
Sepanjang perjalanan pulang hanya ada suara tawa dari anak anak, Kalila langsung nyaman dengan Saka dan membuat Sillia lega karena dia sedang memantau pekerjaannya di iped nya.
Sillia tersenyum saat membaca laporan perusahaannya yang kembali naik drastis, kalau sudah begini Daddy Damar akan kelimpungan karena ujung tombak ada di bawah kendali Sang Daddy.
''Salah siapa Daddy memberikan kekuasaan padaku dan sekarang bisa Daddy rasakan bagaimana semua meningkat tajam. ''
gumam Sillia dalam hatinya dan menyimpan iped kedalam tasnya.
''Boyy.....jangan membuat Kalila tertawa terus kasihan nantinya nangis saat tidur. ''
ucap Sillia dan Saka langsung mematuhinya.
Sillia mengusap pipi Kalila dan langsung di balas senyum oleh Kalila, Saka kembali duduk nyaman karena sebentar lagi akan segera sampai di rumah.
''Kak.....kalau bawa Kalila pulang ke rumah nanti Mommy marah tidak?? ''
tanya Saka dan Sillia menggelengkan kepalanya.
''Gak akan Boyy dan Mommy malah akan senang karena rumah akan kembali ramai. ''
jawab Sillia dan Saka mengiyakannya.
Tiba di kediamannya, Sillia langsung membuka mobil dan turun lebih dulu di ikuti saka lalu Kalila ikut turun, Kalila menatap sekeliling rumah yang membuatnya terpana.
''Ayo kita masuk karena di luar cukup panas. ''
ucap Sillia sambil menggenggam tangan Saka dan Saka menggenggam tangan Kalila.
Saka langsung menucapkan sallam dan Kalila pun ikut mengucapkannya membuat Sillia tersenyum lebar dan masuk menuju ruangan utama.
''Boy biasakan ganti baju dan kembali kesini kita kerjakan tugas sekolahnya. ''
ucap Sillia dan Saka mengiyakannya.
Mommy Hera menghampiri dan bertanya tanya siapa anak yang duduk dengan Sillia lalu seorang gadis muda memakai pakaian susternya.
''Sayang......siapa gadis kecil itu?? ''
tanya Mommy Hera sambil duduk di samping Sillia.
''Namanya Kalila dan kami tidak sengaja bertemu, nanti yaa jelaskannya Momm. ''
jawab Sillia dan Mommy nya mengangguk.
''Suster bisa gabung sama susternya Saka daripada berdiri gitu, Kalila aman dengan saya disini. ''
ucap Sillia saat melihat suster nya Kalila berdiri dekat sofa.
Suster pengasuh Saka langsung mengajak Suster Kalila menuju rumah belakang, Kalila tetap duduk tenang dengan Sillia yang mengobrol bersama Mommy Hera.
''Sepertinya anak ini sedikit terguncang jiwanya, ini menurut penglihatan Mommy yaa. ''
__ADS_1
ucap Sang Mommy dan Sillia langsung menatap ke arah Kalila.
''Aku kurang ngerti Momm dan tadi Ayahnya Kalila sangat antusias saat Kalila mengeluarkan suara. ''
ucap Sillia dan Mommy Hera langsung mendekat ke arah Kalila.
''Iya benar Sayang, Kalila memiliki trauma dan berujung gak mengeluarkan suaranya, sangat di sayangkan anak sekecil ini memiliki trauma. ''
ucap Sang Mommy dan Sillia merasa kasihan dengan Kalila.
Dia juga memiliki trauma masa lalu saat pengkhianatan itu terjadi, namun Sillia terus berfikir kalau Sillia bukan pemilik hati Aksen hingga Aksen melakukan perselingkuhan di belakangnya.
''Jangan melamun karena itu gak baik loh Sayang, kamu pantas bahagia. ''
ucap Mommy Hera yang merasakan kesedihan di wajah sang putri.
Saka kembali dengan pakaian rumahannya dan membawa tas sekolahnya, bahkan Saka membawa alat gambar untuk di berikan ke Kalila.
''Kau baik sekali Boyy, Kakak bangga memiliki adik seperti kamu. ''
ucap Sillia dan Saka langsung mengacungkan jempolnya.
Kalila langsung ikut duduk di karpet dan mengerjakan gambarnya yang di berikan oleh Saka, Sillia memilih pamit ke kamarnya karena kepalanya tiba tiba sakit seperti biasa.
''Periksakan sakit kepalanya Sayang, Mommy takut terjadi apa apa sama kamu. ''
ucap Sang Mommy yang mengkhawatirkan putrinya.
ucap Sillia yang tidak mauembuat sang Mommy khawatir padanya.
''Yasudah sana istirahat dan jangan mandi yaa, langsung tidur saja. ''
ucap Sang Mommy dan Sillia mengiyakannya.
Di perusahaan Daddy Damar saat ini.....
Daddy Damar baru menyelesaikan meeting dengan kliennya yang di tangani putrinya di negeri sebrang, Daddy Damar bahkan langsung memberikan berkas yang di bawa Sillia untuk di tanda tanganinya.
''Berkasnya sudah ada di tangan Om Damar ternyata, kok bisa?? ''
ucap kliennya dan Daddy Damar tersenyum.
''Putri Om datang langsung membawanya dan mumpung bertemu yaa sekalian Om kasihkan saja biar putri Om gak usah membawa berkasnya. ''
ucap Daddy Damar dan Kliennya tersenyum.
''Pram juga mungkin minggu depan baru kembali ke negara A karena urusan di tanah air sangat runyam, Ayah mogok kerja dan malah membawa Ibu pergi liburan. ''
''Makanya kamu segera menikah Pram, kasihan putri kamu. ''
''Pram gak memikirkan ke arah sana Om, Kalila masih sangat trauma dengan kejadian itu bahkan dia sulit mengeluarkan suaranya. ''
__ADS_1
''Sabar Pram karena semua akan berlalu, kamu harus optimis yaa. ''
''Terimakasih Om, Pram pamit yaa mau menjemput Kalila karena dia pergi dengan orang asing yang membuatnya nyaman. ''
''Yasudah sana jemput, jangan sampai orang asing itu membawa kabur anak kamu Pram. ''
''Gak Akan Om, susternya Kalila ikut juga. ''
Setelah kliennya pergi, Daddy Damar kembali ke ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya, kliennga saat ini adalah Sahabatnya sendiri dan di wakilkan oleh putranya.
Pramudya Herlambang, seorang Duda beranak satu yang di tinggalkan selamanya oleh istrinya karna sang istri meninggal dunia saat kecelakaan tiga tahun lalu dan membuat Sang putri trauma hingga saat ini.
Pram adalah putra tunggal dari, Jaka Herlambang dan Arumi Kinara, sahabat dari Daddy damar dan Mommy Hera.
Pram memang baru beberapa tahun ini mengendalikan perusahaan, karena Pram memang lebih menetap di negara A dimana istrinya berasal.
.
.
Di kediaman Daddy Damar saat ini, supir keluarga Kalila datang menjemput setelah Suster mengabarinya karena saat ini Kalila sedang tertidur pulas.
''Kamu bisa alihkan Kalila dengan menggambar saat dia bangun mencari Sillia atau Saka, kalau gak bisa di redakan bawa kembali kesini karena pintu rumah ini terbuka dua puluh empat jam, nanti saya akan berpesan pada penjaga gerbang utama. ''
jelas Mommy Hera saat memberikan Kalila pada susternya.
Sillia menatap kepergian mobil yang membawa Kalila menuju kediamannya, Sillia merasa kasihan pada Kalila karena trauma kecelakaan membuatnya susah berbicara dan baru berbicara saat bertemu dengannya.
''Bisa di sembuhkan gak Momm trauma nya?? ''
tanya Sillia sambil menggandeng Mommy nya masuk kedalam rumah.
''Bisa asal Kalila di dampingi orang yang menurutnta bisa membuat nyaman. ''
jawab sang Mommy dan Sillia mengangguk nganggukan kepalanya.
''Semoga ada yang membuatnya nyaman biar Kalila kembali bersuara Momm. ''
doa tulus Sillia dan membuat Mommy nya tersenyum.
''Kamu orang yang membuat Kalila nyaman, makanya hanya ke kamu dia bicara dan sesekali ke Saka tapi lebih sering ke kamu, Mommy membayangkan anak itu akan histeris mencari kamu Sayang. ''
''Momm jangan menakuti Sillia dong, Sillia gak mau berurusan dengan derama anak kecil karena itu membuat Sillia lemah. ''
Mommy Hera mengangkat bahunya dan langsung masuk kedalam rumah membuat Sillia kesal lalu menyusul Sang Mommy.
.
.
Bersambung........
__ADS_1