Brondong Meresahkan

Brondong Meresahkan
10. Modus


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Akira sudah memarkirkan kendaraan di depan rumah Laila dan Lutfi.


"Ngapain pagi-pagi gini udah muncul ja di rumah ni bocah satu?" Tanya Lutfi sambil membuka gerbang rumahnya.


"Yang sopan sama calon kakak ipar, dek!" Ucap Akira sambil memainkan alisnya turun naik.


"Percaya diri sekali anda, akan jadi kakak ipar saya?" Ejek Lutfi.


"Percaya diri itu pentingkan?"


"Tapi harus pada tempatnya!"


Lutfi lalu berjalan masuk ke rumah menuju dapur, dan di ikuti oleh Akira.


"Kak, masak apa?" Tanya Lutfi sambil duduk di kursi meja makan.


Sedang Akira berjalan mendekat ke arah Laila.


"Woy ngapain deket-deket Kak Laila?" Lutfi menarik tangan Akira.


Akira tidak memperdulikannya, dan menghempaskan tangan Lutfi begitu saja.


"Aku bisa bantu apa, kak?" Tanya Akira tepat di belakang Laila.


"Akira?"


"Aku bantu apa kak?" Ulang Akira.


"Dasar modus!" Ejek Lutfi lirih sambilmelirik Akira.


Malas melihat kelakuan Akira, Lutfi lalu berjalan masuk ke kamar mandi yang berada tidak jauh dari dapur. Untuk mencuci muka.


"Kamu duduk dulu ja di meja makan, Kira!" Usir Laila.


Laila sengaja mengusir Akira menjauh darinya, karena jantungnya tidak bisa di kendalikan ketika Akira berada begitu dekat dengannya.


"Kok gitu?" Tanya Akira.


"Kamu nanti malah ganggu!" Tolak Laila lagi.


"Kan biasanya juga aku sering bantu kakak!"


"Itu dulu, Akira!" Tolak Laila.


"Sama aja kakak cantik!" Puji Akira.


Pujian Akira yang sebenarnya sering sekali di dengar oleh Laila dulu, malah membuat ke dua pipi Laila merona merah.


"Ya udah, kamu bawa ja itu nasi goreng ke atas meja!" Perintah Laila.


Laila sengaja mengusir Akira sedikit menjauh darinya. Entah apa yang membuat Laila selalu merasa terintimidasi bila berada di dekat Akira. Laila sendiri pun bingung.


Padahal dulu Laila senang sekali berada di dekat Akira yang memang sudah di anggap seperti adik sendiri oleh Laila.


Setelah memindahkan telur kedalam piring, Laila hendak mengambil satu piring lagi untuk Akira di dalam lemari kabinet. Karena di rumah itu hanya bedua dan tidak pernah ada tamu, Laila sengaja hanya menyiapkan 2 set alat makan di rak piring, agar tidak terlalu berantakan. Dan Lutfi bisa bertanggung jawab dengan barang yang sudah di pakainya.


Laila menjinjitkan kaki sudah mencoba meraih piring yang letaknya cukup tinggi.


"uhg....sedikit lagi...sedikit lagi...sam.."


Namun belum sempat tangan Laila meraih piring, Laila merasa tubuhnya terangkat.


"Akira!" Teriak Laila setelah melihat ke belakang, dan melihat siapa yang mengangkatnya.


"Cepet !" Ucap Akira.

__ADS_1


"apa?" Tanya Laila kikuk.


"Ambil apa yang mau kakak ambil, kakak berat!" Ejek Akira.


Laila lalu dengan cepat mengambil piring yang memang hendak dia ambil tadi. Lalu Akira menurunkan Laila dari gendongannya.


Lutfi yang melihat adegan barusan di depan pintu menggeleng kepala saja.


"Akira...Akira...kan bisa kamu tinggal ambilin itu piring, pake modus sagala angkat kak Laila!" Oceh Lutfi sambil berjalan duduk di meja makan.


Akira hanya tersenyum menanggapi ocehan Lutfi tidak ingin membuat Laila mendndgar ocehan Lutfi dan jadi berfikir hal yang sama dengan Lutfi.


"Kalau modus coba pakai cara yang keren dikit!" Lanjut Lutfi.


"Modus apa dek?" Tanya Laila yang tidak mendengar keseluruhan ucapan Lutfi.


"Tem...aduh!"


Belum selesai Lutfi menjawab pertanyaan Laila, kakinya di injak dengan kuat oleh Akira, agar Lutfi tidak mengatakan semuanya kepada Laila.


"Itu Lutfi lagi modus sama temen kerjanya!" Potong Akira.


"Kamu lagi deketin cewek?" Tanya Laila.


"Iya" Jawab Akira


"Nggak!" Ucap Lutfi hampir serempak dengan Akira.


Laila yang mendengar jawaban dua orang di depannya yang jauh berbeda menjadi bingung.


"Jadi?" Tanya Laila.


"Belum sampai tahap deket, baru mau modus kenalan dulu!" Jelas Akira.


"Lutfi baru ja cerita!" Akira.


"Nggak kok kak, Akira ngarang!" Elak Lutfi.


" Nggak apa-apa juga kalau beneran!" Ucap Laila sambil tersenyum. "Kamu kenapa pagi-pagi udah kesini, Kira?"


"Mau mo..!" Ucapan Lutfi terpotong karena kakinya di injak untuk kedua kalinya oleh Akira.


"Mau ajak cari baju buat acara nanti malam!" Jelas Akira.


"Kakak masih ada baju kok, buat acara nanti malam!" Tolak Laila.


Laila pergi kedapur untuk mengambil air minum dan juga gelas untuk Akira.


"Lagian kepagian kali, jalan nyari baju jam segini!" Oceh Lutfi yang hanya di dengar oleh Akira.


"Bantuin ngapa?" Bisik Akira.


"Aku dapat apa bantu kamu?" Tantang Lutfi.


"Kamu mau apa aja aku kasih!" Tawar Akira.


"Jauhin kak Laila?" Tanya Lutfi.


"Selain itu!" Tolak Akira. "Aku butuh bantuan kamu cuman untuk itu."


"Apa ja dan berapa ja ya?" Lutfi menunjukkan tangan sebagai tanda mereka sepakat.


"Iya !" Pasrah Akira.


"Ajak kakak cari baju couple!" Usul Lutfi ketika melihat Laila kembali ke ruang makan.

__ADS_1


"Kita cari baju couple biar lebih meyakinkan!" Bujuk Akira kepada Laila.


"Iya kak, biar kakeknya Akira percaya!" Tambah Lutfi.


Laila diam sejenak memikirkan perkataan kedua orang di depannya.


"Kakak nggak usah mikir macem-macem nanti semua Akira yang tanggung!" Bujuk Lutfi lagi.


"Oke, tapi kakak siap-siap dulu ya!" Jawab Laila akhirnya.


"Kakak, nggak usah dandan. Nanti kakak dandan di salon ja!" Perintah Akira.


"Iya kak, ini kan dalam rangka bantu Akira, jadi aman!" Jelas Lutfi.


"Ya udah kalau gitu kakak ganti baju ja?" Tanya Laila.


"Iya!" Jawab Lutfi dan Akira kompak.


"Ya sudah sarapan dulu ja, nanti habis sarapan kalian beengakat!" Usul Lutfi.


Selesai makan, Laila lalu berjalan masuk ke kamar untuk mengganti baju. Sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar Laila meminta kedua orang itu untuk mencuci piring dan alat masak.


"Kira, dek, tolong kakak cuci peralatan masak sama piring ya!" Teriak Laila sambil berlalu.


"Iya, aman!" Jawaban Akira berteriak sambil mengacungkan jempolnya.


"Oke kamu cici piring sendiri, karena tadi aki sudah bantu kamu bujuk kak Laila!" Kata Lutfi santai.


"Permintaan kamu nggak ada yang lebih baik sedikit?" Tanya Akira.


"Masih banyak nanti permintaanku, kamu tenang saja calon kakak ipar, kalau jadi?" Ejek Lutfi sambil berlalu duduk di ruang TV untuk bermain games.


"Masih banyak bagaimana?" Tanya Akira tidak terima.


"Kamu tadi bilang apa aja dan berapa aja Akira!" Ingat Lutfi.


Akira yang baru saja sadar dengan perkataannya sendiri yang mengiyakan saja permintaan Akira merasa telah di bodohi.


"Cinta memang bikin orang bodoh!" Ejek Lutfi.


"Aku sumpahin kamu jatuh cinta nanti akan lebih bodoh dari aku!" Sumpah Akira.


"Aku akan ingat kata-kata kamu ini Akira, supaya aku tidak bodoh nanti ketika jatuh cinta!" Santai Lutfi.


***


bersambung


Baca karya aku yang lain juga yok ada




Ruang Dosen (9 bab)




JODOH: Cinta Pertama (28 bab)



__ADS_1


__ADS_2