
setelah selesai praktek senam aku dan teman teman lainnya menuju lapangan untuk menonton permainan basket, saat tim kevin bermain basket aku berteriak menyemangatin kevin kemudian tim kevin dan lawan sedang beristirahat aku dari bangku penonton langsung menuju tengah lapangan ,untuk menyatakan cinta.
"KEVIN, AKU MENYUKAI KAMU, KAMU MAU GAK JADI PACAR AKU"
kevin "aku mau"
saat kevin mau peluk tiba tiba tubuh aku didorong oleh abiah, dan aku melihat tini,abiah dan nur.
abiah "kamu jahat dillah, kamu tau kan kalau kevin dan viera sudah punya hubungan lalu kamu menikung sahabat kamu sendiri, sahabat macam apa kamu? kenapa sih kamu akhir akhir ini berubah dan mencari masalah terhadap viera?"
kevin "kamu apa apaan sih abiah! dillah itu teman kamu kenapa kamu malah mempermalukan dia? aku tidak berpacaran sama viera"
abiah "aku tidak suka sahabat ku disakiti sama orang lain,kamu juga kak kevin laki laki jahat,kamu mengincar sahabat ku viera lalu kamu menerima ajakan pacaran dillah,jadi cowo jangan suka mainin perasaan cewe"
dillah "kamu gak denger apa yang kevin bilang? kalau dia tidak pernah pacaran sama viera,kevin menolong viera kemarin karena dia kalah taruhan sama aku"
abiah "kalian benar benar sangat jahat"
pak penjas "apa apaan ini,bubar kalian dillah dan abiah,kalian menggangu perlombaan saja,dan buat nama baik sekolah r*sak"
kemudian aku pergi ke pinggir lapangan bersama dengan kevin, aku melihat abiah,nur dan tini keluar lapangan, saat aku menembak kevin aku melihat viera ingin menangis saat ini aku ingin melihat lagi tapi viera sudah menghilang, aku segera ke bangku penonton untuk mencari xaviera ternyata tidak ada. aku juga bertemu dengan kak felicia.
"ibu melihat xaviera kemana?"
felicia "kesana tadi, mungkin menangis, sini kamu ikut saya"
tangan aku dipegang kak felicia menuju gudang sekolah yang dekat dari lapangan basket,kami berdua masuk ke gudang tersebut.
"ada apa sih kak narik narik tangan aku,nanti kalau ada yang melihat kita berdua gimana?"
felicia "sudahlah, aku tidak mau banyak basa basi, saya sudah bilang jauhin xaviera dengan frans tapi kenapa kamu pacaran sama kevin?"
"karena aku mencintai kevin, aku akan bantu kakak, tapi lepasin"
felicia "apa jaminan ke aku kalau kamu mau bantu aku?"
"apa kamu tidak percaya sama aku? aku adalah adik nya kamu kak"
felicia "oke aku mempercayai kamu, asalkan kamu benar benar membantu aku"
"siap, yasudah sana jauh jauh dari aku, biar orang tidak tau kalau kita kakak beradik".
felicia "aku akan mengikuti frans dan kamu jaga xaviera okay?"
aku langsung buru buru keluar dari gudang, dan segera menuju lapangan basket, aku menonton pertandingan basket duduk di bangku penonton, saat itu ada nur dan aku menonton bersama nur, aku melihat pak frans sedang menonton pertandingan, kemudian si felicia datang menghampiri frans, saat felicia duduk disamping frans, frans langsung saja pergi entah kemana. aku hanya melihat felicia mengikuti frans, saat pertandingan telah usai dan penonton hanya sedikit yang menonton, akhirnya tim basket sekolah Haor menang, saat itu aku menghampiri kevin untuk memberi selamat dan minuman yang ku beli
"sayangg, selamat yaa, ini minuman buat kamu"
kevin "terimakasih sayangku, jadi kan hari ini?"
"jadi dong,sana kamu ganti baju, supir kamu udah nunggu diluar"
edwin "mau kemana bro? kita mau makan makan"
kevin "kalian saja, gua mau nemenin cewe gua belanja untuk studytour besok, pelatih saya pulang duluan"
pelatih "dasar bucin, hati hati pacaran tuh"
kevin "siap pelatih, kamu tunggu disini ya aku mau ganti pakaian, bro titip pacar gua ya,jangan digodain"
edwin "beres kapten"
teman yang lain "siap, aman lah cewe lo sama kita kita"
setelah kevin pergi aku masih duduk didekat anak basket, menunggu kevin yang berganti pakaian dan anak anak basket masih ada yang meminum dan mengobrol, hari sudah petang, aku memutuskan untuk bermain game di handphone, saat aku asik bermain handphone tiba tiba kak edwin mengajak bicara ke aku
edwin "kok bisa ya kevin memilih cewe seperti ini? ketimbang mantan nya, padahal mantannya cantik loh"
restu "iya ih, heran banget si kevin ninggalin cewe secantik dan sebaik mantannya"
pelatih "sudah sudah ,jangan buat keributan, mereka berdua cocok kok"
edwin "masih cocokan sama xaviera, tapi untung sih xaviera nolak kevin"
"apa sih, xaviera tuh yang dibuang oleh kevin"
edwin "dibuang? Kamu fikir sampah?"
restu "oh comeon guys jangan buat keributan biarkan saja, paling juga mereka gak akan lama pacaran, karena mantan kevin sangat cantik"
"berisik ya kalian!!"
kevin yang sudah berganti pakaian kemudian datang ke lapangan.
kevin "ada apa ini bro, ribut ribut"
edwin "cewe lo gak asik, masa gue bercandain kok dia mengamuk"
"itu sayang masa teman kamu membanding bandingkan aku dengan mantan kamu"
kevin "ayok kita pergi,katanya mau beli cemilan untuk studytour"
kemudian aku dan kevin berangkat ke mobil, saat itu supir kevin sudah menunggu lama didepan sekolah, sudah sampaii di mobil, kevin membuka pintu untuk aku, aku masuk kedalam mobil, lalu kevin masuk ke mobil melalui pintu sebelah kanan, mobil berjalan menuju mall di bsd yaitu mall alam sutra, disepanjang jalan aku berbicara ke kevin didalam mobil.
"sayang,teman teman mu itu membanding bandingkan aku dengan mantan kamu, terus dia ngatain kamu"
kevin "biarkan saja, tidak usah di pikirkan ucapan mereka, mereka tidak kenal kamu, aku yang kenal kamu, apapun omongan orang tentang kita jangan didengarin ya?"
"iyaa, tapi kamu harus janji sama aku kalau jangan tinggalin aku apapun yang terjadi"
kevin "aku tidak suka berjanji, aku akan membuktikan kepada kamu"
"aku disuruh oleh kakak aku felicia untuk menc*l*Ki viera\, dan mendekatkan viera ke kamu"
kevin "lalu? apa kamu ingin mengikuti kakak kamu? viera terlalu baik ke kamu, kayaknya kalian berdamai saja, aku juga tidak tertarik dengan viera"
"aku berdamai dengan viera? tidak mau"
kevin "apa? karena papa mu tidak menganggap kamu anak? apa viera tau kalau dia punya kakak seperti kamu? kalau dia tau mungkin dia sangat senang dan bisa nerima kamu,menurut aku itu urusan kamu dengan papa kamu, viera dan keluarganya tidak tau apapun tentang kamu anak dari papa viera"
"kamu membela viera? kamu masih mencintai viera?"
kevin "aku tanya kekamu, sejak kapan aku mencintai viera? dan nanti aku coba tanya ke viera apakah dia tau kalau kalian saudara kandung"
"iya tanya saja, paling dia sudah dikasih tau papa nya, sudahlah aku malas berbicara ke kamu, yang selalu membela viera"
kevin "aku tidak membela siapapun, aku berharap kamu bisa berdamai dengan viera"
"tidak akan berdamai"
setelah perdebatan yang panjang akhirnya mobil sampai di mall alam sutra, setelah itu kami di turunin di lobby, supir nya kevin menunggu diparkiran, karena didalam mall kami tidak lama, hanya mampir ke minimarket dan beli roti, saat itu aku dan kevin menuju tempat roti, aku dibelikan banyak roti oleh kevin, lalu kita ke minimarket, aku belanja susu,biskuit,minuman 1 litter, chiki,dan cemilan lainnya,kemudian kami mengantri untuk membayar, saat ini aku yang bayar belanjaan, saat sedang mengantri handphone aku berbunyi, kemudian aku mengambil handphone ku didalam tas ransel, ingin melihat siapa yang menelepon,saat ketemu handphone nya dan aku bisa melihat ternyata yang menelepon adalah kak felicia.
kevin "siapa yang nelepon?"
"si felicia, males lah aku mengangkatnya". kemudian hp tersebut aku matikan data, silent dan masukin ke dalam tas
kevin "angkat saja mungkin penting?"
"tidak mau, dia paling mau nyuruh nyuruh aku lagi, cape aku disuruh sama dia"
giliran aku yang membayar belanjaannya, kasir telah menghitung total belanja aku ternyata.
kasir "lima ratus ribu rupiah, bayar nya pakai apa? debit atau cash"
"debit, nih kartunya"
kevin "kamu belanja banyak banget, padahal cuman lima hari"
"buat stok dikamar aku"
kevin "pakai kartu saya saja"
kasir "mau pakai kardus?"
kevin "boleh mba, pake kardus saja"
"ih gak usah, pake itu aja". aku kemudian menarik kartu kevin, dan mba nya memakai kartu aku, lalu aku mengetik pasword atm ku,dan bisa kebayar, kemudian aku mengembalikan kartu atm ke kevin, dan mba kasir membalikan kartu ke aku, kemudian mba nya memasukin belanjaan aku kekardus, dan kevin bantu angkat kardus ke trolii
"terimakasih mba" aku yang mendorong troli menuju tempat parkir mobil.
kevin "makan yuk, aku lapar"
"ayo, aku mau makan mie ayam didekat sini ada yang enak"
kevin "keluar dari mall?"
"iyaa,didepan mall, kita taro barang barang ke mall, lalu ajak supir kamu makan juga,mobil tinggal saja diparkiran,tempat makannya di depan mall ini"
kevin "dipinggir jalan?"
"iya ayo". aku yang buru buru keluar dari mall menuju tempat parkir mobil, si kevin menghubungi supirnya menanyakan tempat parkir nya dimana, dan kevin sudah tau dimana kita langsung menuju kesana, sesudah sampai disana pak supir membantu membawakan barang barang aku kedalam mobil kemudian aku memasukan roti aku kedalam mobil didalam saku tempat duduk mobil.
pak supir "ayo non tuan, naik"
"pak ikut saya makan mie ayam didepan, mobil tinggal saja diparkiran"
kevin "ayo pak ikut saja, ketimbang dia marah marah"
"apa sih kamu", tangan aku yang langsung digandeng oleh kevin dan pak supir ngikut dari belakang,saat kita sudah sampai di jalan raya mau menyebrang, kemudian pak supir bantu sebrangin kita, setelah itu kita sampai ditempat mie ayam terenak.
"mba, aku mau pesan mie ayam ceker satu,kamu apa dan bapak apa?"
kevin "mie ayam pangsit dan ceker dua, bapak sudah saya pesankan"
mba yang jualan "oh iya silahkan duduk"
mba yang jualan "minumnya apa?"
kevin "es teh manis dua, bapak apa?"
pak supir "teh tawar panas satu"
saat kami sudah duduk, aku mengecek hp didalam tas ,ternyata ada sepuluh panggilan tak terjawab dari felicia, dan dua puluh panggilan tak terjawab dari mami, saat aku tau aku langsung menelepon mami untuk nanyain ada apa.
"hallo mami"
mami "mama telepon kamu tuh diangkat ya bukannya malah didiamkan, gak usah kamu pakai hp, kamu pulang hp kamu mama sita"
"ihh mami apa sih?ada apa mami?"
mami "pulang kamu ya, kamu dimana? kakak kamu teleponin kamu gak kamu angkat, gara gara kamu kakak kamu di tahan oleh satpam"
"gak mungkin kan mami,kakak bilang sama aku mau pergi sama pak frans"
mami "pulang kamu kerumah mami tunggu"
"iya iya". aku langsung menutup telepon, aku yang sangat malas pulang kerumah dan mengabaikan pesan mami.
Kevin "mami kamu nelepon? Ada apa sayang?"
"Biasalah si felicia cari perhatian ke mami aku,jadi aku disuruh pulang"
Kevin "kita langsung pulang saja,mie ayam nya dibungkus saja"
"Tidak usah,makan disini saja tidak apa apa kok kita makan baru pulang"
Kevin "yaudah kalau itu mau kamu"
Mba yang jual mie ayam langsung mengantarkan pesanan kamu mie ayam dan minuman. Lalu kami bertiga makan mie ayam dan meminum,kamu menikmatin makan dan ternyata hp aku ada yang menelepon kali ini dari felicia.
"Ada apa lagi sih nih orang nelepon,menyebalkan banget"
Kevin "angkat saja siapa tau penting".
Aku langsung mengangkat telepon
"Ya ada apa?"
Felicia "kamu tuh menyebalkan banget jadi adek,dimana kamu hah?"
"Makan mie ayam,kenapa sih ish"
Felicia "beliin aku 1 porsi ya,kamu yang bayar"
"Okey bye". Aku langsung menutup teleponnya. Baru mau masukin makanan ke dalam mulut ternyata felicia menelepon lagi
"Ada apa sih?"
Felicia "aku belum selesai berbicara"
"Bicaralah"
Felicia "besok study tour aku sudah meminta mantan suami aku untuk menghipnotis xaviera\,pokoknya kamu harus memisahkan xaviera dari abiah itu\,setelah mantan aku menghipnotis \,kemudian aku akan menaruh pecahan k*c* ke dalam sepatu viera"
"Hmm ada lagi?"
Felicia "tugas mu saat ini hanya menjauhkann xaviera dari teman teman nya okay?"
"Beres itu tapi ada uangnya tidak?"
Felicia "aku sudah memberi kamu uang"
"Itu tidak cukup,kalau daddy tau kelakuan kakak pasti kamu diusir dari rumah"
Felicia "okay aku akan bayar uang tutup mulut kamu dan uang jalan"
__ADS_1
"dua puluh jutat deal."
Felicia "uang darimana aku segitu"
"Okay sepuluh juta"
Felicia "deal dasar adek mata duitan"
Aku langsung menutup teleponnya dan ingin melanjutkan makan,tapi aku melihat pak supir dan kevin berjalan menuju kasir,aku melanjutkan makanan yang diganggu oleh felicia dan mama ,kevin membayar tagihan makanan setelah dia membayar dia kembali ke tempat duduk, aku yang buru buru makan.
Kevin "tidak usah buru buru makan santai saja, aku udah pesanin tiga mie ayam komplit untuk mama kamu,kakak kamu dan daddy kamu"
"Hmm terimakasih banyak,aku ganti uang nya nanti"
Kevin "tidak usah,tenang saja makan lah pelan pelan"
Aku yang mendengarnya tetap saja makan buru buru karena mau segera sampe rumah, setelah selesai makan dan minum lalu kami menuju parkiran mall,kami yang disebrangin oleh pak supir, setelah menyebrang kami langsung menuju mobil,dan sesampainya di mobil kami masuk kemudian mobil berjalan menuju rumah aku. mami aku masih menelepon ke handphone aku langsung mengangkatnya.
mami "hei anakku, kamu dimana? apa kamu lupa jalan pulang?"
"aku disuruh kakak beli mie ayam jadinya aku beli mie ayam deh"
mami "ya sudah langsung pulang ya nak"
"iya mami , ini lagi jalan pulang paling 20 menit sampai"
mami "kamu sama siapa?"
"kak kevin dan supir nya"
mami "oke hati hati dan langsung pulang"
"iya mamii". mami langsung menutup teleponnya
kevin "mami kamu nelepon lagi?"
"iyaa"
kevin "pak mobil nya dibawa cepat ya"
supir "siap tuan"
mobil bergerak cepat menuju rumah aku, dan beberapa menit kemudian mobil telah sampai didepan rumah aku, aku turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah ditemanin oleh kevin.
"assalamualaikum mami"
mami "waalaikumsalam"
kevin "tante, maaf sudah bawa dillah tanpa kasih tau tante"
mami "lain kali ijin ke tante terlebih dahulu ya kevin"
kevin "iya tante"
"sudah malam , kamu tidak mau pulang?"
kevin "iya ini aku mau pulang"
mami "hati hati ya kevin"
kevin "iya tante". kemudian dia salim mama aku
mama aku mengantar kevin ke depan, aku melepaskan sepatu ,aku masuk kedalam rumah, menaruh mie ayam diatas meja makan kemudian aku berjalan menaiki tangga menuju kamar aku,sesampainya dikamar aku langsung menaruh tas,barang belanjaan, menuju kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi dan berpakaian aku menuju barang belanjaan aku untuk aku masukan ke koper mini, saat aku mau duduk untuk membereskan barang barang dan pakaian aku pintu kamar aku dibuka oleh seseorang ternyata felicia.
felicia "aku kesal banget, masa si frans bilang ke satpam kalau aku mau mencuri hp nya dan aku juga bingung gimana caranya itu hp frans ada ditangan aku"
"kok bisa? satpam mana? terus kamu bisa keluar gimana?"
felicia "mami yang menjemput aku, kemudian mami juga menjelaskan nya, pulang pulang aku dimarahin mami"
felicia "jadi ceritanya seperti ini, aku mengikut pergi sama frans, xaviera dan abiah menuju mall, dan saat sampai dimall, aku ikut turun bersama frans eh tiba tiba saja frans berteriak meminta tolong datang lah satpam aku langsung dibawa satpam tapi frans bilang ke satpam kalau dia sudah punya istri dan anak, dia menunjukan foto istri nya lagi memegang anak"
"hah?? apa ?? pak frans sudah punya istri dan anak?? kakak yakin?"
felicia "awalnya aku tidak yakin tapi aku melihat jari nya ada cincin ya ku fikir dia sudah punya istri dan anak"
"wah berarti xaviera selingkuhannya, aku ada ide cemerlang"
felicia "apa?"
"kakak cari tau istri nya siapa, setelah itu kita kasih informasi ke istri nya kalau pak frans selingkuh dengan anak smp"
felicia "wah ide yang bagus nanti mereka berdua akan berantem dan berpisah, oke aku akan cari tau siapa istri nya"
"Ada lagi yang kakak ingin bicarakan?"
felicia "kamu membeli banyak makanan ringan, aku boleh minta?"
"ambil lah di lemari makanan ringan aku disana"
felicia "oke adik"
felicia kemudian menuju lemari dan mencari makanan mana yang mau dia bawa untuk studytour, kemudian dia membawa 5 jenis makanan ringan.
felicia "aku ambil lima ya, terimakasih"
"sama sama"
kak felicia langsung keluar dari kamar aku, dan aku masih sibuk memasukan barang yang penting kedalam koper mini, setelah selesai aku membereskan barang barang untuk dibawa studytour, aku langsung menuju bufet untuk mengechas handphone ku. Aku langsung menuju kasur untuk tidur.
“oke alarm sudah dipasang jam 3 subuh, waktunya untuk tidur”
Aku yang memejamkan mata untuk memasuki dunia mimpi tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, alarm di handphone berbunyi menandakan sudah pukul 3 subuh, aku bangun dari mimpi aku, dan aku melihat mami masuk ke dalam kamar aku.
Mami “kamu tuh, mami mau bangunin kamu, eh ternyata kamu sudah bangun duluan, sana mandi daddy kamu mau anter kalian berdua”
“iya mami”. aku menuju kamar mandi untuk bersiap siap, setelah semua sudah selesai, aku menuju ruang makan sambil membawa koper mini dan sling bag
Mami “eh anak gadis mami sudah selesai mandi, kalian berdua kenapa gak mau satu koper saja? Kakak kamu bawa koper jinjing, kamu bawa koper mini”
Felicia “aku tidak satu kamar sama dia mom, jadi kita bawa tas beda beda”
“mami, air nya dingin, aku mandi menggigil”
Felicia “lebay”
“apa sih!!”
Daddy “stop! Kalau kalian masih mau berantem lebih baik kalian berdua tidak usah berangkat, dillah kamu lupa kejadian yang membuat kamu diskors?”
“aku masih mengingat nya”
Daddy “apa?”
“aku menyebarkan gosip teman ku ke sosial media dan grup seluruh murid SMP haor”
Felicia “kok cuma aku sih daddy? Aku akan jaga dillah?”
Daddy “bagus, daddy tidak mau dengar info buruk tentang kalian berdua , mengerti?”
Aku dan felicia “mengerti daddy”
Daddy “daddy juga akan menghukum dillah, setelah study tour selesai daddy akan berhenti memfasilitasi kebutuhan kamu, kamu akan daddy kasih uang bulanan 1juta harus cukup”
“tidak bisa begitu dong daddy”
Mami “dillah, tidak boleh membantah orang tua”
Daddy “dan kamu daddy pindahkan ke kampung nenek mu di kalimantan”
“aihh daddy tidak adil, aku juga tidak akan membuat masalah kalau tidak disuruh”
Daddy “jangan mau disuruh suruh orang, mengerti?”
“iya mengerti daddy,jadi kalau orang itu menyuruh aku, aku akan bilang hadapi daddy aku baru bisa menyuruh aku”
Daddy “ide yang bagus, cepat habiskan makanan kalian, daddy tunggu di mobil”. daddy menuju mobil sambil membawakan koper ku dan koper jinjing milik felicia
Aku dan felicia sudah menghabiskan roti bakar dan susu, kemudian kami berlari menuju mobil.
Mami “hei jangan lari larian”
Sesampainya di depan mobil, mami aku menyusul kami, kami langsung menyalamin mami.
Mami “felicia jaga adik mu dengan baik, jangan buat masalah, kalian harus menjaga satu sama lain, hati hati dijalan, kabarin ke mami kalau kalian sudah sampai dibandung”
Felicia “iya mami”. felicia masuk ke dalam mobil dia duduk dibangku depan
Aku memeluk mami ku kemudian aku lepas dan menuju masuk kedalam mobil, aku membuka kaca,mobil berjalan menuju sekolah, aku yang masih dadah dadah ke mami.sampai mobil sudah keluar dari perumahan.
Felicia “daddy, aku belum dikasih uang jajan”
“aku juga daddy”
Felicia “tidak usah ikut ikut”
Daddy “jangan ribut! Mau daddy turunkan dari mobil?”
Felicia dan aku “tidak mau”
Daddy “nanti saat sampai didepan sekolah kalian, daddy akan kasih uang saku untuk jajan disana”
“oke daddy”.
Kami bertiga langsung terdiam dan menikmati jalan subuh subuh, saat ini pukul 4:30, perjalanan dari rumah ke sekolah membutuhkan waktu 30 menit, jalanan tidak macet jadi kita sudah sampai di tempat kumpul, disana sudah banyak bis dan teman teman yang lainnya,kemudian daddy ngasih aku uang jajan sebanyak 1.000.000, felicia dikasih uang 2.000.000, aku langsung salim daddy aku, dan aku langsung jalan keluar dari mobil duluan, dan aku mencari nur, aku menelepon nur lalu diangkat.
“nur kamu dimana? Aku didepan bis A”
NUR “nih aku baru sampe, tunggu ya aku jalan ke bis A”
“okee aku tunggu”
Aku bertemu dengan guru wali kelas aku.
Wali kelas “dillah, kamu duduk sama dea”
Dea “iya ibu”
Pintu bis sudah terbuka, aku masuk kedalam memilih tempat duduk di tengah tengah bersama dea, dea yang mau duduk dipinggir jadi aku mengalah untuk duduk dikaca, dea sahabat ku dari Sekolah Dasar yang baik, dan dia tidak pernah memihak aku ataupun xaviera, ketika aku membuat masalah dengan xaviera dia akan memarahi aku karena dia tidak suka keributan, aku yang sudah duduk di pojokan,dan aku memilih untuk tidur supaya nanti pas bangun sudah sampai, aku langsung memejamkan mata ku untuk tidur
Tujuan hari ini :
1. museum geologi bandung 09:00 - 14:00
3. lembang park & zoo 14:00 - 17:00
4. Rumah makan 17:00 - 20:00
4. hotel 'lembang view hotel' 20:00 - 07:00
bis sudah berangkat saat ini sedang berada di toll, tidak macet, kami di dalam bus sedang karoke, teman ku ada yang bernyayi, 2 jam kemudian tiba lah di rest area menuju bandung, ada sebagian yang ke wc ada juga yang membeli makanan, bus istirahat selama setengah jam,aku dibangunin oleh dea, karena dea minta temanin ke toilet, lalu kami turun dari bis menuju toilet, aku yang saat itu juga sedang sakit perut ,kami berdua saling tunggu tungguan didepan kamar mandi, dea yang menunggu aku kelamaan.
Dea “cepat sedikit dillah”
“iyaa, ini aku sudah selesai”
Dea “nanti kita bisa ditinggal bus”
“huh! Sabar dong, nih aku sudah selesai”. dea langsung menarik tangan ku menuju bus, diperjalanan aku meminta dea lepas tangan aku tapi dia tidak mau.
“hey deaa, aku belum mencuci tangan aku”
Dea “aish tidak usah mencuci tangan, kita sudah ditunggu nih sama guru guru”
Benar saja kata dea kalau pak frans didepan bus sedang menunggu kita berdua.
Pak frans “kalian kemana saja?”
“maaf pak, perut saya sakit, tadi buang hajat dulu”
Pak frans “kalian langsung masuk saja”
Aku dan dea langsung masuk kedalam bis dan ke tempat duduk, kemudian disusul oleh pak frans.
Wali kelas “dea anindya, dan dillah putri”
Dea “saya ibu”
“saya ibu”
Pak frans “langsung jalan saja pak”
sudah selesai bis kemudian berangkat menuju bandung yang saat itu hanya 1 jam lagi sampai di museum geologi, 1 jam kemudian... bis sudah sampai di museum geologi bandung, kami semua turun dari mobil dan mulai masuk ke depan pintu masuk museum, saat itu sudah jam 9:30, kami semua berbaris dan masuk sesuai barisan yang dipanggil, saat kelompok aku dipanggil kami lamgsung masuk kedalam museum, aku yang satu kelompok dengan dea, dea selalu memegang tangan aku takutnya aku kabur, si felicia menghampiri aku.
Felicia “hei, saya mau berbicara sama dillah, saya pinjam dillah nya boleh?”
Dea “boleh ibu”
Aku dan felicia jalan keluar menuju samping museum, felicia yang keluar pertama kemudian disusul oleh aku, setelah sampai di samping museum
“ada apa sih kak?”
Felicia “kamu lupa dengan janji kamu ke aku?”
“ya masih ingat, buat misahin xaviera dari dillah dan teman teman nya”
__ADS_1
Felica “dan harus jauhkan dari frans”
“nanti sesudah dari museum mereka akan sholat di masjid saat itu baru bisa memisahkan mereka dari xaviera, kakak tenang saja, asalkan aku tidak terlibat dalam urusan kamu”
Felicia “ya kamu tidak akan ketahuan”
Aku langsung pergi dari situ kemudian menuju museum lagi ternyata mereka semua telah selesai, lalu kami menuju masjid, aku dan dea ke mesjid, saat semua sudah sampai dimesjid, ganti gantian untuk wudhu, aku melihat nur telah selesai, kemudian aku menghampiri nur.
“nur, gimana masih ingat kan rencana kita?”
Nur “siap, nanti aku yang bawa viera menjauh dari teman temannya, tapi aku tidak mau ketahuan ya”
“beres kalau begitu”
Nur “rencana selanjutnya apa?
“mantan suami kakak aku akan menemui viera, dia akan menghipnotis viera kemudian membawa viera pergi menjauh, sebelum itu aku mau naru pecahan kaca di situ, udah sana kamu menjauh”
Nur “uang buat tutup mulut?”
“sampai dihotel aku kasih uang nya”
Nur “jangan berbohong ya”
“siap”
Aku pergi menjauh dari nur, dan mencari sepatu viera yang sudah ku tandain kemudian aku menaruh pecahan kaca tersebut, setelah itu aku langsung mengambil wudhu dan sholat, selesai sholat aku sudah melihat tini,abiah dan nur mencari viera. Aku yang pura pura tidak tau ya aku melewati mereka , tapi aku dicegat oleh abiah.
Abiah “kamu mau kemana? Sembunyikan dimana si viera?”
“hah? Maksud kamu?”
Dea “ada apa ini abiah?”
“tidak tau tuh dia fitnah aku menyembunyikan viera, aku kan tadi sholat sama kamu”
Abiah “tidak boleh berbohong kamu, kamu yang selalu benci sama viera”
“aku emang membenci nya tapi aku tadi baru selesai sholat”
Dea “dillah benar dia tadi sholat sama aku, mungkin viera sudah masuk ke dalam bis,kamu sudah mengecek dalam bis?”
Abiah “belum”
Nur “ayo kita mencari viera didalam bis”
Tini “mungkin saja dia sudah duluan sama pak frans”
“benar tuh kata tini, seharusnya cari dulu baru menuduh orang”
Dea “sudah jangan ribut, kita diperhatikan banyak orang, ayo kita cari viera”
Aku yang bersama yang lain ikut membantu viera di dalam bis, aku juga tidak tau dibawa kemana viera oleh si felicia dan suami nya, aku sangat khawatir dengan viera, walaupun aku kesal dengannya, saat sudah didepan bis kita ketemu pak frans dan felicia.
Abiah “pak tadi sama viera tidak?”
Frans “lah? Viera kan sama kalian tadi?”
Tini “kita fikir viera sama bapak”
Frans “ada disekitar mesjid tidak? Coba saya telepon hp nya”
Abiah “si viera apakah ada didalam bis”
Felicia “saya dari dalam tidak melihat viera”
Aku melihat abiah marah dan langsung mencengkram baju aku.
Abiah “kamu apain viera, dimana kamu sembunyikan? Kalau dia kenapa kenapa aku laporkan kamu ke daddy aku, karir daddy kamu akan hancur ditangan daddy aku”
“apa sih? Aku aja tidak tau”
Frans “kalian semua masuk ke dalam bis biar saya yang mencari keberadaan viera, saya masih nelepon nya tapi tidak diangkat”.
Aku dan teman teman lainnya masuk kedalam bis, lalu kami mendengar bunyi telepon ternyata milik viera.
Bu wali kelas “ada apa pak?”
Frans “viera hilang bu, tolong minta seluruh murid naik ke bis saya akan mencari viera”
Abiah “pak, hp viera dan tas nya tertinggal di bis”
Frans “sudah kamu masuk saja”
Felicia “aku bantu kamu cari viera ya”
Frans “pergi sana kamu kedalam bis, kalau saya sampai tau kamu dalang nya maka saya akan memberhentikan kamu menjadi guru”
Felicia “kok kamu fitnah aku”
Frans “bu, tolong ajak masuk si felicia”
Bu wali kelas “baik pak, ayo bu”
Felicia “tapi pak”
Bu wali kelas “ibu kan seorang guru jadi berperilakulah sebagai guru walaupun masih muda, tau batasan perilaku ya bu”
Aku sangat senang melihat felicia di nasehatin, kemudian aku chat felicia
“kamu bawa kemana si viera?”
Felicia “bukan urusan kamu”
“ya tentu urusan saya, kalau kelakuan kamu terbongkar maka saya juga akan kena”
Felicia “tidak akan, paling dia pulang pulang tinggal nama”
“jangan sembarangan kalau berbicara, pulangkan viera!!”
Felicia “tidak usah ikut campur ya anak kecil”
“aku akan bilang ke daddy”
Felicia memblokir aku
Si nur mengechat aku.
Nur “viera dibawa kemana? Itu si kakak mu ada di bis?”
“aku berharap viera ketemu, aku juga khawatir sama dia, kakak aku mau dia pulang tinggal nama”
Nur “apa? Jangan sampai, aku tidak mau terlibat kepolisian”
“aku juga tidak mau, aku ada ide”
Nur “jangan aneh aneh”.
Aku melihat pak frans sudah pergi mencari viera, dan melihat abiah panik sambil menelepon daddy nya untuk bantu mencari viera, karena aku mempunyai nomor mantan suami si felicia aku langsung mengirim pesan kenabiah pakai nomor baru aku.
Pesan ke abiah
“hallo, saya tau keberadaan teman mu, teman mu viera telah di culik sama suami dari felicia, ini nomor telepon nya +6282222222333, saya harap kamu tidak menelepon pelaku karena dalang dari semua ini felicia dan suami nya, saya takutnya teman mu dicelakai oleh suami nya felicia, kamu jangan marah ke dalang nya”. setelah aku mengirim pesan dan langsung tidur, saat itu dea juga sedang tenangin abiah
Abiah “sialan, awas aja ya kalian akan dibales oleh daddy aku, berani beraninya berurusan sama keluarga aku”
Nur “ada apa abiah?”
Abiah “nih kalian liat siapa pelaku nya, aku akan laporkan ini ke daddy aku”,
Aku yang ingin berpura pura tidur malah ketiduran, saat bangun sudah didepan hotel, aku melihat ke araha abiah ternyata masih tidak ada viera,aku melihat felicia sudah masuk kekamar nya dan aku menyusul masuk kekamar felicia.
“kamu bawa kemana si viera”
Felicia “apa sih, keluar dari kamar ini!”
Ibu wali kelas “ada apa dillah”
“dia bu yang mencelakai viera, dia dan suami nya dalang dari semua ini, kembalikan viera!”
Felicia “apa sih, jangan fitnah”
Ibu wali kelas “viera sudah ditemukan,tapi di rumah sakit karena kaki nya terluka”
“aku akan kasih laporan ke daddy kalau kamu dalang nya”
Aku langsung menelepon daddy, dan menspeakerin
“hallo daddy”
“dasar anak pungut, kamu dan felicia bisa tidak sih tidak usah buat masalah, kalian lupa pesan daddy? Mulai nanti kamu dan felicia pulang dari study tour daddy akan urusin pengunduran diri kamu dan felicia daddy akan oper kamu ke pegunungan dan felicia juga akan saya oper ke india, saya sudah cape mendidik kalian, kalian itu iri kepada viera karena viera disayang oleh endro dan kalian berdua tidak dianggap anak sama endro , stop buat masalah, gara gara kalian saya berurusan dengan pengadilan”
“bukan aku daddy, felicia dalang nya”
“suami kamu felicia sudah ditangkap oleh alaric, kamu ingin bercerai dengan suami kamu tapi kamu malah memanfaatkannya dengan tidak benar, anak kamu felicia dibawa oleh alaric, daddy tidak mau ikut campur urusan kalian, selesaikan apa yang kalian perbuat!! daddy tunggu kalian dirumah”
Telepon langsung dimatikan oleh daddy.
Ibu wali kelas “oh jadi kamu dalang semua ini felicia, dan kamu bilang ke semua orang kamu belum menikah ternyata sudah menikah, saya sudah merekam semua nya dan saya akan kirim ke grup guru.
Felicia “jangan, sini hp nya, dillah tolong ambil hp itu guru”
“ibu dibelakang saya biar saya tahan si felicia, saya cape terlibat masalah, saya ingin berdamai, saya akan menyerahkan diri dihadapan guru guru”
Ibu wali kelas sudah mengirim video yang dia rekam daritadi ke grup guru guru dan meminta semua berkumpul di balllrom hotel,kemudian bu wali kelas memegang tangan bu felicia, si felicia memberontak tapi tidak bisa karena kita berdua menahannya, kemudian kamar ada yang ngetok ternyata satpam sekolah dan bapak guru penjas,mereka langsung membawa felicia dan aku menuju ballroom sampai didalam ballroom nur minta masuk dan tidak dibolehin tapi nur tetap memaksa dia bisa masuk dan menjelaskan ternyata dia juga bagian dari memperlancar rencana, kami menunggu viera dan pak frans datang, kemudian ada yang masuk kedalam balroom ternyata papanya abiah dan suami nya si felicia ,
Pak penjas “pak doni, ada apa ya? Ada urusan dengan pak frans? Saat ini pak frans sedang tidak ada di”
Doni (satpam sekolah)“saya membawa pesan dari pak alaric, “laki laki ini adalah dalang dari masalah ini, laki laki ini merupakan suami dari felicia, karena felicia berani mencelakai anak gadis saya maka felicia akan merasakan hal yang sama, anak kalian ada ditangan saya”” (sambil membacakan surat dari pak alaric
Laki laki “jangan apa apaiin anak saya, tolong lepaskan anak saya, kamu boleh apakan saya?”
doni “’dengar felicia KAKI di balas dengan KAKI, NYAWA dibalas dengan NYAWA’”
Felicia “lepasin anak saya”
Pak penjas “sudah cukup”
doni “biar laki laki ini yang menjelaskan, pak itu kata pesan dari pak alaric, lalu ada lagi,akan saya bacakan
Laki laki itu “tuan, saya mohon jangan lakukan apapun ke putri saya”
Pak doni “[esan dari pak alaric : kaki dibalas dengan kaki, kamu dillah , akan berurusan dengan saya,tunggu giliran kamu dillah”
aku benar benar sangat takut karena pesan tersebut, 30 menit kemudian pak frans datang bersama viera yang di kursi roda.
nur "pak ,saya minta maaf baru kasih tau sekarang,saya diancam oleh dillah dan bu felicia, saya disuruh oleh ibu xaviera untuk menaruh beling kaca di sepatu nya xaviera, lalu saya disuruh pergi meninggalkan xaviera disitu saya membohongi abiah dan temen yang lain bilangnya xaviera udah di bus, saya langsung bersembunyi dan saya melihat ada bapak bapak yang menghipnotis xaviera,kemudian saya langsung menuju bis karena saya takut terlibat,tapi karena saya melihat darah dikaki nya abiah saya jadi merasa bersalah, bu felicia dan dillah ternyata sepupuan mereka berdua yang mengerjai xaviera sampe seperti ini, bapak itu ada disini"
frans "APAKAH ITU BENAR DILLAH! SUDAH SAYA KASIH PERINGATAN BERAPA KALI KE KAMU JANGAN BUAT MASALAH!!! KAMU NUR AKAN SAYA KASIH HUKUMAN"
frans "kamu siapa?"
laki laki "saya akan menjelaskannya tapi jangan penjarain saya"
frans "saya tidak akan penjarain kamu kalau kamu mau jadi saksi dari kasus felicia"
dillah "pak saya mohon jangan penjarain saya"
frans "saya tidak penjarakan siapapun ,tapi itu saksi dari sidang komite sekolah"
felicia "kamu tidak akan bisa berhentikan aku"
ibu wali kelas dan guru penjas masih memegang tangan bu felicia
laki laki "saya dibayar oleh felicia, saya mantan suami felicia, saya memiliki kelebihan bisa hipnotis orang, saya yang menghipnotis cewe itu,saya juga yang menuntut viera sampe 1 jam kemudian hipnotis itu mau habis saya meninggalkan viera disitu,lalu saya melihat viera dari jauh masuk ke dalam warung, kemudian saya buru buru pergi supaya tidak ketahuan dan ternyata malah ketahuan sama pak ini (guru penjas)"
dillah "maaf pak, saya disuruh kak felicia"
nur " saya minta maaf, xaviera jangan benci aku, kamu boleh ngelakuin apapun ke aku tapi jangan benci aku"
felicia "lah kok aku sih? aku aja disuruh kamu dillah"
dillah "sudah cukup ya kak\, kamu yang punya ide \,dan laki laki itu juga mantan suami kamu kan dia yang menghipnotis xaviera untuk jalan terus menjauh dari rombongan\, kamu bilang ke aku kalau kamu menginginkan xaviera m*t* karena dia merebut pak frans\, kamu harus tau satu hal viera\, orang yang benar benar aku cinta adalah kevin bukan pak frans\, saat itu kakak sepupu ku yang menyuruh aku buat deketin pak frans supaya pak frans menjauh dari kamu\,tapi saat aku melihat kevin mulai deketin kamu aku makin cemburu\,kevin itu deketin kamu karena aku deketin pak frans jadi dia mau bales dendam keaku melalui kamu\, dan yang menyebarkan gosip kamu simpanan pak frans aku\, tapi itu aku dipaksa oleh felicia\, kalau aku tidak nurut dia akan membuka aib aku kekeluarga aku\,kak felicia memaksa aku buat menjauhi kamu dan memusuhi kamu\, saya sudah cape dihukum gara gara saya disuruh oleh kamu felicia\, seharusnya kamu yang dihukum\, saya terpaksa melukai kamu viera\, hukum saya viera". dillah saat ini sedang menangis
"aku telah memaafkan semua perbuatan kamu,kamu akan selalu menjadi sahabat aku,ayo kita perbaiki sama sama persahabatan kita, apa kamu mau?"
dillah "mau...."
"sini nur,dillah peluk aku". kami bertiga pelukan.
felicia "yang dikatakan dillah itu tidak benar, kamu percaya sama aku kan frans"
“dia bohong pak, saya ada bukti semuanya dihp, saya emang bersalah dan saya sudah tidak mau ikut campur, dia akan menc*lakai bapak”
Frans “sudah stop, pak doni dan pak penjas, bapak bereskan barang barang kalian tolong antar felicia untuk balik ke tangerang”
Aku melihat si felicia diantar pulang ke tangerang,kemudian aku masuk kekamar aku, dea marah marah sama aku.
Dea “aku sangat kecewa sama kamu, aku fikir kamu sudah berubah tapi malah semakin parah”
“maaafin aku, aku sudah cape seperti ini
Dea “aku tau kamu dan viera saudara kandung satu bapak, tapi itu bukan gara gara viera, yang salah adalah orang tua kalian kamu jangan seperti kakak kamu”
Dea kemudian meninggalkan aku tidur, dan aku langsung masuk kekamar mandi untuk mandi kemudian aku mencari pakaian tidur di koper setelah itu aku langsung menuju kasur dan tidur, aku sekamar berdua sama dea. aku tau aku akan menerima hukuman, dan aku bersedia menerima hukuman tersebut dan diasingkan oleh keluarga aku
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~BERSAMBUNG\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~