BUKAN Pemilik Hati

BUKAN Pemilik Hati
17 Permintaan Kalilla.......


__ADS_3

Tepat pukul tujuh malam Keluarga Pram datang kembali dengan membawa banyak makanan saat mengetahui kalau Sillia dan Kalilla sudah kembali ke rumah Daddy Damar.


''Waah.....ada yang berkunjung lagi, kejutan. ''


sindir Daddy Damar dan membuat Sahabatnya terbahak.


Saat memasuki rumah terdengar sayup sayup celotehan seorang anak perempuan dan membuat Pram dengan kedua orang tuanya menuju ruang keluarga dan ternyata Kalilla sedang bermain dengan Saka di temani Sillia yang asik dengan Handphone nya.


''Lihat Pawangnya sangat santuy di saat kedua anaknya merebutkan mainan pasir. ''


ucap Daddy Damar dan membuat Ibunya Pram langsung menghampiri ke ruang keluarga.


''Kalilla Sayang.......''


ucap Ibunya Pram dan membuat ketiganya langsung menatap ke arah suara.


Kalilla langsung berdiri dan memeluk leher Sillia membuat Ibunya Pram sedih melihat reaksi cucunya yang seperti takut padanya.


''Sayang......kamu baru kan bertemu lagi dengan Om Jaka dan Tante Arumi, masih ingat gaa?? ''


tanya Daddy Damar dan Sillia mengangguk.


''Kenal sama Om jaka kan sering ikut main golf dulu barengan Daddy. ''


Jawab Sillia dan Daddy Damar tersenyum.


Ibunya Pram langsung menghampiri cucunya yang sedang memeluk leher Sillia begitu erat seakan takut kehilangannya.


Saka merapihkan mainannya dan langsung menyapa tamu yang datang, ibunya Pram tersenyum dengan sikap Saka yang begitu hormat.


Sillia pamit ke kamar membawa Kalilla dan Saka mengikutinya membuat kedua orang tua Sillia menggelengkan kepalnya karena dua anak kecil menempel pada Sillia.


''Nayy akan terperangkap di tanah air. ''


ucap Ayahnya Pram dan di setujui Daddy Damar.


''Saka tahu tempat ternyamannya, padahal aku sama istriku sangat menyayanginya bahkan mendidiknya seperti ke Nayy dahulu. ''


ucap Daddy Damar yang merasakan bahagianya Saka saat Sillia datang.


''Pram.....tugas kamu adalah menikahi Nayysillia, karena Putri kamu gak akan bisa lepas. ''


ucap Ayahnya Pram dan nembuat Pram melototkan matanya.


''Benar Pram karena hanya Sillia yang membuat putri kamu nyaman, kalau kamu setuju Om akan mengaturnya agar Sillia setuju. ''

__ADS_1


ucap Daddy Damar dan Pram bingung menjawabnya.


''Pram sepertinya setuju karena dia hanya diam. ''


ucap Ibunya Pram karena melihat putranya diam.


''Ibu jangan mengambil keputusan sembarangan dong, pernikahan itu sakral dan Pram gak mau salah memutuskan nya. ''


protes Pram dengan ucapan Ibunya.


''Kamu tahu kan Kalilla gak bisa dekat dengan wanita manapun termasuk Ibu, tapi dengan Sillia dia bisa tertawa dan Ibu bisa mendengar suara Kalilla untuk pertama kalinya. ''


ucap Ibunya Pram dan membuat Pram terdiam.


Di luar kamar sedang ribut masalah pernikahan, sedangkan di dalam kamar Sillia saat ini sedang dalam keadaan hening karena kedua anak kecil yang menempel pada Sillia sudah tertidur pulas dan membuat Sillia bebas.


''Apa aku pulang ke negara A malam ini saja yaa, mumpung dua anak ini sudah pulas. ''


gumam Sillia dalam hatinya sambil berjalan menuju jendela kamarnya.


Sillia membuka tirai jendelanya dan menatap langit malam yang di hiasi bulan juga bintang, Silllia bingung harus bagaimana saat ini.


''Tuhan merencanakan ini semua tujuannya untuk apa yaa?? Memang akan ada hikmah di balik semuanya tapi apa rencananya?? ''


gumam Sillia dalam hatinya dan memejamkan matanya karena sangat pusing dengan semua masalahnya.


''Kamu makin cantik di usia dewasa kamu loh Nayy. ''


ucap Om jaka ayahNya Pram dan membuat Sillia memanyunkan bibirnya karena nama Nayy sudah d hapus.


''Benar kan Pram?? ''


ucap kebali Om jaka dan Pram hanya diam tanpa menjawab.


''Anak anak sudah tidur?? ''


tanya Daddy Damar dan Sillia mengangguk.


''Kalau belum tidur emangnya Sillia bisa duduk disini?? Besok malam saat anak anak tidur, Sillia akan kembali ke negara A, Saka pasti akan bisa di tenangkan sama Daddy dan Mommy, kalau Kalilla kan ada Papa nya yang bisa menenangkannya. ''


jelas Sillia dan membuat semuanya kaget.


''Daddy dukung semua keputusan kamu, Saka bukan anak yang rewel dan nanti akan Daddy kasih pengertian pasti dia mengerti. ''


jawab Daddy Damar yang memang menyetujui keinginan putrinya.

__ADS_1


''Daddy memang terbaik dan selalu mengerti Sillia. ''


puji Sillia dan Daddy nya hanya tersenyum.


Pram hanya diam dan tidak tahu harus berbicara apa, dia takut Putrinya semakin tertekan karena Sillia akan pergi, namun dia bingun harus bagaimana dan gak mungkin meminta Sillia tetap tinggal.


Saat asik berbincang pintu kamar Sillia terbuka dan ternyata Kalilla yang keluar lalu menghampiri ke ruangan utama dan duduk di samping Papanya, Pram langsung memangku Kalila dan Kalila tidak menolaknya sama sekali.


''Papa.....Kalilla mau Papa mencegah Mama pergi lagi, Kalilla gak perduli Mama itu Mama kandung Kalilla atau bukan, tapi Kalilla menyayangi Mama dan menganggap Mama adalah Mamanya Kalila, satu permintaan Kalila tolong tahan Mama. ''


ucap Kalilla dan membuat semuanya tersentak dengan ucapan Kalila yang mau berbicara tanpa rasa canggung seperti biasanya.


Sillia langsung terdiam karena gak menyangka kalau Kalilla akan berbicara langsung pada Pram, Sillia malah mengangap tantangannya hanya bualan saja namun Kalila benar membuktikannya.


''Baik Sayang, Papa akan tepati janji dan akan membawa Mama hidup bersama kita. ''


jawab Pram dan membuat kedua orang tuanya bahagia.


''Terimakasih Papa......''


ucap Kalilla dan langsung turun dari pangkuan Sang Papa dan menghampiri Sillia.


Kalilla menggenggam tangan Sillia dan tersenyum ke arah Sillia, membuat Sillia salah tingkah dan harus bagaimana.


''Mama.....Kalila sudah buktikan, Papa akan menahan Mama supaya gak pergi, Kalilla mau Mama dan gak mau yang lain. ''


ucap Kalila dan langsung memeluk Sillia.


''Daddy sarankan kamu dan Pram berbicara secara pribadi tanpa orang tua, Daddy mendukung semuanya kalau itu untuk kebaikan kamu, ingat sayang kebahagiaan akan datang kalau kamu memilih dengan hati. ''


ucap Daddy Damar dan di setujui kedua orang tua Pram juga Mommy Hera.


''Kamu sama Mommy dulu yaa Sayang, Papa kamu mau bicara penting. ''


ucap Sillia dan Kalilla menggelengkan kepalanya semakin mendekap tubuh Sillia.


Akhirnya Sillia membawa Kalila juga dalam gendongannya, Pram sudah membujuk menggantikan menggendong namun Kalila tidak mau dan tetap ingin dengan Sillia.


Sillia memilih ruangan tamu sebagai tempat berbicaranya, karena tempat ini yang membuat santai di saat malam.


''Sekali lagi Maaf dan terimakasih, kamu benar bener mengembalikan Kalila bahkan suara Kalilla bisa terdengar oleh semuanya termasuk saya sebagai Papanya, Mari kita menikah Sillia dan menata semua nya dari awal, saya memiliki masa lalu dan kamu pun memiliki masa lalu, mari kita belajar bersama di dalam sebuah ikatan pernikahan. ''


jelas Pram dan membuat Sillia langsung terdiam karena semuanya sangat mendadak.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2