
POV ALARIC
saya saat ini sedang rapat dengan klien dibandung, handphone saya berbunyi bertanda pesan masuk, tapi tidak saya lihat, dan beberapa menit kemudian ada telepon masuk, saya masih diamkan karena lagi rapat, dan kedua kali nya ada telepon masuk, saat ini rapat sudah selesai.
"excuse me mr. brain, because the meeting is over I have permission to pick up the phone from my daughter"
"yes please just pick up the phone mr alaric it maybe very important"
"thank you, if you have something to talk about you can talk to my assistant demain"
kemudian saya keluar dari ruang rapat dan melihat ke handphone siapa yang menelepon, ternyata xaviera, xaviera tidak pernah menelepon saya duluan, lalu saya angkat.
"hallo xaviera, kenapa nak?"
"om, aku butuh bantuan om"
daddy nya abiah "apa yang bisa om bantu?"
"tolong kirim mobil ke tempat kemah aku, dan 3 orang laki laki"
daddy nya abiah "ada apa?"
"pak frans hilang, saya mau mencarinya aku mohon om"
daddy nya abiah "dalam waktu 30 menit om akan kesana, kamu share lokasi ya"
"terimakasih om"
kemudian saya menelepon orang kepercayaan saya si edward untuk menyiapkan helikopter dan mobil di bogor.
"hallo, tolong siapkan helikopter dan mobil di bogor, anak saya di cekalai disana,sekarang juga disiapkan"
edward "baik bos"
aku menunggu waktu 15 menit kemudian helikopter sudah mendarat diatas gedung bersama si edward, saya langsung naik lift pribadi menuju atas gedung dan langsung naik ke helikopter, helikopter sudah berangkat menuju gedung perusahan saya dibogor sesampainya diatas gedung di bogor saya turun dari helikopter dan masuk kedalam lift dan turun diparkiran,saya langsung menuju mobil yang sudah disediakan, dengan bodyguard saya yang menjadi supir dan edward saya suruh menggunakan mobil yang lain untuk mengikuti saya, perjalanan menuju curug leuwi lieuk bogor, karena saya membaca pesan dari abiah kalau frans hilang disana, sesampai nya disana ,saya langsung turun ke tempat kejadian dan bertemu dengan dillah,timsar,kepolisian,guru guru,dan warga sekitar sedang mencari hilangnya frans,saya memberi pesan ke bernan (bodyguard dalam mobil) untuk menggerakan semua anak buah saya untuk mencari frans.
isi chat
"kabarin semua bodyguard saya untuk mencari felicia dan suaminya, pastikan felicia dan suami nya ditangan kalian bawa ke markas"
bodyguar "siap bos"
saya langsung meminta ijin untuk bawa
alaric "pak polisi, saya akan membawa dillah,saya sudah meminta orang suruhan saya mencari frans,felicia dan suaminya, permisi"
polisi "yaa silahkan pak alaric"
saat itu edward membawa dillah menuju mobil,sesampainya didepan mobil aku memeriksa bangku belakang untuk mengambil betadin,kapas dan hansaplast, kemudian aku kasih ke bodyguard untuk obati luka dillah. aku langsung menghubungi viera untuk tetap di tenda jangan keluar keluar karena dia menjadi incaran felicia.
isi chat
"viera,kamu tetap didalam tenda jangan keluar dan jangan pergi jauh jauh dari guru guru disana, om sedang menuju kesana"
viera "iyaa om,terimakasih, aku akan hati hati disini"
setelah dillah diobatin aku langsung masuk kedalam mobil, aku duduk dibangku belakang bersama dillah, aku mengirim pesan ke edward untuk berhenti kan mobil nya didekat gedung kosong dan bawa dillah masuk ke box pikcup dan tutup mata si dillah karena edward membawa mobil pickup yang sudah ditukar tadi saat di curug pemandian air panas kemudian aku berbicara ke dillah membuat penawaran untuk dia buka mulut dengan jujur dan mau bekerja sama dengan aku.
"saya tidak akan melaporkan perbuatanmu pada polisi asalkan kamu mau bekerja sama dengan saya, kamu beritahu dimana lokasi nya, kalau kamu tidak mau bekerja sama ,mami kamu ada dengan saya, dan daddy kamu dibawa oleh felicia"
"daddy? tidak mungkin dia dibawa oleh felicia, felicia saja takut sama daddy"
"endro daniswara sedang dibawa oleh felicia"
"apa? astaga aku tidak menyangka kalau si felicia separah itu"
"kamu jangan berpura pura,bantu saya mencari dia, mama mu ada ditangan aku"
"aku benar benar tidak tau dimana mereka"
"oke, setelah saya menjemput anak saya dan mengantarnya pulang, kita akan ke lokasi nya"
"berhenti didepan mobil itu, kamu turun lah bawa dia ke mobil satu lagi, bawa dia ke markas saya"
setelah bodyguard saya turun lalu saya pindah ke pengemudi dan saya langsung membawa mobil menuju tempat kemah anak anak ku,sesampai nya ditempat kemah, aku turun dari mobil dan menemuin wali kelas nya.
"permisi ibu, saya ijin membawa xaviera dan abiah pulang kerumah, karena ada urusan keluarga yang mendadak jadi saya harus membawa 2 putri saya pulang"
ibu walikelas "oh iya pak silahkan, mari saya antar ke tenda mereka",
kemudian kami menuju tenda kemah anak anak ku dan sesampainya disana
abiah "daddy kenapa kesini"
wali kelas "abiah, dan xaviera beresin barang barang kalian, daddy abiah minta kalian berdua pulang"
abiah "ada apa daddy?"
daddy "sudah kamu dan viera ikut daddy saja"
saya menaruh dua tas ransel anak anak didalam bagasi mobil dan mengambil koper mereka berdua didalam bis, termasuk koper si dillah, dan ibu guru mau mengantarkan kami ke bis, ibu guru memasuk kedalam mobil jeep untuk turun ke bawah. saya dan dua anak saya naik mobil pribadi menuju turun ke bis.
wali kelas "saya antar kalian ke bis"
daddy "terimakasih ya ibu sudah jaga dua anak gadis saya"
wali kelas "sama sama"
sesampainya didepan bis,aku segera turun untuk membantu ibu guru mengambil koper anak anak.
daddy "kalian jangan turun, biar daddy yang ambil koper kalian"
abiah "oke daddy"
"biar saya saja ibu yang angkat, sekalian saya mau ambil tas dillah"
wali kelas "oh dillah sama pak frans?"
"iya benar ibu"
setelah saya menurunin 3 koper kemudian saya masukin ke bagasi,setelah itu saya ijin pamit dengan dua guru.
"permisi ibu, saya berangkat pulang kerumah,terimakasih sudah menjaga dua anak saya yang sangat nakal"
ibu guru kelas B "tidak jadi masalah kok pak, hati hati dijalan ya kalian"
ibu wali kelas "hati hati dijalan ya"
abiah dan aku "iyaa ibuu, byee ibu"
aku masuk kedalam mobil dan langsung mengendarai mobil ku menuju jakarta,mobil ku terjebak macet di jalan, kemudian aku mengambil hp ku dan memberi pesan ke edward untuk membawa dillah ke restauran milik aku.
isi chat
"tolong bawa dillah ke restauran, aku ingin mengasihnya hukuman dan aku ingin dia buka mulut mengatakan sebenarnya cerita asli nya seperti apa"
edward "baik tuan, akan saya bawa gadis ini ke restoran B"
"oke,saya sedang dijalan ke sana,pastikan restauran tersebut tidak ada pengunjungnya"
edward "siap tuan"
didalam mobil aku mengajak anak anak berbicara.
"daddy sudah menyuruh orang mencari keberadaan pak frans, kalian tenang saja, dan daddy juga masih mencari pelakunya"
viera "apakah kita mau mencari pak frans om?"
"tidak, kita akan pulang kerumah, teman kamu dillah membayar pembunuh bayaran untuk menyelakai kamu viera,jadi kamu om bawa ke rumah om"
viera "dillah? tujuannya apa daddy?"
"daddy juga tidak tau sayang, tapi ada orang terdekat kalian yang bersekongkol dengan dillah"
abiah "siapa daddy?"
daddy "nur"
viera "gak mungkin nur"
abiah "ah aku sudah menduga pelaku nya dia"
viera "apa om ada informasi tentang pak frans?"
"anak buah om belom memberikan info apapun terkait pacar kamu itu"
viera "dia bukan pacar saya loh om". lucu sekali menggoda anak kecil
"kamu tidak bisa membohongi saya viera, saya tau si frans meminta kamu untuk jadi pacar nya". (saya sudah menyuruh bodyguard untuk menjaga viera dan abiah)
abiah "hah? jadi kamu pacaran sama om om"
viera "dia bukan om om ya abiah"
abiah "aih bukannya kamu tidak dibolehkan pacaran sama mama?"
viera"asalkan kamu tidak mengadu ,mama aku tidak akan tau"
"beres itu,asalkan kamu pacarannya sehat maka om tidak akan bilang apapun kepada orang tua kamu". aku menanggapi ucapan mereka
__ADS_1
abiah "aku boleh pacaran juga gak daddy?"
"boleh, bawa cowo kamu ketemu daddy oke?". (pertanyaan macam apa itu,kalau tidak diiyakan anak ku pasti badmood)
abiah "viera, kenalin aku cowo dong"
viera "nanti aku cari yang cocok buat kamu"
"dasar kalian tuh masih kecil loh"
mobil berjalan menuju jakarta. walaupun sedang macet
"om aku kepikiran pak frans"
daddy "kamu tenang saja"
sesampainya ditangerang aku melihat anak anak ku sudah tidur,kemudian aku segera menuju ke restaurant tersebut,setelah sampai aku membangunkan anak anak.
"anak anak bangun"
abiah "ada apa daddy? apa kita sudah sampai?"
viera "kita dimana nih om? kayak restaurant?"
"yes tuan putri kita sudah sampai di restaurant, ayo kita makan , daddy sudah lapar"
abiah "aku juga lapar"
viera "sama aku juga lapar, gimana kondisi pak frans om? pasti pak frans juga lapar, soalnya siang tadi aku tidak melihat pak frans makan"
"nanti saja kita bicarakan didalam, ada seseorang yang mau bertemu kita"
lalu kami bertiga masuk ke dalam restauran yang mewah itu, dan edward ternyata sudah memesan meja untuk kita dan pelayan mengantarkan kami ke tempat duduk yang sudah dipesan
abiah "kok dillah ada disini daddy?"
"kita ikuti permainannya"
pelayan "silahkan tuan untuk duduk"
"tutup pintu restaurant, jangan sampai orang tau"
pelayan "siap tuan"
dillah "apa apaan ini, lepasin saya"
xaviera "dimana pak frans?"
dillah "saya tidak tau viera"
abiah "jangan bohong kamu!!"
"saya kasih kamu waktu 10 menit untuk mengakui nya atau saya tidak kembalikan mama kamu"
dillah "maksud kamu apa? lepasin mama saya"
"kenapa kamu benci xaviera dan malah mencelakai frans?"
dillah "bukan urusan kamu pak tua"
aku menelepon mama nya dillah.
mama nya dillah "tolong bantu aku, dillah kamu berbuat apa diluar sana"
dillah "mamaa, mama dimana? xaviera ingin mencelakai aku"
"itu bohong, anak kamu mau celakai putri saya viera"
mamanya dillah "dillah jangan ganggu viera,mama sudah bilang berkali kali kenapa kamu tidak mau menurut"
dillah "karena viera aku tidak diakui oleh endro, endro itu papa aku bukan papa xaviera"
viera "tidak benar, dia bukan papa kamu"
dillah "tau apa kamu? aku juga anak nya papa endro tapi malah kamu yang jadi anak kesayangan, sebelum papa endro menikah dengan mama kamu, papa endro sudah menikahi duluan mama aku, mama aku menikah dengan papa aku dan melahirkan aku, tapi saat mama kamu menikah dengan papa endro, papa endro menceraikan mama aku dan membiarkan mama aku lahir sendirian"
mamanya dillah "cukup dillah, kamu berbuat apa? jangan macam macam sama keluarga alaric, hidup kita akan miskin, papi kamu akan kehilangan jabatannya"
dillah "gak mungkin mah"
viera "dia menghilangkan pak frans, dan menyelakai pak frans"
dillah "itu bohong"
telepon langsung dimatikan oleh alaric. dan dillah hanya diam saja tanpa rasa ketakutan yang ada rasa benci.
"kamu tau kan berurusan dengan siapa? katakan dimana frans atau mama kamu akan sengsara"
"tapi dimana frans kamu sembunyikan?"
dillah "saya hanya disuruh orang untuk mencelakai nya dan saya beneran tidak tau dimana frans, saat saya mau membantu mencari nya ternyata saya sudah dibawa oleh anda"
"siapa yang menyuruh kamu?"
dillah "felicia, saya memang benci viera tapi saya tidak membenci pak frans, saya hanya diancam oleh felicia, saya benaran tidak tau posisi pak frans dimana, saat itu saya disuruh berdiri di pinggir jurang, lalu pak frans mendatangin saya dan disana benar benar tidak ada orang, karena tempat tersebut sudah disewa khusus untuk sekolah kita jadi aku bisa melancarkan aksi aku, saat pak frans mulai mendekat aku mendorongnya dan dia terjatuh"
"mana hp nya dillah"
bodyguard "ini tuan"
"berapa paswordnya?"
dillah "untuk apa?"
"kalau kamu mau bekerja sama dengan aku, kamu saya kasih uang 100 juta dan tas dior,dan melepaskan mama kamu, apakah kamu mau?"
dillah "saya mau, satu sampai sepuluh"
aku langsung mengetik angka 12345678910, kemudian pasword salah.
"pasword salah, jangan permainkan saya"
dillah "satu sampai sepuluh, bukan angka loh"
(** ternyata aku dikerjai sama anak bocah)
aku mengetik lagi satu sampai sepuluh, kemudian ponsel terbuka, aku mencari nomor felicia dan menelepon felicia, ternyata nomor nya felicia memakai nama endro. sebelum menelepon felicia, aku meminta dillah untuk berbicara ke felicia, dan menspeaker
"kamu bicara ke felicia,tanyain dia dimana, dan kamu jangan membongkar rahasia, ingat nyawa mama kamu ada disaya"
felicia "hallo\, dillah kamu dimana sih? frans sudah ada bersama aku nih\, bagaimana lancar gak menc*l*k viera?"
dillah "aku otw kesana, share lokasi aku akan kesana, aku gagal menc*lk viera"
felicia "oke, kita beri chat melalui hp frans biar viera yang datang sendiri"
dillah "ide yang bagus, share lokasi biar aku kesana, jangan lupa"
felicia "bawel oke oke, hati hati sama alaric, jangan sampe ketahuan dengan alaric"
dillah "alaric siapa?"
felicia "disini ada alex, dan papa kamu endro, aku tunggu disini ya"
dillah "gak mungkin ada papa endro"
felicia "datang lah kalau kamu tidak percaya,yasudah aku tutup dulu teleponnya"
beberapa menit kemudian felicia sudah mengeshare lokasi dia yang ternyata berada di kuningan jawa barat, kemudianaku langsung mengantar anak anak kerumah ku kemudian berangkat kekuningan pakai helikopter sama dengan edward. edward sudah mengshare lokasi felicia ke beberapa bodyguard
"bawa dia ke sebuah ruangan, sampai saya temukan felicia dan frans, kamu berikan ke saya hp kamu"
1jam perjalanan menuju kerumah, akhirnya sampai dirumah ,viera dan abiah segera keluar dari mobil menuju masuk ke dalam rumah,aku memastikan mereka sudah masuk kedalam rumah kemudian aku pergi ke kuningan. Aku menelepon edward
"Hallo,kamu dimana?"
"Saya masih di markas bos,ini mau berangkat ke kuningan"
"Susul saya di kuningan ya"
"Siap bos,saya bawa 5 anak buah"
"Oke hati hati ya bos,kabarin kalau terjadi hal yang tidak baik"
"Oke,kalian juga kabarin,kamu bawa dillah sekalian"
Aku menutup teleponnya dan melanjutkan perjalanan ku menuju kuningan,perjalanan menempuh jarak 4 jam ,saat ini sudah jam 7 malam,kemungkinan sampai di lokasi jam 11 malam kalau tidak macet dijakarta, menit demi menit telah lewat dan sekarang sudah masuk dikabupaten kuningan,kemudian mobil saya arahkan ke lokasi,setelah melewati jalan yang panjang akhirnya sampai di lokasi yang dituju.aku memarkirkan mobil sangat jauh dari lokasi sehingga tidak ketahuan aku datang,dan aku ketemu mobil nya edward,edward membuka kaca mobil dibagian pengemudi dan aku menuju kesana.
"Kalian keluar semua kecuali satu bodyguar dan dillah didalam mobil" aku menunjuk 1 bodyguard dan aku minta dia keluar dari mobil,semua bodyguar keluar dari mobil,didalam mobil hanya ada dillah yang terikat dan matany tertutup.
"Kamu berpura pura jadi ojek online,kamu anter cewe itu masuk kedalam dan saya bersembunyi didalam bagasi,mengerti?"
"Mengerti bos"
Bodygard masuk kedalam mobil membuka tutup mulut dan mata si dillah setelah itu bodygard bertukar posisi dengan edward,bagasi mobil sudah terbuka dari dalam mobil kemudian aku masuk dan menutup pelan pelan supaya dilla tidak mendengarnya.
Bodygard yang lainnya dan edward pada menyebar mengelilingi lokasi dan melihat pelakunya didalam atau sudah pergi, saya masih didalam mobil,dan saya sudah mendengar suara dillah minta tolong.
Bodygard "diamlah nona,kalau kau tidak mau cekala"
__ADS_1
Dillah "kamu mau bawa saya kemana,dan kamu mau melakukan apa kesaya"
Bodygard "saya tidak akan mencekalai nona ,kalau nona mau bekerja sama untuk kali ini,dan bos alaric sudah berjanji kalau nona mau bekerja sama,nona akan dilepas bersama mama nona,tuan alaric akan mengirim nona dan mama nona keluar negeri nanti nona bisa dibayarin sekolah diluar negeri kalau nona mau diam dan bekerja bersama kami"
Dillah "kalau saya tidak mau?"
Bodygard "dibadan nona dan ibu kamu ada bom,dan yang megang kendali tuan alaric,kalau nona tidak mau maka nona tau ending nya seperti apa,nanti sampai sana nona berpura pura berpihak pada mereka,nona ajak mereka keluar dan masuk kedalam mobil"
Dillah "oke akan saya terima ajakan kalian asalkan jangan sentuh mama saya,jangan sakiti"
Bodygard "tergantung perbuatan nona"
Kemudian dillah diam dan mobil sudah tidak bergerak,berarti sudah sampai
Bodygard "nona sudah sampai,nona bilang ke saya ,saya adalah laki laki yang dibayar oleh nona ya"
Dillah "oke,lepasin tangan saya"
Bodygard membuka pintu belakang ,lalu melepaskan tangan dillah.
Bodygard "ayo masuk nona"
Setelah memastikan dillah masuk dengan bodygard, saya yang dari tadi sudah memakai earphone bluetoth untuk mendengarkan percakapan didalam ruangan,si edward sudah sampai didalam sana,bersamaan dengan dillah dan bodygard yang berpura pura jadi pembnh bayaran ,percakapan didalam
Felicia "datang juga akhirnya,siapa nih cowo?"
Dillah "pmbnh bayaran, aku ada rencana nih"
Felicia "apa?"
Dillah "kenapa ada si endro?"
Felicia "rencana apa?"
Dillah "kita harus keluar dari tempat ini,dan menuju ketempat orang yang sudah saya bayar ini"
Felicia "kenapa?"
Dillah "alaric sudah tau kita disini,dan tadi aku diikutin oleh anak buah alaric ,untungnya nih cowo pintar ,jadi dia mengemudi sangat cepat "
Alex "ayo kita pergi dari sini"
Dillah "kamu bantuin bawa frans dan endro"
Bodygard "siap nona"
Felicia "kita naik apa?"
Bodygard "mobil saya,cepat nona ,saya takut anak buah alaric sudah sampai,karena sekali nya datang maka kita tidak bisa melawannya".
Saat mereka mau keluar dari bangunan itu\,saya yang sudah keluar dari mobil\,kemudian aku memasang b**m didalam mobil ada 4 b**m yang aku pasang didalam mobil\,kemudian aku segera menjauh dari tempat tersebut\,saat felicia\, alex sudah masuk dalam mobil \,kemudian mobil tersebut sudah terkunci \,aku mengamankan dillah\, edward mengamankan endro dan bodygard mengamankan frans\,kita semua yang ada disini melihat bagaimana mobil itu terkunci sendiri dan bisa nya dibuka dari luar dan tinggal menghitung mundur dalam waktu 10 detik mobil itu akan meledak.
"Kalian semua mundur,kamu edward pegang kencang si endro bawa mundur"
"Sepuluh"
Endro "ada apa ini,lepasin sayaa,kamu mau apain pacar saya didalam itu"
"Sembilan"
Frans "ada apa ini? Om berpacaran sama felicia?"
"Delapan"
Endro "kalau kamu mau mencekalai felicia silahkan saja asalkan lepasin pacar saya si alex"
"Tujuh"
Frans "apa?"
"Mundurr semuaaa,menjauh lah" kami semua pergi menjauh dari mobil,aku memeluk dillah sangat kencang dan beberapa bodygard menjaga ketat endro dan frans
"Enam"
"Lima"
Endro "hentikan alaric,kamu jangan lukai pacar saya bebaskann alex"
Saya melihat felicia dan alex berusaha buat buka jendela dengan cara mecahinny tapi itu tidak bisa
"Empat"
"Tiga"
"Dua"
"DUARRRRRRRRRR" ,mobil tersebut meledak sangat dahsyar bahkan mengeluarkan api yang besar,hingga didalam nya tidak ada yang utuh, endro langsung menangis, dan yang buat saya kaget adalah alex berhasil selamat sebelum mobil itu meledak ,setelah meledak alex menghampiri endro dan memeluk nya,semua orang tercengang bagaimana dia bisa bebas sementara felicia tidak,tapi tidak dengan diri ku.
Flashback sebelum mereka masuk ke mobil
Saat mereka semua keluar dari gedung itu aku menarik tangan alex tanpa semua orang tau.
Alex "siapa yang menarik tangan ku,lepas"
"Hallo alex, saya tau kamu orang baik, kamu mencintai endro kan, saya bisa bebaskan kamu asalkan kamu tidak usah lagi hadir didalam kehidupan xaviera,arin dan anak nya rahman,kamu bawalah endro pergi menjauh dari istri nya tapi kamu jangan memisahkan endro dengan anak anak nya,jangan pernah aneh aneh sama dillah"
ALEX "bukan urusan kamu"
"Oke aku tidak akan menyelamatkan kamu\,m*t* lah bersama dengan felicia\, saya akan menyelamatkan kamu\,tapi kamu harus pergi meninggalkan indonesia\,gimana?"
Alex "bebaskan aku"
"Aku bisa saja membebaskan kamu,tapi kalau kamu masih menggangu hidup viera,arin dan anak laki laki nya gimana? Apa jamiman buat aku?"
Alex "kamu bisa memenjarai aku atau membnh aku,aku janji tidak buat masalah,lepas kan aku,aku punya keluarga dan anak kecil, aku janji tidak akan mencari masalah lagi dengan viera atau arin"
"Oke aku akan membantu kamu tapi kamu harus keluar dari indonesia atau tidak akan menggangu xaviera lagi"
Alex "iya aku janji"
"Didalam mobil ada 4 b*m ,dalam waktu 10 detik kamu harus bisa keluar dari mobil ambilah pintu bagian kanan,dan keluarlah ke waktu 3 detik"
Alex "apa? Saya tidak mau,kalau saya malah cekalai gimana?"
"Kamu ikuti saja perintah saya atau kamu akan kout di tangan saya"
Alex "baiklah,setelah ini aku akan pergi menjauh dari arin dan aku tidak akan menggangu anak2 nya arin, membawa keluarga ku pergi dari indonesia,kalau saya tidak selamat,tolong sampaikan ke keluarga ku kalau aku kecekalai ya,aku tidak mau dia akan dendam sama keluarga arin gara2 kelakuan ku sendiri"
Alex masuk kedalam mobil membuka pintu bagian kanan dan membukakan pintu sebelah kiri untuk felicia dibuka dari dalam,ketika hitungan ke 5 alex sudah membuka pintu dan mengonci pintu itu ,lalu tiba tiba mobil itu sudah menjadi berkeping keping dan api nya sangat besar
Flashback on
Alex langsung memeluk endro
Alex "Maaf kan saya endro"
Endro "kamu jahat,kamu mau mencelakai anak saya xaviera dan dillah,pergi sana kamu jahat ke anak anak saya
Alex "okee saya akan pergi,aku mencintai kamu endro walaupun aku sudah punya istri dan anak tapi aku tetap mencintai kamu,maaf aku emang tidak suka kamu bersama dengan istri mu,yang ku incar adalah istri mu,aku akan pergi"
Endro "semudah itu kamu mau tinggalin aku? Aku akan bercerai dengan istri ku dan kita menikah"
Saya melihat frans yang jijik dan dillah juga
Dillah "kamu kenapa jadi seperti ini papa?"
Endro langsung menuju dillah dan memeluk nya
Endro "saya minta maaf dengan sikap kasar saya ke kamu,tinggalah bersama saya, saya tidak mau pilih kasih lagi,maaf kan papa mu ini ya,kamu anak gadis papa yang cantik"
Kemudian dillah menangis
Dillah "asal kamu tau ,dari dullu aku dan felicia ingin dipanggil anak gadis papa tapi kamu malah tidak menganggap kita sebagai anak kandung kamu"
Endro "maaf tapi emang kenyataan sebenarnya anak saya adalah kamu dillah bukan felicia,saat mama kamu pacaran dengan saya,mama kamu hamil dan tidak tau siapa laki laki itu,jd ketika mama kamu hamil kamu saya sempat meragukan sampe lah kamu sd aku minta mama mu tes dna dan ternyata hanya kamu yang anak saya bukan felicia"
Frans "dimana viera? Saya harus ke viera"
"Sudah cukup drama nya,ayo kita kembali ke jakarta,kamu bawa mobil berapa?"
Edward "ada 3 mobil sudah datang"
"Oke kamu anter alex dan endro kerumah nya,dillah dan frans kamu ikut saya ya"
Endro "saya ingin bertemu arin"
"Tidak bisa,arin sudah bercerai dan sudah disahkan oleh pengadilan agama"
Endro "lalu mereka tinggal dimana?"
"Kamu tinggal lah dirumah mu itu, mereka sudah punya rumah sendiri,ayo berangkat"
Kita semua berangkat dengan mobil masing masing ,aku bersama dillah dan frans menuju kerumah ,saat ini sudah jam 3 subuh ,dan perjalanan ke tangerang 7 jam ,sampe lah mobil di depan rumah ku dan sekarang sudah jam 11 siang, lalu aku, dillah masuk dan frans masuk kerumah.
"Selamat pagi anak anak"
Viera "pak frans"
Aku melihat mereka berdua mau pelukan san aku langsung menarik frans
__ADS_1
"Apa apaan kalian pelukan"
\~\~\~\~\~\~\~\~\~Bersambung\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~