BUKAN Pemilik Hati

BUKAN Pemilik Hati
7 ikatan batin saka dan Sillia......


__ADS_3

Sillia masih terlelap di kamarnya setelah selesai membersihkan tubuhnya, hingga Daddy Damar datang pun Sillia masih tidur.


''Sudah Momm jangan bangungkan Sillia, biarkan dia tidur sebangun nya saja. ''


ucap Daddy Damar saat istrinya akan membangunkan putrinya.


''Tadi Mommy bilang mau membangunkan Sillia kalau Daddy sudah pulang. ''


ucap mommy Hera dan Daddy nya tersenyum.


''Sudah biarkan dan kita lebih baik makan duluan, kasian Saka sudah lapar tuh. ''


ucap Daddy Damar dan Mommy Hera mengiyakannya.


''Yasudah kita makan duluan saja biarkan Sillia tertidur dan jangan jadi di bangunkan. ''


ucap Mommy Hera dan Suaminya mengangguk.


Mommy Hera langsung menyiapkan makanan untuk suaminya, barulah menyiapkan makanan untuk Saka dan terakhir menyiapkan makanan untuknya sendiri.


Saat asik dengan makan malam nya pintu kamar Sillia terbuka dan ternyata Sillia yang muncul dengan wajah bantal dan piyama tidurnya.


''Makan dulu sayang biar Mommy siapkan yaa. ''


ucap sang Mommy saat Sillia duduk di samping Saka.


''Sudah Mommy makan ajah dan Sillia bisa siapkan makanannya sendirian. ''


cegah Sillia saat Mommy nya akan menyiapkan makanan untuknya.


''Yasudah kalau gitu, Mommy lanjutkan makan. ''


jawab Sang Mommy saat melihat suaminya menggelengkan kepalanya.


Sillia tersenyum sambil mengusap puncak kepala Saka dan langsung menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri, Daddy Damar tersenyum melihat putrinya terlihat menyayangi Saka.


''Kamu sampai kapan di tanah air?? ''


tanya Sang Daddy saat Sillia menyuapkan makanannya.


''Paling cuma tiga hari Dadd karena Sillia hanya di beri waktu tujuh hari saja, ini sisa empat hari lagi. ''


jawab Sillia dan Daddy nya menganggukan kepalanya.


''Mau Daddy bantu membuatnya jadi lama gak Sayang?? Karena klien kamu sekarang itu sahabat Daddy loh. ''


tawar Sang Daddy dan membuat Sillia memanyunkan bibirnya.


''Nepotisme dong namanya, bairkan semua sesuai dengan aturan Sillia yaa dan Daddy di larang ikut campur. ''


tolak Sillia dan Daddy nya hanya menghela nafasnya karena dia sangat sulit mengikuti aturan baru putrinya.


''Kakak cuma sebentar dong disininya?? Saka ikut Kakak boleh gak?? ''

__ADS_1


ucap Saka dan Sillia menggelengkan kepalanya.


''Gak bisa Boyy, kamu kan sekolah dan Kakak tadi sudah bilang kalau kamu boleh menyusul Kakak saat liburan sekolah. ''


ucap Sillia dan Saka mengiyakannya.


''Jadi kalau Daddy ke negara kamu, boleh ajak Saka juga dong?? ''


ucap Sang Daddy dan Sillia mengiyakannya.


''Boleh Dadd dan ajak Mommy juga dong jangan hanya Saka. ''


jawab Sillia dan Daddy Damar mengiyakannya.


Makan malam pun selesai, Daddy Damar mengajak keluarganya untuk berkumpul di ruang keluarga sambil menonton televisi.


Saka terus menempel pada Sillia seakan tahu kalau Sillia adalah ibu kandungnya dan Ibu yang melahirkannya, Sillia tidak menghindar dan menerima Saka dengan senang hati.


''Besok Kakak antarkan Saka sekolah yaa?? Mau kan Kak?? ''


pinta Saka dan Sillia mengangguk.


''Boleh Boy dan kamu gak malu mengenalkan Kakak sebagai Kakak kamu?? ''


jawab Sillia dan Saka menggelengkan kepalanya.


''Malah Saka senang punya Kakak yang sangat cantik dan Saka akan bangga memperkenalkan Kakak pada semua teman Saka. ''


jawab Saka dan Sillia mengiyakannya.


ucap Sillia dan Daddy Damar mengiyakannya.


Setelah cukup dengan keluarganya mengobrol, Sillia langsung pamit ke kamarnya untuk istirahat dan Saka langsung meminta tidur dengan Sillia, Sillia mengijinkannya dan langsung membawa Saka ke kamarnya.


''Sepertinya Saka merasakan kehadiran ibu kandungnya Dadd, wajahnya sangat senang saat berdekatan dengan Sillia. ''


ucap Mommy Hera dan di benarkan Daddy Damar.


''Bagaimanapun cara memisahkan hubungan darah pasti akan dengan sendirinya bersatu, Daddy bahagia karena Saka hadir di tengah keluarga kita menguatkan semua aset saat ini karena memiliki pewaris laki laki untuk meneruskan perusahaan nantinya. ''


ucap Daddy Damar dan istrinya hanya mengangguk.


''Laki laki itu sudah gak mencari keberadaan Sillia kan Dadd?? ''


''Terakhir tiga tahun lalu dan ada kabar kalau laki laki itu sudah menikah bahkan memiliki anak tapi bukan dengan Ranti menikahnya, dia di jodohkan oleh orang tuanya untuk memperkuat perusahaan keluarganya. ''


''Syukurlah kalau laki laki itu sudah tidak mencari Sillia dan Mommy harap Daddy tetap pengawalan selama Sillia ada di negara ini karena sedikit kemungkinan mereka akan bertemu. ''


''Daddy selalu menjauhkan Sillia dan Saka dari jangkauan laki laki itu, laki laki itu taunya Sillia menetap di luar negeri saat ini, Mommy bahagiakan sekarang?? Sillia sudah pulang. ''


''Bahagia sekali Dadd walaupun Sillia gak akan lama tapi Mommy dan Saka bisa ikut kalau Daddy berkunjung ke negaranya. ''


''Sudah kita istirahat menyambut besok pagi dengan kebahagiaan karena anak anak kita berkumpul sekarang. ''

__ADS_1


ajak sang suami dan di sambut senang oleh sang istri.


.


.


Di kamar Sillia saat ini......


Saka langsung terlelap saat Sillia mengusap punggungnya saat Saka memeluk tubuh Sillia, Sillia meneteskan air matanya karena merasakan kalau Saka nyaman dalam dekapannya.


''Kamu mengenali kalau Kakak adalah Mama kamu Boy, maaf semua Mama lakukan agar kamu gak menanyakan dimana Papa kamu. ''


gumam Sillia sambil menghapus air matanya dan menatap wajah damai sang putra.


Sillia sebenarnya sangat merindukan putranya namun semua di tahan demi Saka nyaman tinggal bersama kedua orang tuanya.


Sillia memang kejam karena tidak mengakui Saka adalah putranya, namun semua di lakukan demi kebaikan Saka karena jauh di lubuk hatinya Sillia sangat mengakui kalau Saka adalah putra kebanggaannya.


''Kalau kamu sudah besar Mama janji akan menjelaskan semua sama kamu Boy. ''


ucap Sillia sambil mencium kening Saka dan langsung merebahkan tubuhnya menyusul Saka yang sudah terlelap.


Pagi menjelang......


Mommy Hera masuk kedalam kamar putrinya untuk membangunkan Saka yang harus bersiap karena sekolah pagi ini.


Saka tidak sulit di bangunkan dan hanya dengan elusan pada pipinya Saka membuka matanya lalu tersenyum pada Mommy Hera.


''Bangun Sayang, kamu harus bersiap untuk sekolah karena sekarang sudah pukul enam pagi. ''


ucap Mommy Hera dan Saka mengangguk.


''Kakak masih tidur Mommy, bangunkan yaa?? Kan mau anterin Saka sekolah. ''


ucap Saka dan Mommy nya mengangguk setuju.


''Bangunkan sama kamu dan setelah itu kamu susul Mommy ke kamar untuk bersiap. ''


ucap Sang Mommy dan Saka mengacungkan jempolnya.


Saka langsung membangunkan Sillia dan Sillia langsung mengerjapkan matanya karena tepukan pada pipinya.


''Kakak bangun dong, kan mau anterin Saka ke sekolah pagi ini. ''


ucap Saka dan Sillia mengiyakannya.


''Sana Boy siap siap sama Mommy yaa, Kakak mau diam sebentar buat mengumpulkan kesadaran. ''


ucap Sillia dan Saka langsung turun dari ranjang lalu keluar menuju kamar nya menyusul Mommy Hera.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2