mama,kalau mama dicelakai gimana?"


papa mertua "disini banyak polisi,kalau ada kekerasan mereka bisa di tangkap, ayolah kakek lapar sekali"


setelah papa mertua berhasil membawa xaviera pergi. aku langsung mengobrol bertiga sama mas endro,pengacara dan mama mertua.


"gimana mas ? kamu setuju? kalau setuju pengacara pribadi ku akan membantu kamu untuk membebaskan kamu,dan aku punya teman mafia hacker untuk melacak keberadaan bos mu dan saat itu juga kepolisian menangkap bos mu,tapi setelah kamu bebas dan kamu masih selingkuh aku akan menceraikan kamu dan membawa anak anak kamu". (aku membisikan mas endro)


mas endro "oke deal, aku gak bisa hidup tanpa kamu dan anak anak kamu,mama mulai sekarang keuangan ku dipegang sama istri ku,dan mama tidak boleh lagi ikut campur rumah tangga ku"


mama mertua cuman bisa diam saja,dan aku melihat di mata nya rasa kekecewaan dan kesedihan, lalu mama mertua memeluk mas endro sambil menangis. setelah itu mama mertua berbicara kepada ku.


mama mertua "mama minta maaf ya arin, mama mohon jangan pisahkan mama dengan cucu cucu ku ya, mama sangat menyayangi xaviera dan papa mu sangat menyayangi rahman".


ya aku tau mama dan papa nya mas endro memang menyayangi xaviera dan rahman mereka selalu membelikan buku,tas,sepatu mahal, sering mengajak jalan jalan keluar kota disaat xaviera dan rahman sedang libur sekolah,yang ku lihat mama sangat menyayangi xaviera ketimbang cucu cucu nya yang lain,dan itulah yang menyebabkan xaviera kadang tidak di sukai oleh tante nya. aku terpaksa mengalah karna aku melihat xaviera dan rahman belom siap menerima peceraian keluarga nya,dan aku mengasih kesempatan sekali saja tapi kalau itu terulang lagi aku langsung menceraikan mas endro dan membawa anak anak.


pak penjaga polisi "jam besuk telah selesai,silahkan kalian semua keluar ,kami tunggu 10 menit untuk keluar dan para tahanan silahkan masuk ke sel kembali".


lalu pengacara datang kembali menemui kami.


pengacara "mas endro, saya akan menanganin kasus mas, saya akan mempelajari semua berkas nya nanti malam,besok saya akan bertemu mas kembali, permisi saya ijin pamit"


mama mertua "mama pulang ya,kamu jaga diri baik baik, kalau misalnya ada keributan disini jangan ikutan segera berlari, ini mama bawain kamu makan"


"mas aku pulang ya, jaga diri baik baik, besok aku mau cabut berkas di pengadilan agama,dan langsung kesini,besok aku sendiri kesini karna xaviera mau menyiapin keperluan untuk studytour ke bandung, kamu mau aku masakin apa?"


mas endro "terimakasih ya bang, terimakasih mama, mama dan papa jaga kesehatan ya, aku baik baik saja disini,tolong jagain anak anak dengan baik ya arin,maaf aku telah gagal jadi ayah buat mereka,aku pengen sekali makan udang pedas buatan kamu,buatin yang banyak ya supaya bisa dibagiin sama temen temen didalam,gimana kondisi bibi? aku ngerasa bersalah banget ke bibi"


mas endro memeluk mama nya lalu memeluk diriku, lalu aku sambil memeluk mas endro berbicara "kondisi bibi mulai membaik,beberapa hari lagi bisa pulang, kamu jaga diri baik baik ya ,jangan buat keributan"


aku,mama dan pengacara berjalan keluar,mama menelepon suami nya menanyakan keberadaan posisi mereka, ternyata mereka beneran makan bakso di kantin polisi tersebut, lalu kami menuju kekantin itu,sepanjang jalan menuju kesana aku mengobrol dengan pengacara mengenai langkah selanjutnya.


"bang, kalau aku menarik berkas gugatan dan sudah persidangan apakah bisa?"


pengacara "persidangan kamu kemarin kan ditolak,kemungkinan untuk menyabut berkas nya antara bisa atau tidak bisa,tapi kamu coba saja besok,nanti saya kirim berkas berkas apa saja yang perlu kamu urus besok dipengadilan,kalau gitu saya pulang duluan ya karna saya harus mempelajari berkas kasus suami mu,saya pamit ya ibu, selamat sore"


mama mertua "terimakasih, mohon dibantu anak saya, untuk bayarannya akan saya yang bayar"


pengacara "untuk bayarannya nanti saja, arin sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri,jadi masalah pembayaran saya gak minta terlalu mahal,akan saya bantu terlebih dahulu baru saya membicarakan pembayarannya,kamu hati hati menyetir nya ya"


"terimakasih ya bang,hati hati dijalan"


kami berpisah dengan pengacara,sesampai nya di kantin, kami langsung memesan makanan buat aku dan mama yaitu soto ayam, mama sudah menuju tempat duduk. aku membayar makanan tersebut dan langsung menuju tempat xaviera makan.


"makan apa anak ku yang cantik?"


xaviera "bakso dan sate, mama mau nyoba sate nya? sini aku suapin"


aku memakan sate yang di suapin oleh anak ku.


"mama,sebelum pulang kerumah aku mau jemput rahman, jangan kasih tau rahman ya tentang mas endro, tolong bilangnya mas endro sedang ke pesantren untuk mendalami agama nya"


papa dan mama mertua "kamu tenang saja"


xaviera "papa berapa lama didalam sana? lalu sekolah ku bagaimana? dan les ku?"


"kamu fokus saja sama sekolah dan les kamu,jangan bolos ya nak"


perjalanan menuju kerumah saat itu menempuh waktu sekitar 4 jam karena macet nya jakarta, sampai nya ditangerang sekitar jam 9 malam,lalu aku mengubah jalan menuju rumah nya orang tua mas endro,setelah itu aku menjemput rahman dirumah abiah, sesampainya dirumah abiah, aku langsung menelepon mama nya abiah.


"hallo jeng, saya ada didepan rumah, boleh minta tolong anterin rahman ke mobil, soalnya xaviera sedang tidur, maaf merepotkan kamu malam malam"


mamanya abiah "oke oke ,si rahman juga belom tidur,tadi saya mau rahman nginep disini tapi dia nya nangis minta bertemu mama nya, saya turun kebawah nih jeng"


beberapa menit kemudian aku melihat mama nya abiah dan rahman membuka pintu pagar,aku yang sudah didepan pintu mobil pun langsung menggendong anak ku,mama nya abiah membantu memasukin barang rahman kedalam mobil.


"terimakasih yaa, aku ngerepotin kamu melulu"


mamanya abiah (amirah)"aku tidak merasa direpotkan,gimana kondisi suami kamu?"


"besok ku ceritakan,kalau kamu tidak sibuk,oh iya apakah besok suami mu kerja? aku mau minta bantuannya juga"


mamanya abiah (amirah) "besok aku dan suami ku ketempat mu setelah selesai nganter abiah sekolah,oh ya besok xaviera dan rahman bareng kami saja, sekalian mereka besok les jadi bisa dianter les sama pak supir nanti"


"terimakasih banyak,nanti aku bilang ke xaviera nya,titip salam buat gadis cantik abiah ya"


mamanya abiah "santai saja,nanti aku sampaikan ke abiah,aku titip salam buat xaviera"


aku langsung membawa rahman kedalam mobil,lalu segera menjalankan mobil menuju rumah. dan aku mengklakson kan mobil,segera menuju pulang kerumah,beberapa menit kemudian sampai dirumah aku langsung membangun kan xaviera,xaviera pun terbangun,lalu aku menggendong rahman untuk membawa masuk kekamar nya. saat aku keluar kamar menuju parkiran untuk ngambil beberapa barang,aku melihat xaviera yang tertidur di ruang tamu,lalu aku membangunkannya kemudian xaviera segera pergi ke kamar nya,lalu aku mengonci pintu pager dan pintu rumah,lalu kembali kekamar untuk bebersih dan bersiap tidur.


esok hari pun tiba

__ADS_1


aku kebangun siang jam 8 pagi,lalu aku buru buru langsung membangunkan anak anak ku rahman dan xaviera, aku kekamar xaviera ternyata xaviera tidak ada dikamar nya,kamarnya sangat rapih lalu aku ingin mencari xaviera keluar kamar,jalan menuju pintu aku melihat ada surat yang tertempel di pintu xaviera,aku membaca nya.


isi suratnya


"mama,aku dan rahman sudah berangkat ke sekolah,tadi aku bangun jam 5 subuh, lalu aku mencoba masak didapur, setelah itu aku membangun kan rahman dan menyiapkan pakaian sekolah rahman dan buku pelajarannya,lalu aku dan rahman makan bersama,maaf aku tidak membangunkan mama karna aku melihat mama yang tertidur sangat lelah sekali dan kami berangkat sama mama nya abiah,maaf ya mama kalau dapur nya jadi berantakan,mama aku sudah siapin mama nasi goreng,maaf kalau rasa nya tidak seenak buatan mama,semangat ya mama ku sayang"


lalu aku langsung menyimpan surat itu di saku dan menuju kamar rahman untuk membersihkan dan merapihkannya, sesampainya dikamar rahman dan melihat kamar rahman rapih dan bersih tidak ada sampah maupun baju kotor, aku terharu melihat anak anak ku sudah besar dan mulai ada perubahan dalam hidup nya, aku menuju dapur untuk melihat dapur dan ya tidak terlalu banyak berantakan hanya ada cucian piring dan bekas penggorengan saja. aku mencoba memakan masakan xaviera dan ternyata enak sekali, aku semakin heran darimana dia belajar memasak nasi goreng.


"hemmm ternyata anak gadis ku sudah mulai abg". saat aku sedang makan aku mendapatkan telepon dari amirah. aku mengangkat telepon tersebut.


amirah "hallo jeng,kamu udah bangun kah? aku didepan rumah kamu nih"


"oh ya jeng aku segera buka pintu nya,tunggu sebentar ya"


aku langsung menuju pintu rumah dan ternyata di kunci.


"hallo jeng kayaknya xaviera bawa kunci nya deh,atau kunci nya ada di dalam pot dilantai,sebentar saya cari cadangan kunci"


amirah "aku cari juga dididalam pot,oh jeng ketemu nih kunci nya"


"oh astaga akhirnya,yaudah dibuka saja"


pintu pun terbuka,lalu amirah memeluk aku dan amira mengucap pelan


amira "jeng,kamu yang sabar ya,aku dengar dari xaviera kalau suami kamu masuk penjara"


"ayo masuk dulu,kita ngobrol didalam saja, bang ayo masuk"


amirah dan suami nya ikut aku masuk ke ruang menonton,sesampai nya di ruang tv aku ijin untuk mandi dan bersiap siap.


"jeng tunggu sebentar,aku mau mandi dulu,kalian bisa nonton atau main ps,ada cemilan keripik dimakan saja nih"


suami nya amirah "santai saja,kami lagi gak sibuk jadi gak usah buru buru"


amirah "yasudah,sana kamu mandi dan dandan yang cantik ya"


"hehe apa sih"


aku langsung menuju kamar untuk mandi dan bersiap siap untuk pergi. setelah selesai aku langsung menelepon abang ku,abangku yang saat itu tidak tau kalau aku ingin menceraikan mas endro


"hallo bang,abang punya teman di rutan pondok bambu gak?"


abangku "teman polisi? oh ada namanya tono dia merupakan polisi penjaga tahanan,ada apa?"


lalu aku menceritakan tentang mas endro masuk penjara dan tolong titip endro.


"bang tolong bilang ke temen mu titip mas endro,aku takut mas endro digebukin sama narapidana disana"


abangku "kamu tenang saja,akan ku sampaikan ke tono"


lalu aku turun ke ruang tv melihat amirah sedang nonton drakor dan suami nya sedang main laptop.


"maaf nunggu lama"


amirah "kamu katanya mau cerita"


lalu aku menceritakan semua nya ke mereka dan aku meminta bantuan suami nya amirah untuk mencari keberadaan bos nya mas endro dan aku memberitahu nama dan nomor telepon nya bos nya yang ku ambil dari hp mas endro yang ku pegang.


amirah "astaga sahabat ku ini hidupnya sangat berat ya,kami selalu ada buat kamu kok"


suaminya "kamu tenang saja arin,aku akan mencari nya,aku ada punya kenalan hakim dan polisi yang bisa bantu bebaskan suami kamu,lalu bagaimana dengan selanjutnya?"


"aku kayaknya akan bercerai dengan mas endro,aku masih nyari pekerjaan,oh ya aku lupa aku harus masakin udang sambel buat mas endro". aku langsung menuju dapur untuk memasak ,untungnya saat itu bahan bahan masak didapur belom pada habis


amirah "mas,kamu diperusahaan media cetak dijakarta kamu ada lowongan kerja buat HR manajer kan?masukin arin saja ya"


suaminya "boleh,bilang ke arin segera masukin berkas nya besok dan besok bisa langsung mulai kerja,aku langsung pergi ya untuk mencari orang ini bersama tim aku,kamu temenin arin, anak anak nanti udah ku minta supir dan pengawal untuk jemput mereka"


amirah "terimakasih suami ku yang ganteng,sini aku cium biar kamu semangat kerjanya"


lalu didapur aku melihat amirah berjalan menuju ku.


amirah "sini aku bantuin masak,kamu mau ngulek sebanyak ini? aku bersihkan udangnya ya"


"udang udah dibersihkan,tolong siapin bumbu yang lain saja"


kami pun masak berdua dan tidak terasa selesai,lalu aku mendapat telepon dari pengacara.


pengacara "hallo"


"iya hallo bang ada apa?"


pengacara "kamu jadi ngurus surat pencabutan cerai? aku sudah mempelajari kasus suami mu,aku akan mengajukannya ke polres,aku sedang dijalan"


"tidak jadi,peceraian tetap berjalan saja"


pengacara "apa kamu yakin? lalu bagaimana endro? apa aku harus membantu nya juga?"


"bantu lah dia,nanti ada temen ku yang kesana aku sudah ngasih nomor abang,mungkin sebentar lagi akan menelepon,aku akan kesana cuman ngasih makanan saja setelah itu balik". aku langsung menutup teleponnya


amirah "akhirnya selesai juga,kalau kamu bercerai tinggal lah diapartemen ku yang kosong,nanti aku bantu isi barang barangnya,daripada kamu ngekos pengeluarannya akan banyak,oh ya kerja? suami ku bilang kamu kasih berkas lamaran besok kekantor media cetak mas ku nanti kamu kerja sebagai hr manajer mau? kamu kan ada pengalaman sebagai hrd"


"wah,terimakasih banyak untuk tawaran kerja nya akan aku ambil,kalau tempat tinggal kamu tenang saja aku punya apartemen ya hanya tiga kamar sih tapi cukup buat aku, anak ku dan bibi tinggal,tapi aku akan ngurus pindahan anak anak ku nanti setelah kenaikan kelas mereka sementara ini kami akan tinggal dikontrakan rumah"


amirah "xaviera tinggal sama kami saja,dia kan mau lulus smp, sampai dia lulus saja baru dia bisa ikut kamu,aku janji akan menjaga xaviera,xaviera udah ku anggap anak ku sendiri"


"nanti akan ku bicarakan kepada nya,apapun keputusan xaviera aku akan menghargainya,yuk kita berangkat,aku mau ambil tas"


amirah "oke ku tunggu diluar,sekalian aku minjam parfum, aku lupa bawa nya"

__ADS_1


"siap,aku ambil konci mobil sekalian"


setelah selesai semua kami langsung berangkat menuju polres,disana aku bertemu pengacara. aku yang ditemanin amirah untuk masuk kesana, dan aku berjumpa dengan keluarga dari teman temannya karyawan endro. aku masuk ke ruang tunggu di sel tersebut lalu mas endro dan teman temannya yang didalam keluar. aku ngasih makanan untuk mas endro, saat aku mau pulang ,laki laki itu datang menghampiri kita,dan aku melihat mas endro panik.


"mas aku pulang dulu,nanti pengacara ku akan mengirimkan surat peceraian, aku akan bawa anak anak ku,pengacara ku pula yang akan bantu kamu"


mas endro "kamu apaan sih?aku sudah berjanji kan mau memperbaiki semua,masa kamu mau ninggalin aku yang lagi susah seperti ini?"


"kamu yang memulai duluan bermain api,maka kamu yang harus siap terbakar,aku tidak mau anak ku mencontoh seperti kamu, permisi semua saya pamit pulang"


aku segera menuju keluar bersama amirah,aku melihat senyuman jahat dari laki laki itu,setelah keluar darisana aku langsung menuju kerumah,dan selama perjalanan pulang aku menangis didalam mobil,untungnya saat itu amirah yang menyetir.


"ayo ke kontrakan rumah yang udah ku lihat,letaknya didaerah bsd"


amirah "oke,nih hp ku kamu cari dimaps daerahnya dimana"


setelah sampai di bsd aku melihat rumah kontrakan yang kecil hanya ada 3 kamar saja, itu dengan kamar bibi setelah itu kami beli barang di ikea untuk dirumah kontrakan itu sekalian kita makan di restoran dekat ikea, aku minta perabotan rumah diantarin,dan amirah bantu nyari tukang untuk membereskan rumah tersebut,malam hari tiba dan semua telah selesai,lalu aku mengantarkan amirah kerumah nya sekalian jemput anakku dirumah amirah. sesampainya dirumah amirah aku membawa anak anak ku untuk pulang dan berpamitan oleh amirah dan suami nya.


"terimakasih ya sudah menjaga anak ku,dan terimakasih sudah bantu aku seharian tadi"


amirah dan suami nya "tidak jadi masalah,hati hati dijalan"


sesampai nya dirumah,rahman tidak tidur di mobil mereka segera keluar mobil dan menuju masuk kedalam rumah,lalu aku mengonci pintu pager dan pintu rumah aku segera kekamar xaviera,menunggu xaviera yang lagi mandi dan sambil memasuki barang barang yang penting ke dalam tas untuk xaviera study tour, setelah selesai xaviera mandi aku langsung bilang padanya.


"mama mau ngomong sama kamu dan rahman,mama tunggu dikamar mama"


lalu aku langsung keluar kamar dan menuju kamar rahman disebelah nya,aku masuk melihat rahman yang sedang menyelesaikan pr.


"sayang,mama mau ngomong sama kamu dan kakak mu,mama tunggu dikamar mama ya"


aku keluar langsung menuju kekamar ku,lalu aku mandi dan mengganti pakaian tidur, saat aku keluar dari kamar mandi aku sudah melihat anak anak ku dikasur ku.


rahman "ada apa mama manggil aku dan kakak? jangan lama ya ma aku mau belajar"


xaviera "kenapa ma?"


aku duduk ditengah anak ku,dan sambil merangkul mereka,mereka menatapku.


"mama dan papa kamu akan berpisah,sabtu nanti kita akan pindah rumah,mama sudah ada rumah untuk kalian"


xaviera "pindah kemana ma?sekolah ku bagaimana?"


rahman "berpisah kenapa? terus papa tau gak? papa kan lagi dipesantren"


"tau kok,papa mu telah menyetujui nya,sudah kamu lanjutin selesaikan pr kamu, mama mau tidur,sabtu kita akan pindah kerumah baru"


rahman "yah padahal disini aku punya teman"


"kamu disana banyak temennya nanti,sudah sana kalian masuk kekamar kalian mama sangat cape"


xaviera "mama,viera mau ngomong berdua sama mama boleh?"


"besok saja ya mama sangat lelah sekali hari ini, jangan tidur malam malam ya,selamat tidur"


xaviera "tapi ma ini penting"


"tentang sekolah mu?"


xaviera "bukan"


"tentang frans atau kevin?oh ya kamu gak pernah cerita tentang mereka loh,gimana kabar frans dan kevin?"


xaviera "sudahlah ma gak usah bahas kevin,aku sakit hati, dillah nembak kevin didepan banyak orang dan kevin terima ajakan nya ,padahal dillah pernah ngomong ke aku kalau dia suka sama pak frans, si dillah bermuka dua"


"wah jahat sekali kevin,yaudah kan masih ada frans"


rahman "cie kakak,kakak sama abang frans aja, dia sering jajanin aku"


xaviera "apa sih kamu ayoo tidur kekamar,mama besok pagi aku mau bicara penting ya ma"


"oke sayang, selamat tidur sayang sayang ku"


aku mengantar anak ku sampe keluar kamar dan aku memperhatikan anak ku masuk kedalam kamar mereka masing masing. lalu aku masuk kekamar ku dan aku langsung keruang kerja didalam kamar untuk mengeprint berkas untuk lamaran kerja di suami nya amirah besok pagi setelah antar anak anak sekolah.


di sekolah


POV XAVIERA


tiba tiba telah selesai babak kedua mereka bertanding main basket,mereka pada istirahat dillah ternyata sudah berada di tengah lapangan.


"KEVIN, AKU MENYUKAI KAMU, KAMU MAU GAK JADI PACAR AKU" dillah langsung menuju lapangan dan menyatakan cinta nya.


saat itu aku sedang duduk dibangku penonton terkejut melihat nya.dan aku melihat kevin menerima nya lalu syok ku bertambah lagi saat melihat abiah dan temen temen gengku memasuki lapangan basket dan abiah menari tangan dillah dan kevin.


abiah "kamu jahat dillah, kamu tau kan kalau kevin dan viera sudah punya hubungan lalu kamu menikung sahabat kamu sendiri, sahabat macam apa kamu? kenapa sih kamu akhir akhir ini berubah dan mencari masalah terhadap viera?"


kevin "kamu apa apaan sih abiah! dillah itu teman kamu kenapa kamu malah mempermalukan dia? aku tidak berpacaran sama viera"


abiah "aku tidak suka sahabat ku disakiti sama orang lain,kamu juga kak kevin laki laki jahat,kamu mengincar sahabat ku viera lalu kamu menerima ajakan pacaran dillah,jadi cowo jangan suka mainin perasaan cewe"


dillah "kamu gak denger apa yang kevin bilang? kalau dia tidak pernah pacaran sama viera,kevin menolong viera kemarin karena dia kalah taruhan sama aku"


abiah "kalian benar benar sangat jahat"


pak penjas "apa apaan ini,bubar kalian dillah dan abiah,kalian menggangu perlombaan saja,dan buat nama baik sekolah r*sak"


aku melihat dillah dan abiah keluar dari lapangan ,aku yang berada dibangku penonton langsung keluar menuju kekantin, akusakit hati melihat orang yang ku sayangin malah seperti itu, saat aku sudah sampai kantin aku malah bertemu geng nya kak kevin, dan ternyata mereka tidak menonton kak kevin main basket,aku yang cuek saja akan ke beradaan mereka,aku langsung mengambil makanan yang disediakan oleh sekolah,salad buah,salmon, dan jus mangga, lalu aku menuju tempat meja yang kosong.


andi "xaviera, kamu kenapa duduk disitu?"

__ADS_1


dono "sini bareng kami duduk nya,jangan duduk sendiri disitu"


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~bersambung\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2