
Laila turun dari bis di persimpangan jalan masuk ke desa tempat keluarganya. disana nampak kedua orang tua Laila serta seorang remaja yang seusia adik Laila sekitar 12 atau 13 tahunan, namun itu bukanlah adik Laila. Karena muka anak itu sedikit seperti orang Jepang.
Laila menyalami kedua orang tuanya, lalu bertanya kepada ibu siapa remaja yang sedang memasukan koper Laila ke bagasi mobil itu.
" dia siapa bu?" tanya Laila berbisik.
" Akira?" tanya ibu balik.
" siapa?"
"temen adik kamu, baru pindah kesini waktu masuk SMP. orang tuanya pindah tugas di pabrik desa sebelah!" jelas ibu Laila.
" Akira, kenalan dulu sama anak ibu yang cewek sini!" panggil ibu Laila setelah Akira menurut pintu bagasi.
Akira menghampiri Laila sambil mengulurkan tangan dan mencium tangan Laila, sebagai tanda menghormati yang lebih tua.
" ini anak ibu yang perempuan, Kakaknya Lutfi." jelas ibu Laila kepada Akira.
" ayok, pulang!" ajak ayah sambil menghidupkan mesin mobil.
Laila dan Akhir duduk di belakang, sedangkan Ibu dan duduk di samping ayah yang sedang mengemudikan kendaraan.
" kok Lutfi nggak ikut?" tanya Laila.
" adik kamu itu kalau sudah ketemu komputer mana bisa di ganggu La, di suruh makan aja harus di suapi!" jawab sang ibu.
" awas ja nanti aku jambak kesayangannya itu." ancam Laila.
ibu dan ayah tertawa mendengar ucapan Laila, karena Laila nanti tidak mungkin menyakiti adik satu-satunya itu, bukan di jambak malah akan di elus dengan sayang.
sedangkan Akira yang berada di sebelah Laila sesekali tersenyum melihat ekspresi Laila, Lutfi sering menceritakan tentang kakak perempuan yang cerewet dan suka marah-marah namun sangat pintar dan juga sabar menghadapi kelakuan Lutfi.
Apa yang di ceritakan Lutfi benar adanya. namun, harus di tambah lagi wajah Laila begitu manis dan juga sangat ekspresif ketika berbicara. Akira kagum melihat manisnya wajah kakak perempuan sahabatnya ini.
Perjalanan dari simpang desa menuju rumah Laila hanya memakan waktu sekitar 10 menit dengan kecepatan sedang, karena jalanan sepanjang desa itu tidak begitu bagus, terdapat lubang dimana-mana hampir di sepanjang jalan yang mereka lewati. Jalan aspal lama yang sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan itu kadang juga tergenang air ketika musim penghujan. Namun syukurnya jalanan ini sangat padat jadi tidak becek walaupun tergenang air.
__ADS_1
" jalannya masih sama ya bu?" ucap Laila.
" ini sudah di timbun pakai koral La, kemaren lebih parah lagi!" jawab sang ibu menjelaskan kondisi ini sudah lebih baik dari beberapa hari lalu. " tanya aja sama Akira." ucap sang ibu menyuruh Laila memastikan ke Akira tentang ucapannya.
" iya kak, hari jumat kemaren ada gotong royong!" jelas Akira.
Laila yang mendengar itu hanya ber'o' saja sambil melihat Akira yang duduk dengan gelisah di sebelahnya.
" kamu kenapa, Kira?" tanya Laila yang melihat Akira duduk dengan gelisah.
" em..." Belum sempat Akira menjawab pertanyaan Laila mereka telah sampai di rumah, Laila langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah mencari sanga adik Lutfi kedalam kamarnya dan mengacak-acak program pada komputer yang sedang adiknya buat.
" kakak resek, kenapa pulang di saat yang tidak tepat?" omel Lutfi sambil melepas airphone yang dia gunakan, dan mengerjar kakaknya ke luar kamar. mereka mengelilingi sofa ruang tengah lalu Laila berlari ke belakang sang ayah mencari perlindungan dari amukan sang adik yang program miliknya di rusak dalam sekejap mata, padahal Lutfi sudah mengerjakkannya hampir 1 minggu.
" ayah tolong!" pinta Laila sambil memegangi baju belakang milik ayahnya.
" kalian ngapain?, ini baru ketemu lho!" lerai sang ibu sambil menghampiri Lutfi.
" itu kakak main pencet sembarangan di program yang aku buat!" adu Lutfi kepada ibunya.
Laila yang mendengar itu hanya menunduk sambil memainkan tangan, dan suasana jadi hening seketika.
" emang kamu buat program apa Lut?" tanya Akira. siapa tahu dia bisa membantu memperbaiki program milik Lutfi.
" yang kemaren kamu juga buat itu!" jawab Lutfi sambil menahan air matanya yang akan keluar.
" alah paling juga kamu buat program biar bisa main game gratis!" ejak Laila sambil menjulurkan lidah ke adiknya.
" ayok, aku bantu perbaiki!" ajak Akira sambil tersenyum.
" nggak mau!, dia yang harus tanggung jawab!" tunjuk Lutfi kepada kakak perempuan satu-satunya.
" ya udah ayok!" ajak Laila sambil masuk kedalam kamar di ikuti Lutfi.
" awas ya kalau sampai gagal!" ancam Lutfi sambil mengepalkan tangan nya dan meninju telapak tangan sebelahnya.
__ADS_1
" aman!, Akira ikut kedalam yok!" ajak Laila kepada Akira yang masih diam di tempatnya tadi.
setelah sampai di depan komputer milik Lutfi, Laila menyuruh Akira duduk di depan komputer itu lalu meminta Akira memperbaikinya, sedangkan Laila berdiri di belakang Akira sambil memegang pundak Akira, pura-pura memijat Akira dan memberi semangat yang tidak penting kepada Akira.
" Ayo Akira pasti bisa!" teriak Laila kuat-kuat.
Akira sendiri yang di perlakukan seperti itu oleh Laila sudah berkeringat dingin bukan karena tidak bisa memperbaiki program itu, tapi ada perasan yang tidak bisa Akira jelaskan mengganggu pikiran dan juga hatinya.
" itu namanya Akira yang kerja!" ucap Lutfi tidak terima.
" lho aku juga kerja ini !" ucap Laila sambil masih pura-pura memijat pundak Akira.
" itu nggak ada gunanya juga!" ucap Lutfi emosi.
" ya udah aku buatin Akira yang jenius ini minum dulu ya!" rayu Laila agar Akira tatap mau membatunya.
"i..ya ka..k!" ucap Akira agak terbaik menahan grogi yang dia rasakan.
setelah Laila pergi Akira lalu dengan lancar mengotak-atik komputer itu, dan mencari deretan program mana yang sudah rusak ataupun salah secara teliti dan juga urut dari yang paling atas ke yang paling bawah. sebenarnya kerusakannya tidak begitu parah, hanya ada beberapa baris yang seharusnya menjadi satu, malah terpisah karena mungkin tadi Laila memencet tombol 'ENTER' dan juga yang seharusnya titik saja menjadi titik dan koma.
Akira hanya tinggal menghapus beberapa hal yang Laila pencet sembarangan untuk mengganggu Lutfi tadi. setelahnya Akira mencoba menjalankan program itu, melihat apakah masih ada yang salah ataupun kurang dari data yang sudah Lutfi input itu.
Program yang Lutfi buat berjalan dengan baik, namun ada beberapa kesalahan menurut Akira di beberapa sisi yang harusnya bisa di perbaiki.
" Lut, kamu salah memasukkan beberapa data disini yang seharusnya bisa langsung kembali ke bagian depan, malah kembali ke bagian utama!" jelas Akira kepada Lutfi.
ketika Akira sedang menjelaskan detail kesalahan Lutfi, Laila datang membawa segelas minuman dan juga satu piring gorengan dalam nampan.
" Akira minum dulu!, biarin ja sisanya Lutfi urus sendiri, kan tugas kamu sudah selesai!" ucap Laila sambil meletakkan nampan di ata kasur Lutfi.
" kak, bisa nggak sich, jadi kakak yang biak hati sebentar saja?" sewot Lutfi sambil melempar rubik yang di tangkap oleh Laila.
Akira duduk di depan Laila sambil melihat wajah Laila yang penuh ekspresi itu. cantik.
***
__ADS_1
terkadang cintaku bisa tumbuh tanpa harus bertemu denganmu, hanya cukup denagn mendengarkan cerita tentangmu.