Brondong Meresahkan

Brondong Meresahkan
bab 12. perkenalan resmi


__ADS_3

Laila merasa tidak begitu nyaman berada di pesta ini. Hal pertama yang membuatnya tidak nyaman adalah Lalia memang tidak terbiasa dengan sebuah pesta, dan yang kedua Laila merasa sangat besalah kepada kakek Akira yang sangat baik kepada Laila sedari tadi.


Sedangkan Akira yang telah membawa Laila ke pesta itu, dengan tidak bertanggung jawab malah meninggalkan dirinya berdua saja dengan Kakek. Akira pergi, untuk menyapa beberapa rekan-rekan yang dia kenalan dalam pesta tersebut.


Kakek menceritakan begitu banyak hal kepada Laila tentang Akira, selama Akira hidup bersama Kakek hingga hal-hal lucu tentang kelakuan Akira ketika Akira masih kecil. Hal ini sedikit membuat Laila sedikit lebih nyaman berada disana.


"Akhirnya Akira bisa membawa kamu kesini juga ya!" Ucap kakek sambil menatap Laila dengan penuh harap.


"Maksud kakek?" Tanya Laila dengan tersenyum.


"Akira selalu bercerita tentang kamu, sejak dia kembali dari desa tempat tinggal kamu dulu!" Jelas Kakek.


"Memang Akira pernah bercerita apa tentang Laila, Kek?" Tanya Laila penasaran.


Laila membenarkan duduknya menghadap ke arah Kakek, untuk mendengarkan dengan seksama apapun yang akan di ceritakan Kakek.


"Iya, Akira selalu menceritakan semua tentang wanita yang sangat di cintainya sejak dulu, tapi tidak bisa mengungkapkan perasaan yang dimilikinya kepada wanita itu." Ucap Kakek sambil mengingat apa saja yang pernah Akira ceritakan kepada dirinya.


"O..ya?" Ucap Laila pura-pura antusias.


'Siapa sebenarnya wanita yang Akira cintai?' Pikir Laila.


"Iya, dia selalu bilang kepada Kakek bahwa wanita itu cantik!" Beritahu Kakek kepada Laila.


Laila hanya tersenyum menanggapi ucapakan Kakek, dan membayangkan seberapa beruntungnya wanita yang Akira cintai itu. Wanita itu pasti sangat berarti di hidup Akira, sehingga membuat Akira begitu memperjuangkannya.


"Tapi, setelah Kakek bertemu dengan kamu. Kakek rasa Akira salah besar mengatakan bahwa kamu cantik!" Tegas Kakek dengan nada begitu keras.


"Maksud Kakek, Laila jelek?" Tanya Laila pura-pura sedih mendengar ucapan Kakek.


"Hahaha...haha..." Kakek tertawa begitu lepas mendengar pertanyaan Laila. Sehingga tawanya menarik perhatian beberapa orang yang ada di sekitar mereka.


Beberapa orang menatap Kakek dengan heran. Pasalnya Kakek sudah tidak pernah sekalipun menunjukkan sikap ramahnya sejak beberapa tahun lalu.


Akira yang juga mendengar tawa sang Kakek yang begitu lepas dan tanpa beban, langsung berpamit kepada rekan-rekanya.


Akira berpamit untuk menemui Laila dan juga Kakek yang sudah menarik perhatian banyak orang dalam pesta tersebut.


"Apa yang membuat Kakek tertawa begitu keras?" Tanya Akira sambil berdiri di samping Laila, dan menatap ke arah sang Kakek.


Akira melihat wajah Laila yang cemberut, lalu mengelus punggung Laila untuk menenangkan Laila.


"Kenapa?" Akira bertanya kepada Laila dengan suara sedikit berbisik dan sedikit mendekatkan mulutnya pada Laila.

__ADS_1


Tanpa Akira sadari perbuatnnya itu membuat Laila begitu kaget dan juga membuat jantung Laila berpacu cukup kencang dengan perilaku Akira.


"Kakek!" Tunjuk Laila dengan cemberut.


Laila mencoba menetralkan detak jantungnya dengan bersikap manja kepada Akira.


Kakek masih saja tertawa, tanpa memperdulikan Akira yang baru saja bertanya kepada dirinya.


"Kakek ?" Tanya Akira meminta penjelasan.


"Akira memang suka sekali berbohong sejak kecil!" Ucap Kakek yang langsung di potong oleh Akira.


"Berbohong apa?" Tanya Akira panik.


Akira takut Kakek berbicara sesuatu yang membuat Laila menjadi tahu perasaan yang dimikinya kepada Laila.


Kakek tidak menghiraukan ucapan Akira sama sekali. Kakek memilih menatap Laila lalu menggenggam tangan gadis cantik di depannya itu.


"Kamu itu tidak hanya cantik Laila, tapi sangat cantik seperti bidadari!" Puji Kakek sambil menatap Laila.


Mendengar itu kedua pipi Laila bersemu merah, karena malu dan juga senang.


Sedang Akira bernafas lega, Ia pikir Kakek sudah memberitahu sesuatu kepada Laila tentang perasaannya kepada Laila.


"Kamu mirip sekali dengan mendiang Istri saya, yang begitu anggun, tapi juga tegas." Ucap Kakek mengenang sang istri yang sudah lebih dulu meninggalkan dirinya beberapa tahun lalu.


"Kakek, ceritanya bisa di lanjutkan nanti lagi ya. Sebentar lagi kakek harus menyambut para tamu ke panggung!" Jelas Akira untuk mengalihkan pikiran sang Kakek.


Laila yang mendengar ucapan Akira meras bingung dan menatap Akira meminta penjelasan lewat tatapan mata mereka.


Akira menunjuk arah belakang panggung. Disana berdiri seorang staf acara, staf tersebut memberikan kode kepada Akira agar Kakek dan juga Akira dapat bersiap-siap untuk menaiki panggung.


Sebelum Akira pergi, Laila menahan tangan Akira untuk meminta penjelasan tentang apa yang hendak Akira lakukan.


"Akira maksudnya apa?" Tanya Laila merasa curiga dengan apa yang terjadi sekarang ini.


Akira yang sadar, bahwa selama ini Laila hanya menganggap dirinya seorang staf biasa sebuah lestoran mewah, pasti merasa bingung.


Sambil tersenyum Akira meminta Laila untuk menunggunya sebentar saja. Agar nanti ia dapat menjelaskan dengan waktu yang cukup panjang.


"Kamu tunggu disini sebentar!" Pinta Akira. "Nanti aku jelaskan, Jangan dengarkan perkataan siapapun!"


Laila tidak menjawab perkataan Akira dengan kata-kata. Dia hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali saja, sambil tersenyum.

__ADS_1


Akira lalu membantu Kakek untuk berdiri dari kursinya. Akira menuntun sang Kakek berjalan menuju bagian belakang panggung acara.


Melihat Akira berjalan bersama Kakek, beberapa orang mulai berbisik tentang siapa Akira. Yang dapat di dengar dengan jelas oleh Laila.


" Jadi itu pewaris perusahaan yang dari dulu di sembunyikan, dan tidak mau menampakkan diri di depan publik?"


"Ganteng begitu. Kenapa dia sembunyi?"


"Berarti gosip kalau dia buruk rupa salah!"


"Kenapa dulu aku nolak dia ya?"


Laila mencoba mencerna beberapa perkataan orang-orang yang berada di pesta itu tentang Akira. Laila mengumpulkan puzzle-puzzle tentang Akira dari pembicaraan orang di sekitarnya.


Tidak beberapa lama nama Akira juga Kakek di panggil untuk menaiki panggung acara yang sengaja di siapkan dengan begitu megahnya.


Nama Kakek di sebut sebagai direktur utama perusahaan besar yang sedang mengadakan acara pesta ini. Sedang Nama Akira di sebut sebagai pewaris.


"Baiklah tidak berlama-lama lagi, mari kita sambut direktur utama kita..."


Hanya itu yang bisa Laila dengar, selebihnya Laila sudah tidak dapat lagi mendengar apa yang dikatakan oleh pembawa acara di atas panggung megah itu.


Laila merasa seperti orang yang tidak berguna. Laila yang tidak pernah mengikuti acara pesta kalangan atas. Sehingga, dia tidak mengetahui bahwa orang yang sedang berbicara dengannya tadi adalah seorang pengusaha besar.


***


bersambung


Maaf udah lama nggak upload, dunia nyata lagi tidak baik-baik saja. awalnya saya kira bisa lancar nulis ketika kerjaan selesai, ternyata kerjaan memang selesai tepat waktu, tapi masalah datang juga tepat waktu.


Baca karya aku yang lain juga yok ada




Ruang Dosen (11 bab)




JODOH: Cinta Pertama (31 bab)

__ADS_1




__ADS_2