
kejadian saat dirumah sakit
"mas kamu datang, aku kira kamu masih dibandung,kamu berapa hari disini"
endro "bukan urusan kamu, saya disini cuman sebentar, saya mau tidur nanti bangunkan saya kalau itu anak gadisku udah bangun"
"iya mas,mas mau makan apa? nanti aku belikan diluar"
endro "gak usah,saya bisa beli itu sendiri,kamu urus saja diri kamu dan anak anak"
bibi "permisi ibu, bapak saya ijin pamit pulang kerumah"
"iya bibi,kamu tolong jemput rahman dirumah nenek nya ya,sama tolong siapkan buat keperluan rahman sekolah,ini uang buat jajan rahman dan ongkos kamu pulang, nanti saya saja yang jemput rahman, kamu setelah selesai pekerjaan rumah langsung kerumah sakit ya"
bibi "iya siap ibu,saya pamit ,assalamualaikum".
"walaikumsalam". setelah bibi keluar dari ruangan, aku melihat anak ku yang tertidur dengan keadaan gelisah lalu mas endro menghampiri xaviera mengelus kepala xaviera dan mencium dahinya xaviera, aku sangat senang kalau mas masih peduli sama anak nya. aku melihat dillah tidur di kasur disamping xaviera karena di ruangan ini memiliki 2 kasur dan 1 sofa panjang 1 tv,1 lemari penyimpanan, 1 kamar mandi, mas endro langsung menuju sofa panjang untuk tidur,aku langsung duduk disamping xaviera sambil bermain game di handphone, lalu beberapa menit kemudian aku mendengar bunyi telepon yang ternyata itu adalah panggilan handphone di suami ku, dan aku langsung mengambil telepon tersebut dan melihat nama panggilan yaitu alexander, aku berfikir ini adalah rekan kantor nya mas jadi aku langsung mengangkat telepon tersebut lalu terdengar suara.
"hallo sayang,kamu udah sampe dijakarta ya,katanya mau langsung kerumah ku,aku sudah nungguin kamu nih sayang,kamu dimana,hallo"
aku sangat syok dan gak percaya kalau laki laki itu memanggil suami ku 'sayang',lalu aku buru buru mematikan telepon tersebut dan mencoba membuka kata sandi dengan tanggal pernikahan tidak bisa, lalu aku mencoba buka dengan tanggal ulang tahun xaviera ternyata bisa lalu aku membuka semua isi chat nya dengan alexander dan ternyata suami ku menyukai sesama jenis,lalu aku langsung menutup handphone mas,dan aku langsung keluar dari kamar rawat berlari menuju taman, saat itu masih subuh jam 5 taman masih sepi dan aku menangis benar benar gak menyangka kalau selingkuhannya suami ku gak cuman cewe saja ternyata ada cowo juga, sudah dua kali aku memergoki mas berselingkuh,aku harus melakukan apa.
"aku harus mencari pekerjaan dan mengumpulkan banyak uang, supaya aku bisa bawa anak anak pergi menjauh dari papa nya,uang tabungan ku sudah mulai menipis karena bayar uang sekolah anak gadis ku,usaha yang kami miliki malah di kuasain oleh keluarga suami ku".
kenangan di yang terjadi dimasa lalu melintas di pikiran ku yaitu aku yang merupakan lulusan MBA harvard dan mempunyai pengalaman sebagai HR manajer saat itu tapi ketika anak ku yang ke dua lahir aku memilih untuk berhenti kerja. aku pertama kali mengenal mas endro di new york, saat itu aku sedang berkuliah sarjana psikologi di New york university, mas endro sedang melanjutkan pendidikan di MBA harvad university dan kami saling jatuh cinta, lalu kami memutuskan untuk menikah di new york sebelum aku lulus sarjana, awal aku mengenal keluarga mas endro sangat baik, orang tua nya sangat baik kepada ku tapi beberapa bulan kemudian aku telah lulus dan mas juga telah lulus ,saat itu aku sedang mengandung Xaviera, lalu kami memutuskan untuk pulang ke indonesia,setelah sampai diindonesia mas endro sudah memiliki rumah sendiri yang berpisah dari orang tua nya,lalu sampai dirumah ada mama mertua ku,kami baru sampai tapi mama mertua ku meminta keuangan mas endro ,mama mertua yang memegang dan mengatur,perekonomian kami berjalan sangat baik, saat aku mengandung Xaviera kami bangun usaha rumah makan, dan mas endro mendapatkan pekerjaan sebagai manajer di perusahaan Bank,disaat itu aku tidak jadi masalah mama mertua memegang uang gaji mas endro, karena aku masih memiliki usaha rumah makan,lalu saat anakku yang pertama lahir, mas endro meminta aku untuk membantu adik nya yang lagi bangkrut padahal gaji mas endro saat itu sangat banyak, aku melarang mas endro untuk menjual semua aset usaha yang sudah aku bangun, lalu mas endro mengambil sertifikat tanah dan rumah untuk dikasih ke bank sebagai pinjaman sebesar 30 miliar,saat itu aku cuman bisa diam saja, usaha bisnis makanan yang aku punya sudah maju,cabang nya sudah banyak, lalu aku memberi kepercayaan kepada sahabat ku, setelah xaviera lahir dan xaviera sudah 4 bulan ,aku dapat tawaran kerja di perusahaan ternama di jakarta sebagai HRD,bertahun tahun pun berlalu,ketika saat aku mengandung anak kedua si rahman, aku kehilangan usaha yang ku bangun karna mama nya mas endro, aku cuman bisa diam kembali karena memikirkan anak ku yang masih membutuhkan sosok dari seorang ayah nya. aku cuman bisa mengumpulkan uang dari sisa gaji gaji ku dan uang dari penghasilan usaha yang sudah direbut oleh mama mertua ku.
taman rumah sakit.
"aku kelamaan di taman, aku harus kembali kekamar anak ku". aku berjalan menuju kamar rawat anak ku,sampai di depan pintu kamar, abiah sahabatnya anak ku buka pintu lalu
abiah "mama, xaviera tidur dalam keadaan menangis manggil papa nya, si om tidur di sofa aku tidak berani memanggil nya"
aku dan abiah langsung masuk ke ruangan dan aku segera samping xaviera untuk mengelus rambut nya dan membangunkannya.
"sayang,bangun nak, papa kamu lagi tidur,bangun nak,papa mu ada disini". saat itu juga xaviera bangun sambil teriak papa nya dan mas endro pun terbangun juga. lalu aku melihat interaksi antara anak dan bapak, beberapa jam kemudian mas endro pergi dan mengantarkan abiah kesekolah. setelah itu aku ijin keluar sama anak ku,dan menitipkan anak ku sama suster,aku langsung mengikuti kemana mas endro pergi melalui gps yang sudah ku sadap di hp nya. aku yang saat itu membawa mobil mengikuti mobil mas endro dari jauh dan mobil nya masuk keperumahan dan berhenti di rumah yang didepannya ada laki laki,lalu aku memberhentikan mobil dari jauh ,mas endro keluar dari mobil nya dan langsung dipeluk sama laki laki itu lalu aku memvideo kan sebagai bukti untuk aku kasih ke mama nya,dan yang buat aku syok adalah ditempat umum laki laki tersebut mencium pipi mas endro ,saat itu hp ku masih memvideokan itu. lalu aku langsung berhentikan video nya dan meninggalkan tempat tersebut menuju rumah mertua ku, sesampai nya dirumah mertua ku ,ada abang ipar ku dan mertua ku disitu aku langsung bicara dan ngasih semua bukti ke mama dan papa nya mas endro, disitu papa mertua ku yang baik tampat syok, tapi mama mertua ku tidak percaya.
nenek nya xavier "kamu mau fitnah anak saya? dengan mengedit muka anak saya,saya tau anak saya seperti apa, kamu buat ulah seperti ini karna mau bercerai dengan anak saya kan? kalau kamu mau bercerai kamu harus ninggalin semua harta kamu dan kamu gak boleh bawa anak anak kamu"
"mama gak bisa seperti itu,harta ku itu milik ku dan anak anak ku,jadi mas endro dan keluarganya gak berhak untuk ikut ambil bagian". lalu mama mertua ku menampar ku dan papa mertua kesal melihat istri nya menampar aku dan menyuruh abang ipar ku bawa aku untuk pulang kerumah, kata papa mertua ku biar papa yang ngomong sama istri nya dan anak laki laki nya itu. lalu aku membawa anak ku yang didalam kamar kakak sepupu nya untuk kembali pulang. dan sebelum keluar dari rumah itu aku bilang "kalian tidak bisa mengambil harta ku,dan anak anak ku termasuk harta kebahagian ku,besok aku akan mengurus ke pengadilan aku akan meminta hak urus anak anak ". lalu aku membawa anak ku kerumah sakit dan mengurus anak anak ku dirumah sakit.
besok hari pun tiba, pagi pagi aku ijin pergi untuk mengurus berkas berkas untuk mengajukan peceraian di pengadilan agama,aku mencari pengacara untuk membantu ku,aku cuman menunggu berkas disetujui,lalu aku kembali ke rumah sakit untuk merawat anak ku sendirian,entahlah mas endro pergi kemana, berhari hari telah ku lalui tiba saat nya xaviera pulang kerumah disaat itu juga aku dapat telepon kalau berkas ku disetujui,dan aku sangat senang karna bisa berpisah dan aku menelepon ke pengacara ku.
"tolong bang usahakan hak untuk mengurus dua anak ku jatuh ditangan aku"
pengacara "saya akan selalu bantu". lalu pengacara menjelaskan langkah langkah apa saja yang akan ku lalui dan bayaran berapa sampai dinyatakan bercerai.
saat kami sudah sampai dirumah bibi membawa sebagian barang xaviera kekamar dan pakaian kotor ke mesin cuci beserta buah buah ke dapur, aku menuju kamar untuk berganti pakaian dan memasak makanan untuk makan siang nanti,saat sedang asik nya mengobrol banyak hal terjadilah keributan oleh mas endro dan aku melihat mas endro dalam keadaan mabuk saat siang hari masuk ke ruang dapur.
endro "kamu ngomong apa ke orang tua saya ? kamu gak suka kalau orang tua saya mengatur uang saya jadi kamu mau bercerai? emang nya uang kamu sudah habis kamu kan masih ada uang warisan?sini kamu"
"bukan tentang uang,aku masih ada uang. aku sudah jelasin semua ke orang tua kamu,apa orang tua kamu yang bilang kalau permasalahannya bukan uang? aku sudah mengajukan cerai ke pengadilan,aku akan segera bawa anak anak pergi dari rumah ini nanti sore"
lalu mas endro melemparkan gelas dan mengenai kepala ku,saat itu juga kepala ku sakit,dan aku melihat anak ku masuk kedapur dan aku meminta frans untuk membawa pergi xaviera dan rahman.didalam dapur hanya kami bertiga, bibi saat itu tidak bisa apa apa di sudut dapur, lalu mas endro mengambil pisau dan mengenai tangan,kaki dan lengan ku, saat mas mencoba untuk menusuk ku, aku yang masih berusaha buat menghindar tiba tiba saja bibi menghalangi badan mas endro dan bibi kena tusukan dibagian perut nya sangat dalam lalu aku berteriak dan masuk lah frans, saat mas endro melihat darah banyak ditangannya mas endro langsung keluar rumah dan kabur entah kemana,lalu aku dan frans menelepon ambulan dan ambulan datang ,aku dan frans langsung menuju rumah sakit,disitu aku tidak mengurusin luka luka ditangan ku walaupun suster yang ada diambulan mengobati luka lu.yang ku fikirkan adalah bibi, karna aku banyak berutang nyawa kepada nya. bibi selalu menolong ku disaat aku hampir saja dibunuh oleh orang. sesampai nya dirumah sakit aku mendapat laporan dari mama nya abiah kalau xaviera pergi dibawa tukang ojek,saat itu aku panik dan langsung menelepon tukang ojek kenalan untuk menanyakan apa anak ku bersama nya tapi tidak diangkat,setelah aku mengurus semua biaya rumah sakit bibi dan bibi udah diurus sama dokter dan keluarganya bibi datang, aku langsung minta maaf ke mereka dan aku ijin pamit untuk mencari anak ku,aku sangat mengenal baik keluarga bibi jadi tidak terjadi marah marah,aku keluar dari rumah sakit bersama frans,dan saat dijalan mencari xaviera sambil aku menelepon terus tukang ojek nya lalu, aku dapat panggilan tak terjawab oleh mama nya abiah, lalu aku menelepon langsung.
"hallo,ya gimana"
mamanya abiah "kamu dimana? xaviera sudah pulang kerumah tapi dalam keadaan menangis, aku mendengar suara pecahan kaca didalam kamar nya,aku mencoba buka pintu nya tapi dikonci dari dalam,apa ada pintu lain untuk bisa masuk ? saya sama pak supir udah coba mencari tapi gak ada"
"ada kunci balkon menuju luar di lemari bawah dekat tv balkon tersebut nyambung ke balkon xaviera, biasanya siang ini xaviera gak pernah mengunci balkon itu coba lewat sana,terus kabarin saya ya"
"iya saya langsung cari kalau gitu saya tutup telepon nya dulu"
frans "ada apa mama?"
"kita langsung pulang saja frans,xaviera ada dirumah dia menangis dan mengunci pintu saya khawatir dia menyakiti diri nya sendiri setiap dia ada masalah"
frans "iya ma, xaviera selalu nyakiti diri nya sendiri?"
"iya nak, dia selalu memendamkan masalah sendiri, pas waktu dia masih sekolah dasar dia dibully oleh teman teman nya bahkan dia pernah dipukul oleh temannya tapi dia pendam itu dan menangis sambil melukai tangannya sendiri"
frans menjalankan mobil nya dengan cepat supaya bisa sampai kerumah,20 menit kemudian aku sampai dirumah dan disambut oleh abiah.
abiah "tante,dedek rahman tidur dikamar nya,mama ada didapur lagi masak"
"terimakasih ya nak"
lalu aku melihat frans mengajak ngobrol abiah dan aku menuju dapur.
mama abiah "hey jeng, aku tadi bisa masuk kamar anak mu aku melihat cermin besar pecah dan berserakan di lantai,aku melihat tangan xaviera berceceran darah sangat banyak,apa dia selalu menyakiti diri nya sendiri? ketika aku bertanya dia ada masalah apa dia tidak menjawab dia hanya memeluk diri ku,sana kamu lihat xaviera,jangan bangunin dia,dia baru tenang dan bisa tidur, tangan xaviera tidak ada jahitan hanya luka"
"aku melihat anak ku ya,terimakasih sudah merepotkan mu"
mamanya abiah "aku merasa tidak direpotkan,tenang saja, kalau butuh sesuatu langsung telepon aku ya,aku selalu ada untuk kamu dan anak anak kamu"
"setelah aku kekamar nya xaviera ada banyak hal yang mau ku ceritakan".
mama abiah merupakan orang kepercayaan ku yang mulai dari bangun usaha makanan dia yang bantu ngurus sampe akhirnya kita berdua mengalah usaha tersebut diambil oleh mama mertua ku,dia menjadi saksi kejahatan dari keluarga suami ku. lalu aku langsung menuju kekamar xaviera aku melihat cermin yang sudah tidak berbentuk dan melihat xaviera yang sedang tidur,aku mengecek tangannya dan aku sambil memeluk anak ku dan mencium dahi nya,lalu aku turun kebawah menuju dapur dan aku melihat abiah dan frans sedang memainkan uno blok ,aku langsung ke dapur.
mamanya abiah "laki laki itu apa ada hubungannya dengan dirimu ? kata abiah dia guru nya disekolah"
"dia emang guru disekolah nya tapi firasat ku mengatakan kalau frans punya rasa ke xaviera,tapi aku ragu karna jarak umur mereka beda jauh ,aku cuman mau melihat sampe mana frans memberikan perhatiannya ke xaviera".
mama nya abiah "kayaknya laki laki itu baik,tapi aku akan bantu cari tau tentang laki laki itu kalau kamu mau,kamu pasti tau kan suami ku seorang hacker"
"boleh,tapi aku mau minta tolong cari tau tentang seorang laki laki yang bernama alexander,ini ada foto nya,tolong bantu cari, aku harus mengumpulkan banyak bukti untuk dipengadilan agama"
mamanya abiah "hah?kamu mau bercerai?laki laki ini siapa? aku akan minta suamiku untuk cari tau itu"
"terimakasih,aku gak bisa menceritakan banyak hal tapi kalau kamu mencari tau tentang laki laki itu aku sangat membantu"
mamanya abiah "oke aku akan mencari tau, tapi sebisa suami ku ya".
"anak anak udah makan siang belom ya?"
mama nya abiah "sudah,kamu tenang saja,aku udah suapin xaviera makan juga"
"terimakasihh,aku merepotkan mu ya"
mamanya abiah "biasa saja,ayo kita lanjutkan masak masak nya"
aku dan mamanya abiah masak bersama untuk menu makan malam. setelah makanan siap dan sudah mau magrib lalu aku membersihkan badan ku kekamar mandi dan segera membangunkan anak gadisku,saat aku membangunkan xaviera aku melihat dia menangis dalam tidur nya dan aku membangunkannya dengan mengusap kepala nya.
"xaviera,bangun"
"sayang kamu bangun hei,kenapa ditangan mu luka,dan cermin mu pecah begitu, kamu nyakitin diri kamu?". aku yang berpura pura mengeluarkan nada tinggi membuat xaviera terbangun dan dia malah langsung menangis memelukku dan menanyakan hal yang membuat aku syok. aku yang saat itu masih memeluknya dengan erat.
xaviera "mama aku berjanji akan bales semua kejahatan itu ke dia,mama aku tadi pergi dengan pak ojek untuk ngikutin papa lalu aku melihat mobil papa ku berhenti didepan rumah ternyata didalam mobil papa berdua sama laki laki lain,lalu laki laki itu bukain pintu papa dan laki laki itu memeluk papa dan nyium tangan papa,laki laki itu bawa papa masuk kerumah nya sambil merangkul pinggang papa,siapa laki laki itu mama,apa yang laki laki itu lakukan".
aku yang berusaha meyakinkan xaviera kalau papa nya bukan orang yang buruk. dan aku menganggap anak ku pasti bermimpi tentang papa nya.
"kamu pasti bermimpi lagi,sudah sana mandi lalu mama obatin luka luka kamu dan sholat magrib,di bawah ada pak frans dan adik kamu,setelah sholat ayo turun dan makan"
__ADS_1
Xaviera "aku gak mimpi ma,aku melihat itu"
lalu aku langsung membawa anak ku untuk kekamar mandi dan aku membantu memandikan dia, dan memakai baju nya lalu aku mengganti perban ditangannya.
"xaviera, kalau kamu keluar itu harus ijin, kalau kamu dibawa bapak ojek itu gimana? gak semua orang yang terlihat baik itu kenyataannya baik,jadi tetap waspada ya"
xaviera "iya mama,gimana kondisi bibi ma? mama sebaiknya kita pindah rumah yuk"
mama "mama sudah memikirkan itu,kita bisa pindah kalau kamu sudah lulus smp, bibi sudah mulai membaik dan sudah membuka mata,bibi dirumah sakit dan ada keluarganya"
xaviera "siapa yang bayar perobatan rumah sakit?"
"frans,dia sudah banyak membantu kita, viera ,mama ijin untuk nyari kerja ya supaya bisa ngumpulin uang untuk kita beli rumah". sekali lagi aku berbohong pada xaviera kalau kenyataannya yang bayar rumah sakit itu adalah diriku saat itu frans mau bayar tapi aku menolak nya.
xaviera "mama ,apa benar papa selingkuh sama laki laki?"
"kamu itu bermimpi vier,sana sholat,mama tunggu diruang makan".
Xaviera "mama gak percaya sama aku,nanti ku tunjukin kalau omongan ku bukan mimpi"
aku pun langsung keluar kamar dan langsung menuju ruang dapur disepanjang jalan aku berbicara sendiri ""tau darimana viera tentang laki laki itu, sudah sampai mana viera tau ya,jangan sampai viera tau gimana tingkah laku papa nya diluar sana, aku cuman mau anak anak ku mengenal papa nya orang yang baik".
sesampai nya diruang makan ada mamanya abiah,papanya abiah,abiah,pak supir,rahman dan frans.
frans "mama,xaviera apa sudah bangun?gimana kondisi xaviera aku ingin melihatnya"
"dia sebentar lagi turun,terimakasih ya nak sudah banyak membantu keluarga kami"
frans "mama sudah aku anggap sebagai mama ku sendiri"
abiah "cie pak frans,gak boleh gitu nanti dillah cemburu"
frans "saya gak punya rasa sama dillah,bagaimana menjauhkan anak itu? saya risih dideketin anak itu"
mamanya abiah "kalau dideketin viera kenapa gak risih? umur kamu berapa frans?"
frans "entahlah tante,aku yang malah senang dekat dengan nya mangkanya aku selalu ngerjain viera di sekolahnya supaya bisa dekat dengannya, tahun ini aku berumur 25 tahun"
"kamu jadi guru udah berapa lama? kenal sama anak aku saat pertama viera masuk sekolah dong?"
frans "sebenarnya saya baru jadi guru 1 tahun tante, saya memiliki perusahaan kecil yaitu supermarket yang lumayan banyak cabangnya lalu saya juga mengurus perusahaan di tambang emas milik mama saya,saat itu saya sedang berada di lampu merah, saya melihat xaviera menolong kakek yang menyebrang sambil bawa gerobak yang barangnya banyak,saya melihat kagum di usia nya masih muda dia sudah membantu orang tua,saat itu saya meminta supir saya mencari tau tentang xaviera dan ternyata dia bersekolah ditempat sekolah milik ayah saya,setelah itu saya setuju dengan ayah untuk mengurus sekolah dan menjadi bagian komite dan guru disana supaya bisa dekat dengan xaviera,setelah saya jadi guru saya malah melihat xaviera sedang menyatakan kevin tapi kevin malah menolaknya didepan banyak orang,dan saat itu saviera mulai menjauh dan kevin malah mempermainkannya,lalu saya masih memikirkan cara bagaimana menyingkirkan kevin"
"wah kayak di cerita cerita novel yang saya baca ya hehe,ya begitulah cinta gak mengenal umur,tapi kalau kamu saya rasa kamu hanya mengagumi anak saya bukan cinta"
frans "awalnya saya berfikir begitu mama,tapi saya rasa memiliki perasaan cinta ke xaviera".
tiba tiba xaviera pun datang ke dapur.
xaviera "lebih baik bapak berhenti mencintai saya,saya bukan wanita baik baik,kalau bapak tau tentang kisah hidup saya bapak akan jijik dan menjauh"
mamanya abiah "sayang,kamu gak usah ngomong seperti itu,setiap orang memiliki masalah hidup yang berbeda beda,kamu gak sendirian kok"
"sini sayang duduk,makan dulu,lalu kita mengobrol lagi ya"
lalu kami semua makan bersama,setelah selesai makan frans mengajak anak ku berbicara dan meminta ijin ke aku membawa xaviera ke taman belakang rumah yang ada kolam ikan.
frans "mama,aku minta ijin bawa xaviera ke taman belakang,aku ingin mengobrol banyak hal ke dia"
xaviera "sudahlah pak,lebih baik bapak pulang saja,dan berhenti manggil mama saya dengan sebutan mama"
"viera,kamu ikut pergi frans sana,mama mau mengantar keluarganya abiah dulu keluar,lihat tuh abiah sudah mengantuk dan kecapean"
abiah "viera,aku pulang yaa, pak frans kamu harus memilih,jangan buat sahabat ku menangis"
papanya abiah "om pulang ya, ini coklat buat kamu,bye bye anak gadis om"
xaviera "bye bye om,tante,abiah"
frans "ayo xaviera".
aku melihat xaviera dan frans langsung menuju taman. aku mengantar keluarganya abiah keluar lalu masuk kedalam rumah menggendong anak ku rahman ke ruang tv kami berdua menonton.beberapa menit kemudian.
frans "tante aku pamit pulang dulu,kata xaviera besok dia mau masuk sekolah,kalau tante ijinin aku yang jemput dia"
xaviera "gak usah,nanti yang ada jadi keributan"
"tenang saja frans,saya akan mengantarkan xaviera kesekolah nya sekalian nganter adik nya sekolah,hati hati dijalan ya,xaviera sana kamu antar frans ke parkiran dan jangan lupa konci pagar nya ya mama mau bawa adik mu yang sudah tidur kekamar"
frans langsung salam ke aku dan xaviera mengantar frans ke depan,lalu aku membawa anak ku rahman ke kamar nya sesampainya kekamar aku langsung mencium keningnya dan menyalakan ac lalu menyelimuti nya. lalu aku keluar kamar melihat xaviere mau masuk kamar nya.
"pintu udah dikonci dan gembok? buku buku buat besok disiapin,besok pagi mau dimasakin apa?besok kamu gak usah les dulu ya,besok rabu kan?"
xaviera "ma,aku besok les saja ya aku udah ketinggalan pelajaran,pintu udah kukunci semua, xaviera mau bertanya tentang papa,xaviera merasa mama menyembunyikan suatu hal"
"itu hanya perasaan kamu saja,sudahlah mama mau tidur,besok kamu telat kalau kita mengobrol".
aku dan xaviera masuk kekamar masing masing.
besok pagi nya
aku terbangun jam 5 subuh, langsung sholat setelah itu membangunkan xaviera untuk sholat dan bersiap siap sekolah. aku membuka kamar xaviera
"xaviera bangun,kamu sekolah nak,cepatt udah jam 7 kamu sudah telat nih"
xaviera "hah? udah jam 7? mama kok bangunin aku jam segini sih". lalu xaviera melihat jam di hp nya
xaviera "mama ini masih jam setengah 6,aku harus mandi dan sholat lalu siap siap berangkat"
"siap siap lah,mama mau masakin kalian,adik kamu saja sudah bangun,kamu dibangunin susah"
aku langsung turun ke bawah untuk masak dan aku melihat anak laki laki ku tertidur di kursi makan yang kepalanya menempel di meja makan,aku hanya bisa tertawa melihat kebiasaannya.aku lanjut memasak makanan untuk dimakan sekarang dan menyiapkan bekel sayuran untuk xaviera karna dokter masih melarangnya untuk memakan sembarangan. beberapa menit kemudian xaviera sudah siap dan kami makan bersama di meja makan,tidak ada percakapan apapun, setelah itu aku menuju mobil untuk memanasi mesin mobil.
"mama tunggu kalian 10 menit kalau masih lama ,mama tinggal ya"
rahman "iyaa maa tunggu aku sakit perut,kakak bantuin aku dan temenin aku"
xaviera "jorok,ayo ku temenin,jangan lama lama aku juga sakit perut".
aku hanya melihat mereka menuju kamar mandi,dan aku menuju parkiran untuk memanaskan mobil,lalu mama mertua ku datang marah marah.
mama mertua "dimana anak ku?kamu lebih baik keluar dari rumah ini,rumah ini bukan milik kamu,jangan bawa anak anak kamu"
"aku tidak tau ma,setelah kemaren dia menusuk bibi dia pergi entah kemana"
mama mertua "gak mungkin anak ku seperti itu"
"aku punya bukti cctv rumah,apa mama mau lihat kelakuan anak mu itu"
mama mertua "jangan macem macem sama saya ,saya sumpahin hidup kamu selalu menderita"
"amin ya allah". mama mertua langsung pergi kembali untungnya saya memiliki tetangga yang cuek dan tidak suka menggosip.
__ADS_1
10 menit pun tiba anak anak ku sudah berlarian menuju mobil,aku langsung mengonci pintu rumah dan pagar lalu menuju mobil untuk mengantar mereka pergi kesekolah, rencana setelah mengantar mereka kesekolah aku akan kepengadilan agama untuk sidang pertama,lalu aku kerumah sakit. didalam mobil
xaviera "mama kok rapih banget dan cantik banget,mau kemana ma? mama mau kerja ya?"
"iya mama mau nyari kerja,nanti setelah urusan mama beres mama akan jemput rahman,ingat ya rahman kalau mama belom jemput kamu jangan ngikut orang lain siapapun itu"
rahman "iya mama,kok cuman aku saja yang dikasih tau kakak kok gak dinasehati juga"
"kamu juga ya xaviera"
xaviera "siap mama,kamu berisik dek"
"sudah jangan ribut"
setelah aku mengantar ke dua anak ku,aku langsung menuju pengadilan agama,dan aku ditelepon mama nya abiah.
mama abiah "jeng, kamu dimana? suami ku udah dapet info nih tentang laki laki itu dan suami mu sedang bersama laki laki itu dihotel"
"aku di pengadilan agama tangerang,kamu kesini saja"
mamanya abiah "aku otw kesana sekalian ngasih bukti video yang membuat ku syok"
setelah aku dan mamanya abiah datang,mama nya abiah langsung kasih bukti dan aku langsung menunjukan semua bukti ke hakim untuk proses perceraian dan hak asuh anak jatuh di tangan ku. ternyata pernyataannya kurang kuat dan akan ada sidang selanjutnya. saat kami bertiga yaitu pengacara ,aku dan mamanya abiah menuju ke tempat makan, aku dapat telepon dan aku mengangkatnya.
"hallo,dengan siapa ya?"
"hallo,apa benar ini istrinya pak endro?, saya dari pihak kepolisian, bapak endro saat ini sedang kami tahan di polres metro jakarta".
"bapak sedang menipu saya ya? gak mungkin suami saya ditangkap polisi,emangnya dia buat masalah apa sampe berurusan dengan polisi"
"anda bisa langsung datang kekantor polisi,kami tunggu,temui pak endro disini, beberapa teman pak endro juga ada disini,mereka satu kantor"
aku langsung meminta temanin pengacara ku saat itu dan mamanya abiah mendengar nya langsung panik dan nanyain ke aku.
mamanya abiah "kenapa suami kamu?"
"aku gak bisa menceritakannya,aku akan menjemput rahman,lalu aku titip rahman ya dirumah mu"
"bang,nanti saya akan sms jam berapa ke polres nya,saya minta tolong abang lagi"
pengacara "kamu tenang saja, akan saya tunggu".
lalu kami bertiga pamit aku yang menjemput rahman,dan sesampai nya dirumah aku menyiapkan baju ganti buat rahman untuk menginap beberapa hari dirumah mamanya abiah,lalu aku mengantar rahman kerumah abiah yang jarak waktunya hanya 10 menit saja. sesampainya aku mengantar rahman, aku menelepon xaviera dan menangis ,sambil menuju jalan pulang kerumah.
"xaviera,kamu pulang sekarang ya nak,mama butuh kamu"
Xaviera “kenapa mama? Papa nyakitin mama lagi?”
"nanti mama ceritakan dirumah". selagi aku menunggu xaviera,aku menuju rumah mama mertua dan papa mertua ,aku langsung bicara saat itu kepada mereka.
"mama ,papa, mas endro ditahan kepolisian metro jakarta selatan,aku dan xaviera akan kesana kalian mau ikut?"
mama mertua "gak mungkin anak saya ditahan polisi,pasti kamu yang melaporkan anak saya ya"
"saya tidak melaporkan apapun,saya mendapatkan telepon"
papa mertua "buruan kamu siap siap,gak usah ribut,kamu yang nyupirin kami ya nak"
"iya pa,aku kerumah ya mungkin xaviera sudah sampai rumah"
aku menuju kerumah dan benar xaviera sudah sampai didalam rumah.
xaviera "mama kenapa menangis lagi?papa pasti melukai mama ya"
aku langsung memeluk anak ku dan bicara "vier, papa mu masuk penjara nak pagi tadi, cepat ganti baju mu, temanin mama ke tahanan di jakarta”. lalu aku melepaskan pelukannya dan membiarkan anak ku ganti baju.
Xaviera “kok bisa ma? Apa yang terjadi? Aku ganti baju ke kamar aku ya,mama tunggu ya, mama berhenti lah menangis”
lalu aku menelepon pengacara "bang,aku dan keluarga menunju polres kira kira 2jam sudah sampai,abang mau saya jemput sekalian"
pengacara "tidak usah,saya sudah sampai di polres metro,sebutin nama suami mu akan saya cari tau dia kena kasus apa dan saya tunggu disini ya"
"endro wijaya, terimakasih bang saya akan otw kesana"
pengacara "suami kamu ternyata sudah dibawa ke rutan pondok bambu"
setelah itu kami berangkat menuju rumah mama mertua,kami berangkat ber empat,mama dan papa mertua dibelakang,aku dan xaviera didepan,kami langsung menuju ke polres ,tidak ada percakapan apapun karna kami sibuk dengan fikiran kami masing masing, dan aku berfikir
"kayaknya aku harus cabut berkas dipengadilan agama,aku harus gagal untuk bercerai,aku kasian melihat anak anak ku dan suami ku kalau aku memutuskan bercerai,aku akan kasih kesempatan sekali lagi untuk mas endro"
setelah menempuh perjalanan 2 jam kami sampai dipolres saat itu juga kami ketemu pengacara ku dan pengacara ku menjelaskan semua informasi yang dia dapat
pengacara "pak endro kena kasus pencucian uang,dan pemalsuan tanda tangan,yang ditahan gak cuman hanya pak endro tapi sekertaris dan bagian keuangan lainnya ditahan,saat ini bos perusahaan menjadi DPO polisi, berdasarkan cerita pak endro ,pak endro dijebak oleh atasannya ,yang membuat kasus adalah bos nya dan bos nya yang mengambil uang nasabah, pak endro akan dibebaskan tapi dengan syarat dia harus menangkap bos nya itu"
papa mertua "kapan sidang keputusannya terjadi ?"
pengacara " dua minggu lagi,saya ijin mengajukan menjadi pengacara pak endro ya ibu bapak,kalian bisa langsung melihat pak endro didalam sel"
papa mertua "boleh,saya langsung kesana saja,terimakasih sudah banyak membantu"
mama mertua "bayaran untukmu biar istri nya saja yang bayar"
"kok aku sih ma,uang gaji mas endro kan di mama"
mama mertua "sudah habis,kan warisan kamu banyak tuh pakai saja warisan dari orang tua mu itu".
lalu mama dan papa mertua pun pergi menuju tempat mas endro,saat itu xaviera udah sangat kesal ingin sekali dia menonjok nenek nya ku tahan tangan nya.dan aku membawa xaviera ke tempat papa nya,lalu pengacara ijin pamit pergi untuk menyiapkan berkas berkas nya. sesampai nya di dalam sel tersebut aku melihat sosok laki laki yang pernah ku lihat sama mas endro, lalu xaviera berbicara.
xaviera "ini mama\,orang nya yang aku lihat\,laki laki br*ngs*k ini yang ku lihat\, kamu ngapain ada disini\, pergi kamu dari papa saya\,kamu merusak keluarga saya"
mas endro "xaviera,jaga ucapan mu,dia sahabat papa,mana sopan santun kamu hah?"
Xaviera "halah sama orang kayak dia ngapain harus sopan,gak guna begitu bisa nya merusak rumah tangga orang dan membuat mama saya terluka,mau bapak keluar atau saya panggilin polisi untuk menyeret kamu keluar"
mas endro "xaviera jaga ucapan kamu,lihat banyak orang melihat ke arah kita,jangan buat keributan"
mama mertua "didik anak mu tuh dengan baik gak punya sopan santun seperti itu,gimana sih kamu sebagai ibu"
mas endro "sudah lah mah,itu bukan salah arin, ini salah ku yang kurang pandai mendidik xaviera,maafin tingkah anak saya ya alex"
xaviera "papa usir orang itu atau aku akan pergi dari sini dan aku gak akan pernah mau ketemu papa seumur hidup ku"
mas endro "alex terimakasih udah datang,tadi katanya kamu ada keperluan mendadak kan,yaudah langsung pergi saja hati hati dijalan ya"
lalu lelaki itu pergi begitu saja,tanpa pamit sama orang tua ku. dan aku bilang ke mas
"aku sudah mengurus surat peceraian,sebentar lagi akan bercerai,aku akan memenangkan hak asuh anak dengan semua bukti sudah aku pegang"
mas endro "jangan ceraikan aku,kasih aku satu kali kesempatan ya,aku akan perbaiki semua"
"oke ada syaratnya, aku akan bantu kamu keluar dari sini dan tidak menceraikan kamu tapi mama kamu tidak usah ikut campur dengan keuangan yang kita miliki,kalau mama kamu masih ikut campur maka aku akan menceraikan kamu dan memasukin kamu ke penjara lagi"
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~ BERSAMBUNG\~\~\~\~\~