
Seperti yang telah Claire ucapkan, ia benar-benar mengundang Edward dan Audrey untuk makan malam bersama.
Acara makan malam yang sebenarnya bertujuan untuk membuat Audrey merasa tidak pantas berada di sisi Edward.
" Kalau kau tidak ingin pergi, kau tidak perlu pergi baby. Biar aku... "
" Biar kau saja yang pergi menemuinya, begitu maksudmu ? Katakan saja kau tidak ingin aku pergi denganmu menemuinya karena kau ingin berdua saja dengannya " tuduh Audrey.
" No, bukan begitu maksudku baby. Biar aku mengabarinya jika kita berdua tidak akan datang. Itu maksudku " jelas Edward sambil memeluk Audrey dari belakang.
" Kamu cemburu, baby ? " tanya Edward sambil menempelkan wajahnya di ceruk leher Audrey.
" Untuk apa aku cemburu ? " kilah Audrey berusaha melepaskan diri dari pelukan Edward. Namun pria itu justru semakin erat mendekapnya.
" Aku suka jika kau cemburu ! Itu berarti kau mencintaiku sama halnya seperti aku " sahut Edward sambil mengecup bahu Audrey.
Audrey membalik badannya lalu mengalungkan tangannya ke leher Edward.
" Jadi kau benar mencintaiku ? " tanya Audrey sambil menatap Edward.
" Sure ! Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Aku sadar jika ternyata aku sangat mencintaimu dan tak bisa hidup tanpamu " jawab Edward lantas memagut bibit Audrey yang sudah sejak tadi diincarnya.
Edward baru melepaskan tautan bibir mereka setelah Audrey mendorong tubuhnya.
" Kalau begitu, kita harus datang memenuhi undangan dari Claire " ucap Audrey yakin.
Edward mengangkat sebelah alisnya sambil menatapi Audrey curiga.
__ADS_1
" Bukankah aku harus mempertahankan apa yang menjadi milikku ? Jadi, biarkan aku memberi pelajaran kepadanya agar tahu dimana posisinya berada saat ini dan agar ia tahu siapa yang sudah memenangkan hatimu " ucap Audrey tersenyum penuh misteri.
Edward tersenyum melihat sikap Audrey yang jauh lebih berani mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
" Mengapa kau tersenyum seperti itu ? " tanya Audrey heran.
" Aku suka melihatmu posesif seperti itu. Aku merasa sangat dicintai " jawab Edward dengan senyum yang tak surut dari wajahnya yang tampan.
" Ish, percaya diri sekali kau ini " cebik Audrey membuang wajahnya, berusaha menghindari tatapan Edward.
Edward terkekeh melihat sikap Audrey itu. Ia merasa jika Audrey itu begitu menggemaskan apalagi ketika bertarung di atas ranjang. Ah, sungguh Edward tetap saja selalu berpikiran mesum. Dan derajat kemesumannya bertambah berkali lipat saat bersama dengan Audrey.
Audrey akhirnya memilih untuk bersiap-siap karena ia akan memberikan pukulan telak bagi Claire.
Audrey dan Edward kini berada di depan sebuah restoran mewah. Edward yang memakai stelan jas mahal tampil begitu tampan dan menawan. Sangat serasi dengan Audrey yang tampil cantik dan anggun mengenakan gaun berwarna hitam dengan model one shoulder dress dengan rambut yang ditata dengan model sanggul chignon dimana rambut digulung dari ujung hingga ke area tengkuk hingga berbentuk seperti roti croisant.
Melihat hal itu, tentu membuat Claire merasa kesal. Apalagi melihat Audrey yang nampak begitu mempesona. Bahkan Claire pun tak menyangka jika gadis itu memiliki pesona yang luar biasa. Tapi ia tak mau mengaku kalah.
Baginya, Audrey hanyalah anak kemarin sore yang berani menggoda Edward. Berbeda dengannya yang sudah menghabiskan banyak malam bersama pria itu walaupun tanpa ada ikatan apapun.
Claire menyambut kedatangan mereka dengan senyum yang dibuat semanis mungkin dan Audrey menyadari jika itu adalah senyuman palsu.
" Tuan Edward, Saya sangat senang anda menerima undangan makan malam ini " ucap Claire tanpa mempedulikan keberadaan Audrey.
" Sebenarnya, aku tidak ingin menghadirinya. Tetapi, calon istriku ini yang bersikeras untuk datang " sahut Edward sambil menggandeng mesra Audrey membuat Claire semakin kesal.
" Ah, iya... Maaf saya melupakan keberadaan anda Nona Audrey. Terima kasih sudah mau menerima undangan yang saya berikan. Saya pikir anda tidak akan datang karena tidak terbiasa menghadiri jamuan makan malam mewah " ucap Claire menyindir Audrey.
__ADS_1
Audrey tertawa kecil,
" Ya, saya memang tidak terbiasa menghadiri jamuan makan malam mewah. Tapi saya juga sadar jika saya harus selalu menemaninya karena saya yang akan menjadi istri Edward jadi saya harus membiasakan diri. Selain itu, juga untuk menjauhkan wanita-wanita tak tahu malu yang selalu berusaha mendekati calon suami saya " jelas Audrey dengan lantang sambil tersenyum sinis.
Kini Audrey bahkan merangkul lengan Edward dengan mesra. Hal itu tentunya membuat Claire meradang dan merasa kesal melihat kemesraan yang diperlihatkan oleh Audrey dan Edward.
Setelah dipersilakan duduk, kini Claire meminta pelayan untuk menghidangkan makanan. Mereka pun makan bersama. Setelahnya, Claire meminta pelayan membawakan wine dan mengajak Edward dan Audrey untuk bersulang.
Audrey yang tidak suka minum minuman seperti itu, meminta pelayan membawakan segelas air putih untuk minum dan hal itu tentu saja membuat Claire menemukan cara untuk menjatuhkan Audrey lagi.
" Ah, jadi kau tidak suka minum ? Sayang sekali, padahal dalam jamuan seperti ini, pastinya akan selalu ada wine. Dan kau harus membiasakan dirimu untuk itu. Mana mungkin kau terus meminta air putih, bisa-bisa kau dikatakan tidak menghargai kolega dari calon suamimu " Claire berusaha menyudutkan Audrey.
Audrey tersenyum kembali, ia sudah tahu jika Claire tidak akan membiarkannya tenang. Selalu mencari cara untuk berurusan dengannya.
" Memangnya kenapa jika aku hanya minum air putih atau jus buah ? Asal kau tahu, itu jauh lebih sehat dibandingkan wine " sanggah Audrey.
" Ya, itu jauh lebih sehat. Bahkan aku juga sependapat dengan calon istriku " tambah Edward yang tentu saja semakin membuat Claire merasa kesal.
" Ah iya, tentu saja. Anda benar Tuan Edward ! Tapi apa calon istri anda tahu jika meminum wine itu akan menambah gairah dalam bercinta ? Seperti yang selalu kita lakukan selama ini " ucap Claire dengan tak tahu malu.
" Tutup mulutmu itu, Claire ! " seru Edward tak suka mendengar ucapan Claire yang seolah menggambarkan jika mereka sering melakukannya. Padahal kenyataannya, mereka hanya melakukannya sesekali saja.
Hal ini tentu saja membuat Audrey merasa kesal, namun ia tidak akan mengikuti permainan Claire. Justru ia yang akan membuat Claire membungkam mulutnya sendiri.
" Benarkah ? Sepertinya calon suamiku ini memang gemar sekali bercinta dengan wanita murahan. Asal kau tahu saja, bukan hanya dirimu seorang yang tidur dengannya dan aku sudah tahu serta menerima masa lalunya itu " ucap Audrey.
" Oh iya, satu hal lagi yang harus kau tahu. Jika menurutmu meminum wine bisa menambah gairah sebelum bercinta. Kau salah besar !! Karena jika bercinta denganku, dia tak pernah meminum apapun dan gairahnya selalu saja naik setiap kali ia menyentuhku. Dan asal kau tahu, dia tak pernah memakai pengaman sekalipun saat bersamaku. Tidak seperti saat bercinta dengan kalian para j*l*ng, ia selalu memakai pengaman. Kau tahu kenapa ? Karena dia tahu jika wanita murahan tentunya akan melemparkan dirinya di ranjang pria manapun " tambah Audrey yang begitu menohok perasaan Claire.
__ADS_1