
Laila menikmati semilir angin pagi yang berhembus lembut menerpa wajahnya menerbangkan pasmina hitam yang dia pakai. Perjalanan yang panjang menggunakan bis antar kota bersama dua teman satu swkolahnya yang cukup melelahkan, memakan waktu sekitar dua belas jam perjalanan, membuat Laila menikmati hembusan angin dingin di depan rumah makan tegal tempat bis itu singgah.
Bis berhenti sejenak untuk memberikan waktu penumpang untuk sekedar membersihkan diri ataupun mengisi perut yang sudah mulai lapar, karena sudah sejak semalam mereka menaiki bis antar kota tersebut.
Laila menempuh pendidikan di luar kota berbasis boarding school, karena itu hanya beberapa kali saja selama hampir 3 tahun ini Laila pulang kampung, ketika lebaran idul fitri saja. Biasanya sebulan sekali atau dua bulan sekali keluarganya berkunjung ke sekolah Laila untuk melihat keadaan Laila. hanya untuk melepas rindu atau mengantar keperluan Laila yang tidak bisa di beli sendiri disana.
" La, kamu mau mandi dulu nggak?" tanya Mei teman Laila di boarding school, desa mereka masih satu kabupaten dan bisa menggunakan bus kota yang sama. namun, nanti mereka akan berhenti di tempat yang berbeda.
" aku sikat gigi ja tadi, Mei!" jawab Laila.
" jorok!" ejek mei.
" aku bentar lagi sampai mei, mandi di rumah ja lebih seger!" jelas Laila membela diri.
" bau, nggak usah deket- deket aku ya, La!" ejek Mei sambil menutup kedua lubang hidungnya.
" Apaan sich?" tanya Rani yang baru keluar dari kamar mandi dengan membawa tempat sabun dan juga handuk di pundaknya.
" Mei nggak mau mandi!" jawab Laila cepat sebelum Mei duluan yang mengejeknya.
" enak ja, kamu yang nggak mau mandi ya!" jelas Mei.
" udah mandi sana Mei, kami mau makan dulu!" jawab Rani, sambil menarik tangan Laila.
" eh, kok aku malah yang di tinggal?" omel Mei yang di tinggal pergi oleh kedua temannya.
" wekk" sebelum pergi jauh Laila sempat mengejek Mei dengan memeletkan lidah ke arah Mei.
" awas kamu La!" seru Mei.
Laila dan Rani duduk memesan makanan disana, karena sudah dekat dengan rumahnya Laila hanya memesan bakso tanpa mei, untuk menghangatkan perutnya saja. sedangkan Rani yang masih harus menempuh perjalanan cukup jauh lebih memilih nasi untuk pengisi perutnya.
Tidak beberapa lama Mei datang dengan muka yang agak segar bergabung bersama kedua temennya.
" kalian nggak mesenin aku?" tanya Mei sedih.
" nggak" jawab Rani
" males" jawab Laila hampir bersamaan dengan Rani.
" punya temen jahat amat sich!" keluh Mei sebal dengan keduanya.
__ADS_1
" elah, ntar di pesenin salah pulak!," jelas Rani. " sana cepet pesen sebelum berangkat lagi ini bus nya!" Rani mengingatkan bahwa bus biasanya hanya berhenti sebentar.
" siap!" jawab Mei sambil berlalu memesan makanan yang dia inginkan.
Mereka bertiga makan dengan diselingi beberapa bercandaan mengingat momen di sekolah.
" La, kamu udah selesai semua administrasinya?" tanya Mei.
" udah, tinggal ambil ijazah ja aku!" jawab Laila.
" kalau kamu?" tanya Mei ke Rani.
" belum, barang-barangku juga masih ada yang disana, besok kan aku mau lanjut di kampus deket situ." jawab Rani " jadi barang-barang aku titipin ke adek yang se asrama sama aku" jelas Rani lagi.
" sama" gumam Mei.
" siapa?" Laila
" aku" jawab Mei.
" yang nanya?" ejek Laila.
" kamu lanjut kuliah nggak La?" tanya Rani.
" Lanjut.." jawab Laila singkat.
" dimana?" tanya Mei
" sama dengan kalian!" jawab Laila yang sudah tau keduanya mendaftar dimana.
" jadi kita bisa kumpul lagi?" tanya Mei
" nggak ah! males " jawab Rani dan Laila serempak.
" kok kalian jahat?" tanya Mei dengan muka di buat sesedih mungkin.
" lah, baru tau dia!" jawab Laila.
" tau aku kalau kamu thu emang nyebelin La" jawab Mei sambil melahap makanannya.
" udah cepet, itu sopirnya usah mau balik ke bus!" Rani mengingatkan kedua temannya.
__ADS_1
" Mei ni, lama!, aku mah udah selesai dari tadi" jawab Laila ambil menggoda Mei.
" iya bentar!"
setelah selesai makan mereka menaiki bis yang akan membawa mereka melanjutkan perjalanan melewati jalan lurus yang kanan dan kirinya di penuhi oleh pohon- pohon rindang menyejukkan mata.
ini bukanlah perjalanan pertama Laila pulang ke kampung halamannya, namun ini adalah pengalaman pertama bagi Laila pulang bersama teman-temannya menggunakan kendaraan umum. Biasanya Lailapulang kampung dengan di jemput oleh kedua orang tuanya menggunakan kendaraan pribadi.
Selama ini Laila sangat ingin mencoba pulang bersama teman-temannya, namun selalu tidak di izinkan oleh kedua orang tuanya. Menurut mereka perjalanan menggunakan bis tidak begitu aman, apalagi Luna masih seorang pelajar. Tapi, hari ini Laila di izinkan untuk pulang kampung bersama teman-temannya dengan menggunakan bis, membuat Laila sangat bahagia.
Mungkin karena Laila sudah lulus SMA, maka kedua orang tuanya sudah mengizinkan Laila untuk mandiri, dan mencoba hal baru. Karena di anggap sudah bisa bertanggung jawab.
" gimana La?" tanya Mei yang duduk di depan Laila.
" apa?" tanya Laila yang tidak faham arah pembicaraan Mei.
" pulang naik bis asyik kan?" tanya Mei lagi.
" asyik pakai bang.....et" jawab Laila sambil mengacungkan kedua jempolnya.
" besok-besok kita kalau pulang naik kereta ja La, biar kamu juga bisa ngerasain suasana beda lagi!" ajak Mei.
" mau...mau!" jawab Laila antusias.
" kalau naik kereta kita bisa pesen yang kursi buat duduk bertiga La!" jelas Mei sambil memberikan gambaran kalau mereka naik kereta.
" duduk yang bener Mei!" nasihat Rani.
" elah, cuman bentar doang!" jawab Mei malas " aku nggak ada temen ngobrol disini" jelas Mei sambil menunjuk kursi kosong di sampingnya, penumpang yang duduk disana tadi sudah turun ketika di rumah makan tempat mereka berhenti tadi.
" kamu duduk yang bener, nanti kalau kamu kayak gitu, bis berhenti mendadak yang ada kamu jatuh!" jelas Rani yang khawatir dengan tingkah Mei.
" nggak..." belum selesai Mei menjawab Rani, bis benar-benar berhenti mendadak karena mobil di depan bis itu berhenti tiba-tiba. sehingga membuat Mei jatuh dari kursi dengan posisi terjepit diantara kursinya dan juga kursi di depannya.
Laila dan Rani yang melihat itu langsung berusaha menolong Mei dengan menahan diri untuk tidak tertawa keras. takut mengganggu orang di dalam bis dan juga malu punya teman banyak tingkah seperti Mei.
" udah di bilangi juga nggak percaya sich!" omel Rani, " kalau kamu mau ngobrol gantian tempat duduk sama aku ja!" jelas Rani, sambil mengajak Mei bertukar tempat duduk.
Rani bertukar tempat duduk dengan Mei, Rani ingin tidur dengan nyaman di dua kursi itu, sedangkan Mei bercerita panjang lebar dengan Laila bagaimana besok lagi mereka akan pulang kampung.
***
__ADS_1