BUKAN Pemilik Hati

BUKAN Pemilik Hati
16 ikatan batin.....


__ADS_3

Setelah menggosok gigi dan cuci muka, Sillia langsung membawa Kalilla menuju meja makan dan memberikan minum terlebih dahulu.


Kalila langsung bersorak senang saat melihat makanan di hadapannya, seolah tahu itu makanan untuknya Kalilla langsung memakan bubur yang masih hangat itu dengan lahap dan ayam crispy yang tidak di lewatkannya.


''Makannya pelan sayang nanti tersedak loh. ''


ucap sillia dan Kalilla hanya mengangguk karena mulutnya sedang mengunyah makanan.


Setelah makannya selesai Sillia membawa Kalilla menuju pantai untuk melanjutkan bermain pasirnya sebelum pulang.


''Hanya sampai jam sepuluh yaa Sayang, kita akan pulang jam sebelas. ''


ucap Sillia saat Kalilla menenteng mainan pasirnya.


''Oke Mama......''


jawab Kalilla yang langsung duduk di atas pasir memainkan pasirnya.


Sillia duduk tak di samping Kalilla yang bermain pasir karena pagi ini pengunjung lumayan banyak takut Kalilla malah hilang.


Jam sembilan pagi Kalilla mengajak kembali ke Villa karena dia ingin ke kamar mandi, Sillia langsung merapihkan mainan pasirnya karena akan di rapihkan kembali.


''Langsung mandi dan bersiap pulang saja yaa, pengunjungnya ramai takut kamu hilang lagi. ''


ucap Sillia saat membantu Kalilla membuka bajunya.


''Iya Mama.....''


jawab Sillia sambil di bantu duduk di toilet.


Sillia keluar kembali setelah melihat Kalilla nyaman, Sillia memikirkan bagaimana lepas dari Kalilla karena dia memiliki kepentingan dan gak mungkin membawa Kalilla dengannya.


''Aishhh.....bikin pusing saja jadinya. ''


gumam Sillia sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Saat sibuk dengan lamunannya, ternyata Kalilla memanggilnya dan membuat Sillia langsung menghampirinya.


Dengan telaten Sillia mengurus nya dan langsung mandi bersama, jiwa ibu yang ada di diri Sillia tiba tiba timbul dan membuatnya sedih karena saka tidak pernah di urusnya karena Saka di berikan pada kedua orang tuanya.


Sillia langsung memakaikan Kalilla pakaian barulah dia memakai pakaiannya, ternyata ada hikmahnya membawa Kalilla ikut dengannya karena dia langsung teringat Putranya.


Di kediaman Daddy Damar.....


Saka tiba tiba demam sepulang sekolah, bahkan Saka berbicara kesana kemari dan membuat Mommy Hera sedih melihatnya karena baru kali ini Saka demam sampai mengigau.


''Hubungi Sillia suruh cepat pulang Dadd, Mommy takut Saka kenapa kenapa. ''

__ADS_1


pinta Mommy Hera dan Suaminya hanya mendesah.


''Sillia sedang di perjalanan Momm dan Sillia pergi tanpa sopir, kalau kita tiba tiba memberi kabar Saka sakit nantinya takut terjadi sesuatu di perjalanan Sillia, kita sabar nunggu Sillia yaa. ''


jelas Daddy Damar dan membuat Mommy Hera mengangguk.


''Saka baru kali ini demam dan mengigau terus, padahal tadi pagi gak kenapa kenapa. ''


ucap Mommy Hera dan Suaminya hanya bisa mengusap punggung istrinya agar lebih tenang.


.


.


Sore menjelang.....


Tepat pukul tiga sore Sillia tiba di rumah dan langsung menggendong Kalilla karena tertidur dan susah di bangunkan, Daddy Damar bernafas lega karena putrinya kembali dengan selamat.


''Akhirnya kamu pulang Sayang, Saka demam dan mengigau terus. ''


ucap Mommy Hera saat melihat Sillia menutup pintu kamarnya.


Sillia langsung berjalan cepat menuju kamar Saka, hatinya sakit melihat putranya yang biasa ceria dan sekarang terbaring lemah.


''Boyy......kamu kenapa bisa sakit sayang, ayo bangun Boyy. ''


Saka membuka matanya dan tersenyum melihat Sillia ada di hadapannya, tangannya terulur mengusap pipi Sillia dan Sillia langsung memegang tangan saka lalu menciuminya.


''Kamu kenapa Boyy?? yang Kakak tahu kamu kuat dan ceria. Kenapa sekarang sakit Boyy?? ''


tanya Sillia sambil mengusap rambut putranya.


''Saka mau ikut Kakak tapi gak di ajak, Daddy sama Mommy malah gak mau anterin Saka. ''


jawab Saka dan Sillia langsung tersenyum.


Sillia membangunkan Saka lalu membawa kedalam pangkuannya dan didekapnya, Saka langsung membalas pelukannya yang terasa nyaman bagi Saka.


Daddy Damar membawa istrinya keluar membiarkan Putrinya menenangkan Saka dan Daddy Damar tahu kalau Saka ingin dekat dengan Sillia.


''Darah memang lebih kental dari air Dadd, Saka sepertinya bisa merasakan kehangatan seorang ibu dari Silliia walaupun kaasih sayang kita berdua begitu besar untuk Saka. ''


ucap Mommy Hera saat berjalan menuju ruang keluarga.


''Daddy malah takut terjadi sesuatu ke Sillia dan di rasakan oleh Saka, tapi syukurnya Sillia tiba dengan selamat dan Daddy yakin Saka gak akan mau di tinggalkan oleh Sillia kalau seperti ini. ''


ucap Daddy Damar dan Mommy Hera mengiyakannya.

__ADS_1


''Bagus lah biar Sillia tinggal dengan kita dan perusahaan disana di kendalikan oleh Alex seperti biasa. ''


''Nanti kalau Saka sudah tenang kita bicarakan dengan Sillia karena sudah saat nya dia menghadapi masa lalu, laki laki bajingan itu juga sudah memiliki istri lagi dan gak akan mengganggu kehidupan Sillia. ''


''Jangan bahas bajingan itu ke Sillia Dadd, kita bahas Sillia suruh menetap di tanah air dan jangan kembali ke ngara A lagi, sudah begini kan Saka yang jadi menderita. Baru di tinggal dua hari langsung sakit Saka nya. ''


Saat sedang bebincang berdua, Mommy dan Daddy nya Sillia tidak menyadari kalau Kalilla sedang berjalan mencari Sillia dan membuat kepala pelayan membawanya ke ruang tengah dimana Tuan dan Nyonya nya sedang duduk.


''Maaf Tuan, Nyonya. Nona kecil nangis mencari Nona Sillia. ''


ucap Kepala pelayan dan membuat Mommy Hera mengangguk lalu membawa Kalilla duduk di sampingnya.


''Mama mana?? Kalilla mau Mama. ''


ucap Kalilla sambil menangis sesegukan dan membuat Mommy Hera tersenyum sambil merapihkan rambut Kalilla yang berantakan.


''Berhenti menangisnya dulu, Mommy akan bawa Kalilla ketemu Mama. ''


ucap Mommy Hera dan membuat Kalilla berhenti menangis.


''Anak pintar dan ayo kita ketemu sama Mama yaa, Mama nya Kalilla ada di kamar Kak Saka. ''


ucap kembali Mommy Hera sambil menuntun Kalilla menuju kamar Saka.


Mommy Hera membuka pintu kaMar Saka dan membuat Sillia menatapnya lalu menggelengkan kepalanya melihat mata sembab Kalilla.


''Nih anak kamu nyariin sampai nangis gini. ''


ucap Mommy Hera dan membuat Sillia memanyunkan bibirnya mendengar sindiran dari sang Mommy.


Saka sedang duduk di suapi makan oleh Sillia saat ini, Kalilla langsung berlari menghampiri Sillia lalu duduk di samping Saka sambil membuka mulutnya minta di suapi.


Sillia langsung menyuapinya dan membuat Mommy Hera tertawa karena putrinya terikat dua anak kecil yang sama sama menempel padanya.


''Kamu jadi Ibu dua anak Sayang dan nikmati yaa, Mommy gak akan menolong kamu jadi kamu sendiri yang atasi. ''


ucap Sang Mommy dan membuat Sillia memanyunkan bibirnya karena kesal dengan ucapan Mommy nya bukannya membantu malah pergi begitu saja.


''Kak Saka nanti ikut main di pantai yaa, aku punya mainan pasir di beliin Mama dab nanti kita main bersama yaa. ''


ucap Kalilla dan membuat Saka langsung antusias mengangguk.


Sillia hanya bisa mendesah kesal dengan keadaan yang ada di hadapannya, dua anak yang menempel padanya dan entah bagaimana kedepannya nanti.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2