BUKAN Pemilik Hati

BUKAN Pemilik Hati
12 Permintaan Pram......


__ADS_3

Kalila membuka matanya dan menatap ke arah Sillia yang sedang terlelap, Kalila menekan nekan pipi Sillia dengan telunjuk mungilnya dan membuat Sillia langsung membuka matanya.


''Kenapa Sayang?? Kalila menginginkan sesuatu?? ''


tanya Sillia dan Kalila mengangguk.


Sillia menyalakan lampu utama dan membantu Kalila duduk dengan benar, karena Sillia harus menanyakan apa yang di inginkan oleh Kalila.


''Kallila mau apa?? ''


tanya Sillia dengan nada lembutnya.


''Mau makan Mama.....''


jawab Kalila dan membuat Sillia tersenyum.


''Ohh cantikku ternyata lapar, yasudah ayo kita ke dapur dan Kakak akan membuatkan makanan untuk Kalila. ''


ajak Sillia sambil membantu Kalilla untuk turun dari ranjang.


Sillia tidak menggendong dan membiarkan Kalila berjalan sendiri, Sillia langsung menuju dapur dan mendudukan Kallila di kursi dekat dapur, Kalilla langsung duduk nyaman menunggu di buatkan makanan.


Sesekali Sillia mengajak Kalilla berbicara hingga membuat Kalilla tertawa renyah dan langsung menjadi perhatian untuk Pram yang ada di dalam kamar dan belum tidur.


Pram langsung beranjak menuju pintu untuk mencari asal suara tawa renyah khas anak kecil, ternyata dari arah dapur dan Pram langsung berjalan menuju dapur, alangkah kagetnya saat melihat Kalilla tertawa bahkan berbicara dengan Sillia yanh sedang menyajikan sesuatu di atas piring.


''Selamat malam.....''


ucap Pram dan membuat kedua wanita beda generasi itu menatap ke arah Pram.


''Malam.....maaf karena suara tawa kami mengganggu Anda. ''


jawab Sillia yang merasa sungkan dengan Pram.


''Gak kok dan kebetulan saya belum tidur, sedang membuat makanan untuk Kalilla?? ''


tanya Pram dan Sillia mengangguk lalu memberikan sendok pada Kalilla.


Kalilla langsung menerima sendoknya dan memakan makanannya, Kalilla bahkan bisa meniup makanan terlebih dahulu sebelum masuk kedalam mulut kecilnya.


''Bisa minta buatkan makanan gak?? Perut saya lapar sekali dan saya gak menguasai dapur. ''


pinta Pram dan Sillia langsung mengangguk.


''Silahkan duduk dulu, saya buatkan makanan dulu dan gak akan lama. ''


ucap Sillia dan Pram mengiyakannya.


Pram duduk di samping putrinya yang memakan makanan dengan lahap, Sillia membuatkan makanan yang terlihat sangat lezat sekali di mata Pram.

__ADS_1


Saat ini Sillia membuatkan bubur Salmon untuk Pram karena dini hari seperti ini sangat baik memakan bubur agar dapat di cerna dengan lancar.


Hanya sepuluh menit bubur ikan Salmon sudah siap dan Sillia menyiapkannya kedalam mangkuk berukuran sedang agar bubur cepat dingin.


''Silahkan di makan dan maaf karena saya hanya membuatkan bubur salmon. ''


ucap Sillia dan Pram hanya mengangguk lalu menerima semangkuk bubur nya.


''Terimakasih yaa dan bubur nya sangat enak. ''


ucap Pram saat memakan buburnya.


Sillia tersenyum lalu menyiapkan teh hangat tawar untuk Pram dan air hangat biasa untuk Kalilla, Sillia langsung duduk di hadapan Kalilla sesekali menyeka makanan yang menempel di dagu Kalilla.


Satu jam kemudian Kalilla dan Pram selesai dengan makannya, Sillia sengaja tidak mengajak Kalilla langsung tidur karena makanan belum di cerna baik oleh tubuhnya.


''Maaf karena selama di kota A saya tidak pernah datang untuk meeting dan selalu asisten saya yang mewakilkan. ''


ucap Pram dan Sillia menganggukan kepalanya.


''Gak masalah asalkan semuanya berjalan lancar itu sudah cukup. ''


jawab Sillia dan Pram hanya tersenyum.


''Terimakasih sudah membuat saya percaya kalau Kalilla bisa berbicara dan tertawa, asalnya saya tidak percaya karena Kalilla seperti anak yang bisu tidak pernah mengeluarkan suaranya. ''


''Mommy dulu seorang psikolog, namun setelah menikah dengan Daddy langsung pensiun, Mommy bilang kalau Kalilla bisa di sembuhkan karena trauma nya masih dapat di atasi, saya hanya menyarankan Kalilla di tangani oleh psikolog anak. ''


jelas Sillia dan Pram mengiyakannya.


''Saya terima sarannya dan saya meminta bantuan kamu untuk mendamping Kalilla. ''


jawab Pram dan membuat Sillia menghela nafasnya.


''Saya bukan gak mau menolong, saya sendiri saja masih banyak urusan dan di tanah air hanya seminggu, saya harus kembali ke negara A. ''


jawab Sillia dan membuat Pram terdiam karena hanya Sillia yang membuat putrinya nyaman.


''Saya akan membantu semua urusan perusahaan, saya mohon dengan sangat kebaikan kamu Sillia dan saya akan melakukan apapun untuk membalasnya, karena hanya kamu yang membuat Kalilla nyaman, saya tidak mengerti kenapa bisa seperti itu. ''


pinta Pram dengan nada memohon dan membuat Sillia semakin terpojok.


''sudah mendekat ke dini hari, saya pamit yaa karena Kalilla juga sudah terlelap nyenyak. ''


ucap Sillia yang mengalihkan pembicaraannya dan langsung menuju kamarnya.


Pram hanya mendesah kasar karena bingung harus bagaimana, Pram akan menunggu sampai besok dan akan membicarakan pada Om Damar karena harapannya hanya Om Damar saat ini.


.

__ADS_1


.


Pagi menjelang......


Di kediaman Daddy Damar sedikit ramai karena celotehan Saka juga Kalilla yang entah kenapa anak itu bisa sangat akrab dengan Saka.


''Sepertinya kita harus nambah satu anak lagi Momm, biar rumah semakin ramai. ''


ucap Daddy Damar dan membuat Mommy Hera melototkan matanya.


''Daddy lebih baik minta Sillia untuk menikah agar memberikan cucu untuk kita, ini malah ingin mempunyai anak lagi dan Mommy angkat tangan tidak sanggup cukup Saka saja yang terakhir. ''


tolak Mommy Hera dan membuat Daddy Damar terbahak mendengarnya.


''Mommy sama Daddy bahas apa sih?? Saka gak ngerti deh. ''


tanya saka dan membuat tawa Daddy Damar berhenti.


''Makanya jangan usil kalau depan anak anak. ''


ledek Mommy Hera dan membuat Daddy Damar mendelik.


Semua langsung makan dengan tenang tanpa ada yang bicara, Sillia dan Pram masih tidur di kamar masing masing tapi tidak membuat Daddy Damar kecewa karena Daddy Damar tahu kalau keduanya mengobrol hingga menuju subuh hari.


''Saka di antar sopir yaa, Mommy gak bisa antar karena Kalilla sendirian di rumah. ''


ucap Mommy Hera saat menyiapkan kotak bekal milik Saka.


''Gak apa apa Momm dan nanti Paman supir saja yang antarkan Saka masuk ke kelasnya. ''


jawab Saka dan Daddy Damar tersenyum.


''Daddy yang akan antarkan kamu Boyy, ayo bersiap kita pergi sekararang. ''


ucap Daddy Damar dan membuat Saka bersorak senang.


Mommy Hera langsung memberikat tas bekal milik Saka dan ikut ke depan mengantar suami juga anaknya ke mobil, Mommy Hera juga menunggu paket pakaian anak untuk Kalilla yang sudah sampai di gerbang utama tinggal menunggu di depan pintu untuk menerimanya.


''Hati hati Dadd. ''


ucap Mommy Hera saat Daddy Damar mencium keningnya.


Paket pakaian Kalilla akhirnya datang dan langsung diterima oleh Mommy Hera, Mommy Hera langsung membawa Kalilla ke kamar Saka karena peralatan Saka lengkap khusus untuk anak kecil.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2