Brokenside

Brokenside
Bab 21


__ADS_3

10 hari telah berlalu, setelah balik dari jepang aku hanya mempersiapkan pengunduran dari sekolah, dan papa sudah bantu aku juga untuk mencari homeschooling yang terbagus di kota malang dan mendaftarkan aku, hari ini aku sudah bersiap siap untuk ke bali bersama dengan papa ku, adik ku rahman dan pak frans. kami berangkat jam 9 pagi, saat ini sudah jam 5 pagi kami sedang memasukan koper kedalam mobil, saat ini memakai mobil dari pak frans yang memakai supir pribadi pak frans.


frans "sudah dimasukin semua koper nya, ada yang tertinggal?"


papa "sebentar ya papa cek dulu kedalam"


frans "masuklah xaviera, rahman"


"iyaa"


aku dan adik aku masuk kedalam mobil duduk dibagian belakang, aku duduk di tengah, aku memainkan hp, menscroll social media, pak frans masuk duduk disampingku.


"kok kamu duduk disampingku?"


frans "kenapa? papa mau duduk didepan"


papa "sudah kamu duduk sama viera saja, papa didepan, frans nanti dibali papa minta tolong jagain viera, dia jangan sampe lepas"


"lah papa, emangnya aku anak kecil?"


papa "kamu kalau lepas ada saja masalah nya"


rahman "benar itu pa"


mobil sudah berjalan menuju bandara, membutuhkan waktu 1 1/2 jam sampai dibandara dan mobil telah sampai, lalu kami turun dari mobil dan pak frans segera menurunkan koper, aku mengambil troli bersama adik aku setelah dapat troli kami langsung menghampiri pak frans.


"inii troli nya"


pak frans menaruh semua koper secara satu persatu setelah koper sudah dinaikan lalu kami langsung menuju bording pas, saat bording pas.


karyawan bandara "berapa barang?"


frans " 2 koper di taro dibagasi"


(papa bawa 1 tas duffle, aku membawa koper sedang, 1 tas slingbag dan 1 tas ransel, adik aku membawa koper kecil, pak frans membawa 1 tas duffle, 1 tas waist bag)


karyawan bandara "tiket nya, dan ktp"


frans "pa, boleh minta ktp"


papa "di viera"


frans "ktp papa mana sayang?"


"hah? oh sebentar aku ambil dulu" (aku membuka seleting slingbag ku kemudian mengambil dompet papa ku dan mengambil ktp kemudian aku mengasih ke pak frans)


"inii ktp papa" (aku menaruh lagi dompetnya papa kedalam tas)


frans "terimakasih sayang" (mengelus rambut ku)


"pa, ktp papa aku yang pegang ya"


papa "iya, jangan sampai hilang"


pak frans mengasih ktp papa ke karyawan bandara, saat ini aku sedang duduk di troli barang, setelah pak frans selesai pak frans mendorong troli yang aku dudukin.


rahman "astaga kakak, kakak kan sudah besar"


"mas, berhentii aku mau turun malu diliat orang"


frans "tunggu sampai escalator itu, nanti kamu turun"


setelah sampai di escalator aku turun, dan kita langsung naik ke escalator.


papa "gate berapa ?"


frans "gate 11"


papa "sekarang jam?"


frans "jam 8 :30 , ayoo lari paa"


kami berlari larian menuju gate 11, aku berpegangan dengan adik ku berlari larian, nama kita dipanggil.


"waduhh, nama kita sudah dipanggil"


saat sampai di gate 11 sudah jam 9, kita langsung diantar oleh karyawan perempuan menuju pesawat, saat sampai dipesawat kita mencari tempat duduk, aku duduk sama pak frans dan orang asing. aku duduk didekat jendela. aku memakai sealtbelt.


frans "viera"


"hmmm"


frans "minjam tangan kamu ya" (pak frans merangkul tangan aku)


"mau ngapain sih" (bisik ku)


frans "mau tidur, nanti kalau sudah sampe bangunin ya"


"iyaaa"


aku melihat pesawat sudah take off, dan pak frans sudah tidur, samping pak frans wanita, ibu ibu, aku melihat tante tante itu tidur kepala nya menyender ke bahu pak frans, sementara pak frans tidur kepala nya menyender ke bahu ku, pramugari lagi mempraktekan cara makai pelampung dan kawan kawannya. setelah pramugari menerangkannya, aku melihat ke arah jendela,melihat banyak awan. saat aku sedang menikmati melihat awan pak frans ,dan iante tante itu kebangun dan aku pura pura tertidur


tante "maaf ya mas saya tidak sengaja"


frans "ah tidak apa apa mba, namanya juga tidur pasti tidak sadar"


tante "ah iyaa, mas nya baik banget, sudah punya kekasih kah mas?"


frans "ini pacar saya lagi tidur, langsung memegang kepala ku untuk menyandar ke bahu pak frans"


tante "yahh, kalau belum tadi mau minta nomor nya"


pak frans tiba tiba saja Kiss aku, aku sangat syok banget, dan aku langsung bangun kemudian memegang tangan pak frans sangat kencang.


frans "sayang" (sambil berbisik)


"lagian kamu enak saja kiss kiss aku, huh! aku kesal sama kamu"


frans "maaf, kamu kan tadi tidur lucu jadi aku kiss, wah jangan jangan kamu pura pura tidur" (berbisik)


ada pengumuman dari pilot kalau pesawat sudah sampai di bali dan mau landing, pak frans memegang tangan ku.


frans "setelah sampai aku mau mengajak kamu jalan jalan"


"tidak bisa, aku mau pergi sama abiah"


frans "tidak boleh, kamu kan sudah pergi ke jepang sama abiah"


"ih itu 10 hari yang lalu ya"


frans "yaudah aku temanin kamu pergi sama abiah"


"okeee siap"


pesawat sudah mendarat dibali, kami semua sudah turun dari pesawat,dan mengambil koper dibagasi pesawat kemudian menuju keluar dari bandara, sesampainya di depan bandara papa mengajak aku berfoto di tulisan welcome bali, aku berfoto berdua dengan adik aku, foto bertiga dengan papa ku lalu aku berfoto dengan pak frans, setelah itu kita sudah dijemput oleh mobil, dan langsung menuju mobil.


supir "hallo pak frans "


frans "hy pak, langsung ke villa di dewata ya"


supir "baik pak"


kami langsung masuk kedalam mobil, pak frans menaruh koper ke bagasi dibantu oleh pak supir, papa duduk didepan,aku dan adikku duduk dibelakang,pak frans dan supir masuk kedalam mobil, mobil mulai berjalan menuju hotel.


"emangnya kita mau menginap divilla mana? biar aku chat abiah supaya nanti bisa ketemuan di villa"


papa "ngapain ? kita kan satu villa di bali sama keluarga alaric"


"hah? ohhh yaudah"

__ADS_1


frans "om alaric punya villa pribadi dibali jadi dia meminta kita menginap disana juga"


rahman "asikkk bertemu dengan kakak abiah, aku mau menginap barang kakak abiah dan kakak juga ya"


"tidak boleh, kamu tidur sendiri saja"


frans "rahman kamu tidur sama abang saja"


rahman "sama papa juga?"


papa "papa tidak menginap di villa itu, papa mau bertemu teman papa, nanti papa minta diturunin di caffe xxxxx"


frans "ohhh yasudah paa, pak nanti tolong antarkan papa saya ya ke caffe itu"


"papa mau bertemu sama siapa? terus nanti kita pulang ke malang gimana?"


papa "kita ke malang kan sama frans juga, bareng saja, papa hanya pisah villa sama kalian"


"kenapa sih pa? papa menginap dimana?"


papa "hotel dibali, kamu tenang saja"


"tapi nanti papa datang kan ke pernikahan mama?"


papa "datang, kamu kan juga harus bantu om kamu untuk mengurus pernikahan mama kamu besok, jadi papa tidak bisa bertemu, kita bertemu saat mama mu menikah ya, dan nanti ke malang bareng papa"


"okee lah papa"


papa "frans, titip anak saya ya viera dan rahman"


frans "iyaa papa, aku tidak akan tinggalin viera dan rahman"


"papa, jangan aneh aneh diluar sana"


papa "hotel dibali, kamu tenang saja"


"tapi nanti papa datang kan ke pernikahan mama?"


papa "datang, kamu kan juga harus bantu om kamu untuk mengurus pernikahan mama kamu besok, jadi papa tidak bisa bertemu, kita bertemu saat mama mu menikah ya, dan nanti ke malang bareng papa"


"okee lah papa"


papa "frans, titip anak saya ya viera dan rahman"


frans "iyaa papa, aku tidak akan tinggalin viera dan rahman"


"papa, jangan aneh aneh diluar sana"


mobil telah sampai di caffe tujuan papa aku.


papa "kalian tidak usah turun, biar papa saja yang mengambil tas nya frans"


frans "bisa pa?"


papa "bisaa, tolong jaga anak anak papa ya"


frans "iya papa"


setelah papa turun dari mobil dan mengambil tas nya, mobil berjalan menuju hotel, beberapa jam kemudian mobil telah sampai di villa, kami langsung turun dari mobil.


mama "viera, setelah dari bali kamu ikut mami ke california ya"


"aku tidak mau, aku akan pergi ke malang, dan papa sudah mendaftarkan sekolah ku"


mama "kamu sudah menjadi tanggung jawab mama, hak asuh kamu ada ditangan mama"


"aku tau tapi mama tidak boleh maksa"


mama "mama minta maaf sama kamu ya atas apa yang terjadi waktu itu, mama benar benar menyesal, mama mohon kasih mama satu kali kesempatan lagi untuk merawat kamu"


"aku bisa jaga diri aku sendiri, dan aku mau jaga papa aku"


"aku tau, tapi papa aku tidak pernah menjual aku"


mama "kamu belom mengenal bagaimana sifat asli papa kamu"


"sudah lah ma, aku akan tetap tinggal sama papa"


mama "okee, mama akan pakai pengacara untuk"


amirah "sudahlah arin, biarkan dia mengambil keputusan dia sendiri, dia tuh bukan anak kecil lagi"


daddy elvan "If you have a problem in Malang, just contact Daddy, later Daddy will send someone to help you, and if you have a school holiday, come to California, your daddy's and mom's house"


"yes daddy"


om elvan sangat baik ke aku, bahkan dia sudah menganggap aku sebagai anak nya sendiri, om elvan memberikan aku kartu atm yang berisikan 200jt untuk biaya aku sekolah, dan akan mengisi nya tiap bulan, dan om elvan juga bilang ke aku jangan memberitahu papa ku, sampai saat ini aku belom memberitahu papa ku,tapi tetap saja aku tidak mau tinggal sama mama ku karena kejadian itu membuat aku trauma, aku sampai saat ini tidak tau kenapa om elvan mau menikah sama mama ku secara dadakan seperti ini.


om alaric "ayoo masuk, eh ada frans"


frans "hallo om"


kami langsung masuk kedalam villa ternyata villa ini menghadap ke laut.


"daddy can i talk to you? only two of" (daddy bisakah aku bicara denganmu? hanya berdua)


daddy elvan "yes, let's go to the beach down there" (ya, mari kita pergi ke pantai di sana)


kemudian aku turun ke pantai dibawah sana, mama mengijinkan aku berbicara dengan daddy elvan, setelah sampai di pantai


"daddy I want to return this atm card, I don't deserve this" (daddy saya ingin mengembalikan kartu atm ini, saya tidak pantas menerima ini) (aku mengasih atm ini ke daddy


daddy elvan "I don't want to accept it, take this for your school fees, can daddy ask for one thing?" (Aku tidak mau menerimanya, ambillah ini untuk biaya sekolahmu, bolehkah daddy meminta satu hal?)


daddy memberikannya kembali lalu aku memasukan kedalam dompet kemudian masukan kedalam tas


"whats is it, daddy" (apa itu daddy?)


daddy "Daddy just wants you to be a successful kid, your mom said you want to be a doctor? prove to daddy that you can be a doctor, daddy will send monthly money through the atm, use it for your needs, buy the books you want, make up, or your hobby,promise to daddy you must be a successful" (daddy hanya ingin kamu menjadi anak yang sukses, kata imama kamu kamu ingin menjadi dokter? buktikan pada daddy bahwa kamu bisa menjadi dokter, ayah akan mengirimkan uang bulanan melalui atm, gunakan untuk kebutuhanmu, belikan buku yang kamu inginkan, make up, atau hobimu, janji pada daddy kamu pasti sukses)


"thanks daddy, but this is too much, daddy can i ask you something?" (terima kasih daddy, tapi ini terlalu banyak, daddy bisakah aku menanyakan sesuatu?)


daddy "what?" (apa)


"please take good care of my mom and please take care of my brother,may i ask something" (tolong jaga ibuku baik-baik dan tolong jaga adik aku, bolehkah aku bertanya sesuatu)


daddy "yes princces, i promise "(ya putri ku, saya berjanji)


"do you know my noisy problem with my mom?" (apakah Anda tahu pertengkaran saya dengan mama saya)


daddy "I know you were sold by your mother to that man, I have caught the man, and tortured him, at first the man was in Alaric but I asked him to take him away from Indonesia, I have tortured him, I know you are very disappointed with your mother, i know your mother divorced your father because your father cheated on you, and i only asked your mother to marry when she divorced, we are still in touch, but i will try to make your mother turn into a good mother"


(Aku tahu kamu dijual oleh ibumu kepada laki-laki itu, aku sudah menangkap laki-laki itu, dan menyiksanya, awalnya laki-laki itu ada di Alaric tapi aku memintanya untuk membawanya pergi dari Indonesia, aku telah menyiksanya, aku tahu kamu sangat kecewa dengan ibumu, aku tahu ibumu menceraikan ayahmu karena ayahmu selingkuh, dan aku hanya meminta ibumu menikah ketika dia bercerai, kita masih berhubungan, tapi aku akan mencoba membuat ibumu berubah menjadi ibu yang baik)


"daddy you have to promise me whatever happens, never leave my mom and brother" (daddy kamu harus berjanji padaku apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan ibu dan kakakku)


daddy "yes, I promise you, remember, you also have to promise me that you can take care of yourself, is there anything else you want to talk about?" (ya, saya berjanji, ingat, Anda juga harus berjanji kepada saya bahwa Anda dapat menjaga diri sendiri, apakah ada hal lain yang ingin Anda bicarakan?)


"do you love my mom?" (apakah kamu mencintai mama saya?)


daddy "I love your mom very much, but she chose your daddy and ended up always hurting your daddy, sorry, I didn't mean to badmouth your papa" ((Aku sangat mencintai ibumu, tapi dia memilih papamu dan akhirnya selalu menyakiti papamu, maaf, aku tidak bermaksud menjelek-jelekkan ayahmu)


"yes my papa is a jerk man as a husband,but he is not a man who sucks to be a father, I myself still don't believe that my father is like that but in reality it's like that, he always covers up his shortcomings in front of me, he covers up with him being a father who is wise, firm, and always spoils me"


(ya papa saya adalah pria brengsek sebagai seorang suami, tapi dia bukanlah pria yang payah untuk menjadi seorang ayah,Aku sendiri masih tidak percaya kalau ayahku seperti itu tapi kenyataannya seperti itu, dia selalu menutupi kekurangannya di hadapanku, dia menutupinya dengan menjadi ayah yang bijaksana, tegas, dan selalu memanjakanku.)


daddy "parents don't want their children to be like themselves, every parent is always firm so that their children become good people, and become what they want"


(orang tua tidak ingin anaknya menjadi seperti dirinya sendiri, setiap orang tua selalu tegas agar anaknya menjadi orang yang baik, dan menjadi apa yang diinginkannya.)

__ADS_1


"but not with my mother, she even made her child worse" (tapi tidak dengan ibuku, dia malah merusak anaknya)


daddy "I heard from my personal lawyer and your version, where do you want to hear from?" (Saya mendengar dari pengacara pribadi saya dan versi Anda, dari mana Anda ingin mendengar?)


"lawyer?" (pengacara?)


daddy "said the lawyer, the man confessed to my lawyer that the man threatened your mother with a knife on his neck, he said he would kill your mother and sent people to kill you and your sister, your mother didn't want to then he raped your mother, and he still forced to use you, finally Arin was forced to agree" (kata lawyer ,laki laki itu mengaku ke lawyer saya kalau laki laki itu mengancam mama kamu dengan menggunakan pisau dileher nya, dia bilang dia akan membunuh mama kamu dan mengirimkan orang untuk membunuh kamu dan adik kamu, mama kamu tidak mau kemudian dia memperkosa mama kamu, dan dia tetap memaksa untuk memakai kamu, akhirnya arin terpaksa bersedia)


daddy "Alaric knows that, he has listened to everything, because I tortured that man in front of Alaric"


"that's not what I meant, why use a lawyer? do you want to report this man to the police?" (bukan itu yang saya maksud, mengapa menggunakan pengacara? apakah Anda ingin melaporkan orang ini ke polisi?)


daddy "police? why should report? before I went to Bali that man was killed by me and Alaric"


"did you kill him?" (bisikku)


daddy "yes princess"


daddy "do you want to hear your mama's version?"


"isn't it the same?"


daddy "binggo"


om alaric "you've been talking for so long,what is the topic of conversation?"


"om, did you kill him?"


om alaric "Who? elvan? he's still alive"


"the male *** offender"


om alaric "hey! kamu masih anak kecil, ayo ikut om, lets go elvan"


om alaric merangkul pundak ku dan kami menuju masuk kerumah


om alaric "dimana papa kamu? apa dia tidak berani datang?"


"dia datang bersama ku, tapi dia tidak menginap di villa ini, om bagaimana reaksi mama ku tau laki laki itu telah mati?"


om alaric "mau tau siapa yang membunuhnya?" (sambil berbisik ke aku)


"kalian berdua kan?"


om alaric "mama kamu, kami hanya melihat nya"


"oh tidak mungkin, kata daddy dia bilang kalian berdua"


om alaric "itu karena dia tidak berani bilang kalau mama kamu yang melakukannya, dan ya kami berdua juga yang melakukannya, tapi yang megang pistol itu bukan kami berdua" (bisik om alaric)


"huh! seharusnya biar aku saja yang melakukannya"


om alaric "tidak boleh, kamu kan mau menjadi dokter jadi tidak boleh melakukan kejahatan, dan tidak boleh dendam, hidup mu sekarang sudah aman, dan kalau si papa mu buat masalah kabarin saya, biar saya yang hajar dia, sama frans juga kalau dia nyakitin kamu biar saya hajar dia"


daddy "are you dating frans, princess"


"no, I haven't received it, he did say he loves me and asked me to be his girlfriend but I haven't answered him yet, even his family is very good to me, later I will introduce daddy and uncle to the frans family"


om alaric "wow not yet accepted but already want to introduce his family"


"aih om bukan gitu maksud ku"


om alaric "nanti om bilang ke frans untuk bawa keluarga nya ke bali"


saat kami sampai didalam rumah.om alaric berbicara kepada frans.


om alaric "frans, bilang ke seluruh keluarga kamu untuk ke bali, karena kami ingin kenal dengan keluarga ku"


frans "oh iya om, keluarga saya besok datang je bali"


daddy "what are they talking about?"


mama "Alaric asked Frans to bring his family, and Frans's family had come to Bali"


mama "tante mengundang keluarga kamu untuk datang, sudah tante sampaikan ke papa nya viera dan rahman, tante juga mau minta maaf dan terimakasih ke keluarga kamu"


frans "minta maaf apa ya tante dan terimakasih untuk apa?"


mama "sudah membantu viera,dan minta maaf karena sikap saya dihotel itu"


"bisa tidak sih tidak usah membahas hal itu, ayo abiah kita pergi"


abiah "kita kekamar yuk, koper kamu sudah dimasukin kedalam kamar"


rahman "aku ikut"


abiah "ayoo"


"tidak boleh, sana pergi"


om alaric "viera tidak boleh kasar sama adik kamu, biar adik kamu ikut, kami mau membicarakan urusan orang tua, dan frans tinggal sini ya. aku, abiah dan adik ku pergi menuju kamar.


pov pak frans (di ruang tamu)


mama "frans, kamu tau kemana papa nya viera?"


frans "dia pergi, katanya tadi mau bertemu dengan temannya dibali"


mama "frans, tante minta maaf sudah gagal menjadi seorang ibu yang baik untuk nya, dan saya sudah gagal menjaga nya"


frans "iyaa tante, asalkan tante tidak mengulangi nya saja,untung nya viera tidak hamil dan tidak kena penyakit menular, kalau dia sampai hamil dan kena penyakit aku bisa saja menikahi dia tapi dia akan hancur, bukan hanya fisik nya saja tapi mental nya juga hancur"


mama "apa kamu membawa nya ke dokter?"


frans "dokter iya untuk mengecek seluruh kesehatan tubuh nya, dan dokter psikiater juga, dia perlu waktu tante untuk memaafkan tante, dia tidak membenci diri tante,tapi dia membenci sikap tante, dia mempunyai ekspetasi lebih tentang mama nya tapi dia kecewa karena mama nya tidak seperti ekspetasi dia"


mama "tante sangat menyesal frans, apa kamu mencintai dia?"


frans "aku sangat mencintai dia, kalau aku tidak mencintai dia buat apa aku bisa bersikap sampai sejauh ini, aku menerima dia apa ada nya"


daddy "hi frans, may i speak to you, i speak to you as a father of viera"


frans "yes Mr. elvan"


daddy "please take care of vierra don't make her hurt i see she loves you too, if she yells at you please tell her nicely don't ever hit her,I really doubt that Viera lives with her father" (tolong jaga vierra jangan buat dia terluka aku lihat dia juga mencintaimu, jika dia membentakmu tolong katakan padanya dengan baik jangan pernah memukulnya, aku sangat ragu Viera tinggal bersama ayahnya)


alaric "I also doubt that, take it easy Elvan I've sent people to look after Viera from afar" (Saya juga ragu, tenang saja Elvan saya sudah mengirim orang untuk menjaga Viera dari jauh)


frans "why?"


mama "apa yang kamu ketahui tentang papa nya viera?"


frans "viera pernah bicara ke aku kalau papa nya selingkuh dan papa nya baru saja keluar dari penjara"


tante "hanya itu saja yang kamu tau?"


mama "kamu tau papa nya selingkuh dengan siapa?"


frans "viera bilang dengan wanita lain"


mama "bukan, tapi dengan laki laki lain"


frans "what? serius tante? viera bersama dengan papa nya bukan suatu hal yang tepat, apalagi dia akan homeschooling"


om alaric "hmm ya, tapi kamu tenang saja om akan mengirimkan bodygard untuk menjaga nya"


frans "bagaimana aku bisa tenang, aku akan ke malang aku tidak mau kejadian itu terulang lagi, aku akan segera menjaga"


tante amirah "sudah yuk kita pergi keluar, kita makan diluar ,sebentar aku panggil anak anak"

__ADS_1


tante amirah pergi ke kamar menghampiri viera,abiah dan rahman


__ADS_2