Bukan Mainan Pelampiasan

Bukan Mainan Pelampiasan
BMP 22 - Rencana Pernikahan


__ADS_3

Claire melayangkan tangannya ke arah Audrey, namun dengan segera Edward menangkap tangan Claire dan menghempaskannya.


" Berani-beraninya kau berniat memukul calon istriku ! " sentak Edward tak terima.


" Tapi Tuan... Yang dikatakannya tadi itu "


" Yang dikatakannya itu benar adanya. Apa kau tidak malu hah ? Meskipun aku pernah jadi pria brengsek tapi aku ini masih waras untuk memilih wanita baik sebagai istriku " potong Edward dengan tegasnya.


" Kau pikir aku tidak tahu siapa dirimu ? Aku melakukannya denganmu hanya karena ingin bersenang-senang saja dan kau pun diuntungkan karena aku memberikan kemewahan kepadamu. Apa kau lupa ? " tambah Edward.


" Tapi saya mencintai anda, Tuan ! " sahut Claire.


" Mencintaiku kau bilang ? " Edward bertanya dengan sinisnya.


" Tentu saja saya mencintai anda " jawab Claire lagi berharap Edward akan luluh padanya.


" Jika kau mencintaiku tentunya kau bisa menjaga dirimu hanya untukku. Tapi kenyataannya kau melemparkan diri ke pelukan para pria yang bisa memberimu keuntungan. Kau pikir aku tidak tahu itu " Edward tersenyum sinis, menatap Claire dengan remeh.


Seolah tertampar, Claire akhirnya bungkam.


" Ed, sudah ! Sebaiknya kita pulang saja. Jangan mempermalukan dirimu sendiri " ingat Audrey karena beberapa pengunjung restoran terlihat memperhatikan mereka.


" Kau camkan itu ! Aku tidak pernah melakukannya menggunakan perasaan. Perasaanku hanya untuk Audrey. Jadi berhentilah bermimpi jika kau akan berada disisiku karena aku tak pernah berniat menjadikanmu sebagai wanitaku. Tempatmu hanyalah sebagai penghibur saja ! " jelas Edward kembali menegaskan posisi Claire selama ini baginya.


Tak lama kemudian Edward membawa Audrey untuk meninggalkan restoran. Bahkan Edward membayarkan tagihan makan malam mereka. Ya anggap saja sebagai rasa terima kasihnya yang terakhir kepada Claire.


" Are you ok, baby ? " tanya Edward kepada Audrey. Mereka baru saja masuk ke dalam mobil.


" Sure, I'm ok " jawab Audrey.


" Ed... Nona Claire sepertinya sangat-sangat mencintaimu " ucap Audrey setelah Edward menyalakan kendaraannya,


" Tidak, dia hanya mencintai uangku saja. Itu hanya alasannya agar aku merasa kasihan " tukas Edward.


" Kasihan ? Tapi mengapa dia melakukannya ? " tanya Audrry tak mengerti.

__ADS_1


Edward mengelus wajah Audrey dengan lembut.


" Kau ini terlalu polos. Karena itu aku jatuh cinta padamu " ucap Edward yang membuat wajah Audrey merona.


" Ed... " panggil Audrey, ia ingin penjelasan dari calon suamimya itu.


" Baby... Yang diinginkan Claire adalah uang. Jika bersamaku, dia mendapatkan apa yang ia inginkan. Sayangnya, aku hanya memanfaatkannya untuk kesenanganku saja. Tidak ada rasa apapun saat melakukannya dengan Claire atau wanita lainnya. Hanyalah pemuas saja ! " jelas Edward


" Jadi kau sangat senang memuaskan diri rupanya. Katakan ! Sudah berapa banyak wanita yang memuaskanmu ? " sela Audrey kesal.


" Banyak, baby... Aku tak bisa menghitungnya ! " sahut Edward dengan kekehan dari bibirnya.


Dan hal itu sukses membuat Audrey menjadi kesal sendiri. Ia memilih untuk mengalihkan pandangan dari Edward. Sungguh sial memang, ia bertanya sesuatu hal yang justru membuatnya sakit hati sendiri.


" Baby... Are you ok ? " tanya Edward mengguncang bahu Audrey.


" Hem... " jawab Audrey sesingkat mungkin.


" Are you jealous ? " selidik Edward lagi.


" Kau bohong ! " sela Audrey.


" No, aku tidak berbohong ! Bahkan aku menyukai permainan ranjangmu, karena itu aku selalu meminta lagi dan lagi " sahut Edward tanpa disaring.


Dasar mesum !! Selalu saja membahas urusan ranjang...


Batin Audrey dalam hati.


" Hei, jangan mengumpatiku baby ! Karena aku tahu sebenarnya kau pun menikmatinya " ucap Edward dengan tersenyum licik.


" Ah aku tak sabar untuk segera pulang dan melakukannya besamamu " tambah Edward setengah berbisik.


Audrey melengos, saat Edward mengatakan hal itu. Sementara Edward justru terkekeh melihat sikap Audrey.


" Ed... Bagaimana aku harus menghadapi para wanita dari masa lalumu jika nanti mereka melalukan hal yang sama seperti Claire. Menganggapku tidak pantas berada disisimu ? " tanya Audrey tiba-tiba merasa khawatir.

__ADS_1


Edward melirik Audrey. Ia bisa melihat jika gadis itu tengah khawatir. Ia kemudian memegang tangan Audrey lalu mengecup punggung tangannya.


" Yakinlah hanya dirimu yang aku mau untuk bersamaku. Dan tidak ada satu pun wanita yang pantas berada disisiku selain kamu. Tak peduli berapa banyak wanita yang pernah hadir dalam hidupku yang aku pilih hanya kamu. Kamu tahu mengapa ? Itu karena aku mencintaimu ! " tegas Edward meyakinkan Audrey.


Hati Audrey menghangat mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Edward. Sekarang ia bisa tenang andaikan para wanita di masa lalu Edward datang.


" Aku akan segera menikahimu ! Minggu depan kita menikah ! " seru Edward yang membuat Audrey terkejut dengan keputusan yang dibuat oleh Edward.


" Apa ? Menikah ? " tanya Audrey bertanya-tanya.


" Kenapa hem ? Kau tidak suka segera menikah denganku ? " sahut Edward mempertanyakan kalimat tanya yang Audrey ucapkan.


" Bu, bukan itu. Hanya saja, apa tidak terlalu terburu-buru ? " tanya Audrey lagi.


Edward tersenyum,


" Tidak buru-buru, baby. Aku bahkan sudah memutuskannya sejak lama. Dan aku tidak sabar untuk segera menikahimu dan menikmati malam pertama kita " jawab Edward sambil menyeringai.


" Malam pertama apa ? Bahkan kau sudah melakukannya berulang kali " cebik Audrey kesal.


" Hei, tapi kan kita belum merasakan malam pertama setelah menikah. Dan aku sangat menunggu saat itu tiba " sahut Edward sambil mengerlingkan sebelah matanya.


" Aku tidak menginginkan pesta meriah. Hanya ingin dihadiri oleh orang-orang terdekat saja " pinta Audrey.


" Why, baby ? Bukankah keinginan setiap wanita mengadakan pesta pernikahan yang megah dan mewah ? " heran Edward.


Audrey menggeleng kepala perlahan.


" Ya, mungkin begitu. Tapi... Bagiku yang terpenting bukan pestanya. Yang paling penting adalah sikap kita dalam menjalani pernikahan kita nanti. Aku hanya ingin dengan adanya pernikahan ini, kita akan semakin mencintai dan menyayangi satu sama lain. Saling percaya dan saling memahami. Kita akan selalu hidup bersama dan bahagia dengan anak-anak kita nanti hingga maut memisahkan kita berdua " papar Audrey mengutarakan keinginan dan harapannya.


" Baiklah, aku akan melakukannya sesuai keinginanmu baby " ucap Edward sambil mengelus pucuk kepala Audrey.


Dalam hatinya, Edward sangat bersyukur bisa mendapatkan wanita seperti Audrey. Selain cantik dan seksi, Audrey juga memiliki hati yang sangat baik dan sederhana. Ia bahkan sangat penyayang terbukti dengan ia bersedia mengorbankan dirinya hanya untuk membiayai pengobatan sang ayah.


Jika wanita lain, tentunya akan meminta banyak hal kepada Edward mengingat pria itu memiliki kekayaan yang sangat banyak. Jangankan pesta pernikahan megah. Tentunya banyak keuntungan yang akan mereka ambil dari Edward karena pria itu dikenal sangat royal terhadap para wanita yang menjadi teman kencannya.

__ADS_1


" Lalu, Ed. Apa kau akan mengundang keluargamu untuk hadir pada pernikahan kita ? "


__ADS_2