
"Sepertinya dari wajah anda, usia anda masih sangat muda bila dibandingkan dengan Laila!" Ucap Aldiansyah mencari-cari kekurangan Akira, untuk menjatuhkan Laila.
Akira tersenyum lembut, lalu menggenggam tangan Laila yang berada di atas meja memberikan kekuatan untuk menghadapi manusia di depannya ini.
"Usia tidak menentukan kedewasaan dan pola pikir seseorang menurut saya." Ucap Laila. "Mungkin Akira memang lebih muda daripada saya. Tapi..."
Laila menjeda kata-katanya sejenak, lalu menatap Akira dan tersenyum kepada Akira, mencari alasan yang tepat untuk menjatuhkan lawan bicaranya. Laila merasa sudah cukup mendengarkan ocehan seorang Aldiansyah yang tidak berguna itu.
"Tapi saya yakin Akira memiliki pola pikir yang sudah lebih matang dan juga dewasa daripada orang yang lebih tua darinya. Seperti anda misalnya?" Ucap Laila membandingkan pola pikir Aldianayah dan Akira.
"Dan Akira lebih memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dengan semua keputusan-keputusan yang telah atau pun nantinya akan dia ambil untuk masa depannya kelak. Jadi saya rasa alasan itu cukup bagi saya untuk lebih memilih bersama dengan Akira!"
Laila menarik nafasnya pelan, karena sudah muak sekali dengan Aldiansyah. Laila ingin sekali menendang manusia ini sekarang juga.
Akira yang mendengar ucapan Laila, merasa senang karena Laila membela dirinya di depan orang yang sedang memojokkannya.
Mendengar ucapan Laila membuat Aldiansyah merasa tersinggung. Namun ia harus tetap mempertahankan wibawahnya, dan mencoba menjatuhkan Akira.
"Tapi itu tidak dapat menutup fakta bahwa Akira ini tetap jauh lebih muda dari pada anda Laila, dan akan lebih manja!" Jelas Aldiansyah sambil mengelap mulutnya dan meneguk minumannya.
"Sepertinya hal itu wajar saja bagi saya!" Ucap Laila santai.
Laila lalu mengambil gelas minum di depannya, lalu mengaduk-aduk minum tersebut untuk sedikit mengalihkan rasa tidak sukanya. walupun tetap, sambil menatap Aldiansyah dengan pandangan tidak suka.
Laila merasa Aldiansyah memang sengaja ingin menjatuhkan dia di depan 2 orang bawahannya. 'sialan' Pikir Laila. 'Apa dengan asumsi memiliki hubungan dengan pria lebih muda akan membuat Lail jatuh?, mari kita lihat!' Ucap Laila menantang salam hati.
"Wajar bagaimana menurut anda?" Pertanyaan Aldiansyah lebih mengarah kepada ejekan di kedua telingan Laila, maupun Akira yang mendengarnya disana.
" Wajar, karena setiap pasangan memang ingin bermesraan dengan dengan pasangannya. Dan setiap pasangan punya caranya tersendiri. Lalu ketika pasangan saya sedang manja kepada saya, bagi saya artinya dia sedang ingin bermesraan dengan saya. Itu pendapat saya!" Jelas Laila santai.
"Itu hanya akan bertahan sebentar, karena pada dasarnya wanitalah mahluk yang manja!" Ical Aldiansyah membalikkan keadaan.
"Saya tidak perlu harus di manja. Karena perjalan hidup saya mengajarkan saya untuk menjadi wanita kuat bukan manja!" Elak Laila lugas.
"Besok kita gantian ya, manjanya sayang?" Ucap Akira lembut sambil tersenyum menatap Laila.
Laila tidak menanggapi perkataan Akira dengan kata-kata lagi, lebih memilih menyandarkan kepalanya di lengan Akira. Laila butuh waktu untuk mendinginkan kepalanya agar tetap waras menghadapi orang gila seperti Aldiansyah.
"Sepertinya saya harus pamit terlebih, karena masih ada meeting dan terima kasih atas makan siangnya, Akira!" Pamit Aldiansyah sambil menepuk pundak Akira.
Aldiansyah yang sudah kalah debat dengan Laila dan kesal dengan tingkah pasangan itu memilih untuk pergi dengan alasan yang masuk akal menurutnya.
__ADS_1
"Silakan!" Ucap Laila serempak dengan Caca.
"Jangan lupa bawa pasangan kamu ini di acara kantor besok malam, Laila!" Ucap Aldiansyah seperti menantang Laila.
Laila tersenyum menanggapi ucapan Aldiansyah lalu "Tentu saya akan datang dengan pasangan saya, Bapak Aldiansyah yanh terhormat!"
"Mbak Laila keren!" Ucap Caca sambil tepuk tangan.
Caca lalu mengacungkan kedua jari jempolnya kehadapan Laila. Setelah Aldiansyah sudah tidak terlihat lagi dari pandangan mereka, dan pasti tidak lagi mendengar ucapan Caca.
Laila hanya tersenyum menanggapi perkataan Caca, lalu berbalik menatap Akira dan memukul Akira sekeras yang Laila bisa menggunakan sendok yang di pegangnya.
"Aaa....sakit!" Ucap Akira sambil melindungi kepalanya dengan kedua tangan.
"Kamu jahilnya udah ketularan Lutfi ya, Kira?" Omel Laila sambil memukuli Akira.
"Mbak!?"
Caca dan Abi kaget melihat tingkah pasangan drama romantis didepannya yang seketika berubah menjadi pasangan sadis penuh KDRT (Kekersan Dalam Rumah Tanggaga) seketika. Padahal beberapa detik lalu mereka masih sangat mesra.
'Mereka pasangan bunglon?' Tanya Abi kepada Caca dengan hanya berupa gerak bibir tanpa suara.
Caca yang tidak bisa mendengar ucapan Abi dan tidak faham dengan gerak bibir Abi malah berbisik kepada Abi dan membicarakan pasangan di depan mereka yang berubah seratus delapan puluh derajat ketika Ada Aldiansyah dan tidak ada Aldiansyah.
"Ng...gak sa...yang, aku....!" Ucapan Akira terhenti seketika, karena Laila kembali melayangkan pukulannya ke arah Akira.
"Sekali lagi kamu panggil aku sayang, aku potong-potong kamu... ya ....A...kira....!" Ancam Laila sambil menekan setiap kata-katanya yang ia ucapkan.
"Akira emang sayang banget sama Laila!" Ucap Akira memasang muka polos, agar Laila dapat memiliki sedikit belas kasih kepadanya seperti biasa.
"Kira...!" Teriak Laila tidak suka.
Akira yang tahu Laila sudah marah besar hanya tersenyum kuda, sambil garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal.
Laila mencoba melepaskan cincin yang dipakaikan oleh Akira secara paksa, atau sscara tidak sadar tadi. Namun sangat susah. Laila menarik-narik dengan sekuat yang dia bisa, tapi tidak juga membuat cincin itu terlepas dari jari manisnya.
"Ca, tolong bantu lepasin dong!" Perintah Laila Kepada Caca, sambil mengulurkan tangan ke hadapan Caca.
"Kok dilepas mbak cincinnya mahal, nanti kalau di lepas hilang?" Tanya Caca masih bingung dan sayang dengan cincin mahal itu terlepas dari jari Laila.
"Udah lepasin dulu baru nanti aku ceritain kisah lengkapnya!" Ucap Laila malas.
__ADS_1
"Itu nggak akan bisa di buka, sayang!" Ucap Akira pelan.
"Sekali lagi kamu panggil-panggil sayang, kepala kamu pisah juga itu sama badan!" Ancam Laila sadis.
Akira yang mendengar ancaman Laila seketika memegang lehernya dengan memasang muka sedih.
"Mbak ini susah banget, seret banget!"
Caca berusaha menarik cincin yang sedang di pakai Laila sebisanya. Tapi cincin itu tidak juga bia dilepas.
"Nggak usah di lepas mbak, cantik!" Ucap Abi.
"Coba kamu yang lepasin, Bi!" Ucap Caca.
Abi yang hendak memegang tangan Laila seketika berhenti, karena ditatap oleh Akira yang tidak terima tangan Laila di sentuh oleh laki-laki lain.
"Akira lepasin!" Ucap Laila sambil mengacungkan tangannya ke arah Akira.
"Kalian?" Suara dari arah pintu masuk lestoran itu membuat Laila kaget.
Akira baru saja hendak menarik cincin itu dari jari manis Laila mereka di kagetkan dengan panggilan orang yang sangat Laila kenal, dan familiar di telinga Akira.
***
Baca karya aku yang lain juga yok ada
Ruang Dosen (7 bab)
JODOH: Cinta Pertama (26 bab)
__ADS_1