
Begitu di minta berlibur semua langsung senang apalagi Saka dan Kalila, Pram nanti hanya mengantar dan akan kembali ke tanah air setelah semua di rasa aman.
''Gak usah bawa pakaian karena semua sudah di siapkan disana, kita berangkat malam ini juga. ''
ucap Pram dan semua mengiyakannya.
Sillia menghela nafasnya melihat Saka begitu antusias untuk berlibur dan menular ke Kalila yang meniru antusias.
Semua keluarga langsung menuju meja makan untuk makan malam sebelum berangkat ke bandara, Sillia melayani anak dan suaminya terlebih dahulu barulah dia menyiapkan makanannya sendiri.
''Rencana hanya Sillia yang pergi tapi sekarang semua ikut pergi. ''
ucap Daddy Damar dan semua mengangkat bahunya.
''Daddy ngelarang Saka sama Mommy ikut Kak Sillia pergi?? ''
tanya Saka dan membuat Daddy Damar tersenyum.
''Boleh Boy dan siapa yang melarang, Daddy hanya merasa kaget saja Boy. ''
jawab Daddy Damar dan Saka mengangguk.
''Setelah urusan selesai, kita semua akan menyusul untuk berlibur juga dan kamu Pram jangan lupa balik lagi setelah memastikan para wanita sampai dengan selamat. ''
ucap Ayah nya Pram dan Pram mengiyakannya.
Makan malam pun berlanjut dan tidak ada obrolan kembali, Setelah makan malam selesai Pram langsung di ajak untuk mengganti pakaian nya sedangkan anak anak di siapkan oleh Mommy Hera.
''Mas beneran kalau laki laki itu mau merebut hak asuh anak aku?? ''
tanya Sillia Saat Pram masuk kedalam kamar.
''Benar karena salah satu mata mata Daddy Damar langsung mengabari saat melihat mantan kamu mengurus surat surat ke pengacara. ''
jawab Pram sambil membuka kancing kemejanya satu persatu.
''Kamu jangan takut karena semua akan di urus oleh Mas, kamu enjoy di negara A bersama anak anak juga kedua ibu kamu. ''
ucap Pram kembali saat melihat kerisauan Sillia.
Pram membawa Sillia kedalam dekapannya karena Sillia tiba tiba menangis, Pram memberikan ketenangan dengan pelukannya.
''Jangan risau ada suami kamu, Daddy Damar dan Ayah mertua kamu, kami bertiga akan menurunkan kehebatan kami. ''
ucap Pram sambil membelai sayang rambut Sillia saat Sillia menganggukan kepalanya.
Pram melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Sillia, entah kapan di mulai nya mereka berdua saat ini sama sama terbuai dengan ciumanya.
__ADS_1
Bahkan Sillia merespon semua yang di lakukan Pram, Pram tahu kalau saat ini Sillia sedang risau dan jalan satu satunya adalah menyentuh nya.
''Boleh......??? ''
tanya Pram saat keduanya sama sama sudah dalam keadaan polos.
Sillia menganggukkan kepalanya dan membuat Pram tersenyum, Pram yang sudah di beri lampu hijau pun langsung melancarkan aksinya membawa Sillia terbang ke atas angan agar beban pikiran Sillia menghilang.
Pram tahu kalau semua keluarga sedang menunggunya, setelah merasakan Sillia akan mencapai puncaknya, Pram pun langsung mengejarnya agar bersamaan melepaskannya.
Pram dan Sillia sama sama melenguuh bersamaan dengan pelepasannya, Pram mencium kening Sillia yang sedang menatapnya.
''Pelepasan adalah jalan terbaik menghilangkan keresahan hati, terbukti kan?? ''
ucap Pram dan Sillia hanya diam karena nafasnya sedang di atur.
Pram langsung menggendong tubuh Sillia dan membuat Sillia tersentak namun Sillia kembali tenang saat Pram membawanya menuju kamar mandi.
''Berendamlah biar tubuh kamu gak lelah. ''
ucap Pram saat merebahkan Sillia di dalam bak rendam lalu Pram mengisi air hangat beserta wewangian aromatherapy.
Pram langsung menuju shower untuk menyegarkan tubuhnya dan membiarkan Sillia berendam dengan tenang, Sillia memalingkan wajahnya saat melihat tubuh tanpa busana milik Pram.
.
.
''Mama ayo kita berangkat, Daddy bilang jangan lama lama bersiapnya. ''
ucap Kalila dan Sillia langsung mengiyakannya.
Sillia langsung keluar dari kamar dengan menggandeng Saka dan Kalila di kiri kanan tangannya, Pram hanya mengikuti dari belakang.
''Berangkat sekarang yaa, pesawat sudah siap di bandara soalnya. ''
ucap Daddy Damar saat anak menantunya menghampiri.
Pram langsung mengiyakannya dan mengajak menuju mobil, Mommy nya Sillia dan Ibu nya Pram pergi bersama kedua suaminya, sedangkan Sillia dan Pram bersama anak anak.
Sepanjang perjalanan Kalila dan Daka terus berceloteh membuat Sillia pusing mendengarnya, kadang Kalila tertawa dan kadang Saka yang tertawa.
''Liburan nya di ganggu jadinya, gak masalahkan?? ''
ucap Pram dan Sillia menggelengkan kepalanya.
''Gak masalah malahan jadi ramai kan, aku takut Saka kenapa kenapa kalau gak ikut. ''
__ADS_1
ucap Sillia dan Pram mengangguk sambil menggenggam tangan Sillia.
Perjalanan dua puluh menit akhirnya tiba di bandara, Pram langsung mengajak semua menuju jet pribadi milik Daddy Damar yang telah siap mengudara membawa nya beserta keluarga ke negara A.
''Pram kamu balik lagi ingat, jangan bablas malah ikut berlibur karena kami disini butuh kamu. ''
ucap Ayahnya Pram dan Pram mengangguk.
.
.
Saat ini Sillia sedang menidurkan Kalila dan Saka, sudah malam dan waktunya tidur untuk anak anak, Pram masih berbincang dengan ibu juga mertuanya.
''Mommy percaya kamu akan mengurus semua dengan baik Pram, usahakan jangan sampai kita yang di rugikan karena semua surat surat Saka atas nama Mommy dan Daddy. ''
ucap Mommy Hera dan Pram mengangguk.
''Pram sudah kumpulkan semuanya dan Pram akan menyerang perusahaannya, sebenarnya sudah mulai dari kemarin dan mereka pasti sedang kelabakan karena investor menarik sahamnya secara tiba tiba, Pram akan melakukan yang terbaik hingga laki laki itu gak punya kekuatan untuk menganggu Sillia. ''
jelas Pram dan membuat Mommy Hera lega mendengarnya.
''Ibu percaya kamu bisa Pram dan hati hati, jangan gegabah atau berucap apapun yang menjerumuskan kamu nantinya. ''
ucap Sang ibu dan Pram mengiyakannya.
Sillia bergabung dan duduk di samping Pram, Sillia memakan cemilan yang ada di hadapannya, sesekali Sillia menjawab pertanyaan untuknya, anak anak sudah tidur dan akan aman selama perjalanan ke negara A.
''Sillia, kalau misalnya anak yang kamu lahirkan di nyatakan meninggal saat kamu melahirkan karena guncangan, apa kamu setuju?? ''
ucap Pram dengan nada yang hati hati dan Sillia tersenyum.
''Boleh Mas karena Saka anak Mommy dan Daddy bukan anak aku. ''
jawab Sillia dan membuat semua lega mendengarnya.
''Dan nanti Kalila yang akan menjadi anak kandung kamu, Dia pasti akan meminta tes DNA dan Mas akan menerimanya, Kalila sangat dekat dengan kamu jadi dia gak akan curiga. ''
ucap Pram dan Sillia langsung mengangguk.
Mereka berempat berbincang hingga kantuk menyerang, Mommy Hera dan Ibu nya Pram memilih tidur di depan sofa dengan karpet bulu yang empuk dan lembut sebagai alas tidurnya, Sillia dan Pram memilih tidur bersama anak anak, walaupun sempit tapi cukup untuk berempat.
.
.
Bersambung......
__ADS_1