
laura "sudah selesai belajarnya? mau aku ajarin ?"
"tidak usah kak"
laura "lucu ya,kamu usia nya dibawah aku tapi kamu akan jadi kakak ipar ku"
"aku masih berumur 15 tahun loh kak"
laura "ayo ikut aku"
"kemana? aku tidak ada baju lagi, aku besok mau sekolah bingung makai apa"
laura "kalau itu sih gampang ada daddy, ayo tidak usah ganti baju"
aku ikut bareng laura, menuju tempat parkir mobil.
"kita mau kemana kak?"
frans "hai"
aku diam dan tidak menyapa pak frans.
frans "aku minta maaf ya viera, jangan jauhin aku"
laura "hei kakak,dia butuh waktu, kamu mau ikut atau tinggal?"
frans "aku ikut, aku harus jagain kekasih ku"
laura "astaga kakak, masih ada aku dan daddy"
"kamu tidak usah ikut, kamu saja masih terluka"
frans "aku tidak apa apa sayang,kamu yang sedang terluka, aku pengen peluk kamu"
kemudian aku mengangguk dan pak frans langsung memeluk ku.
frans "kamu tidak sendirian ada aku,laura,daddy dan tante tiara"
tante tiara "sudah cukup pelukannya ayo masuk"
"tante ini hp nya terimakasih"
tante tiara "sama sama nak, kalian semua hati hati dijalan"
aku dan laura duduk dibelakang, pak frans mengemudi dan daddy duduk disampingnya. didalam perjalanan aku mulai berbicara.
"mas frans"
frans "iya sayang?"
"aku tadi menelepon tante amirah, pakai hp tante tiara tapi aku tukar sim nya make sim aku"
frans "hmm terus?"
"aku ingin meminta tolong ke dia untuk aku tinggal dirumah nya, tapi kata dia seperti ini 'kamu dimana viera? Kata mama kamu,kamu diculik sama alex ,om alaric lagi mencari kamu' lalu aku bilang 'Jangan percaya sama mama aku tante,aku dijual oleh mama aku' dan kata tante amirah "tidak mungkin,pasti kamu disuruh tutup mulut sama alex" lalu kata aku lagi 'Tante ,kalau tidak percaya sama aku,dan percaya dengan mama aku,baik lah kalau gitu aku salah minta tolong ke tante' dan aku langsung menutup teleponnya, menggantikan kartu sim hp di mama kamu"
barney "buat apa minta tolong sama itu perempuan? mereka berdua sahabatan kan , pasti berkerja sama untuk menjual kamu"
"tapi tante amirah dan om alaric tidak seperti itu, mereka orang baik"
barney "tidak selama nya yang kita nilai baik dia mempunyai sifat baik"
frans "aku rasa tante amirah dan om alaric baik, hanya saja mereka dijebak oleh mama kamu viera, karena mereka percaya banget sama mama kamu jadi mereka kejebak"
laura "sudahh,jangan buat viera menangis cukup ya"
laura memeluk aku
"kalau aku hamil gimana?" (aku berbisik ke laura)
laura "ada kakak aku yang tanggung jawab, kalau kak frans tidak mau ada kak liam"
barney "ada apa sih? kamu mengkhawatirin kalau kamu hamil?"
"iya om aku takut, aku punya banyak mimpi yang belom terwujud"
frans "apa itu?"
"aku ingin jadi dokter"
frans "belajarlah dengan benar, aku akan membiayai kuliah kamu, setelah kamu lulus SMA aku langsung meminta kamu jadi istri aku"
"hmm kalau aku hamil, kamu jauhin aku ya?"
barney "om usahakan kamu tidak hamil, supaya kamu bisa fokus ke menggapai cita cita kamu, dan frans kamu nikahin viera kalau dia sudah menjadi dokter, om akan membiayakan kamu"
"tidak usah om"
barney "om tidak suka penolakan"
mobil telah sampai menuju kerumah sakit.
"kok kita kerumah sakit???"
barney "kita mau minta tolong dokte untuk kb kamu"
Kita sudah sampai dirumah sakit ,kemudian pak frans menurunkan kita di lobby rumah sakit.
Pak frans "kalian turun lah,daddy nanti kabarin aku ya posisi nya dimana?"
"Kamu mau kemana?"
Pak frans "aku hanya parkir mobil,sayang"
laura "ayo viera duduk dikursi roda"
kemudian aku duduk dikorsi roda, dibawa masuk ke lobby rumah sakit, sesampainya dilobby, telah disambut oleh dokter
dokter "iya pak?"
om barney "ini calon menantu saya, saya mau kamu membantu nya seperti yang saya telepon"
dokter "oh baikk, ayo keruangan saya, beruntung ya kamu saya ada jadwal malam"
barney "kalau kamu tidak mau saya.."
dokter "saya bercanda , tenang saja"
saat sudah sampai diruangan dokter, dokter memeriksa aku, lalu memberikan obat mencegah kehamilan.
barney "kalau ini tidak mempan, boleh dia aborsi?"
dokter "akan saya kasih obat nya nanti kalau yang ini gagal"
barney "okee, gaji kamu saya naikan 20% selama 1 bulan saja"
dokter "terimakasih"
"terimakasih ya om dokter"
dokter "besok akan saya jadwalkan kamu ke psikiater ya"
"besok saya ujian, dan saya tidak punya uang"
barney "kan bisa pulang sekolah, kamu tenang saja dia bisa mengatur jadwal nya"
dokter "rumah sakit ini milik papa mertua kamu,jadi kamu tidak usah mikirin harga , nanti keuangan rumah sakit tinggal mencatat kasbon dan laporkan ke papa mertua kamu"
barney "huh, sudahlah ayo viera laura"
toktoktok.... suster membukakan pintu
frans "eh sudah selesai?"
dokter "wah ini frans? baru mau saya jodohkan dengan anak saya , malah sudah punya calon"
barney "anak saya yang polisi masih jomblo bisa nanti kita bicarakan perjodohan dengan anak kamu"
dokter "si liam?"
barney "iyaa, sudahlah saya keluar dulu, ini tips buat kamu suster"
suster "terimakasih pak"
dokter "akan saya telepon kamu nanti buat bicarakan perjodohan dengan liam"
laura "permisi om"
kami keluar ruangan dan menuju lobby, pak frans sudah berjalan duluan ke tempat parkir , kami sudah sampai didepan lobby, 10 menit mobil pak frans sudah sampai didepan rumah sakit,dan kami masuk kedalam mobil, aku duduk dibangku depan, mobil sudah berjalan menuju rumah.
"mas, besok aku boleh ketemu papa aku?"
frans "mau ngapain?"
"aku mau tinggal sama papa aku"
frans "tidak boleh kalau kamu disakitin gimana?"
"papa aku bukan orang seperti itu"
__ADS_1
frans "oke,aku akan temanin kamu ke papa mu besok pulang sekolah"
"terimakasih", aku tersenyum
frans "teruslah tersenyum, kamu cantik kalau tersenyum"
laura "cie cie"
frans "sutttt daddy tidur"
setelah melewati perjalanan yang jauh, kami sudah sampai dirumah om barney, aku dan pak frans turun duluan, aku di pegangin oleh pak frans untuk masuk kedalam rumah
laura "daddy bangun, kita sudah sampai"
om barney "oh sudah sampai? cepat sekali, dimana kakak kamu dan viera?"
laura "sudah masuk duluan".
aku yang sudah masuk kedalam rumah, dan menuju kamar nya tiyas, saat sampai didepan kamar.
"terimakasih, aku bisa masuk kamar sendiri, kamu tidur lah besok kan kamu mengajar"
frans "selamat tidur, besok aku bangunin, jangan mimpi buruk ya, mimpiin aku saja" (sambil mengelus kepala ku)
"hmm iyaa kamu juga harus mimpikan aku, jangan pernah tinggalin aku"
frans "baik tuan putri, tidak akan tinggalin kamu" (mencium tangan ku)
"Ihh apa sih"
Aku langsung masuk kekamar,aku menuju kamar mandi untuk membersihkan muka,setelah itu aku langsung menuju kasur untuk tidur,aku melihat tiyas sudah tidur kemudian aku menyusul untuk tertidur.
Keesokan harinya...
Tiyas "kakakk bangun.. kakak astaga kakak"
"Hmmm sebentarr 5 menit lagi"
Tiyas "kakakk,nanti kakak ujian ,kakak bangun atau kakak akan dimandikan oleh abang frans"
"Hah? Jangan jangan sentuh aku"
Tiyas "huh susah banget bangunin kakak,ayo kak mandi sana,aku saja sudah cantik nih"
"Kamu sudah siap? Jam berapa ini?"
Tiyas "Jam 6 cepat lah kakak,nanti ditinggal abang frans"
"Okeee sayang,kakak mandi dulu"
Aku menuju kamar mandi dengan tertatih tatih,aku membuka pakaian ku dan langsung mandi,setelah selesai mandi,aku keluar kamar mandi memaki handuk dan melihat diatas kasur ada baju sekolah. Kemudian aku memakai pakaian secara pelan pelan. Setelah selesai aku menuju pintu kamar aku melihat diatas lemari meja belajar ada tas dan surat. Aku membaca surat itu berisikan
Ini pakaian sekolah dan tas untuk kamu,didalam nya ada papan jalan,dan alat tulis lainnya
~~ frans~~
"Hmm romantis juga,tapi kenapa aku ragu ya,keluarganya sudah sangat baik kepadaku apalagi pak frans". Kemudian pintu kamar terbuka ternyata tante tiara
Tante tiara "hallo sayang,sudah bangun,ayo tante bantu turun kebawah"
"Eh iya tante,maaf ya tante aku selalu ngerepotin tante"
Tante tiara "tidak ngerepotin kok,ayo duduk dikursi roda,panggil nya jangan tante tapi mama"
"Iya mama,terimakasih"
Aku dibantu oleh tante tiara menuju dapur ,tante mendorong aku yang di kursi roda menuju lift ,kami sudah didalam lift kemudian lift turun ke lantai 2,dan pintu lift kebuka
Frans "aku baru mau ke kamar kamu eh kamu sudah sampe disini"
"Iyaa mama bantu aku tadi,terimakasih ya mama"
Frans "siapa yang kamu panggil mama? Mama aku sudah meninggal"
"Apa sih!! Kamu tidak boleh seperti itu,tante tiara juga mama kamu,awas aku tidak mau dipegang kamu"
Frans "maaf ya,sayang jangan ngambek dong"
Aku masih didorong sama mama tiara menuju meja makan.
Om barney "ada apa ini?"
Tiara "tidak ada apa apa,ayo nak duduk"
Laura "ckck sok baik"
Barney "laura jangan seperti itu,kamu cepat lah makan ,anak kamu rewel tuh"
"Hati hati". Laura mencium pipi ku
Dan dia pamit sama yang lain,setelah laura pergi datang lah liam
Liam "oh ternyata ada viera,kenapa tuh muka,tangan dan kaki ,banyak luka luka,kamu di lukai oleh frans??"
Frans "sembarangan kalau ngomong,dia dicelakai sama mama nya"
Liam "hah? Masa sih"
"Bisa gak pak frans tidak usah membicarakan kebanyak orang!!"
Frans "aku hanya ngomong sama liam"
"Tapi itu tidak penting memberitahu ke dia,sudah lah aku mau langsung ke sekolah saja"
Kemudian aku mendorong kursi roda ku sendiri melalui roda.
Frans "hey viera ,makan dulu"
Pak frans memberhentikan kursi roda ku.
"Lepas!!"
Barney "kamu tolong masukin bekal kedalam tempat makan ,biar viera makan dijalan saja,aku turun duluan"
Tiara "iyaa"
Barney "lepas frans,biar viera sama daddy,kamu ambil bekal nya viera di mami mu,daddy tunggu didalam mobil,sini konci mobil kamu"
Pak frans mengasih konci mobil nya
Barney "ayo nak kita kebawah,lupakanlah frans dan liam"
Aku dibawa oleh om barney dan mba (asisten rumah tangga) ke mobil,saat sampai didepan mobil,aku dibantu oleh mba untuk masuk kedalam mobil,aku duduk dibelakang,kemudian om barney memasukan kursi roda kedalam bagasi mobil,saat ini kami memakai mobil bmw 320i punya pak frans.
Barney "viera,apa om harus melaporkan mama kamu kepolisian? Bukti bukti sudah ditangan om ,kalau kamu mau om laporkan mama mu dan laki laki pengacara itu,oh ya papa kamu ditahan oleh alaric karena hasil laporan dari mama kamu katanya kamu dilecehkan oleh papamu dan laki laki bernama alex, siapa alex? Mama kamu saat ini lagi di texas bersama adik mu yang laki2 yang om dengar adik mu didaftarkan sekolah disana"
"Jangan om,biarkan saja mama aku bebas,aku memikirkan adik aku ,aku takut mama aku menjual adik aku,aku nanti mau bertemu papa ku,dan mas frans sudah berjanji mau temanin aku"
Barney "akan om siapkan bodygard untuk jaga kamu"
"Terimakasih om"
Barney "alaric bukan orang biasa,dia memiliki banyak kenalan orang penting,saat ini alaric sudah tau kalau kamu bersama dengan kami,alaric baru saja tadi pagi minta cctv di hotel,karena laporan dari papa mu kamu dilecehkan dihotel om"
"Bagaimana om bisa tau?"
Barney "asisten pribadi om kakak beradik dengan asisten alaric,om juga sudah bilang ke asisten om untuk kasih tau kalau kamu aman bersama kami,tapi alaric tidak percaya dan meminta kamu diantarkan kerumah nya,tapi om tolak,dan bertemu di sekolah saja"
"Lalu om alaric mau?"
Barney "selesai kamu ujian,mereka tunggu kamu diruangan om"
Frans "maaf lama,ayo berangkat,sudah siap? Tidak ada yang ketinggalan?"
Aku tetap diam saja
Barney "cepat lah jalan,nanti telat"
Frans "okay okay"
Mobil berjalan menuju sekolah,mobil berjalan dengan laju cepat ,pak frans mengajak bicara daddy nya.
Frans "gimana caranya membujuk wanita yang lagi ngambek?"
barney "diam saja dan intropeksi kesalahan kamu apa"
barney "viera,ini makanan kamu dari mama tiara, kata mama tiara habisin kalau tidak mama tiara akan sedih, kasihan mama tiara masak subuh subuh untuk buatkan kamu nasi goreng, karena mama tiara biasanya pagi pagi hanya menyediakan roti dan selai coklat saja"
"terimakasih om, baiklah akan ku makan"
aku mengambilnya dari tangan om barney,kemudian aku memakan pakai sendok,aku menghabiskan nasi goreng memakai telur ceplok, sangat enak sekali setelah selesai makan dan mobil juga sudah sampai didepan sekolah aku langsung menutup tempat makanan, dan menaruh nya disaku mobil.
"terimakasih ya om, tolong sampaikan terimakasih juga kepada mama tiara"
barney "sama sama nak"
frans "tunggu ya aku turun dulu"
pak frans dan om barney turun, kemudian mereka berdua bantuin aku, om barney bantu memegang kursi roda sementara frans menuntun aku berjalan,saat aku sudah dikursi roda pak frans membantu mendorongkan kursi roda ku untuk masuk kedalam gedung smp.
__ADS_1
barney "antar lah viera kekelas nya, biarkan mobil urusan daddy"
frans "iya daddy ,terimakasih"
pak frans membawa aku sampai dikelas, dan aku dilihat oleh banyak murid dan guru guru,setelah sampai dikelas aku disambut oleh tini dan dea.
tini "vieeraaa, astaga kamu kenapa?"
dea "sini pak biar saya saja yang bawa"
tini "terimakasih ya pak"
dillah "kamu kenapa kok bisa banyak luka? kemaren papa nyariin kamu , tapi papa sampe sekarang belum pulang kerumah"
pak frans langsung keluar kelas, sementara teman teman ku menghampiri aku mereka sangat khawatir.
"aku tidak apa apa hanya terluka"
tini "bukan kamu kan pelaku nya dillah?"
"bukan, jangan salahin dillah"
dea "terus siapa pelaku nya? nur?"
"bukan juga"
abiah "vieraaa, itu viera ,daddy mami"
mami "ya ampun anak mamii" (lari menghampiri aku)
mami "lihat nih daddy dia penuh banyak luka"
daddy "sudah ayo mi,kita tunggu diruang kepala sekolah"
mami "nanti pulang sekolah kita kerumah sakit ya nak, abiah jaga kembaran kamu jangan sampe hilang"
tante amirah dan om alaric pergi menuju ruang kepala sekolah dan didalam kelas.
abiah "kamu berhutang penjelasan kepada ku"
nur "astaga viera? kenapa kamu makin parah? dillah kamu tidak berbuat jahat ke viera?"
DILLAH "AKU EMANG PERNAH JAHAT TAPI AKU KAN SUDAH TAUBAT, BISA TIDAK USAH MENUDUH AKU"
ketua kelas "huhh, gitu saja marah"
"hei hentikan teman teman, yang dibilang dillah benar kok, sudahlah kita tidak usah membuat masalah"
bell berbunyi dan pengawas ujian telah masuk, saat ini aku diawas oleh guru bahasa inggris dan pelajaran pertama adalah matematika, setelah pelajaran pertama selesai kemudian bell istirahat, karena hari ini cuman ada 2 pelajaran yaitu matematika dan bahasa indonesia.
abiah "akhirnya istirahat juga, ayoo kita ke kantin"
tini dan dea "ayoooo"
"kalian duluan lah, aku mau belajar"
abiah "belajar dikantin gimana?"
"tidak, aku malas, kamu saja"
abiah "yasudah aku juga tidak kekantin"
"pergilah abiah, aku hanya ingin sendirian". kemudian aku mendorong kursi rodaku menuju perpustakaan sekolah yang cukup besar dan tingkat 3, ada lift nya juga, karena satu gedung hanya untuk perpustakaan, tidak jauh dari gedung ku berada, disampingnya.
abiah "tunggu vieraa"
"PERGILAH ABIAH, aku butuh waktu sendiri"
abiah "kamu membentak aku?"
"IYAA, PERGI SANA!!"
abiah "salah aku apa? aku tetap akan temanin kamu"
"ASTAGA!! PERGI SANA AKU TIDAK MAU DITEMANIN KAMU"
abiah "huh tidak mau, tapi aku akan diam dan tidak ganggu kamu"
kemudian aku biarkan saja abiah mengikuti aku,dan saat aku sampai di perpustakaan aku masuk memakai sidik jari dan iris mata setelah itu aku masuk dan menuju buku yang ingin ku baca yaitu tentang biologi, aku banyak membaca buku disana dan tanpa terasa sudah bell masuk, saat ini abiah tetap mengikuti aku tapi dia memperhatikan aku dari jauh, entah lah susah banget ingin menjauh dari abiah, alasan aku mau menjauh karena aku ingin menangis sendirian, karena perpus saat ujian itu sepi jadi aku memutuskan ke perpustakaan ternyata abiah masih mengikutin, aku langsung menaruh buku aku dirak, aku mencoba bangun tiba tiba abiah langsung mengambil buku yang ditangan ku dan menaruhnya dirak aku langsung pergi saja.
abiah "sama sama"
saat aku sudah keluar dari perpustakaan dan abiah masih mengikuti diriku, aku bertemu dengan pak frans.
frans "astaga kamu aku cariin ternyata dari perpustakaan sama abiah, kenapa abiah ditinggal?"
"bukan urusan kamu, pergi lah, aku tidak ingin diganggu"
frans "papa kamu ada diruang kepala sekolah"
"ohhh"
aku meninggalkan frans dan abiah, dari jauh aku mendengar pembicaraan mereka.
frans "ada apa dengan viera?"
abiah "seharusnya saya yang nanya seperti itu ke bapak"
frans "saya juga tidak tau"
abiah "sama"
aku sudah sampai didalam kelas, teman teman sudah masuk kedalam kelas kemudian pengawas sudah masuk kedalam kelas. soalnya cukup banyak dan membuat tangan aku pegal menghitami jawabannya, karena saat ini tidak memakai komputer,masih menghitami jawaban, setelah menjawab semua nya dan bell belum berbunyi aku langsung mengumpulkan jawaban tersebut dan aku langsung kasih ke pengawas, kemudian pengawas mengijinkan aku untuk keluar kelas, kemudian aku kembali ke laci untuk mengambil tas dan menaruh alat tulis ku,setelah itu aku keluar, aku menuju ruang kepala sekolah sangat jauh,dan aku bertemu dengan pak frans lagi.
"huh! bertemu dengan kamu lagi,kamu tidak ada mengawas hari ini?"
frans "ada tapi udah tadi sebelum istirahat, aku baru mau mengintip kamu eh kamu sudah keluar, berarti kita berjodoh"
kemudian pak frans membantu mendorongkan kursi roda ku menuju ruang kepala sekolah, sesampainya diruang kepala sekolah.
mama amirah "hay nak, kamu sudah selesai? dimana abiah?"
"masih ujian"
om alaric "kamu tinggal sama kami ya? om akan mengurus untuk mengangkat kamu sebagai anak"
"tidak mau"
mama amirah "kenapa? kalau kamu tidak mau, kamu mau tinggal sama siapa?"
"bebaskan papa ku, aku akan tinggal bersama papa aku"
mama amirah "papa kamu bukan orang baik"
"aku tau! tapi setidaknya dia tidak pernah mau melecehkan aku, seburuk itu papa ku kenyataannya dia yang selalu menjaga aku, dan menjadikan aku sebagai putri, bebaskan papa ku om alaric"
om alaric "om akan bebaskan papa kamu,tapi kamu"
"saya tidak suka dipaksa om, saya hanya ingin tinggal dengan papa saya,aku sudah tidak mau punya utang budi kepada keluarga om"
mama amirah "maafkan tantee ya, awalnya tante percaya ke mama mu ternyata tante baru tau kalau"
"saya tidak mau membahas itu tante, pak frans kamu berjanji sama saya apa?"
frans "mengantarkan kamu ke papa kamu"
"ayo kita temui papa aku, om dimana papa aku?"
alaric "kita tunggu abiah ya lalu kita berangkat"
"dimana letak papa aku, biar aku dan pak frans yang menjemputnya"
frans "konci mobil mana daddy?"
alaric "oke kalau kamu memaksa saat ini juga, ayo om bawa kamu ke asisten om nanti kalian berdua diantar oleh assisten om"
barney "itu dimeja"
kemudian om alaric membawa aku dan pak frans menuju asisten om alaric diparkiran, saat sudah ketemu asisten om alaric, kami bertiga langsung masuk kedalam mobil, dan menuju ke lokasi markas om alaric, membutuhkan waktu satu jam ,kemudian sampai lah mobil didepan markars om alaric, lalu aku dan frans dibawa masuk kedalam ruangan dan aku bertemu dengan papa aku dan alex yang lagi disekap, aku melihat papa ku penuh luka luka,bahkan di bibirnya juga berblood, sedikit robek.
"papaa, papa kenapa seperti ini?"
papa "pergi lah menjauh, frans jaga anak saya"
"aku mau tinggal sama papa"
alex "mama mu sungguh benar benar jahat"
papa "diam lah alex"
"om tolong bebaskan papa saya"
asisten om alaric "tapii saya tidak..."
"SAYA BILANG BEBASKAN, OH KAMU TIDAK MAU YASUDAH SAYA BEBASKAN"
assiten om alaric "sebentar tunggu sampai datang tuan alaric"
papa "pergilah menjauh dari sini, mama kamu ada disini"
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~BERSAMBUNG\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~