BUKAN Pemilik Hati

BUKAN Pemilik Hati
24 pagi pertama di rumah baru......


__ADS_3

Sillia langsung memakai pakaiannya dan langsung keluar dari kamar mandi, Pram tersenyum saat bertemu tatap dengan Sillia.


''Mandi sana Mas, kamu hari ini ngantor kan?? ''


ucap Sillia dan Pram mengangguk sambil berjalan menuju kamar mandi.


Sillia memakai day cream ke wajah nya dan setelahnya langsung merapihkan ranjang, Sillia merasa aneh karena rumah terasa hening.


Sillia menyiapkan pakaian kantor untuk Pram dan setelahnya langsung keluar kamar untuk melihat keadaan Kalila, ternyata Kalila sedang di suapi makan oleh suater pengasuhnya.


''Mama.....''


panggil Kalila saat melihat Sillia menghampirinya.


''Anak pintar sedang makan, kenapa gak mandi dulu sayang. ''


ucap Sillia saat duduk di samping Kalila yang sedang di suapi.


''Mau makan dulu Maa. ''


jawab Kalila dan Sillia mengiyakannya.


''Kalila minta sendiri Sus?? Apa di tawarin dulu makannya?? ''


tanya Sillia yang penasaran dengan Kalila.


''Non Kalila langsung ke dapur dan itu tandanya minta makan Nyonya, selama saya mengasuhnya belum pernah Non Kalila berbicara. ''


jawab pengasuh dan Sillia langsung menghembuskan nafasnya.


Dia sepertinya akan meminta ijin untuk membawa Kalila ke psikiater anak untuk memulihkan mental juga trauma yang di alami Kalila.


''Sabar ya sus dan saya akan usahakan agar Kalila juga mau berbicara bukan hanya ke saya saja. ''


ucap Sillia sambil mengusap makanan yang menempel di pipi Kalila.


Setelah makan nya selesai, Kalila langsung di bawa ke kamar untuk di mandikan, sedangkan Sillia langsung membantu menata makanan di meja makan.


''Mana Kalila?? ''


tanya Pram saat duduk di kursi meja makan.


''Kita bangun kesiangan dan Kalila makan duluan, sekarang lagi di mandikan sama susternya. ''


jawab Sillia sambil menyiapkan air minum untuk Pram.


''Pantas saja, kamu sudah sarapan belum?? ''


ucap Pram dan Sillia menggelengkan kepalanya.


''Kan mau nemenin kamu Mas, mau makan sama nasi apa roti selai?? ''


ucap Kalila sambil menyiapkan piringnya.


''Nasi saja sama seperti yang di makan kamu. ''


ucap Pram dan Sillia mengangguk sambil menyiapkan nasi beserta lauknya di piring Pram.


''Lusa persiapkan semua keperluanya, kita akan berangkat ke negara A kayanya. ''

__ADS_1


ucap Pram dan Sillia mengangguk.


Kedua nya langsung makan dengan tenang sambil menunggu Kalila yang sedang bersiap, rencana nya hari ini Sillia akan ke rumah Mommy nya untuk berbicara dengan Daddy Damar.


''Mau barengan ke rumah Mommy nya atau mau berdua sama Kalila saja?? ''


tanya Pram dan Sillia terdiam sebentar.


''Barengan kamu saja Mas, gak apa apa kan?? ''


jawab Naura dan Pram menggelengkan kepalanya.


''Gak apa apa sekalian jalan juga. ''


ucap Pram dan Sillia hanya tersenyum.


''Mas aku ijin buat bawa Kalila ke psikiater anak yaa, mau nanya Mommy bagusnya gimana?? Kalau Mommy bisa membantu ke Mommy jadinya tapi kalau gak bisa nanti minta rekomendasi paikiater anak paling bagus untuk menangani Kalila. ''


ucap Sillia dan Pram mengangguk.


''Pokonya kalau semua menyangkut kebaikan kamu langsung ambil tindakan, kecuali kamu memang butuh saran baru beritahu aku. ''


ucap Pram karena Pram tahu kalau Sillia gak akan gegabah mengambil tindakan kalau tidak di pikirkan matang matang.


''Baik Mas dan makasih. ''


jawab sillia dan saat Pram akan menjawabnya ternyata Kalila menghampiri dalam keadaan cantik dengan gaun nya.


''Princes Papa sangat cantik, mau kemana Sayang?? ''


ucap Pram saat Kalila menghampiri sang istri.


''Mau ke rumah Mommy. ''


''Manggilnya Oma bukan Mommy loh. ''


ucap Pram dan Kalila menggelengkan kepalanya.


''Kak Saka juga panggil Mommy, Mama juga panggil Mommy dan Kalila juga manggil Mommy saja. ''


ucap Kalila dan Pram tidak berkomentar kembali karena Sillia menggelengkan kepalaya.


.


.


Saat ini, Sillia dan Kalila sedang di dalam mobil yang langsung di kemudikan oleh Pram menuju kediaman Mommy Hera.


''Jangan nakal, jangan membuat pusing Mama selama di rumah Mommy yaa. ''


ucap Pram dan Kalila mengangguk.


Kalila memilih duduk di kursi belakang sambil memainkan boneka baru yang di belikan oleh Pram, sedangkan di samping Pram ada Sillia yang duduk tenang sambil memperhatikan jalanan.


Perjalanan hanya dua puluh menit akhirnya tiba di depan pintu utama kediaman Mommy Hera, Sillia langsung meminta Kalila untuk mencium tangan Pram sepertinya dan Kalila pun menurutinya.


''Jangan pulang duluan yaa, tunggu Mas jemput kalian kesini. ''


ucap Pram saat Sillia keluar dari mobil dan Sillia mengangguk.

__ADS_1


Sillia langsung menuntun Kalila memasuki rumah dan ternyata sedang ada Ibunya Pram juga di rumah Mommy, Kalila langsung mencium tangan kedua nenek nya itu.


''Jebakan kalian sangat dahsyat dan berhasil sekali. ''


sindir Sillia mencium tangan Mommy dan Ibu mertuanya.


''Sayang.....semua usulan Daddy kamu sama Ayah mertua kamu dan kita hanya menjalankan nya sampai berhasil. ''


jawab Mommy Hera dan membuat Sillia mendelik ke arah Mommy nya.


''Kalian benar benar keterlaluan tau, aku yang paling di rugikan di sini. ''


protes Sillia dan kedua ibu di hadapannya hanya tertawa mendengarnya.


''Di rugikan bagaimana?? Mommy gak ngerti. ''


ucap Mommy Hera dan Sillia malas menjawabnya memilih ke dapur membuat minuman segar.


''Tuh kan Mba, kita deh yang kena semprot. ''


ucap Mommy Hera dan Ibunya Pram hanya mengangguk pasrah karena memang ikut berperan dalam jebakan.


''Mudah Mudahan Sillia secepatnya hamil biar mereka semakin kuat karena kehadiran anak. ''


ucap Ibunya Pram dan langsung di aminkan oleh Mommy Hera.


Rumah langsung ramai saat Saka pulang sekolah dan Kalila langsung ikut meramaikannya, Ibu nya Pram langsung bahagia melihat Kalila bisa ceria bahkan Kalila cerewet.


''Saka ganti dulu pakaiannya jangan dulu main. ''


ucap Sillia saat melihat Saka langsung memperlihatkan mainan baru pada Kalila.


Saka langsung patuh dan berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya, Kalila melanjutkan bermain nya sambil menunggu Saka.


''Lusa Sillia mau ke negara A, sama Pram dan Kalila juga Momm. ''


ucap Sillia sambil duduk di samping sang Mommy.


''Kok dadakan Sayang, emang Pram ada keperluan juga disana?? ''


ucap Ibunya Pram dan Sillia menggelengkan kepalanya.


''Pram melarang Sillia pergi sendirian Buu dan dia minta waktu dulu buat selesaikan kerjaan nya, lusa baru bisa anterinnya. ''


ucap Sillia dan Ibunya Pram tersenyum.


''Sepertinya Pram mulai menerima kamu Sayang dan kamu juga mulai lah menerima Pram. ''


ucap Mommy Hera dan Sillia hanya mengangguk.


''Sillia sama Pram sudah membicarakannya Momm, kita sepakat memulai dari awal semuanya. ''


jelas Sillia dan membuat kedua ibu itu mengaminkannya.


''Hilangkan ketakutan kamu Sayang dan percayalah, Pram bukan laki laki seperti mantan kamu dan kami sebagai orang tua akan selalu mendamping kalian, kalian berdua memiliki kisah berbeda dan sangat bagus sekali kalau kalian memutuskan memulai nya. ''


ucap Mommy Hera dan Sillia hanya mengangguk.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2