Bukan Mainan Pelampiasan

Bukan Mainan Pelampiasan
BMP 28 - Cuhat mertua dan menantu


__ADS_3

Audrey tengah berjalan-jalan di taman. Ia ingin menghirup udara segar karena beberapa hari ini, ia hanya diam di dalam apartemen menemani Edward yang mengalami mabuk parah.


Baru hari ini, Edward terlihat segar dan bisa pergi ke perusahaan. Disaat Audrey tengah duduk, seseorang mendekatinya dan itu adalah Mommy Shareena.


" Hallo, sayang... Apa kabar kalian ? " tanya Mommy Shareena ramah kemudian duduk di samping Audrey.


Audrey tersenyum melihat ibu mertuanya itu.


" Baik, mommy. Kami semua baik-baik saja " jawab Audrey.


" Kamu terlihat sedih. Apa ada masalah ? " selidik Mommy Shareena.


" Tidak ada, Mom " jawab Audrey menyembunyikan kebenaran.


Shareena meraih tangan Audrey, lalu menatapnya dengan tatapan lembut.


" Kalau ada masalah, ceritakan pada mommy. Mungkin mommy bisa membantu mencari jalan keluarnya " Shareena berkata dengan lembut.


Audrey menghela nafasnya. Ia bingung harus bagaimana bersikap. Jika ia berkata jujur, ia takut mommy Shareena kecewa. Tapi jika ia tidak mengatakan yang sebenarnya, maka Edward yang kecewa.


" Audrey... " panggil mommy Shareena, membuat Audrey sedikit terperanjat.


" Hm, sepertinya kamu memang sedang memikirkan sesuatu. Ayo ceritakan pada mommy masalahnya ! " seru mommy Shareena sambil menggenggam tangan Audrey dengan lembut.


Audrey membuang nafasnya dengan berat. Tak lama, iapun segera menceritakan inti permasalahannya.


" Maafkan mommy, sayang. Mommy tidak tahu akan begini akhirnya " keluh mommy Shareena.


" Tidak perlu merasa bersalah, mom... Yang Edward butuhkan hanyalah waktu untuk menerima semua " sahut Audrey.


Mommy Shareena menyandarkan punggungnya pada kursi taman. Ia mengambil nafas dan menghembuskannya dengan berat.

__ADS_1


" Mommy tidak menyangka jika Edward sangat membenci Mommy. Bahkan ia juga membenci ayah dan adik kandungnya sendiri " ucap Shareena.


Audrey mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Mommy Shareena.


" Maksud Mommy bagaimana ? Edward membenci ayah dan adik kandungnya ? " tanya Audrey heran karena setahunya ayah Edward sudah meninggal dan Jamie adalah anak dari suami Mommy Shareena saat ini.


" Ya, ini sebenarnya rahasia lama... Ayah kandung Edward itu adalah suami Mommy saat ini, ayahnya Jamie " jawab Mommy Shareena.


" Hah ? Bagaimana mungkin ? Edward tidak pernah mengatakannya " sela Audrey tak percaya.


" Itu karena Edward tidak tahu yang sebenarnya. Bahkan sampai hari ini, dia menganggap Gabriel sebagai ayahnya. Padahal kenyataannya, Arsen adalah ayah kandungnya " jelas Mommy Shareena.


Astaga ! Edward membenci ayah kandungnya sendiri ?


Audrey membatin dalam hatinya.


" Audrey... Audrey sayang ! " Mommy Shareena memegang tangan Audrey.


Mommy Shareena tersenyum tipis.


" Dulu, mommy dan ayahnya Edward adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Sampai akhirnya mommy mengandung Edward dan Arsen tidak berani untuk bertanggung jawab. Karena kesal, mommy pergi meninggalkannya. Gabriel yang mengetahui masalah yang sedang mommy hadapi menawarkan bantuan. Ia bersedia untuk menikahi mommy " jelas Shareena.


" Jadi, mommy menerima tawaran untuk menikah ? " tanya Audrey.


" Ya, tentu saja. Mommy tidak ingin membuat bayi yang mommy kandung, lahir tanpa seorang ayah di sampingnya. Gabriel adalah sahabat mommy dan Arsen. Rupanya ia juga mencintai mommy, karena itu ia menawarkan diri untuk membantu mommy " jawab mommy Shareena mengingat kembali masa lalunya.


" Lalu mengapa mommy kembali lagi kepada Dad Arsen ? " tanya Audrey penasaran.


" Kami bertemu kembali setelah Edward berusia 6 tahun. Rupanya Arsen selama itu mencari mommy. Dan akhirnya, kami bertemu kembali. Arsen meminta mommy untuk kembali bersamanya. Awalnya mommy menolak karena mommy sudah terikat pernikahan dengan Gabriel. Meskipun mommy tidak mencintai Gabriel, tetapi mommy menghormati pernikahan kami. Namun, ternyata Gabriel mengkhianati pernikahan kami. Dia berselingkuh dengan sektetarisnya dengan alasan mommy tidak pernah memuaskannya " jawab mommy Shareena sambil menyeka air mata yang membasahi wajahnya.


" Bukankah Tuan Gabriel sangat mencintai mommy ? Lalu mengapa bisa mengkhianati mommy ? " tanya Audrey heran.

__ADS_1


" Semua karena salah mommy. Kami hanya terikat pernikahan saja, tapi mommy tidak pernah membalas cintanya. Bahkan kami tidak pernah tidur bersama, mungkin itu yang menyebabkannya mencari kepuasan dari wanita lain. Padahal saat itu, mommy sudah mencoba membuka hati mommy untuknya " jawab Mommy Shareena.


" Mungkin, kami memang tidak ditakdirkan untuk bersama " tambah mommy Shareena.


" Kemudian mommy menikah dengan Tuan Arsen ? " tebak Audrey.


" Ya, Arsen mengetahui jika rumah tangga mommy dan Gabriel tidak baik-baik saja. Karena itu, setelah bercerai Arsen meminta mommy untuk menikah dengannya. Mommy mencoba untuk mengambil Edward, namun Gabriel tidak melepaskannya. Oleh karena itu, untuk menghilangkan kesedihan mommy karena berpisah dengan Edward, Arsen membawa mommy pindah ke luar negri. Kesedihan mommy berpisah dengan Edward sedikit terobati saat kami mendapatkan Jamie. Tapi sungguh, kami tidak pernah melupakan Edward sedikit pun " papar mommy Shareena.


Audrey menghembus kasar nafasnya, memikirkan rumitnya kehidupan sang suami. Audrey tak tahu harus melakukan apa setelah mendengar cerita dari mommy Shareena.


" Mommy tidak meyalahkan Edward, jika ia menyalahkan bahkan membenci kami " lirih mommy Shareena.


" Mom... Apa mommy tahu perasaan Edward ? Setelah kepergian mommy, ia melihat ayahnya membawa wanita silih berganti bahkan mabuk-mabukan hingga ia meninggal. Edward akhirnya mengikuti apa yang dilihatnya dari ayahnya. Tapi apa mommy tahu alasannya ? Itu dilakukannya untuk menutupi rasa sakit di hatinya. Ia terlanjur sakit hati karena merasa ditinggalkan dan dibiarkan sendirian... Maaf mommy, aku tidak membela Edward. Hanya saja, aku hanya menilai dari pandanganku saja... " ucap Audrey.


" Ya, mommy tahu itu. Mommy bersyukur Edward menikah dengan dirimu. Mommy harap kalian selalu bahagia. Jika kebahagiaan kalian terusik karena kehadiran kami, mungkin lebih baik jika kami pergi dari kehidupan kalian " sahut mommy Shareena dengan mata berkaca-kaca.


" No, mommy... Bukan begitu maksudku. Aku sangat berharap kita semua bisa bersama menjalani kehidupan baru yang jauh dari dendam. Aku menginginkan keluarga yang utuh dan bahagia. Jadi kumohon, jangan lagi pergi dari Edward. Jangan tinggalkan kami ! Aku akan membantu agar Edward memahami keadaannya dulu. Ku harap mommy bersabar dan selalu mendoakan agar Edward mau menerima kalian " mohon Audrey.


" Baiklah, sayang... Mommy juga ingin bersama kalian. Mommy ingin melihat anak kalian lahir dan memanggil grandma dan grandpa pada mommy dan dad Arsen " ucap Mommy Shareena kemudian memeluk Audrey.


Jauh di dalam hatinya, mommy Shareena sangat bersyukur Edward memilih Audrey sebagai pendamping hidupnya.


Di ujung taman, Edward memperhatikan interaksi keduanya. Tanpa berniat untuk mendekati istri dan juga ibu kandungnya itu. Ia hanya diam menatap mereka dari dalam kendaraannya dengan tatapan tak terbaca.


Mommy Shareena akhirnya pamit. Sebelum pergi, ia memberikan puding buatannya untuk menantunya itu. Audrey dengan senang hati menerimanya. Setelah itu, ia pun kembali menuju apartemen.


Baru saja, Audrey membuka pintu apartemen. Ia dikagetkan dengan sosok yang sedang duduk di sofa menunggunya.


" Dari mana saja kamu ? "


Deg...

__ADS_1


__ADS_2