
pagi harii jam 3 subuh...
aku dan pak frans sudah sampai di hotel dan sudah disambut oleh abiah, pak frans yang sudah jalan masuk ke hotel duluan, baru disusul oleh aku dan abiah,saat aku dan abiah masuk ke hotel aku melihat dillah sedang berbicara sama seseorang di pojokan hotel dibalik dinding. ku mengajak abiah mendekat dan menguping pembicaraan mereka.
abiah "dia siapa?". aku langsung menutup mulut abiah
pembicaraan mereka.
dillah "kamu kok disini om?"
alex "papa kandung mu masuk penj*r*\, mami kamu tau tapi dia merahasiakan\, mama nya si xaviera akan bercerai dengan papa kamu\, papa kamu punya pabrik keramik\, saya akan bantu kamu untuk bisa dapatin pabrik keramik akan jadi milik kamu\, asalkan kamu mau memberi aku uang 200jt"
dillah "kamu gila ya minta ke anak smp 200jt"
alex "atau kamu kamu memberi aku saham pabrik keramik tersebut, kamu setuju?"
dillah "oke aku akan kasih 20% saham ke kamu, tapi kamu fikirkan cara agar papa aku bisa keluar dari sel tanpa ketahuan mama nya xaviera dan xaviera, dan buat papa aku bercerai dengan mama nya xaviera"
alex "itu urusan gampang, aku akan membuat papa nya tergila gila sama aku"
dillah "bagus, sana pergi, kabarin aku lagi kalau sudah berhasil, dan bantu aku lagi"
alex "apa?"
dillah "fotoin papa aku didalam sel tahanan"
alex "tapi papa nya xaviera juga papa kamu loh"
dillah "laki laki tua itu juga papi saya"
dillah "pokoknya aku akan memberikan pelajaran ke Xaviera"
alex "apa yang aku dapatin dari bantu kamu?"
dillah "aku sudah bilang saham 20%"
alex "hanya itu saja? aku tidak mau bantu kamu untuk mencelakain Xaviera"
dillah "aku akan turutin apa yang kamu mau"
alex "aku ingin kamu menjadi asisten aku seumur hidup kamu"
dillah "oke tidak jadi masalah,sana pergi"
alex kemudian mencium dillah, dan pergi meninggalkan dillah, aku dan abiah syok mendengar pembicaraan mereka lalu syok melihat dillah dikiss, aku melihat dillah pergi dan menuju ke lift.
abiah "untung aku memvideokan itu, ih apa sih tuh perempuan itu, kamu tenang saja xaviera kalau dia berani bermain api maka kita harus bermain api"
aku tidak menjawab pembicaraan abiah, karena aku masih syok dengar pembicaraan dillah, dan mimpi aku ternyata sebagai petunjuk kalau aku dan dillah satu bapak, aku ingin pulang kerumah untuk menanyakan semua kepada mama aku.
abiah "kenapa bengong?"
"aku memikirkan apa aku dan dillah benar benar satu papa kandung"
abiah "kamu tenang saja aku punya daddy yang bisa melacak, aku akan minta pertolongan daddy aku, ayo kita kekamar, kamu mandi sana aku sudah mandi"
"huh ayoo, kita berangkat jam 4 tapi aku belum siap siap"
abiah "aku sudah menyiapkan barang barang kamu, tinggal kamu masukin aja pakian basah kamu dan pakaian kotor mu ke dalam koper"
"terimakasih kembaran ku yang baik"
kemudian kita masuk ke dalam lift menuju lantai atas untuk kekamar sesampainya didepan kamar kita langsung menuju masuk ke kamar yang sudah dibukain oleh tini.
"hai guys aku punya burger untuk kalian"
nur "viera kamu kemana saja sih? aku tungguin tau, ayo kita makan setelah itu beres beres"
"okee, aku juga mau beres beres kemudian mandi"
tini "kamu tidak makan burger nya?"
"nanti saja aku sudah kenyang"
abiah "okee ini burger kamu dan naget kamu"
aku melihat mereka bertiga makan, dan aku juga membereskan pakaian, kemudian aku mandi terlebih dahulu kemudian memasuki baju kotor dan ada sedikit baju kotor karna sisa nya sudah masuk laundryan dihotel sudah menyiapkan laundryan, saat semua sudah masuk kekoper lalu aku mengambil tas kecil aku dan tongkat, koper aku, koper abiah, nur dan tas tini langsung ditaro di kursi roda aku,saat itu aku memakai tongkat, nur dan tini sedang ganti gantian mendorong kursi roda, kami turun ke bawah dan menuju bis, saat sudah didepan bis pak frans membantu memasukan tas,koper dan kursi roda , lalu kami bertiga menuju masuk kedalam mobil, saat itu hari jam 4 subuh. aku duduk dipinggir dan abiah di pojok, semua sudah masuk kedalam bis, bu wali kelas mengabsen semua nama murid didalam bis kemudian pak frans gantian berbicara.
frans "anak anak semuanya kita akan pergi ke bogor,silahkan kalian cek barang kalian ada yang ketinggalan?"
tini "ada pak"
ibu wali kelas "apa?turun ambil barang kalian"
murid murid satu bis "jejak kaki ibu"
ibu wali kelas "anak anak diam okey"
murid murid "haaha oke ibu cantik"
kita semua tertawa, dan kemudian bis berjalan menuju Bogor, saat itu tidak macet dan perjalanan sangat lancar, 3 jam telah sampai di bogor dan menuju Curug Leuwi Lieuk, Bogor. aku melihat ke arah abiah, dan abiah mengajak aku berbicara.
abiah "aku sudah minta tolong ke daddy aku, kamu tenang saja, kita pikirkan cara untuk memberi pelajaran"
"okee, aku masih mikir gimana caranya, mungkin dibantuin om alaric juga benar"
bus sudah sampai ke tujuan pertama yaitu curug leuwi lieuk bogor, kita dikasih waktu 4 jam disana,kita jalan menuju tempatnya, saat ini jam setengah sembilan pagi sesampainya disana ada yang berenang ada yang foto foto, aku hanya foto foto disana, bahkan aku ada foto foto bersama pak frans, ketika aku sedang menikmati keindahan alam disana aku hanya duduk saja setelah foto foto ,pak frans yang melihat aku duduk kemudian menghampiri aku dan mengajak aku berfoto berdua kemudian mengobrol bersama.
frans "indah ya"
"iya alam nya sangat indah"
frans "dan cantik"
"iya cantik"
frans "kamu yang cantik"
"hahaha, masa sih?"
frans "gimana kaki kamu?"
"sudah membaik, tinggal menunggu kering saja luka nya"
frans "sebentar ya aku mau kumpulin semua anak anak murid"
pak frans meminta anak anak berkumpul untuk mendengar arahan pak frans, dan kami semua berkumpul. lalu pak frans menjelaskan informasi nya.
frans "oke, semuanya perhatian ya dengarkan saya berbicara, selanjutnya kita akan berkemah di Amiril hill Camp & Adventure, kami sudah menyediakan tenda dan tas ransel, tenda tersebut berisikan sepuluh orang jadi masing masing wali kelas kalian sudah membuat susunan nya, kita tidak menginap di hotel atau villa melainkan di tenda, nanti saat kalian sudah sampai di bis kalian siapkan baju yang kalian mau masukin ke tas ransel tersebut, bawa peralatan obat juga, bawa yang penting penting saja, dan jangan lupa jaket, ada yang tidak bawa jaket?"
empat murid "saya pak"
frans "oke ada empat murid nanti akan saya pinjamkan jaket nya"
frans "jangan ada yang bawa koper, jangan ada yang misah dari teman teman kalian mengerti semua?"
murid murid "mengerti pak"
frans "disini kita cuman 3 jam saja setelah itu kita kembali ke bus, jangan lama, dan jangan pergi jauh jauh"
murid murid "siap pak"
frans "guru guru akan membagikan kalian makanan, jadi berbaris lah"
semua anak murid sedang berbaris, aku hanya duduk diam saja, setelah semua anak murid kebagian lalu makanan aku sudah diambilkan oleh abiah, kita makan bareng semuanya sebelum berenang kembali. aku yang saat itu tidak berenang jadi santai saja untuk makan, setelah murid murid semua sudah makan mereka melanjutkan berenang nya. 40 menit telah berlalu masing masing ada yang sudah selesai, dillah,nur dan tini sudah selesai dan sudah berganti baju lalu kami menuju ke bis untuk memindahkan pakaian ke tas ransel, aku dibantu oleh abiah dan tini untuk memindahkan pakaian,dan obat2an aku ke tas ransel.
"abiah, tini terimakasih banyak ya, aku sudah merepotkan kamu"
abiah "tidak masalah"
tini "sama sama, ayo kita masuk ke bis, kayaknya si nur sudah masuk duluan"
kami masuk ke bis, ibu wali kelas seperti biasa akan mengabsen orang didalam bis, satu persatu murid diabsen dan ternyata dillah tidak ada didalam bis.
ibu wali kelas "kemana dillah? kalian ada yang melihat dillah?"
seluruh murid menjawab "tidak melihat"
pak frans "oke, saya akan mencari dillah di luar,tunggu ya bang supir"
supir bis "siap pak"
pak frans kemudian mencari dillah, 10 menit berlalu tidak ada kedatangan pak frans maupun dillah, kemudian 30 menit berlalu ternyata pak frans belom juga datang, dan akhirnya ibu wali kelas bilang ke guru penjas untuk mencari pak frans ke air terjun.
bu wali kelas "ayo pak kita cari pak frans dan dillah"
pak penjas "saya saja yang mencari nya"
saat pak penjas mau turun kebawah, tiba tiba dari arah sana dillah datang sambil berlari lari.
bu wali kelas "kamu kemana saja dillah?"
__ADS_1
pak penjas "ada apa? apa kamu ketemu pak frans?"
dillah "pak frans, pak frans menolong saya tapi pak"
bu wali kelas "kamu jangan bercanda dillah"
pak penjas beserta guru laki laki lainnya dan warga lokal langsung menghampiri pak frans bareng dillah, kami didalam bis bingung apa yang terjadi, kemudian ibu wali kelas masuk ke dalam bus.
ketua kelas "ada apa ibu? kenapa dillah pergi lagi"
bu wali kelas "kalian semua tenang ya, mereka sudah panggil ambulan"
"ada apa ibu? kemana pak frans?"
bu wali kelas "kata dillah pak frans terbawa hanyut saat membantu dillah"
ketua kelas "itu tidak mungkin ibu, pasti dillah yang melakukannya"
bu wali kelas "sudah kalian tenang disini, dan xaviera jangan kemana kemana, sudah banyak yang bantu nyari pak frans"
"dillah nya kenapa ikut bu?"
bu wali kelas "karena dia yang tau lokasi terakhir pak frans"
dillah "pak frans pasti baik baik saja xaviera"
dillah berusaha buat aku tenang, kemudian ibu wali kelas menelepon kepala sekolah,dan kepala sekolah meminta anak anak murid langsung menuju tempat kemah, dan kepala sekolah sudah menyuruh orang untuk mencari pak frans ,mengirim guru pengganti, beserta mobil, lalu dengan ijin kepala sekolah semua bis berangkat menuju perkemahan bersama dengan guru guru wanita, 30 menit sampai di tempat perkemahaan, aku yang masih sangat khawatir dengan pak frans dan saya tidak bisa melakukan apapun karena kaki saya,sesampainya ditempat kemah, kami langsung turun dan naik jeep ganti gantian untuk sampai atas, sampai di tenda aku dan teman teman aku yang lain langsung menaruh tas di dalam tenda, aku yang mencoba menelepon daddy nya abiah tanpa abiah tau, kemudian telepon diangkat.
daddynya abiah "hallo viera kenapa?"
"om, aku butuh bantuan om"
daddy nya abiah "apa yang bisa om bantu?"
"tolong kirim mobil ke tempat kemah aku, dan 3 orang laki laki"
daddy nya abiah "ada apa?"
"pak frans hilang, saya mau mencarinya aku mohon om"
daddy nya abiah "dalam waktu 30 menit om akan kesana, kamu share lokasi ya"
"terimakasih om"
saat ini jam menunjukan pukul 2 siang, kami mulai makan indomie dan sayuran yang dibuat oleh anak laki laki memakai api unggun tiap kemahan. sambil menunggu datang daddy nya abiah, aku memikirkan cara bagaimana aku bisa kabur tanpa sepengetahuan abiah, aku sedang enak enak makan mie tiba tiba saja daddy nya abiah telah datang dan menuju ke wali kelas kami.
nur "itu daddy kamu kan abiah?"
abiah "hah? daddy aku gak mungkin datang kesini"
aku yang mendengarnya dan melihat nya kaget dan bingung mau menjelaskannya bagaimana.
abiah "daddy kenapa kesini". abiah berteriak pada daddy nya.
daddy nya menghampiri ke tempat kemah kamu dengan wali kelas.
wali kelas "abiah, dan dillah beresin barang barang kalian, daddy abiah minta kalian berdua pulang"
abiah "ada apa daddy?"
daddy "sudah kamu dan viera ikut daddy saja"
abiah dan aku langsung menuju tenda kemah dan langsung membereskan barang kami untuk dibawa, lalu daddy abiah membawakan tas aku dan abiah menuju bis untuk dipindahkan ke bus , di tuntun oleh ibu wali kelas.
wali kelas "saya antar kalian ke bis"
daddy "terimakasih ya ibu sudah jaga dua anak gadis saya"
wali kelas "sama sama"
lalu aku,abiah,dan daddy naik mobil nya abiah, sementara ibu guru kelas B dan wali kelas aku naik jeep mereka mengantar menuju bis, sesampai nya di bis.
daddy "kalian jangan turun, biar daddy yang ambil koper kalian"
abiah "oke daddy"
kemudian daddy turun.
abiah "kamu tau gak alasan daddy jemput kita? apa aku harus tanya mami aku"
"jangan!!"
"aku meminta pertolongan ke daddy kamu untuk cari pak frans, aku berfikir pak frans tidak terbawa hanyut tapi dicelakai oleh dillah"
abiah "aku juga berpikir seperti itu, lalu kenapa aku tidak kepikiran untuk meminta tolong daddy aku ya"
"ahahaha aneh kamu"
abiah "terus kita mau melakukan apa untuk mencari pak frans?"
daddy nya abiah yang langsung masuk ke dalam mobil kemudian langsung membuka jendela dan berbicara ke guru.
daddy nya abiah "terimakasih ya teachers sudah menjaga dua anak gadis saya yang sangat nakal ini"
ibu guru kelas B "tidak jadi masalah kok pak, hati hati dijalan ya kalian"
ibu wali kelas "hati hati dijalan ya"
abiah dan aku "iyaa ibuu, byee ibu"
mobil berjalan keluar dari perkemahan.
daddy "daddy sudah menyuruh orang mencari keberadaan pak frans, kalian tenang saja, dan daddy juga masih mencari pelakunya"
"apakah kita mau mencari pak frans om?"
daddy "tidak, kita akan pulang kerumah, teman kamu dillah membayar pembunuh bayaran untuk menyelakai kamu viera,jadi kamu om bawa ke rumah om"
abiah "dillah? tujuannya apa daddy?"
daddy "daddy juga tidak tau sayang, tapi ada orang terdekat kalian yang bersekongkol dengan xaviera"
abiah "siapa daddy?"
daddy "nur"
"gak mungkin nur"
abiah "ah aku sudah menduga pelaku nya dia"
"apa om ada informasi tentang pak frans?"
daddy "anak buah om belom memberikan info apapun terkait pacar kamu itu"
"dia bukan pacar saya loh om"
daddy "kamu tidak bisa membohongi saya viera, saya tau si frans meminta kamu untuk jadi pacar nya"
abiah "hah? jadi kamu pacaran sama om om"
"dia bukan om om ya abiah"
abiah "aih bukannya kamu tidak dibolehkan pacaran sama mama?"
"asalkan kamu tidak mengadu ya mama aku tidak akan tau"
daddy "beres itu,asalkan kamu pacarannya sehat maka om tidak akan bilang apapun kepada orang tua kamu"
abiah "aku boleh pacaran juga gak daddy?"
daddy "boleh, bawa cowo kamu ketemu daddy oke?"
abiah "viera, kenalin aku cowo dong"
"nanti aku cari yang cocok buat kamu"
daddy "dasar kalian tuh masih kecil loh"
mobil berjalan menuju jakarta.
"om aku kepikiran pak frans"
daddy "kamu tenang saja"
perjalanan sampe ke tangerang membutuhkan waktu 5 jam, aku dan abiah tertidur didalam mobil sementara hari sudah jam 5 sore, om alaric membangunkan aku dan abiah.
alaric "anak anak bangun"
abiah "ada apa daddy? apa kita sudah sampai?"
"kita dimana nih om? kayak restaurant?"
__ADS_1
alaric "yes tuan putri kita sudah sampai di restaurant, ayo kita makan , daddy sudah lapar"
abiah "aku juga lapar"
"sama aku juga lapar, gimana kondisi pak frans om? pasti pak frans juga lapar, soalnya siang tadi aku tidak melihat pak frans makan"
alaric "nanti saja kita bicarakan didalam, ada seseorang yang mau bertemu kita"
lalu kami bertiga masuk ke dalam restauran yang mewah itu, dan om alaric ternyata sudah memesan meja untuk kita dan pelayan mengantarkan kami ke tempat duduk yang sudah dipesan, ternyata disana ada seorang laki laki dan bersama dillah. tempat tersebut pemiliknya adalah om alaric
abiah "kok dillah ada disini daddy?"
alaric "kita ikuti permainannya"
pelayan "silahkan tuan untuk duduk"
alaric "tutup pintu restaurant, jangan sampai orang tau"
pelayan "siap tuan"
dillah "apa apaan ini, lepasin saya"
"dimana pak frans?"
dillah "saya tidak tau viera"
abiah "jangan bohong kamu!!"
alaric "saya kasih kamu waktu 10 menit untuk mengakui nya atau saya tidak kembalikan mama kamu"
dillah "maksud kamu apa? lepasin mama saya"
alaric "kenapa kamu benci xaviera dan malah mencelakai frans?"
dillah "bukan urusan kamu pak tua"
alaric menelepon seseorang disebrang sana ternyata orang itu adalah mama nya dillah.
mama nya dillah "tolong bantu aku, dillah kamu berbuat apa diluar sana"
dillah "mamaa, mama dimana? xaviera ingin mencelakai aku"
alaric "itu bohong, anak ibu mau celakai putri saya viera"
mamanya dillah "dillah jangan ganggu viera,mama sudah bilang berkali kali kenapa kamu tidak mau menurut"
dillah "karena viera aku tidak diakui oleh endro, endro itu papa aku bukan papa xaviera"
"tidak benar, dia bukan papa kamu"
dillah "tau apa kamu? aku juga anak nya papa endro tapi malah kamu yang jadi anak kesayangan, sebelum papa endro menikah dengan mama kamu, papa endro sudah menikahi duluan mama aku, mama aku menikah dengan papa aku dan melahirkan aku, tapi saat mama kamu menikah dengan papa endro, papa endro menceraikan mama aku dan membiarkan mama aku lahir sendirian"
mamanya dillah "cukup dillah, kamu berbuat apa? jangan macam macam sama keluarga alaric, hidup kita akan miskin, papi kamu akan kehilangan jabatannya"
dillah "gak mungkin mah"
"dia menghilangkan pak frans, dan menyelakai pak frans"
dillah "itu bohong"
telepon langsung dimatikan oleh pak frans. dan dillah hanya diam saja tanpa rasa ketakutan yang ada rasa benci.
alaric "kamu tau kan berurusan dengan siapa? katakan dimana frans atau mama kamu akan sengsara"
dillah "bukan saya yang melakukannya"
alaric "tapi dimana frans kamu sembunyikan?"
dillah "saya hanya disuruh orang untuk mencelakai nya dan saya beneran tidak tau dimana frans, saat saya mau membantu mencari nya ternyata saya sudah dibawa oleh anda"
alaric "siapa yang menyuruh kamu?"
dillah "felicia, saya memang benci viera tapi saya tidak membenci pak frans, saya hanya diancam oleh felicia, saya benaran tidak tau posisi pak frans dimana, saat itu saya disuruh berdiri di pinggir jurang, lalu pak frans mendatangin saya dan disana benar benar tidak ada orang, karena tempat tersebut sudah disewa khusus untuk sekolah kita jadi aku bisa melancarkan aksi aku, saat pak frans mulai mendekat aku mendorongnya dan dia terjatuh"
alaric "mana hp nya dillah"
bodyguard "ini tuan"
alaric "berapa paswordnya?"
dillah "buat apa?"
alaric "kalau kamu mau bekerja sama dengan aku, kamu saya kasih uang 100 juta dan tas dior,dan melepaskan mama kamu, apakah kamu mau?"
dillah "saya mau, satu sampai sepuluh"
alaric kemudian mengetik angka 12345678910, kemudian pasword salah.
alaric "pasword salah, jangan permainkan saya"
dillah "satu sampai sepuluh, bukan angka loh"
alaric mengetik lagi satu sampai sepuluh, kemudian ponsel terbuka, alaric mencari nomor felicia dan menelepon felicia. sebelum menelepon felicia, alaric sudah meminta dillah untuk berbicara ke felicia, dan memspeaker, aku dan abiah melihat saja sambil memakan steak daging
alaric "kamu bicara ke felicia,tanyain dia dimana, dan kamu jangan membongkar rahasia, ingat nyawa mama kamu ada disaya"
felicia "hallo\, dillah kamu dimana sih? frans sudah ada bersama aku nih\, bagaimana lancar gak menc*l*k viera?"
dillah "aku otw kesana, share lokasi aku akan kesana, aku gagal menc*lk viera"
felicia "oke, kita beri chat melalui hp frans biar viera yang datang sendiri"
dillah "ide yang bagus, share lokasi biar aku kesana, jangan lupa"
felicia "bawel oke oke, hati hati sama alaric, jangan sampe ketahuan dengan alaric"
dillah "alaric siapa?"
felicia "disini ada alex, dan papa kamu endro, aku tunggu disini ya"
dillah "gak mungkin ada papa endro"
felicia "datang lah kalau kamu tidak percaya,yasudah aku tutup dulu teleponnya"
beberapa menit kemudian felicia sudah mengeshare lokasi dia yang ternyata berada di kuningan jawa barat, kemudian alaric.
alaric "bawa dia ke sebuah ruangan, sampai saya temukan felicia dan frans, kamu berikan ke saya hp kamu"
dillah sudah dibawah oleh 3 bodyguard kemudian om alaric mengantar kami pulang kerumah, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang dan ya makanannya belum habis tapi om alaric belom makan, 1jam sudah sampai rumah abiah, aku disambut oleh mama aku dan mama nya abiah.
mama aku "akhirnya kamu pulang juga, nak papa kamu sudah dibebaskan sementara tapi saat mama mau jemput, papa kamu malah menghilang"
alaric "tenang saja saya tau keberadaannya, pokoknya kalian semua tidak ada yang boleh keluar dari rumah ini, kamu jaga mereka semua didalam, kasih info ke saya kalau ada penyusup"
mama nya abiah "ada apa sayang? apa kita akan diserang orang?"
alaric "biarkan anak kamu yang menjelaskannya, aku pergi dulu, kamu ikut saya".
om alaric meminta 2 bodyguard kepercayaannya untuk mengikutin nya.saat om alaric pergi aku dan abiah langsung disuruh masuk kekamar nya abiah, aku dibantu bawain koper dan tas ransel dari sekolah menuju kamar nya abiah,dan kursi roda aku dibiarkan di ruang tamu.
mamanya abiah "sana kalian berdua mandi, siapa yang mau mandi duluan?"
abiah "viera saja, aku mandi nya lama"
"oke, aku mandi, mama bantu aku lepasin celana"
mama aku kemudian bantu aku melepaskan baju dan celana, dan aku langsung mandi gak butuh waktu lama hanya 10 menit aku selesai dan sudah berganti pakaian, kemudian aku keluar kamar mandi melihat mama sudah memegang obat betadin dan perban untuk kaki aku, kemudian mama aku menggantikan perban, abiah masuk kamar mandi dan mama nya abiah datang sambil membawakan makanan untuk kami.
"aku sudah makan mami"
mama "makan lagi saja, mami sudah siapin dari tadi untuk kalian"
"okee, aku makan"
aku malah disuapin oleh mami, dan mama aku bertanya.
mama "apa yang terjadi? kenapa kamu dijemput pulang oleh om alaric? dan kenapa om alaric panik gitu? kamu harus cerita sama mama dan mami"
"nanti saja tunggu abiah keluar dari kamar mandi"
butuh waktu 30 menit abiah keluar dari kamar mandi, dia sudah selesai mandi, sudah berpakaian lengkap dan sangat wangi.
"abiah,ceritakan ke mama dan mami apa yang terjadi,aku bingung mau bicara gimana"
abiah "lah kok aku? kamu saja"
mami nya abiah "siapa yang mau cerita,cepatlah kami penasaran"
abiah "jadi gini..."
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~bersambung\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1