Bukan Mainan Pelampiasan

Bukan Mainan Pelampiasan
BMP 30 - Salah Paham


__ADS_3

Sekeras apapun Edward melarang Audrey untuk dekat dengan Mommy Shareena dan keluarganya, usaha Audrey untyk membuat Edward menerima mereka juga semakin keras.


Audrey kini menjadikan kehamilannya sebagai senjata. Dengan dalih, ibu hamil harus selalu mendapatkan mood yang baik agar bayi tumbuh sehat, maka Edward dengan terpaksa mengijinkan ibu serta adik kandungnya datang ke rumahnya. Namun untuk ayahnya sendiri, Edward masih belum bisa menerima.


Bagi Edward, yang paling bersalah dan bertanggung jawab dalam hancurnya hidupnya adalah Arsen. Oleh karena itu, ia tidak bisa memaafkan dengan mudah. Tapi entah apa yang akan dilakukan oleh Edward seandainya ia tahu jika pria yang selama ini dibencinya adalah ayah kandungnya sendiri.


Saat ini, usia kandungan Audrey sudah berusia 8 bulan. Edward kini sudah bisa menerima Mommy Shareena juga Jamie. Ia sudah lebih terbuka kendati belum mau berinteraksi lebih. Tapi itu tak jadi pikiran karena saat ini Audrey merasa sangat bahagia dikelilingi oleh keluarga yang mencintainya.


" Hari ini aku ada jadwal periksa ke dokter, kau bisa mengantarku kan ? " tanya Audrey sambil memasang dasi untuk Edward.


" Astaga, I'm so sorry baby... Aku ada meeting penting hari ini " jawab Edward sambil menepuk keningnya.


Audrey menghembus kasar nafasnya, ia merasa kecewa karena Edward kemungkinan tidak bisa mengantarnya


" Apa kau tidak bisa mengganti jadwal kontrol dengan dokter sampai besok ? " tanya Edward sambil mengusap perut Audrey yang sudah sangat menonjol.


Perut Audrey bergerak saat Edward mengusapnya.


" Hai, baby... ! Daddy sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu " ucap Edward dengan antusias.


" Tidak bisa Ed... Dokternya besok akan cuti selama 1 minggu. Jadi harus hari ini " sahut Audrey berharap Edward mengerti.


" Baiklah, kau tunggu saja di kantor sampai aku selesai meeting. Lalu setelahnya kita akan pergi ke rumah sakit, ok " Edward memberi jalan keluar.


" Ok... Tapi, aku tidak ingin menunggu lama di kantor. Setelah jam makan siang saja aku pergi ke kantormu " ucap Audrey.


" Sesuai keinginanmu saja, baby " jawab Edward sambil mencium kening Audrey lalu menyambar bibirnya.


" Aku pergi dulu ! Nanti aku akan meminta Rico mengirimkan sopir untuk menjemputmu " pamit Edward sambil mengelus pipi Audrey yang sedikit chubby.


" Baiklah... Bye daddy " ucap Audrey dengan senyum merekah lalu melambaikan tangannya.


Hari beranjak siang dan Audrey pun bergegas menuju ke kantor Edward. Ia sengaja pergi sebelum sopir menjemputnya karena ia ingin memberikan kejutan untuk suaminya tersebut. Audrey membawakan makan siang untuk Edward. Sudah lama ia tidak makan siang bersama sang suami di kantor.

__ADS_1


Audrey baru saja sampai di depan kantor, namun saat ia akan turun ia melihat Edward berjalan bersama seorang wanita lalu menaiki mobilnya. Mereka nampak sangat akrab membuat Audrey menjadi curiga.


Audrey tidak jadi turun dari taksi, ia meminta sooir taksi untuk mengikuti mobil Edward. Dan akhirnya mobil yang dikendarai oleh Edward berhenti di sebuah restoran. Mereka berdua kemudian masuk.


Karena rasa penasaran, Audrey mengikuti Edward dengan sembunyi-sembunyi. Ia melihat dari jarak yang cukup jauh, namun masih bisa melihat interaksi diantara keduanya. Wanita tersebut terlihat membersihkan sudut bibir Edward sambil memandangi pria tampan itu. Dan Edward nampaknya tidak keberatan dengan sikap wanita tersebut.


Audrey meraih ponselnya, kemudian mengambil foto kebersamaan Edward dan wanita tersebut. Setelahnya, ia menghubungi Edward.


" Kamu dimana, Ed ?" tanya Audrey.


" Sedang meeting, baby. Mau aku minta sopir menjemputmu sekarang ? " jawab Edward sambil bertanya.


" Aku di kantormu, tapi kau tidak ada di tempat " ucap Audrey ingin tahu reaksi apa yang akan diberikan oleh Edward.


" Aku sedang meeting diluar " sahut Edward.


" Bersama siapa ? " selidik Audrey.


" Dengan klien, tentu saja. Kau pikir dengan siapa ? " tanya Edward.


" Baby... Aku akan segera kembali ke kantor sekarang. Kau tunggu sebentar ! " seru Edward segera membereskan sisa makanannya.


" Tidak perlu, aku akan pergi sendiri jika kau sedang sibuk. Aku tidak akan mengganggumu... " ucap Audrey kemudian menutup panggilan.


Edward mencoba menelpon Audrey, namun Audrey tak berniat menjawab panggilannya. Baginya sudah cukup apa yang ia lihat hari ini menunjukkan jika ia terlalu berharap lebih kepada suaminya itu.


Sebelum pergi, Audrey memberikan bekal makan siang yang ia buat kepada seorang pelayan untuk diberikan kepada Edward. Lalu, ia segera berlalu sambil menangis.


Edward bersiap untuk pergi namun seorang pelayan memberikan papaer bag berisi bekal yang tadi diberikan oleh Audrey.


" Maaf Tuan, tadi ada seseorang yang meminta saya untuk memberikan ini kepada anda " ucap pelayan tersebut.


Kening Edward mengernyit saat pelayan itu memberi paper bag kepadanya.

__ADS_1


" Siapa yang memberikannya ? " tanya Edward penasaran.


" Seorang wanita yang sedang hamil besar, tapi dia sudah pergi " jawab pelayan tersebut dengan jujur.


Deg...


Edward segera membuka paper bag yang diberikan pelayan itu. Dan sedetik kemudian ia sadar jika sang istrilah yang memberikannya. Berarti sejak tadi, Audrey berada disana dan melihatnya. Audrey pasti sudah salah paham.


" Ed, kau mau kemana ? " tanya wanita itu saat Edward beranjak.


" Maaf, Laura... Aku harus menyusul istriku. Aku tidak ingin dia salah paham " jawab Edward.


" Lalu bagaimana dengan perjanjian bisnis kita ? Kita bahkan belum menandatangani perjanjiannya " sahut Laura tidak terima.


" Kau hubungi saja, Rico ! " tukas Edward.


" No, aku mau denganmu " sahut Laura sambil menahan tangan Edward.


" Jaga sikapmu, Laura ! " tegas Edward sambil menepis tangan Laura yang menahan tangannya.


" Ed, perjanjian kita lebih penting. Apa kau mau membatalkan perjanjian itu hanya karena mengejar wanita itu ? " tanya Laura heran.


" Wanita itu adalah istriku dan dia lebih penting dari apapun apalagi perjanjian bisnis kita. Sepertinya, aku tidak perlu meneruskan rencana kerja sama kita. Tidak akan ada perjanjian bisnis lagi " jawab Edward dengan tegas.


" Ed, kau tidak bisa melakukannya. Aku akan memberitahu ayahku tentang ini " ancam Laura.


" Kau pikir aku takut dengan ancamanmu itu hah ? Dengar Nona Laura, aku bersedia mengadakan perjanjian bisnis denganmu karena menghargai ayahmu. Namun jangan oernah berpikir bisa mengaturku atau perusahaan ayahmu yang kau banggakan itu akan aku hancurkan " timpal Edward lalu pergi dari sana meninggalkan Laura yang kaget dengan sikap Edward.


Laura pikir ia bisa menggoda Edward mengingat pria itu adalah seorang casanova. Namun ternyata ia salah besar karena Edward sudah pensiun dari gelarnya itu.


Edward masuk ke dalam mobil, lalu segera melajukan mobilnya. Ia berusaha mencari Audrey di sepanjang jalan, namun tak menemukannya.


Sementara itu, Audrey kini tengah berada di dalam sebuah mobil bersama dengan Mom Shareena dan Dad Arsen.

__ADS_1


" Kau mau kami antar pulang, sayang ? " tanya Mom Shareena.


" Kalau Mommy tidak keberatan, tolong antarkan aku ke rumah sakit. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandunganku " jawab Audrey.


__ADS_2