Bukan Mainan Pelampiasan

Bukan Mainan Pelampiasan
BMP 24 - Audrey Hamil


__ADS_3

" Kau bilang tidak ada yang serius, lalu mengapa harus diperiksa di rumah sakit ? " tanya Edward mempertanyakan pernyataan sang dokter sebelumnya.


" Maaf Tuan, maksud saya perlu pemeriksaan lebih lanjut karena sepertinya istri anda sedang mengandung " jawab dokter memperjelas.


" Apa ? " tanya Edward kaget.


" Ng, itu menurut pemeriksaan saya. Oleh karena itu, sebaiknya anda memeriksakannya agar lebih akurat hasilnya " jawab sang dokter.


" Baiklah, terima kasih atas waktu anda untuk datang dokter " ucap Austin mewakili Edward yang nampak masih kaget mendengar penjelasan dari dokter.


Dokter tersebut akhirnya berpamitan setelah sebelumnya memberikan vitamin untuk Audrey.


" Austin... Aku akan menjadi seorang ayah seperti dirimu " ucap Edward kepada Austin. Ia masih tak percaya mendengar kabar dari dokter.


" Hem, selamat Ed ! " ucap Austin sambil menepuk bahu Edward.


" Sial ! Kau baru saja menikah tapi kau akan segera menjadi ayah " oceh Nick yang tak terima jika Edward mendahuluinya menjadi seorang ayah.


Austin dan Edward terkekeh mendengar ocehan dari Nick.


" Sudahlah Nick, itu berarti kau harus kejar setoran " ledek Austin kemudian.


" Ck, sepertinya aku harus mulai bergerak dari sekarang " cetus Nick yang kemudian berjalan menuju Valeri yang tengah berada di kamar menemani Kaylee menunggu Audrey.


Nick meraih tangan Valeri dan membawanya keluar dari kamar.


" Hubby, ada apa ini ? " tanya Valeri yang bingung dengan sikap Nick.


Begitu pula Kaylee yang justru melongo melihat Nick membawa paksa Valeri. Hingga akhirnya Austin dan Edward masuk ke dalam kamar.


" Austin ? Ada apa dengan Kakak Nick ? " tanya Kaylee sambil mendekati sang suami.


Austin hanya tersenyum simpul sambil menatapi Nick yang sudah berhasil membawa Valeri keluar dari kamar.


" Nick hanya ingin membuat bayi, honey " jawab Austin sambil merangkul pinggang sang istri lalu mengelus perutnya dengan lembut.


" Maksudnya ? " tanya Kaylee bingung.


" Dia tidak ingin kalah oleh Edward, karena baru saja menikah tapi dia akan segera menyusul kita segera menjadi orang tua " jawab Austin.

__ADS_1


Kaylee menutup mulutnya dengan tangannya


" Oh my god... Audrey hamil ? " tanya Kaylee dan dijawab dengan anggukan oleh Austin.


" Congrats Kakak Ed ! " ucap Kaylee kemudian.


Austin pun mengajak Kaylee untuk keluar dari kamar, meninggalkan Edward yang duduk di sisi ranjang sambil memegangi tangan Audrey yang belum sadarkan diri.


Audrey perlahan membuka matanya dan melihat Edward yang tengah menatapinya dengan khawatir.


" Kau sudah bangun, baby ? " tanya Edward yang dengan sigapnya membantu Audrey untuk bangun.


" Be careful, baby " seru Edward lagi.


" Aku ? Aku kenapa ? " tanya Audrey sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pening.


Edward menghela nafasnya kemudian memeluk Audrey.


" Ed ? Ada apa denganku ? " tanya Audrey heran dengan sikap Edward.


" Apa aku sakit parah ? " tanya Audrey lagi karena Edward tak menjawab pertanyaannya.


" Ed... Jawab pertanyaanku ! " seru Audrey sambil mencoba melepas pelukan Edward.


" Ed... "


" Baby... We will be a parent soon " ucap Edward sambil mengecup kening Audrey.


Audrey terlonjak kaget.


" Maksudnya... Aku hamil, Ed ? " tanya Audrey sambil menatap pria yang baru saja menikahinya itu.


" Yes, baby... I will be a daddy and you will be a mommy " jawab Edward.


Audrey langsung mengeluarkan air matanya lalu mengelus perutnya.


" Tapi kita harus memeriksakannya lebih lanjut ke rumah sakit. Itu baru perkiraan dokter saja " ucap Edward lagi.


" Kau bahagia ? " tanya Edward.

__ADS_1


" Tentu saja, ada anak kita di dalam sini " jawab Audrey sambil terus mengelus perutnya dengan lembut.


" Tidak percuma, aku menggempurmu setiap hari. Ternyata itu berhasil menjadi bayi " ucap Edward sambil terkekeh.


" Tentu saja menjadi bayi, karena kau tidak pernah memakai pengaman " sahut Audrey.


" Hem... Dan aku bahagia melakukannya tanpa pengaman hanya denganmu " timpal Edward bangga.


" Ayo, kita temui ayahmu ! Dia pasti sangat khawatir kepadamu. Kita juga harus memberitahunya kabar baik ini " ucap Edward sambil membantu sang istri untuk bangun dari tempat tidur.


Mereka berdua pun segera menemui Tuan Darren di kamarnya untuk memberi tahu berita kehamilan Audrey.


Awalnya Audrey sempat merasa cemas jika sang ayah tidak bisa menerima berita ini dan akan berimbas pada kesehatannya yang belum stabil. Namun kekhawatirannya hilang saat sang ayah terlihat bahagia mendapatkan kabar jika ia akan segera menjadi seorang kakek. Ya, meskipun sedikit kecewa karena ternyata Edward dan Audrey sudah menabung lebih dulu sebelum mereka resmi menikah.


Dan setelah acara pernikahan, mereka kini telah kembali ke apartemen tentunya dengan sattus sebagai suami istri dan calon orang tua. Rencananya mereka akan memeriksakan kandungan Audrey ke rumah sakit, sekaligus menjenguk sang ayah yang kini menjalani perawatan kembali.


Audrey dan Edward baru saja keluar dari ruangan dokter kandungan. Mereka terlihat sangat bahagia karena kandungan Audrey yang baru berumur 5 minggu itu dalam keadaan sehat dan bayi mereka berkembang dengan baik.


Audrey menatapi foto hitam putih bayi mereka yang masih sebesar biji itu dengan takjub sambil sesekali mengusap perutnya yang masih terlihat rata.


" Kau ingin sesuatu, baby ? " tanya Edward sambil merangkul pinggang Audrey.


Audrey menggelengkan kepalanya karena saat ini ia tidak menginginkan apapun.


" Kita harus membeli susu ibu hamil untukmu. Aku ingin bayi kita terpenuhi nutrisinya. Kalau begitu, kita ke supermarket sekarang " ucap Edward yang terdengar seperti perintah bagi Audrey.


Setelah menjenguk sang ayah, mereka pun kini berada di sebuah supermarket untuk membeli susu dan aneka buah yang sengaja Edward siapkan untuk Audrey.


" Baby, kau mau susu rasa apa ? " tanya Edward sambil melihat-lihat susu yang berjejer rapi di rak.


" Apa saja, daddy... " jawab Audrey spontan.


" Kau bilang apa tadi baby ? " tanya Edward yang merasakan sesuatu yang lain saat Audrey tadi menjawabnya.


" Daddy... Kau tidak suka ku panggil seperti itu ? " tanya Audrey sambil menatap Edward.


Edward menarik sudut bibirnya, entah mengapa mendengar Audrey memanggilnya daddy membuat hatinya hangat. Dalam hati ia berjanji akan menjadi seorang ayah yang bisa membanggakan untuk anaknya nanti. Ia akan menjaga keutuhan keluarganya. Ia tak akan membiarkan anaknya merasakan apa yang dialaminya dulu.


" Aku, suka mommy " sahut Edward dengan antusias, bahkan ia mengecup pipi Audrey berkali-kali tak peduli orang-orang di sekitar mereka.

__ADS_1


Edward juga membeli banyak susu ibu hamil dengan berbagai macam rasa sebagai bentuk rasa bahagianya dan membuat troley belanja mereka penuh. Ia tak peduli kendati Audrey memarahinya karena sudah membeli beraneka macam susu.


Tanpa mereka sadari, sepasang suami istri mengikuti pergerakan mereka. Melihat interaksi antara Edward dan juga Audrey membuat mereka meneteskan air mata haru karena ternyata mereka akan segera memiliki cucu.


__ADS_2