BUKAN Pemilik Hati

BUKAN Pemilik Hati
8 mengantarkan Saka Sekolah.......


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Daddy Damar terasa hangat karena Putri semata wayangnya ikut gabung pagi ini setelah lima tahun jauh dari keluarga.


''Mau di antarkan sopir atau mengemudi sendiri?? ''


tanya Daddy Damar dan Sillia terdiam sebentar.


''Pakai sopir saja Dadd, kan mau anterin sekolah Saka dulu baru ke kantor, berkasnya Daddy sudah tanda tangan kan?? ''


jawab Sillia dan Daddy nya mengangguk.


''Sudah aman dan tinggal kamu kirim ke perusahaan saja, Daddy pagi ini ada meeting jadi kamu langsung ke ruangan Daddy saja yaa. ''


ucap Daddy Damar dan Sillia mengiyakannya.


''Boy ......ayo kita berangkat, nanti kesiangan kalau berangkat mepet jam masuk sekolah. ''


ucap Sillia yang beralih ke arah Saka.


''Oke Kak, Mommy mana bekal makan nya?? ''


ucap Saka dan Mommy Hera langsung memberikan kotak bekal dan minum untuk saka.


''Kenapa bawa bekal Momm?? ''


tanya Sillia saat Saka menerima kotak bekalnya.


''Kelas Saka di larang keluar saat jam istirahat dan anak anak di wajibkan bawa bekal dari rumah. ''


jaWab sang Mommy dan Sillia mengangguk.


Saka dan Sillia pamit pada Daddy juga Mommy nya, Sillia langsung menggandeng tangan Saka membawanya menuju mobil yang sudah siap di depan pintu rumah utama.


Saka masuk terlebih dahulu dan di ikuti oleh Sillia yang langsung duduk di samping Saka, supir langsung mengemudikan mobilnya setelah kedua anak majikannya duduk nyaman.


Sepanjang perjalanan Saka terus berceloteh menceritakan sekolah dan menceritakan semua pelajaran sekolahnya, Sillia begitu senang karena putranya menjadi anak yang pintar dan sangat cerdas di usia lima tahun.


''Kenapa berhenti Pak?? ''


tanya Sillia saat mobil tiba tiba berhenti.


''Di depan macet Nona dan saya mau melihat sebab kemacetannya dulu. ''


jawab sang sopir dan Sillia mengangguk.


''Boy....memangnya setiap pagi ke sekolah selalu macet yaa?? ''


tanya Sillia dan Saka menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


''Baru kali ini Kak dan Saka gak tahu kenapa bisa macet sekarang. ''


jawab Saka dan Sillia mengiyakannya sambil menatap ke arah depan mobil yang sama sekali diam tidak ada pergerakan.


Supir kembali masuk kedalam mobil dan menceritakan sebab kemacetannya.


''Ada kecelakaan tepat di depan sekolah Tuan muda, masih di evakuasi kecelakaannya Nona. ''


jelas supir dan membuat Sillia mendesah kasar.


''Kak kita jalan kaki saja ke sekolah Saka, gak jauh hanya tinggal sedikit dan lihat banyak teman teman Saka yang jalan kaki. ''


ucap Saka memberikan ide pada Sillia.


Sillia terdiam dan melihat jam di tangannya dan memang hanya dua puluh menit lagi Saka masuk sekolah, Sillia langsung menyetujui permintaan Saka dan langsung keluar dari mobil.


''Kami jalan kaki Pak ke sekolahnya, saya tunggu di sekolah Saka yaa. ''


ucap Sillia dan Supir mengangguk setuju.


Sillia kembali menggenggam tangan Saka dan membawanya berjalan kaki menuju sekolah, ternyata benar banyak yang berjalan kaki ke sekolah karena memang hanya sedikit lagi sampai ke sekolah.


''Lihat Kak memang benar kecelakaan, kasihan sekali korbannya. ''


ucap Saka menunjuk ke arah kecelakaan dan benar saja kasihan sekali melihatnya.


ucap Sillia mengalihkan perhatian Saka yang terus menatap ke arah kecelakaan.


Saka menurut dan kembali berjalan menuju sekolahny, Sillia mengantarkan Saka sampai ke kelasnya dan Saka langsung duduk manis sambil menunggu bell masuk.


''Jangan nakal, dengarkan kalau ibu guru menjelaskan, jangan mengobrol dan fokus sama pelajaran, kalau Saka ada yang gak mengerti acungkan tangan dan sebutkan bagian mana yang gak di mengerti sama Saka, ngerti kan Boy?? ''


ucap Sillia dan Saka mengangguk sambil mengacungkan jmpolnya.


''Kakak nanti mau jemput sekolah Saka Gak?? ''


tanya Saka dan Sillia menggelengkan kepalanya.


''Kakak mau ke kantor Daddy karena ada kerjaan sedikit dan Kakak janji deh akan pulang cepat biar bisa bermain dengan Saka. ''


jawab Sillia dan membuat Saka tersenyum lebar.


''Kakak keluar yaa dan semangat belajarnya Boy, nanti kakak belikan hadiah bagus untuk kamu. ''


ucap Sillia kembali saat mendengar bell masuk sekolah.


Sillia langsung keluar dari kelas Saka dan berjalan menuju gerbang utama untuk menunggu supirnya yang akan mengantarkan menuju perusahaan Daddy Damar.

__ADS_1


''Ternyata masih macet yaa, bagaimana aku ke perusahaan Daddy kalau gini?? Jalannya lawanan arah lagi. ''


gumam Sillia dalam hatinya sambil mengecek handphonenya untuk menghubungi Daddy Damar.


Saat sedang asik dengan iped nya seseorang menghampiri Sillia dan membuat Sillia terkejut karena Ranti yang menghampiri.


''Nayy......kamu Nayy kan?? ''


tanya Ranti dan membuat Sillia mendelik sebal.


''Maaf anda salah orang Saya bukan Nayy. ''


jawab Sillia dengan nada ketusnya dan membuat Ranti menghela nafasnya.


''Aku tahu Nayy kalau kamu membenci aku, aku bersyukur bisa bertemu kamu kembali setelah beberapa tahun kamu menghilang, Nayy aku minta maaf atas kesalahan aku di masa lalu dan aku sekarang sudah menerima karma nya, maafkan aku Nayy. ''


ucap Ranti dan Sillia menghela nafasnya kesal.


''Sudah lah itu masa lalu dan aku gak perduli dengan karma yang kamu dapatkan, pergilah dan jangan membuat mood aku jelek hari ini karena aku melihat wajah kamu. ''


Ucap Sillia dengan nada yang ketus dan membuat Ranti mengangguk lalu meninggalkan Sillia untuk kembali melanjutkan perjalanannya.


Sillia sangat muak melihat wajah Ranti, asisten yang sangat di percayainya malah menikungnya dan dengan teganya bermain curang di belakangnya, Sillia bersumpah mengutuk dua orang yang membuat hatinya hancur.


Sillia tidak memperhatikan Ranti saat Ranti berbicara, Ranti benar menerima karma nya saat dia menikah dengan seorang pria dan pria itu malah mengkhianatinya lalu dengan tega merebut semua hartanya yang selama ini Ranti kumpulkan dari hasil bekerja sebagai Asisten pribadi Sillia.


''Baru sehari menapakkan di tanah air malah bertemu manusia sampah seperti dia, Ya Tuhan aku gak mau bertemu orang di masa lalu lagi. ''


gumam Sillia dalam hatinya sambil memperhatikan polisi yang mengatur evakuasi mobil yang kecelakaan.


Bukan hanya Sillia yang sedang menonton evakuasi ternyata masih banyak orang lain juga, Sillia tidak perduli dan dia memilih tetap diam dan melihat apapun yang ada di hadapannya.


Saat asik dengan tontonan di hadapannya, seorang anak kecil tiba tiba memeluk kakinya dan membuat Sillia tersentak lalu menatap ke arah bawah ternyata ada anak kecil yang menatapnya sambil melihat ke arahnya dengan senyum cerianya.


''Anak yang manis dan cantik. ''


ucap Sillia sambil melepaskan genggaman anak itu lalu berjongkok di hadapan anak kecil itu.


''Nama kamu siapa cantik?? Mana Mama kamu?? ''


tanya Sillia sambil merapihkan rambut anak kecil menggemaskan yang ada di hadapannya.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2