Brokenside

Brokenside
Bab 6


__ADS_3

"gimana kondisi bibi ma? mama sebaiknya kita pindah rumah yuk"


mama "mama sudah memikirkan itu,kita bisa pindah kalau kamu sudah lulus smp, bibi sudah mulai membaik dan sudah membuka mata,bibi dirumah sakit dan ada keluarganya"


"siapa yang bayar perobatan rumah sakit?"


mama "frans,dia sudah banyak membantu kita, viera ,mama ijin untuk nyari kerja ya supaya bisa ngumpulin uang untuk kita beli rumah"


"mama ,apa benar papa selingkuh sama laki laki?"


mama "kamu itu bermimpi vier,sana sholat,mama tunggu diruang makan".


"mama gak percaya sama aku,nanti ku tunjukin kalau omongan ku bukan mimpi"


mama ku langsung keluar kamar dan menutup pintu,aku langsung saja mengerjakan sholat ku dan berdoa ke tuhan untuk diberikan jalan keluar nya. setelah selesai sholat aku memikirkan cara bagaimana mama ku harus tau apa yang dilakukan oleh papa ku dan saat itu aku berharap mama dan papa ku berpisah. lalu aku turun ke bawah dan segera menuju ke dapur, saat aku mendekati pintu dapur aku langsung bersembunyi dibalik dinding luar dapur,dan aku mendengar percakapan pak frans dengan yang lain.


frans "mama sudah aku anggap sebagai mama ku sendiri"


abiah "cie pak frans,gak boleh gitu nanti dillah cemburu"


frans "saya gak punya rasa sama dillah,bagaimana menjauhkan anak itu? saya risih dideketin anak itu"


mamanya abiah "kalau dideketin viera kenapa gak risih? umur kamu berapa frans?"


frans "entahlah tante,aku yang malah senang dekat dengan nya mangkanya aku selalu ngerjain viera di sekolahnya supaya bisa dekat dengannya, tahun ini aku berumur 25 tahun"


mama ku "kamu jadi guru udah berapa lama? kenal sama anak aku saat pertama viera masuk sekolah dong?"


frans "sebenarnya saya baru jadi guru 1 tahun tante, saya memiliki perusahaan kecil yaitu supermarket yang lumayan banyak cabangnya lalu saya juga punya perusahaan di tambang emas,saat itu saya sedang berada di lampu merah, saya melihat xaviera menolong kakek yang menyebrang sambil bawa gerobak yang barangnya banyak,saya melihat kagum di usia nya masih muda dia sudah membantu orang tua,saat itu saya meminta supir saya mencari tau tentang xaviera dan ternyata dia bersekolah ditempat sekolah milik ayah saya,setelah itu saya setuju dengan ayah untuk mengurus sekolah dan menjadi bagian komite dan guru disana supaya bisa dekat dengan xaviera,setelah saya jadi guru saya malah melihat xaviera sedang menyatakan kevin tapi kevin malah menolaknya didepan banyak orang,dan saat itu saviera mulai menjauh dan kevin malah mempermainkannya,lalu saya masih memikirkan cara bagaimana menyingkirkan kevin"


mama ku "wah kayak di cerita cerita novel yang saya baca ya hehe,ya begitulah cinta gak mengenal umur,tapi kalau kamu saya rasa kamu hanya mengagumi anak saya bukan cinta"


frans "awalnya saya berfikir begitu mama,tapi saya rasa memiliki perasaan cinta ke xaviera".


didinding luar dapur


"wah,masa sih guru killer itu mencintaiku,ada apa ini dengan diri ku,kok jantung ku deg degan ya,hah? guru killer itu kenal aku saat aku bantu kakek kakek dorong gerobak? oh aku jadi ingat saat itu aku mau menyebrang menuju tempat jualan buku bekas,uh pantas saja kedatangan tuh guru disekolah sering buat aku susah disekolah".


lalu aku masuk kedalam ruangan karna aku merasa gak beres dengan jantung ku dan ternyata aku melihat bangku kosong ada disamping pak frans.


"lebih baik bapak berhenti mencintai saya,saya bukan wanita baik baik,kalau bapak tau tentang kisah hidup saya bapak akan jijik dan menjauh"


mamanya abiah "sayang,kamu gak usah ngomong seperti itu,setiap orang memiliki masalah hidup yang berbeda beda,kamu gak sendirian kok"


mamaku "sini sayang duduk,makan dulu,lalu kita mengobrol lagi ya"


lalu kami semua makan bersama,setelah selesai makan pak frans mengajak aku berbicara dan meminta ijin ke mama membawa aku ke taman belakang rumah.


frans "mama,aku minta ijin bawa xaviera ke taman belakang,aku ingin mengobrol banyak hal ke dia"


"sudahlah pak,lebih baik bapak pulang saja,dan berhenti manggil mama saya dengan sebutan mama". saat itu saya benar benar merasakan jantung berdetak lebih cepat dan ingin menghindar dari pak frans.


mama "viera,kamu ikut pergi frans sana,mama mau mengantar keluarganya abiah dulu keluar,lihat tuh abiah sudah mengantuk dan kecapean"


abiah "viera,aku pulang yaa, pak frans kamu harus memilih,jangan buat sahabat ku menangis"


mamanya abiah "tante pamit pulang ya sayang,ingat xaviera kalau ada apa apa langsung telepon tante"


papanya abiah "om pulang ya, ini coklat buat kamu,bye bye anak gadis om"


"bye bye om,tante,abiah,terimakasih,hati hati dijalan"


frans "ayo xaviera".


lalu aku dan pak frans berjalan menuju taman belakang rumah. sesampainya ditaman kami duduk di bangku dekat kolam ikan.


"ada apa pak? kenapa bapak manggil saya?"


pak frans "saya sudah bilang berapa kali ke kamu,jangan manggi saya bapak,kalau disekolah tidak apa apa kamu manggil saya bapak"


"ada apa mas?"


pak frans "aku suka kamu manggil aku mas, aku cuman mau bilang,apapun yang terjadi didalam hidup kamu,aku akan selalu ada disisi kamu,walaupun aku tau saat ini kamu memilih kevin,tapi kalau kevin bisa menjaga kamu dan tidak buat kamu menangis maka saya akan mengikhlaskan kamu,kalau kamu sedang susah dan sedih datang lah ke aku, aku selalu ada untuk kamu,dan selalu menerima kamu tanpa memandang siapa kamu dan keluarga kamu seperti apa"


"jangan berharap lebih sama saya,sudahlah mending mas pulang saja,aku tidak tertarik pacaran"


frans "aku tidak meminta mu berpacaran,aku hanya mengutarakan apa yang ku rasa, aku akan menunggu kamu lulus kuliah lalu mengajak kamu menikah,ingat ya aku pintu rumah ku selalu untuk kamu,saat kamu cape akan hidup datang lah kepadaku,coba lihat tangan kamu yang luka"


"apa sih ,aku tuh masih kecil". aku langsung menunjukan tangan ku dan pak frans mencium tangan ku yang luka


frans "iya iya gadis kecil ku". frans langsung memberantakan rambut ku


"berhenti ih,rambut ku nanti kusut astaga,menjauh lah ihh"


frans "haha lihat lah kamu lucu banget dengan rambut berantakan seperti itu"


lalu pak frans masih memberantakin rambut ku,dan aku memegang tangan pak frans dan menggigitnya.


frans "aauuuu sakit ,berhenti xaviera,tangan ku bisa berdarah nanti,kamu tuh kayak kanibal saja"


"mangkanya kalau aku bilang berhenti ya berhenti,lihat kan rambut ku jadi kusut sama kamu,menyebalkan saja, sana pulang"


frans "kamu mengusir saya?"


"terpaksa karna kamu nyebelin, jangan dekat dekat ih".


tiba tiba saja pak frans memeluk ku (pak frans)"pasti kejadian tadi sangat berat dan menyakitkan untuk kamu kan,menangis lah ,aku tidak melihat mu menangis,jangan ditahan nanti akan sangat sakit di hati mu,kamu boleh menangis"


"apa sih,aku gak nangis ya,dan aku gak sedih"


frans "kamu yakin kamu baik baik saja? coba tanyakan hati kamu?"


"hati ku malah berdetak lebih cepat gara gara bapak memeluk saya"


frans "masa sih? kamu yakin kamu baik baik saja? tidak sakit hati?"


"ih berhentilah menanyakan itu,aku baik baik saja". tapi aku berbicara sambil menangis.dan tanpa sadar semakin memeluk erat pak frans. lalu saat itu sadar kalau ini gak baik, aku langsung melepas pelukan pak frans dan menghapus semua air mata ku,menarik tangan pak frans ke mama ku.


frans "kenapa viera?"


"pulang lah pak,saya belom cukup umur,apa yang kita lakukan tidak pantas"


frans "haha,baik lah aku akan pulang,ingat pesan ku"


"iya bawel"

__ADS_1


lalu kami mencari mama ku,dan ternyata mama sedang berada diruang tv, frans langsung salim mama ku dan ijin pamit pulang.


frans "tante aku pamit pulang dulu,kata xaviera besok dia mau masuk sekolah,kalau tante ijinin aku yang jemput dia"


"gak usah,nanti yang ada jadi keributan". aku sangat bingung karna gak ada bilang besok aku mau masuk sekolah, ah tapi aku juga kangen sekolah


mama ku "tenang saja frans,saya akan mengantarkan xaviera kesekolah nya sekalian nganter adik nya sekolah,hati hati dijalan ya,xaviera sana kamu antar frans ke parkiran dan jangan lupa konci pagar nya ya mama mau bawa adik mu yang sudah tidur kekamar"


lalu aku langsung mengantar pak frans sampe mobil nya.


frans "bye cantik,selamat tidur, mimpiin aku ya, nanti aku sampai rumah apa aku boleh menelepon?"


"gak boleh,sana pulang,hati hati dijalan"


frans "baiklah,oke cantik,kamu masuk lah jangan lupa kunci pintu nya"


lalu aku masuk dan kunci pagar dan aku masih melihat mobil pak frans pergi,lalu aku masuk kedalam rumah dan mengonci pintu.


"ada apa ini hati ku kenapa berdetak lebih cepat apa aku ada penyakit jantung? kayaknya gak mungkin"


aku langsung menuju kekamar ku,dan aku bertemu mama didepan pintu kamar rahman.


mama "pintu udah dikonci dan gembok? buku buku buat besok disiapin,besok pagi mau dimasakin apa?besok kamu gak usah les dulu ya,besok rabu kan?"


aku jadi teringat kejadian papa dan aku langsung bicara ke mama sekali lagi,karena aku merasakan mama ku menyembunyikan sesuatu, kata orang ikatan ibu dan anak kuat sekali, anak nya berbohong ibu nya akan tau,begitulah anak nya,ketika ibu nya nyembunyikan apapun anak nya pasti akan tau


xaviera "ma,aku besok les saja ya aku udah ketinggalan pelajaran,pintu udah kukunci semua, xaviera mau bertanya tentang papa,xaviera merasa mama menyembunyikan suatu hal"


mama "itu hanya perasaan kamu saja,sudahlah mama mau tidur,besok kamu telat kalau kita mengobrol".


kemudian aku masuk kembali kedalam kamar ,dan belajar materi buat besok,untungnya abiah meminjamkan pr nya buat aku kerjakan dan aku juga mengerjakan pr abiah. setelah selesai pr buat besok aku langsung memasukan buku pelajaran buat besok, aku segera menuju kamar mandi untuk mencuci muka,menggosok gigi lalu menuju kasur untuk tidur. dan hp ku berbunyi ternyata itu pesan dari frans.


"kok mas frans gak nelepon aku ya? tadi katanya dia mau nelepon aku ketika sampai rumah, apa aku yang nelepon dia duluan ya?"


lalu aku memutuskan untuk menelepon pak frans,dan diangkat langsung sama pak frans


frans "hallo ada apa viera?


"kamu katanya tadi mau nelepon aku kalau udah sampe dirumah"


frans "kata mu tadi gak boleh nelepon,jadi gak saya telepon"


"masa sih aku bilang gitu? (aku lupa kalau pernah ngomong begitu)


frans "kamu kangen ya sama saya?"


"enggak,saya cuman mau tau kondisi mu saja pak,yasudahlah saya tidur,assalamualaikum". dan aku langsung mematikan teleponnya dan mengecas hp di meja. kemudian aku kembali ke kasur dan langsung tidur tapi aku tidak bisa tidur entah kenapa memikirkan kejadian ditaman.


"arghtt kenapa kepikiran terus si frans itu,kenapa jadi kepikiran yang ditaman,ayolah viera tidur". aku terus memejamkan mata ternyata tidak bisa tidur,lalu aku membuka tv untuk nonton film twilight dan tetap gak tidur juga,dan aku melihat jam sudah jam 3 malam,lalu aku langsung mematikan tv dan memejamkan mata untuk tidur.


esok pagi


mama "xaviera bangun,kamu sekolah nak,cepatt udah jam 7 kamu sudah telat nih"


"hah? udah jam 7? mama kok bangunin aku jam segini sih". lalu aku melihat jam di hp


"mama ini masih jam setengah 6,aku harus mandi dan sholat lalu siap siap berangkat"


"siap siap lah,mama mau masakin kalian,adik kamu saja sudah bangun,kamu dibangunin susah"


aku langsung menuju kamar mandi, setelah itu aku memakai pakaian sekolah ku yang hari ini seragam batik sekolah,aku memakai tas ku menuju ke dapur untuk memakan masakan mama ku yang lezat. sesampainya didapur ternyata mama masak sayur, aku tidak terlalu suka sayur tapi tidak apa apa lah,aku dibekali nasi dan sayur capcai. setelah selesai makan mama bilang.


mama "mama tunggu kalian 10 menit kalau masih lama ,mama tinggal ya"


rahman "iyaa maa tunggu aku sakit perut,kakak bantuin aku dan temenin aku".


xaviera "jorok,ayo ku temenin,jangan lama lama aku juga sakit perut".


rutinitas aku dan adik ku setelah makan kami rebutan toilet untuk menyetor di wc. setelah adik ku selesai gantian lah aku masuk ke wc, setelah kami selesai, kami langsung berlarian menuju keluar dan masuk mobil mama, didalam mobil aku melihat mama ku sangat cantik dan rapih dan aku nanya ke mama.


"mama kok rapih banget dan cantik banget,mau kemana ma? mama mau kerja ya?"


mama "mama mau nyari kerja,nanti setelah urusan mama beres mama akan jemput rahman,ingat ya rahman kalau mama belom jemput kamu jangan ngikut orang lain siapapun itu"


rahman "iya mama,kok cuman aku saja yang dikasih tau kakak kok gak dinasehati juga"


mama "kamu juga ya xaviera"


"siap mama,kamu berisik dek"


mama "sudah jangan ribut"


mobil sampai di depan sekolah rahman sekolah dasar negeri, rahman salim ke mama ,lalu langsung turun dari mobil,kami langsung ke sekolah ku yang hanya 15 menit. sesampai nya disekolah,aku salim ke mama dan masuk ke dalam sekolah,ketika aku ingin melewati ruang guru aku melihat pak frans didepan ruang guru.


frans "pagi viera"


"pagi pak" dan aku langsung pergi gitu saja,dan aku jaraknya tidak terlalu jauh aku mendengar ada ibu guru felicia dia guru anak SD sedang menyapa dan mengobrol pak frans. dan aku segera bersembunyi dibalik tembok dekat tangga untuk menguping. (sekolah ku gabungan ,SD , SMP dan SMA gedung ruangan guru nya deket menuju arah gerbang sekolah).


frans "pagi juga bu felicia, ada apa nih ibu"


bu felicia "saya masakin makanan kesukaan mas frans"


frans "wah pasti sangat enak,masakan ibu kan selalu enak,terimakasih ya"


bu felicia "ah mas bisa saja,nanti selesai sekolah mas mau nemanin saya ke toko buku? saya mau nyari sesuatu buku"


frans "wah boleh ibu,nanti saya kabarin lagi ya"


bu felicia "wah asik,nanti istirahat kita makan bareng ya pak ditaman"


Anto "woy xaviera, lo ngapain ngumpet disitu,main petak umpet sama siapa? kevin lo liat tuh cewe lo"


gue kesel karna bisa ketauan pak frans kalau gue nguping.


kevin "kamu ngapain disitu beb"


gue pun keluar dari tempat persembunyian dan langsung meninggalkan mereka,aku langsung jalan menuju gedung kelas ku ya yang lumayan buat kaki pegel. sampai nya di kelas aku langsung ketempat ku dan membanting tas ku saat itu aku duduk sama dillah


dillah "weh kenapa kamu kesel begitu sih datang datang"


"aku kesel si kevin dan geng nya gangguin aku lagi ngumpet"


abiah "ngumpet? kamu main petak umpet dengan siapa?"


"ah sudahlah kalian tidak akan mengerti"

__ADS_1


bel masuk sekolah berbunyi, beberapa menit kemudian masuk guru yang saat itu pak frans, aku yang duduk dibelakang didepan ku abiah,dan samping abiah kosong karna nur gak masuk.


frans "siapa yang gak masuk hari ini?"


semua murid "nur"


tini "nur sakit pak surat nya ada di wali kelas"


frans "oke nanti saya minta ke wali kelas kalian"


yang buat aku kaget adalah hari ini persentasi kelompok, ternyata aku tidak dimasukan kelompok sama dillah malah dillah masukin orang lain.dan abiah tidak memberitahu ku tentang persentasi, pak frans juga enggak ada bilang apa apa.


"kok kalian enggak ada yang bilang ke aku kalau ada kelompok? terus nilai ku gimana?"


dillah "halah orang pintar macam kamu ngapain mikir nilai sih, tanpa kamu ngerjain tuh tugas nilai kamu jadi bagus,karna kamu simpenan pak guru killer"


"apaan sih dillah,kamu gak usah sembarangan ngomong dan buat gosip yang aneh aneh"


abiah "viera,nanti ku jelasin kekamu ya,maaf ya"


dillah "enggak usah minta maaf ke dia,kamu jangan mau dijadikan babu sama dia"


"kapan aku pernah menjadikan abiah babu?" . aku pun langsung membentak dillah dan dilihat seluruh murid dikelas bahkan pak frans melihat juga.


dillah "emangnya aku gak tau kalau kamu selalu menyusahin keluarga nya abiah? kamu jadikan keluarga abiah sebagai babu kamu, mentang mentang papa kamu punya banyak uang"


abiah "itu tidak benar, mama aku dan mamanya xaviera adalah kakak beradik,kamu jaga ucapan mu ya"


semua orang didalam kelas menyorakin dillah.


dillah "ngapain sih kalian belain cewe sok caper yang pura pura pingsan ditengah lapangan supaya digendong oleh kak kevin dan geng nya, cewe murahan begini"


lalu aku mereflek menampar dillah.


frans "sudah cukup, dillah kamu pindah ke depan,dan kamu dea duduk sama xaviera"


dillah "kamu berani nampar aku?".lalu dillah menjambak aku dan menjedotkan kepala ku ke tembok, abiah sudah mencoba menahan dillah tapi abiah terjatuh kebawah.


frans "saya bilang berhenti,sini kamu dillah ikut saya keruang bk"


dillah "kenapa saya pak? saya akan menelepon orang tua  saya dan melaporkan si xaviera


frans "silahkan saja,saya akan melaporkan kamu ke pihak berwajib dan mentidak naikkan kelas kamu ,lihat lah kejadian yang saya rekam? kamu mau ikut saya atau kamu akan tidak naik kelas?"


dillah "mentang mentang xaviera simpanan nya bapak ya,bapak pilih kasih"


ketua kelas "udahlah mending kamu ikut bapak frans keruang bk,daripada kami sebarin gosip ke seluruh kelas kalau kamu bully sahabat kamu sendiri dan xaviera juga baru keluar dari rumah sakit"


lalu dillah mengikuti pak frans menuju ruang bk.


abiah "gimana kepala kamu?"


tini "iya gimana kepala kamu sakit gak? kita ke uks ya?"


"tidak usah,aku baik baik saja,hanya benjol saja"


ketua kelas "apa yang dikatakan dillah benar? kamu simpanannya pak frans?"


"itu tidak benar"


abiah "dillah sembarangan ngomong saja"


beberapa menit kemudian hening didalam kelas,ada yang tidur ada pula yang baca novel, lalu tiba tiba masuk wali kelas.


wali kelas "xaviera,ikut saya ke ruang bk, kepala sekolah mau bicara"


teman teman kelas "'semangat xaviera,kami selalu mendukung mu,dillah sangat kelewatan"


aku yang sangat ketakutan menuju ruang bk karna aku juga salah telah menampar dillah,cuman bisa mengikuti wali kelas menuju ruang bk yang agak jauh.sesampai nya diruang bk ada kepala sekolah (ayahnya pak frans),pak frans,guru bk,dillah, orang tua nya dillah,aku dan bu wali kelas.


mamanya dillah "oh jadi ini yang menampar anak saya,mau jadi preman kamu hah? . lalu mama nya dillah menjambak rambut ku"


dillah "jambak terus mama pelacur itu"


papa nya dillah "sudah cukup,lepasin dia,kamu buat saya malu lihat kamu direkam,jangan buat nama saya rusak"


frans "wah padahal tadi kurang seru tuh,lumayan lah buat laporan ke pihak kepolisian dan wartawan"


mamanya dillah "jangan macam macam sama saya,saya bisa menyuruh orang untuk membunuh kamu,suami saya ini kerjanya dipemerintahan"


frans "yes sudah terekam suara anda ibu,silahkan kirim orang saya tidak takut,saya malah akan membuat kalian bertiga menderita karna sudah melukai xaviera"


papa nya dillah "sudahlah jangan dibesar besarkan,saya minta maaf atas kelakuan istri saya kepada kamu ya nak"


mamanya dillah "tapi pa anak pelacur ini"


"IBU SAYA BUKAN PELACUR DAN SAYA JUGA BUKAN PELACUR JADI JAGA OMONGAN ANDA YA,JANGAN MENTANG MENTANG ANDA PUNYA UANG ANDA BISA SEENAK NYA SAJA MENGHINA DAN MERENDAHKAN ORANG LAIN! BUAH JATUH TIDAK JAUH DARI POHON NYA" . aku kesal dan langsung membentak.


mamanya dillah "oh kamu berani bentak saya" ingin menampar saya


lalu tiba tiba datang seorang polisi membuka pintu,dan memegang tangan mama nya dillah, saya melihat papa nya dillah ketakutan.


mamanya dillah "kenapa ada polisi? siapa yang menelepon polisi"


aku melihat kesamping ternyata itu paman ku (abangnya mama ku) sudah datang,kebetulan paman ku emang lagi dijakarta tapi dia tidak mau memberitahu mama kalau pamanku lagi dinas dijakarta,dan aku yang menelepon paman,karna aku takut berurusan dengan keluarga yang punya uang banyak.


"paman,akhirnya kamu datang"


"perkenalkan nama saya aryo widoyo saya paman dari xaviera,saya mendengar dari xaviera kalau yang nama nya dillah telah menjedotkan kepala keponakan saya ya?"


dillah "dia duluan yang menampar saya"


"lalu saya dengar tadi ada yang mengatakan keponakan saya pelacur siapa itu? saya akan menyiapkan pengacara pribadi dan laporkan kalian ke pengadilan untuk diproses"


kepala sekolah "pak,tenang dulu,jangan melapor apapun ya,diselesaikan secara kekeluargaan saja"


papanya dillah "jangan,saya mohon kita damai saja,buruan kalian minta maaf,atau kita bertiga dipenjara"


kepala sekolah "jangan seperti itu,kalian selesaikan secara kekeluargaan"


bu bk "saya setuju sama pak kepala sekolah,lebih baik kalian tenang dulu,kita selesaikan dengan damai"


dillah "saya tidak mau minta maaf,dia yang salah duluan bu"


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~BERSAMBUNG\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2