
''Sillia hanya takut kejadian masa lalu terulang kembali, sangat takut. ''
ucap Sillia dan membuat Ibu nya Pram tersenyum.
''Percaya sama Ibu, Pram bukan tipe laki laki yang suka mempermainkan wanita dan Pram tipe setia, kalau Pram mengkhianati kamu biar Ibu yang akan menghukum dia. ''
ucap Ibunya Pram dan di setujui oleh Mommy Hera.
''Entahlah....''
ucap Sillia sambil meminum minumannya.
.
.
Di kantor Pram saat ini.....
Pram sedang membaca laporan penyelidikan yang di mintanya pada sang Asisten dan ternyata semua hasilnya memuaskan.
Pram akan mengajak Sillia dan Kalilla selama asistennya melaksanakan tugas intinya dan Pram berharap semua akan selesai hingga Pram kembali lagi ke tanah air dalam keadaan tenang.
''Semua untuk kamu Sillia dan laki laki bajingan itu merencanakan untuk merebut hak asuh anak kamu yang dia kira Kalila adalah anaknya. ''
gumam Pram dalam hatinya sambil menatap semua laporan dari asistennya.
Aksen berniat merebut hak asuh anak yang di lahirkan oleh Sillia dan Aksen mengira kalau Kalila adalah anak yang di lahirkan oleh Sillia, dua anaknya Aksen yang di lahirkan oleh istrinya mengalami cacat fisik dan membuat Aksen berniat licik merebut anak dari Sillia.
Daddy Damar tadinya yang akan turun tangan, namun Pram mengambil alih semuanya karena saat ini Sillia adalah tanggung jawabnya.
Pram belum menceritakan semua masalah ke Sillia dan sore ini saat berkumpul di kediaman Daddy Damar dia akan menceritakan semuanya di bantu Daddy Damar.
Pram yang fokus dengan pekerjaan nya sampai tak terasa saat ini sudah sore dan Pram langsung merapihkan pekerjaannya yang akan di lanjutkan di rumah.
Pram langsung pamit pada asistennya dan asistennya mengangguk hormat, tujuannya adalah kediaman Daddy Damar dan kedua orang tuanya pun sudah berada disana.
Perjalanan hanya sepuluh menit akhirnya Pram sampai di halaman utama kediaman mewah Daddy Damar, Pram tersenyum saat melihat Saka dan putrinya sedang bermain bersama.
Pram langsung masuk kedalam rumah setelah menyapa anak anak, ternyata semua keluarga berkumpul ruangan utama.
Pram langsung mencium tangan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya, hanya Sillia yang mencium tangannya.
''Kamu kenapa gak cerita mau ke negara A?? Dadakan sekali. ''
ucap Ibunya Pram saat Pram melepaskan jas nya lalu memberikan nya pada Sillia.
__ADS_1
''Ibu emangnya mau ikut kalau Pram memberitahukannya?? ''
ucap Pram dan membuat ibunya langsung mendelik.
''Kamu ini ganggu anak yang mau bulan madu kalau ikut, sudah mending di rumah saja dan menunggu kabar baik, itu yang paling kita tunggu. ''
ucap Ayahnya Pram dan membuat Sillia menghela nafasnya karena sudah di pastikan semua orang tuanya menginginkan anak darinya.
''Kenapa gak besok Pram berangkatnya, Daddy siapkan jet pribadinya. ''
ucap Daddy Damar dan membuat Pram terdiam sejenak.
''Rencana nya lusa Dadd, kerjaan Pram sedikit lagi selesai dan kalau besok perginya palingan malam. ''
ucap Pram sambil menatap ke arah Sillia yang memalingkan wajahnya saat ketahuan memperhatikannya.
''Yasudah lusa saja biar pagi, kasihan Kalila nantinya dan lagian sampai di negara A nya juga akan malam hari. ''
ucap Mommy Hera dan di setujui oleh semuanya.
''Daddy.....boleh Pram menceritakannya sekarang?? ''
tanya Pram saat semua terlihat santai.
''Ceritakan sekarang biar semua mengetahuinya juga Pram. ''
''Sillia kamu harus percaya kalau aku sebagai suami kamu akan menjaga kamu dan anak anak dari apapun kejahatan, termasuk menjaga keluarga kita berdua juga dan aku harap kamu jangan takut yaa setelah aku menceritakan semuanya. ''
ucap Pram dan membuat Sillia mengerutkan keningnya.
''Daddy memberitahukan sama aku, kalau Aksen mencoba untuk merebut hak asuh anak kamu dari kamu, Aksen mengira kalau Kalila adalah putrinya bersama kamu, kedua anak anaknya Aksen keterbelakangan mental dan membuat dia lupa diri malah ingin merebut anak dari kamu, aku sudah siapkan semuanya dan kamu akan aman bersama anak kamu, ingat ada kami semua yang akan menjadi pelindung kamu. ''
jelas Pram dan membuat Sillia langsung berkaca kaca.
''Jangan takut karena suami kamu akan mengeksekusi langsung sampai dia hancur, dia masih mengurus surat untuk ke pengadilan namun akan ada jegalan nantinya dan kamu jangan risau yaa. ''
ucap Daddy Damar dan Sillia hanya diam meneteskan air matanya.
''Kamu dan Kalila segeralah terbang ke negara A, Saka akan aman karena secara hukum dia anak Daddy dan Mommy jadi gak akan terdeteksi. ''
ucap Daddy Damar kembali dan Sillia langsung menatap dua anak yang sedang bermain dengan mobil remot.
''Kalau Saka di bawa juga boleh gak?? ''
tanya Sillia dan semua menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Jangan Sayang, biarkan mereka mengira kalau Kalila targetnya dan Saka tetap menjadi adik kamu itu akan aman, semua info sudah di blokir Pram jadi akan kedeteksi oleh mereka. ''
ucap Ayahnya Pram dan Sillia mengangguk.
''Percayakan sama aku yaa, aku janji akan menjaga kalian dan aku hanya butuh percaya dari kamu. ''
ucap Pram dan sillia mengangguk sambil mengangis.
Pram langsung membawa Sillia kedalam dekapannya, Sillia begitu nyaman dalam dekapan suaminya saat menangis dan membuatnya tenang.
Saka dan Kalila langsung panit dan menghampiri Sillia yang menangis dalam pelukan Pram.
''Papa jangan buat Mama nangis, Papa jahat. ''
protes Kalila sambil menarik narik kemeja Pram dan membuat Sillia menghentikan tangisnya.
''Kakak kenapa nangis?? Saka janji gak akan nakal kaya tadi dan nurut sama Kakak. ''
ucap Saka dan membuat Sillia benar benar sedih mendengarnya.
Sillia melepaskan dekapannya dan membawa Saka juga Kalila dalam pelukannya, Sillia menyayangi keduanya baginya keduanya adalah anak anak keberuntungannya.
''Pram persiapkan semuanya, malam ini kalian pergilah dan perusahaan biar Ayah yang tangani, besok akan mulai kan semuanya?? ''
ucap Ayahnya Pram dan di setujui semuanya.
''Sayang ......kalau kamu membawa Saka nantinya ada yang curiga, biarkan Saka menjadi Saka seperti biasanya dan kamu fokus dengan Kalila, di negara A semua privasi di jamin pemerintah dan kamu akan aman disana, Daddy mau yang terbaik dan Daddy gak mau kamu menyaksikan semua nya. ''
ucap Daddy Damar saat Sillia melepaskan pelukannya kepada Saka dan Kalila.
''Iya Dadd dan Sillia titip Saka yaa, kalau bisa jangan sekolah dulu Saka nya sampai semua aman terkendali Dadd. ''
ucap Sillia dan Daddy Damar mengiyakannya.
''Damar, lebih baik Saka ikut juga dengan istri kamu dan istriku, sekalian liburan disana dan kita bertiga yang akan turun tangan langsung, aku percaya pengawalan aman sampai di negara A. ''
ucap Ayahnya Pram dan di setujui istri istrinya.
''Momm....kamu mau liburan ke negara dengan Saka gak?? ''
tanya Daddy Damar dan membuat Mommy Hera mendelik sebal.
.
.
__ADS_1
Bersambung......