
"Kalian udah jadian?" Tanya Lutfi sambil menarik tangan Laila.
"Mereka udah tunangan!" Ucap Caca.
Caca antusias dengan kedatangan Lutfi, karena ia terpesona dengan dengan wajah Lutfi yang tampan.
"Kakak serius?" Tanya Lutfi sekali lagi.
"Nggak gitu!" Ucap Laila hendak menjelaskan. "Kalian balik ke kantor dulu ja ya!" Perintah Laila kepada 2 orang tekan kerjanya. Abi dan Caca.
"Kami duluan ya mbak, makasih traktirannya pak Akira!" Ucap Caca dan Abi hampir bersamaan.
Akira hanya tersenyum menanggapi keduanya.
"Santai ja." Ucap Laila.
"Kalau ia emang kenapa?" Tanya Akira seperti menantang Lutfi.
"Awalnya aku nggak masalah. Karena aku tahu kamu orang bertanggung jawab dulu waktu kita masih berteman sewaktu SMP!" Jelas Lutfi.
Lutfi mengambil ponsel dari dalam saku miliknya, lalu membuka sosial media milik Akira dan menemukan foto Akira dan perempuan yang sedang memakai cincin. Seperti Foto acara pertunangan yang sangat formal.
Lutfi memperlihatkan ponsel itu kepada Akira. Lutfi ingin meminta penjelasan kepada Akira terlebih dahulu sebelum menyerahkan kepada sang kakak perempuan. Dan akan membuat Laila sakit hati.
"Aku bisa jelasin semuanya!" Jelas Akira panik.
Raut wajah Akira berubah seketika seperti hendak marah dan membanting ponsel dalam genggaman Lutfi.
"Kakak mau lihat?" Ucap Laila merebut ponsel dalam genggaman Lutfi.
Lutfi dan Akira panik hendak mencegahnya, namun gagal. Laila sudah mengambil ponsel milik Lutfi.
"Paswordnya?" Tanya Laila kesal.
"Nggak usah dulu!" Ucap Lutfi.
Lutfi hendak mengambil ponsel dari tangan Laila, tapi di tepis oleh Laila.
"Pasword dulu baru kakak balikin!" Ucap Laila.
Laila hendak membanting ponsel Lutfi.
"Tanggal lahir ibu" Ucap Lutfi pasrah.
Lutfi mengalah karena ponsel itu baru saja dia beli dari gaji pertamanya. Ponsel lamanya sudah tidak layak untuk di pakai lagi.
Laila membuka ponsel itu dengan syok, dan terdiam sejenak. Mengerjapkan matanya berkali-kali sambil menatap Akira beberapa kali.
"Kamu udah punya tunangan, kok nggak cerita?" Tanya Laila.
"Em... itu..." Akira bingung harus bagaimana.
"Wah, cantik banget lagi!" Ucap Laila senang.
Lutfi memandang Akira meminta penjelasan.
"Terus itu yang di jari kakak cincin dari Akira?" Tanya Lutfi penasaran dan juga bingung dengan tingkah kakaknya.
"O..ini tadi Akira bantuin kakak dari si Aldiansyah!" Ucap Laila.
"Aldiansyah yang resek dan suka datang kerumah 2 tahu lalu?" Tanya Lutfi.
"Iya!"
"Jadi kamu bantu kakak gimana sampai ada cincin segala?" Tanya Lutfi pada Akira.
"Menurut kamu?" Tanya Akira balik pada Lutfi.
"Pura-pura jadi tunangan kak Laila?" Tanya Lutfi.
Lutfi ingat teman kakaknya yang perempuan (Caca) tadi bilang bahawa Akira dab Laila bertunangan.
__ADS_1
"Jadi kapan nikahnya, Kira?" Tanya Laila.
"Itu pilihan kakek." Ucap Akira.
"Terus?" Tanya Lutfi.
"Tapi aku menolaknya!" Jelas Akira cepat.
"Kenapa?" Tanya Laila. "Padahal cantik!"
"Aku udah suka sama orang lain, Kak!" Ucap Akira sambil menatap wajah Laila lekat.
"Sabar bro!" Ucap Lutfi sambil menepuk pundak Akira.
Lutfi tahu betul orang yang di maksud oleh Akira adalah kakak perempuannya. Laila. Dan kakaknya ini sudah pasti belum mengetahuinya.
"Kakek kasih aku waktu buat bawa orang yang aku suka ke acara perusahaan besok malam!" Jelas Akira sambil memegangi keningnya yang sedikit pusing dengan pilihan sang kakek.
"Kenapa harus besok malam?" Tanya Lutfi.
"Kalau aku nggak bawa pasangan besok malam, aku harus menikah dengan wanita di foto itu 3 bulan lagi!" Ucap Akira.
Akira menarik nafas sejenak dan mantap kedua orang di depannya. "Dan besok malam akan di umumkan tanggal pernikahannya!" Jelas Akira.
"Ya udah bawa ja!" Ucap Laila.
"Masalahnya...." Ucapan Akira terpotong.
"Kamu di tolak?, kamu yang kayak gini sempurna di tolak cewek?" Tanya Laila tidak percaya.
"Belum sempet bilang ke orangnya kak!" Ucap Akira masih memandang Laila lekat.
"Kalau kakak bakal nolak Akira nggak?" Tanya Lutfi memancing.
"Em..." Laila meneliti penampilan Akira dari atas kebawah kembali keatas lagi. Sambil mengetuk-ngetuk dagu seolah berfikir.
"Jadi gimana kak?" Tanya Akira.
"Bisa di pertimbangkan lah...hahahaha..!" Ucap Laila sambil tertawa.
"Kok kalian kompakan gitu. Kayak pasangan homo?" Tanya Laila begidik ngeri.
"Enak aja, masih doyan cewek cantik aku!" Ucap Lutfi menjauh dari Akira.
"Mending sama Kak Laila daripada sama Lutfi!" Elak Akira.
"Eh.. Itu mah mau kamu!" Ucap Lutfi sambil menonyor kepala Akira.
Mereka tertawa bersama yang membuat Laila tidak menyadari bahwa ucapan Akira memanglah apa yang benar-benar dia ingin kan.
"Kakak mau bantu Akira nggak?" Tanya Akhir.
"Bantu apa?"
"Tapi mau bantu Akira kan?" Tanya Akira lagi.
"Bantu apa dulu?" Laila tahu Akira pasti akan meminta tolong aneh-aneh.
"Jawab 'iya' dulu!" Paksa Akira.
"Iya" Ucap Laila dengan terpaksa.
"Siap?" Tanya Akira lagi.
"Siap kakak bakal bantu kamu, sampai kamu dapat cewek yang kamu suka!" Ucap Laila antusias.
Lutfi menepuk pundak Akira memberikan semangat untuk mengerjakan cinta Laila yang kadang kurang peka dengan perasan orang lain kepadanya.
"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu, ya.!" Pamit Lutfi. "Ada meeting di dalam!" Jelasnya sambil berlalu masuk ke lestoran area dalam.
"Jadi kapan kita mulai aksi kita buat kejar cinta cewek pujaan hati kamu, Kira?" Tanya Laila.
__ADS_1
"Belum bisa kak, aku masih mau pendekatan dulu sama dia!" Jelas Akira.
"Nggak usah lama-lama...sat..set...sat..set ja!"
"Sabar kak!"
"Terus kakak bantu apa sekarang?" Tanya Laila kecewa.
"Kakak bantu aku buat ketemu Kakek!" Ucap Akira.
"Oke, nanti kakak bantu jelasin ke kakek kamu, kalau kamu sudah punya pilihan lain!" Ucap Laila penuh keyakinan.
"Nggak kayak gitu!" Tolak Akira. "Aku udah ada rencana lain!" Jelas Akira sambil menaik-turunkan alisnya.
Laila curiga dengan tingkah Akira yang pasti sudah terkontaminasi dengan sifat adiknya yang jahil itu.
"Terus, kakak bantu apa?" Tanya Laila curiga.
"Pura-pura jadi cewek yang aku suka, buat ketemu Kakek di acara besok malam!" Jelas Akira.
"Nggak mau!" Tolak Laila mentah-mentah.
"Kak, tadi udah janji bakal bantu aku!" Akira mengingatkan.
"Tapi nggak pura-pura jadi pacar kamu juga!" Tolak Laila.
"Kak, sadar nggak akj bilang acara Kakek kapan?" Tanya Akira mengingatkan Laila.
"Besok malam?" Ucap Laila ragu.
"Acara yang di sebut Aldiansyah tadi kapan?" Tanya Akira lagi.
"Besok malam?"
"Jadi kesimpulannya adalah....."
"Acara yang akan kakak hadiri besok malam adalah acara Kakek kamu?" Tanya Laila yakin.
Akira tersenyum " Pinter!"
"Sialan!" Umpat Laila.
"Kak!" Akira mengingatkan Laila tentang ucapan kasarnya.
"Apapun yang terjadi kakak nggak bisa, kalau nggak bantu kamu?"
Akira menganggukan kepala meng'iya'kan ucapan Laila.
"Kalau kakak nolak sama aja kakak cari masalah?" Tanya Laila lagi.
"Pinter!" Ucap Akira samb tersenyum.
"Akira sialan!" Laila mengucapkan kata-kata kasar dengan pelan agar tidak terdengar siapa pun.
******
bersambung
Baca karya aku yang lain juga yok ada
Ruang Dosen (8 bab)
JODOH: Cinta Pertama (27 bab
__ADS_1