
Makan malam pertama di rumah baru, Sillia merasa bersyukur karena Pram benar benar menyediakan segalanya, bahkan juru masak pun di sediakan khusus oleh Pram.
makan malam pun selesai dan Sillia langsung di ajak menuju ruang keluarga saat Sillia akan merapihkan meja makan, Pram benar benar membuat Sillia di larang bekerja apapun di rumahnya.
''Kamu tahu gak siapa yang membuat minuman kita tadi siang?? Saya belum menanyakan nya ke Bibi. ''
ucap Pram dan Sillia langsung terdiam untuk berfikir.
''Mommy sama Ibu yang dari sejak datang sangat sibuk di dapur Mas, memangnya kenapa?? ''
jawab Sillia dan Membuat Pram terdiam.
''Minuman kita di berikan obat perangsang, makanya kamu gak bisa mengendalikan diri dan Saya untungnya minum sedikit tapi kamu habis semua nya. ''
jelas Pram dan membuat Sillia melototkan matanya.
''Astaga sangat sangat keterlaluan ibu ibu kita, apa coba maksudnya?? ''
ucap Sillia dan membuat Pram mengangkat bahunya.
''Saya juga sudah mengirim pesan ke Ibu kalau jebakan mereka berhasil dan Ibu gak membalas pesannya, hanya di baca saja. ''
ucap Pram dan Sillia hanya menghembuskan nafasnya dengan kesal.
''Yasudah lah semua memang sudah terjadi, mungkin kedua ibu kita ingin kita lebih dekat dan aku masih takut sebenarnya. ''
ucap Sillia dan membuat Pram menatap ke arahnya.
''Takut kenapa?? ''
''Takut terulang kembali kejadian masa lalu menyakitkan, kamu kan gak pake pengaman juga Mas tadi dan ada kemungkinan aku hamil kembali, aku takut kejadian saat aku hamil besar perselingkuhan itu terulang lagi sama kamu. ''
''Astaga Sillia.....kamu jangan berfikir sempit, aku bukan tipe laki laki yang gemar dengan tubuh wanita yang bukan aku inginkan, percayalah Sillia dan kamu tahu kan dukungan dari orang tua kita bagaimana?? Kalau sampai aku mengkhianati kamu nantinya, Daddy kamu dan Ayah aku pasti akan memenggal kepalaku. ''
''Mudah mudahan saja Mas. ''
''Yasudah jangan banyak berfikir negatif, kita mulai rumah tangga ini Sillia dan aku akan belajar mencintai kamu juga sebaliknya, kamu harus belakar mencintai aku. ''
''Mas boleh yaa aku ke negara A dulu?? ada barang berharga yang tertinggal di Apartement, benda itu sangat sangat aku butuhkan. ''
''Tunggu aku selesai dengan satu proyek dulu dan nanti kita berangkat bersama kesana. ''
__ADS_1
Tidak ada obrolan lagi antara Sillia dan Pram karena Sillia membawa Kalila ke kamar untuk di tidurkan, Kalila terus menguap.
Sillia dengan telaten menggosok gigi Kalila dan Kalila hanya pasrah menerima semuanya, Sillia langsung mengganti pakaian Kalila dengan piyama tidurnya.
''Kalila kan sudah besar sekarang, Kalila harus belajar bobo sendirian oke. ''
ucap Sillia saat membantu Kalila merebahkan tubuhnya di ranjang.
''Kalila memang tidur sendiri Mama dan di temenin suster ajah. ''
jawab Kalila dan Sillia mengacungkan jempolnya.
Dengan sabar Sillia mengusap punggung juga kepala Kalila agar terlelap dengan cepat, sebenarnya inti milik Sillia saat ini sangat perih tapi Sillia mencoba mengenyahkan rasa perih itu.
Beberapa saat kemudian akhirnya Kalila terlelap dengan damai, Sillia mencium kening Kalila lalu merapihkan selimbutnya.
Sillia langsung keluar dari kamar dan segera menuju kamarnya, dia juga saat ini butuh ranjang empuknya untuk mengistirahatkan tubuhnya, walaupun tadi tidurnya lama tapi tetap saat ini tubuhnya masih lelah.
Saat membuka pintu kamar ternyata bersamaan dengan Pram keluar dari ruangan ganti, Pram sudah memakai celana pendek juga kaos nya dan Sillia bisa menyimpulkan kalau Pram tidak suka piyama tidur.
Sillia langsung menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, Pram hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sillia.
''Aku kira kamu bakal tidur di kamar Kalila. ''
''Kalau misalkan aku tidur di kamar Kalila bagaimana?? Terus kalau aku tidur di kamar ini dengan kamu bagaimana?? ''
ucap Sillia dengan nada seriusnya.
''Kalau kamu tidur di kamar Kalila, aku pasti akan memindahkan kamu ke kamar ini dan kalau kamu tidur di kamar ini, bagus dong jadi aku gak kesepian lagi kalau tidur. ''
jawab Pram dan Sillia langsung beranjak lalu menghampiri ke ranjang.
''Mas kenapa gak menikah lagi?? ''
tanya Sillia sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
''Kamu kenapa gak menikah lagi?? ''
tanya balik Pram dan membuat Sillia mendelik.
''Aku nanya dan kamu jawab Mas, ini malah balik nanya lagi. ''
__ADS_1
jawab Sillia dan kembali membuat Pram tersenyum.
''Setelah mendiang Mamanya Kalila meninggal, aku gak ada niatan untuk menikah kembali dan malah meninggalkan Kalila di asuh IBu, aku menyibukkan diri dengan bekerja dan bekerja. ''
jelas Pram dan membuat Sillia terdiam menatap wajah Pram yang serius.
''Terus kenapa kemarin ngajakin aku nikah?? ''
tanya Sillia dan kembali membuat Pram tersenyum.
''Karena Kalila memilih kamu, aku yakin kamu wanita yang tepat untuk menjadi istri juga ibu untuk Kalila, Kalila bukan tipe anak yang bisa dekat dengan sembarang orang, kamu yang pertama membuat dia bersuara dan tertawa. ''
jawab Pram dan Sillia langsung memalingkan wajahnya karena Pram tersenyum ke arahnya.
''Sudah kita tidur yaa, aku lelas sekali soalnya dan besok adalah hari baru untuk kita. ''
ucap kembali Pram sambil menarik Sillia untuk mendekat ke arahnya.
Sillia awalnya menolak namun tarikan tangan Pram begitu kuat dan membuat Sillia akhirnya mendekat ke arahnya.
''Tidurlah......besok pagi kamu akan di ganggu sama Kalila. ''
ucap Pram sambil mencium kening Sillia.
Sillia akhirnya menutup matanya dan terlelap, Pram pun karena memang lelah langsung terlelap dengan Sillia yang berada dalam dekapannya.
Pagi menjelang......
Sillia membuka matanya terlebih dahulu dalam keadaan di dalam dekapan Pram, semalaman Sillia sangat nyenyak dalam dekapan Pram.
Merasa takut ketahuan memperhatikan Pram, Sillia langsung beranjak menuju kamar mandi, Sillia akan mengurus Kalilla karena anak itu akan sangat sulit kalau orang lain yang mengurusnya.
Pram langsung membuka matanya setelah mendengar pintu kamar mandi tertutup, Pram sebenarnya sudah membuka mata saat Sillia memperhatikan wajahnya.
''Mudah mudahan aku segera mencintai kamu Sillia, kamu wanita baik hati dan menerima Kalila dengan sepenuh hati. ''
gumam Pram sambil duduk bersandar menunggu Sillia selesai dengan urusan kamar mandinya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....