Bukan Mainan Pelampiasan

Bukan Mainan Pelampiasan
BMP 34 - End


__ADS_3

Edward tengah memeluk Audrey yang berbaring di atas tempat tidur. Sesekali ia mengusap perut sang istri sudah membuncit.


" Thanks, baby... Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu dan memilikimu. You ate my beautiful angel and he is our little angel " ucap Edward sambil mengusap perut Audrey kembali.


" I love you, Audrey ! I love you more than everything i have in the world " tambah Edward lalu mengecup bibir Audrey yang selalu membuatnya candu.


" I love you to, Tuan mesum pemaksa " sahut Audrey sambil membalas ciuman dari Edward.


Keduanya hanyut dalam ciuman panas mereka hingga bunyi ponsel menghentikan kegiatan mereka berdua.


Mengganggu saja ! Gerutu Edward dalam hati.


Ia kemudian mengangkat panggilan ponselnya.


" Ada apa ? " tanya Edward.


" Maaf Tuan, tapi ada masalah dengan ayahnya Nyonya Audrey " jawab si penelpon yang tak lain adalah dokter yang dipercaya untuk merawat ayah mertuanya.


" Masalah apa ? " tanya Edward sambil bangkit dari tempat tidur.


" Tuan Darren tiba-tiba kolaps " jawabnya.


" Apa ? Bagaimana bisa ? " geram Edward.


" Kami sedang menanganinya Tuan " sahut dokter tersebut.


" Lakukan yang terbaik. Aku akan segera kesana " seru Edward lalu mematikan sambungan telepon.


" Siapa Ed ? " tanya Audrey yang kini sudah berdiri di belakang Edward.


" Dokter dari rumah sakit " jawab Edward lalu berbalik menghadap sang istri.


" Ayah baik-baik saja kan, Ed ? " tanya Audrey khawatir.


" Kondisinya sedang ada masalah, tapi dokter sedang mengupayakan yang terbaik. Aku akan pergi kesana " kawab Edward.


" Aku ikut ! " seru Audrey.


" No, kamu tinggal saja disini. Besok kau boleh datang ke rumah sakit diantar mommy " sahut Edward.


" Tidak... Aku ikut sekarang ! Dia itu ayahku dan aku harus tahu keadaannya saat ini " timpal Audrey lagi.


Akhirnya, setelah berdebat Edward mengijinkan Audrey untuk ikut bersamanya ke rumah sakit. Kini mereka berada di depan ruang ICU tempat ayahnya Audrey saat ini dirawat.


Audrey tak hentinya meneteskan air mata dalam pelukan Edward. Edward bisa mengerti apa yang dirasakan oleh Audrey saat ini.

__ADS_1


Mom Shareena dan juga Dad Arsen menyusul mereka ke rumah sakit.


" Sayang, bagaimana keadaan ayahmu ? " tanya Mom Shareena.


" Ayah kritis mom... Padahal kemarin keadaannya sangat baik tapi kenapa tiba-tiba seperti ini " lirih Audrey memeluk Mom Shareena.


" Sabar ya sayang... Mommy yakin ayahmu pasti bisa bertahan " ucap Mom Shareena sambil memeluk Audrey.


" Mengapa sampai bisa terjadi seperti ini Ed ? " tanya Dad Arsen.


" Entahlah, Dad... Tiba-tiba saja kondisinya menurun, padahal sebelumnya berangsur membaik " jawab Edward sembari mengacak rambutnya.


" Sudah kita percayakan saja kepada dokter untuk menanganinya. Sebaiknya kita perbanyak berdoa agar ayah mertuamu lekas stabil " ucap sang ayah.


Sementara menunggu keadaan ayah Audrey membaik, Edward yang merasa ada yang salah, segera meminta Rico untuk mengecek CCTV yang dipasang di dalam ruang rawat ayah mertuanya.


Tak butuh waktu lama, Rico segera mengirim rekaman CCTV dimana nampak seorang wanita datang menemui ayah mertuanya hingga kemudian setelah wanita itu pergi, ayah mertuanya nampak menyentuh dadanya.


Brengsek ! Tunggu saja kau akan mendapatkan hukuman atas perbuatanmu


Ucap Edward dalam hati. Ia segera meminta Rico untuk mencari tahu keberadaan Laura dan menangkapnya.


Sementara itu, Mommy Shareena masih memeluk Audrey yang begitu khawatir dengan kondisi kesehatan sang ayah.


" Mom... Tolong ajak Audrey pulang. Sejak tadi dia belum makan apapun " ucap Edward kepada Mommy Shareena.


" No, Mom... Audrey mau disini saja, menunggu sampai ayah sadar " tolak Audrey.


" Tapi, sayang... "


" Please, mom... Audrey hanya ingun saat ayah sadar, Audrey adalah orang pertama yang dilihatnya " sahut Audrey.


" Baby... Pulanglah ! Atau pergilah makan dengan mommy jika kau ingin tetap disini. Ingatlah ada bayi kita di dalam perutmu, tolong perhatikan keadaannya juga ! " seru Edward.


Audrey menghela nafasnya kemudian mengusap perutnya.


" Ok, baby... Maafkan mommy ya ! Sekarang kita makan dulu. Doakan agar kakekmu segera sadar ya " ucap Audrey.


Keduanya lantas berlalu menuju restoran yang berada di sebrang rumah sakit. Selepas kepergian Audrey dan Mom Shareena, Edward mendapatkan laporan dari Rico jika Laura masih berada di sekitar rumah sakit.


**** ! Dia pasti menargetkan Audrey. Dasar wanita brengsek, aku tidak akan membiarkanmu mencelakai istri dan anakku !


Umpat Edward dalam hati, lalu segera berlari untuk menyusul Audrey dan Mom Shareena.


Audrey dan Mom Shareena kini berada di sisi jalan raya untuk menyebrang jalan. Tanpa mereka duga sebuah mobil melaju kencang ke arah mereka. Edward yang melihat hal itu berteriak kencang agar Audrey dan ibunya menyingkir dari jalan.

__ADS_1


Mom Shareena yang mendengar teriakan Edward dengan segera menarik Audrey ke belakang sehingga mereka lolos, dan mobil yang akan menabrak mereka justru kehilangan keseimbangan hingga akhirnya menabrak trotoar kemudian terbalik.


Edward bergegas menghampiri Audrey dan memeluknya dengan erat.


" Syukurlah, kalian selamat " ucap Edward lega.


Pengemudi mobil itu dipastikan adalah Laura dan karena kejadian itu ia harus kehilangan sebelah kakinya yang harus diamputasi akibat terjepit. Keluarga Laura meminta maaf atas perilaku putrinya dan memohon pengampunan dari Edward. Awalnya Edward menginginkan Laura dihukum, namun Audrey justru memaafkan kesalahannya, namun meminta agar Laura dikirim ke luar negri.


Kesehatan ayah Audrey tidak begitu baik. Walaupun begitu, ia sudah mengetahui jika wanita yang menemuinya adalah wanita yang iri terhadap Audrey sehungga berusaha memisahkan Edward dan Audrey.


Sampai akhirnya setelah 3 minggu lebih menjalani perawatan intensif, Tuan Darren akhirnya meninggal dunia.


Audrey merasa begitu sedih karena harus kehilangan sang ayah yang ia sayangi. Beruntung ia memiliki keluarga baru yang juga menyayanginya dan selalu menguatkannya.


Kini di depan makam sang ayah, Audrey bersimpuh. Wajahnya basah dengan air mata, selain itu matanya juga terlihat begitu sembab.


Edward merangkul sang istri yang kini menyandarkan kepala di dadanya.


" Sudah baby... Kamu harus ikhlas, mungkin ini jalan terbaik dari Tuhan " ucap Edward sambil mengusap punggung Audrey.


" Aku belum bisa membahagiakannya Ed. Bahkan ayah belum bertemu dengan cucunya " lirih Audrey.


" Ayah pasti bahagia melihat kita bahagia... Aku yakin itu " sahut Edward sambil memeluk erat tubuh sang istri.


" Kita pulang ya ! Ayah sudah beristirahat dengan tenang " ucap Edward lagi.


Audrey berdiri dibantu oleh Edward. Ia mencium nisan sang ayah lalu berjalan meninggalkan makam sang ayah.


Baru saja Edward membuka pintu mobil, Audrey merasakan sakit pada perutnya. Mommy Shareena yang menyadari jika itu kemungkinan adalah kontraksi kelahiran segera menyuruh Edward membawa Audrey ke rumah sakit.


Edward segera membawa Audrey ke rumah sakit. Mommy Shareena turut menemani Audrey di dalam mobil Edward. Sementara Dad Arsen dan Jamie menyusul ke rumah sakit.


Audrey segera dibawa ke ruang bersalin, dan setelah menunggu beberapa lama akhirnya Audrey melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. Melihat perjuangan sang istri kala melahirkan buah hati mereka, membuat Edward semakin mencintai Audrey. Ia juga tahu betapa besarnya pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Termasuk ibu dan juga istrinya.


Bayi tampan itu, diberi nama Darren Daniel Steward. Nama Darren, Audrey ambil untuk mengenang sang ayah yang telah pergi sebelum bertemu dengan cucunya.


Ada yang pergi, ada juga yang datang. Itulah yang dirasakan oleh Audrey. Saat ia kehilangan orang yang paling ia sayangi, Tuhan memberikan ganti dengan kehadiran bayi kecil mereka yang membawa kebahagiaan menggantikan duka. Begitu juga dengan Edward, banyak pelajaran yang ia dapatkan. Saat ia merelakan segala sesuatu, maka ia mendapatkan apa yang lebih dari yang ia harapkan.


...~THE END~...


Terima kasih untuk para reader yang sudah berkenan membaca cerita ini sampai selesai 😅. Akhirnya, cerita ini bisa author selesaikan ( author sadar banyak kekurangan disini 🙏🏻🙏🏻).


Semoga cerita ini bisa menghibur ya 🤗.


Jangan lupa mampir di karya author yang lain 😁

__ADS_1


Thank you all 😘😘


__ADS_2