
" Aku tidak ingin membahasnya, baby ! " ucap Edward menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Audrey.
" Tapi, Ed... Mereka adalah keluargamu yang terdekat " tukas Audrey.
" Ya, mereka memang keluarga terdekatku. Tapi aku pikir kau tidak lupa ceritanya seperti apa " sahut Edward.
" Ed, sampai kapan kau menyimpan dendammu itu ? Itu tidak baik untuk hidupmu " ucap Audrey merasa was was.
" I'm oke, baby ! Selama mereka tidak muncul di hadapanku " sahut Edward sambil membelai rambut Audrey yang memiliki wangi yang sangat disukai oleh Edward.
Audrey tak lagi dapat memaksa Edward. Ia hanya berharap jika dinding tebal di hati Edward bisa segera runtuh. Audrey tak menyalahkan Edward, baginya ada sesuatu yang menjadikan semuanya rumit seperti benang kusut. Dan ia harus bisa mengurainya agar semua menjadi jelas.
Pernikahan Edward dan Audrey pun tak terasa sudah di depan mata. Semua persiapan pernikahan sudah dihandle oleh Edward dengan dibantu oleh Austin, Kaylee, Nick dan juga Valeri. Dimana acara pernikahan Edward dan Audrey dilaksanakan di sebuah resort milik keluarga Austin.
Audrey pun kini sudah berada di resort tersebut ditemani oleh Kaylee dan juga Valeri. Sementara Edward tengah menjemput ayah Audrey dari rumah sakit.
" Akhirnya, Kakak Edward menikah juga. Dan aku bahagia karena kamulah yang menjadi istrinya. Sejak melihatmu pertama kali, aku yakin jika kamulah wanita yang tepat untuk Kakak Ed " ucap Kaylee saat ia berbincang bersama Audrey dan Valeri.
" Benarkah itu, Kak ? " tanya Audrey.
" Hem... Itu benar ! Dan dia sepertinya sangat tergila-gila padamu hingga memutuskan untuk meninggalkan kebiasaannya dan memutuskan menikahimu " jawab Kaylee.
" Ya, sepertinya Kak Edward memang sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu karena itu dia segera menikahimu " tambah Valeri sambil terkekeh.
Audrey hanya tersenyum tipis. Lagipula siapa yang menyangka jalan hidupnya akan berakhir seperti ini. Menjadi istri seorang pria yang awalnya hanya tertarik pada tubuhnya saja sebagai imbalan atas uang yang dikeluarkannya untuk membayar utangnya.
" Audrey... Audrey... " panggil Kaylee sambil menepuk pundak Audrey yang tengah melamun.
" Eh, iya Kak ? " tanya Audrey sambil menatap Kaylee.
" Hei, apa yang kau pikirkan ? " Kaylee balik bertanya.
" Em, tidak ada Kak... Hanya saja aku tak pernah menyangka akan sampai di titik ini setelah apa yang terjadi... " jawab Audrey apa adanya.
Kaylee dan Valeri saling berpandangan. Mereka sudah mengetahui apa yang melatarbelakangi hubungan antara Audrey dan Edward. Tadinya mereka pun berpikir jika Edward hanya ingin bersenang-senang saja. Namun kemudian mereka sadar jika ternyata perlakuan Edward kepada Audrey sangat berbeda. Dan itu berarti Edward tidak menganggap Audrey sebagai mainannya saja. Dan itu terbukti, karena mereka berdua akan segera menikah.
__ADS_1
" Itu berarti kamulah wanita yang ditakdirkan Tuhan untuk Kak Edward. Aku berharap semoga kalian berdua bahagia selamanya " ucap Kaylee.
" Aku harap juga begitu, Kak. Terima kasih " sahut Audrey sambil memegangi kepalanya.
" Kau baik-baik saja, Audrey ? " tanya Kaylee khawatir.
" Belakangan ini kepalaku terasa pusing, Kak. Mungkin karena terlalu memikirkan pernikahan ini " jawab Audrey sambil duduk di sofa.
" Mungkin sebaiknya kamu periksa ke dokter " seru Valeri.
" Iya, Valeri benar. Aku akan meminta Austin untuk memanggilkan dokter kesini " tambah Kaylee.
" Aku baik-baik saja, Kak ! Mungkin hanya perlu beristirahat saja " sahut Audrey.
" Oke, baiklah. Kalau begitu, kamu istirahat saja di kamar. Ingat besok adalah hari paling istimewa untukmu dan kamu harus tampil menawan " seru Kaylee.
" Kalau begitu, aku masuk kamar dulu ya Kak " pamit Audrey beranjak dari sofa menuju kamarnya.
Audrey segera merebahkan dirinya di atas kasur saat masuk ke kamar. Kepalanya terasa pening dan tubuhnya terasa lelah padahal ia tidak melakukan pekerjaan apapun.
Audrey bermonolog dalam hati. Tak lama, ia pun tertidur.
Edward sudah kembali bersama ayah Audrey, ia membawa Tuan Darren dari rumah sakit untuk menyaksikan pernikahan mereka.
Dan setelah menempatkan calon ayah mertuanya itu di kamarnya bersama dengan seorang perawat yang merawatnya, Edward berniat menemui Audrey.
Sayangnya, Edward dilarang untuk menemui Audrey oleh Kaylee dan Valeri. Mereka beralasan jika calon pengantin tidak boleh bertemu dulu sampai acara pernikahan mereka dilangsungkan besok hari. Kali ini Edward patuh. Ia tidak memaksa untuk menemui Audrey meskipun ia sangat ingin melihat gadis yang sudah mengubah hidup dan pandangan hidupnya mengenai sebuah hubungan.
Keesokan harinya,
Audrey kini sudah mengenakan sebuah gaun pengantin yang sangat indah. Kendati pernikahan mereka hanya dihadiri orang-orang terdekat saja, tetapi Edward memberikan yang terbaik untuk acara pernikahannya ini, termasuk gaun pengantin untuk Audrey.
Audrey tampil sangat cantik dan tentu saja membuat sang mantan casanova, Edward terpesona dan berdecak kagum melihat calon istrinya itu. Rasanya ia tidak salah langkah. Meninggalkan gelarnya sebagai seorang casanova untuk seorang wanita seperti Audrey.
Tuan Darren, ayahnya Audrey kini sudah berada di samping Audrey dengan menggunakan kursi roda yang didorong oleh perawatnya.
__ADS_1
Audrey berjalan menuju tempat pemberkatan pernikahan mereka dengang anggunnya. Sementara Edward sudah menunggu di depan dengan penampilan yang tak kalah mempesona. Pria tampan itu mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan celana dan blazer berwarna hitam.
Edward meraih tangan Audrey saat Tuan Darren menyerahkan Audrey kepadanya.
" Aku percayakan putriku tersayang kepadamu. Berjanjilah untuk selalu membahagiakannya " pinta Tuan Darren saat mengantarkan Audrey kepada Edward.
" Aku berjanji akan selalu membahagiakannya seumur hidupku " janji Edward.
Ikrar suci pernikahan pun segera dilakukan dengan khidmat dan akhirnya mereka pun resmi menjadi pasangan suami istri.
Namun, setelah acara pemakaian cincin. Audrey justru jatuh pingsan dan itu tentunya membuat Edward dan yang lainnya panik.
Edward segera membawa Audrey menuju ke kamar mereka. Sementara Austin memanggil dokter untuk segera datang resort.
" Baby... Apa yang terjadi padamu ? " tanya Edward begitu khawatir saat menatapi Audrey yang terbaring diatas tempat tidur dengan mata yang masih terpejam.
" Maaf Kak, sebenarnya sejak kemarin Audrey mengeluh pusing. Aku dan Valeri pikir mungkin karena terlalu memikirkan acara pernikahan kalian hari ini " ucap Kaylee merasa bersalah karena tidak mengatakan kondisi Audrey pada Edward.
" It's oke, honey. Ini bukan salahmu " sahut Austin sambil menenangkan Kaylee.
" Tapi, Aus... Bagaimana jika ada yang serius dengan Audrey ? " tanya Kaylee khawatir.
" Tidak akan terjadi apapun, honey... Kamu tenanglah ! Jangan membuat anak kita khawatir juga " jawab Austin sambil mengelus perut Kaylee.
Kaylee ikut mengelus perutnya yang terasa sedikit kencang, mungkin karena tegang.
" Everything its gonna be oke, Kay. Tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada Audrey " ucap Edward yang ikut menenangkan Kaylee padahal dirinya begitu khawatir dengan keadaan istrinya yang masih belum sadarkan diri.
Tak lama dokter pun tiba dan segera memeriksa Audrey.
" Bagaimana, Dokter ? Istriku baik-baik saja bukan ? " tanya Edward saat dokter selesai memeriksa Audrey.
" Tidak ada hal yang buruk. Hanya saja istri anda harus diperiksa lebih lanjut di rumah sakit " jawab sang dokter.
Well, ada yang tahu Audrey sakit apa ? 🤔🤔
__ADS_1