BUKAN Pemilik Hati

BUKAN Pemilik Hati
22 jebakan yang berhasil


__ADS_3

Selesai dengan makan siangnya, kedua anak anak langsung di ajak untuk tidur siang oleh Sillia namun Saka menolak karena dia akan ikut pulang dengan Daddy dan Mommy nya.


Kedua orang tua Pram pun ikut pamit pulang dengan alasan Ibunya Pram arisan, hanya tinggal Pram, Sillia dan Kalila yang ada di rumah.


Kalila duduk di pangkuan Sillia sambil tertidur saat ini, sedangkan Pram sedang mengerjakan pekerjaannya yang tersisa sedikit lagi, kedua orang tua Sillia dan Pram sangat pintar membuat rencana.


Kalila memang sudah jadwalnya tidur, Sillia sudah bergerak kegerahan sekarang sedangkan Pram masih normal entah dia memang menutupinya.


''Mas.....ko gerah dan panas yaa. ''


ucap Sillia dan membuat Pram langsung menatap ke arahnya.


Pram langsung beranjak untuk membawa Kalila yang tertidur pulas dalam pangkuan Sillia untuk di pindahkan ke kamar.


''Astaga ada apa dengan tubuhku sekarang, rasanya gak nyaman sekali. ''


ucap Sillia sambil membuka blezer di tubuhnya dan membuat Pram tersentak karena Silia hanya memakai tengtop.


''Stop Sillia jangan buka pakaian begini. ''


cegah Pram saat Sillia akan membuka rok nya.


Sillia langsung senang saat Tangan Pram menyentuh pundaknya.


''Panas Mas aku gak tahan, ini kenapa yaa bisa seperti ini. ''


rancau Sillia dan membuat Pram langsung menggendong Sillia menuju kamarnya.


Silli langsung menelusupkan wajahnya ke dada Pram yang terasa nyaman, seketika tubuh Pram semakin menegang karena memang Pram juga merasakan hawa panas di tubuhnya.


Pram dengan hati hati merebahkan tubuh Sillia di atas kasur empuk lalu beranjak dan membuat Sillia protes dan memegang tangan Pram.


''Sebentar mau tutup pintu dan menguncinya. ''


ucap Pram yang seakan mengerti dengan tatapan dari Sillia.


Sillia melepaskan pakaian yang menempel dalam tubuhnya dan membuat pram langsung berdesir melihatnya, Sillia langsung menarik Pram saat Pram mendekat ke arahnya.


''Sentuh aku Mas, aku sungguh gak nyaman sekali rasanya. ''

__ADS_1


ucap Sillia dengan tatapan sayu saat Pran berada di atas mengukungnya.


Pram mengangguk lalu melepaskan jas yang menempel di tubuhnya, Pram mulai menyentuh Sillia dengan lembut namun respon Sillia begitu menggebu dan membuat Pram kewalahan mengimbanginya.


Pram sudah polos tanpa busana dan membuat Sillia begitu mendamba, Pram yang memang sudah tak kuat pun langsung melancarkan aksinya dengan memulai penyatuannya.


Dua jam keduanya melalui siang panas di kediaman Pram dan Sillia yang baru, awal menempati rumah dengan awal yang menyenangkan untuk keduanya, entah bagaimana nanti setelah Sillia sadar keadaannya sungguh berantakan saat ini, tubuhnya penuh tanda merah yang di ciptakan Pram dan tubuh Pram pun penuh tanda yang di ciptakan Sillia.


''Kamu sangat garang sekali Sillia, entah siapa yang memasukan obat laknat itu pada minuman kita, untung aku meminum jusnya hanya sedikit. ''


gumam Pram sambil menyelimuti tubuh Sillia yang memang sudah tertidur pulas akibat permainan nya yang sangat panas.


Pram memunguti pakaian yang berserakan lalu menyimpan di keranjang kotor, Pram membersihkan tubuh lelahnya agar sedikit fresh karena ini adalah permaianan terdahsyatnya yang dia rasa hingga tubuhnya terasa sangat lelah.


''Gak kebayang tubuh kamu Sillia saat bangun nanti pasti sangat sakit, kamu begitu aktif tadi. ''


gumam Pram sambil memakai pakaiannya dan melihat tanda merah di dadanya bahkan lehernya pun di beri tanda oleh Sillia.


Pram keluar dari kamar untuk mengerjakan pekerjaannya yang sempat terhenti karena ulah Sillia yang begitu mendambanya.


Pram langsung memerintahkan pelayan memusnahkan semua jus yang di buat kedua orang tuanya, karena Pram curiga kedua orang tuanya dan mertuanya yang merencanakan semua ini.


''Kalian memang benar benar tega sama aku, bagaimana kalau Sillia murka setelah sadar nanti. ''


Setelah ruangan tengah aman, Pram kembali duduk dan sebelumnya Pram membuat kopi hitam untuknya, Pram membuat sendiri karena dia takut ada obat laknat lagi masuk ke minumannya.


Di kediaman Kedua orang tua Sillia.....


Kedua orang tua Pram memilih ikut ke rumah besannya untuk membicarakan masalah jebakan anak anaknya, ternyata Pram dan Sillia sudah melewati adegan ranjang panasnya yang membuat kedua orang tuanya langsung bahagia.


''Pram sudah menghubungi dan memberi selamat, jebakan nya sudah berjalan lancar katanya. ''


ucap Ibunya Pram saat membuka pesan singkat dari putranya.


''Sudah biarkan saja dan mereka juga malah menikmatinya, tunggu sampai kabar baik Sillia hamil dan mereka akan sangat kuat nantinya. ''


ucap Ayahnya Pram dan membuat Daddy Damar mengacungkan jempolnya.


Istri istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan bersiap menerima protesan dari Sillia nantinya, Sillia tipekal wanita yang selalu protektif dan sudah di pastikan kedua ibu itu akan dalam masalah.

__ADS_1


.


.


Malam menjelang......


Saat ini Sillia sedang merendam tubuhnya di bak rendam, tubuhnya terasa sakit semua dan bagian intinya terasa sangat perih karena dia sudah lama tidak melakukannya dan melakukan kembali dengan begitu ganas sepertinya, Sillia tidak mengingatnya hanya bisa merasakan kalau perbuatannya tadi bersama Pram sangat membuatnya terbang melayang.


Sillia segera membilas tubuhnya karena sudah lumayan cukup nyaman tubuhnya, jam sudah menunjukan pukul tujuh malam dan Sillia langsung teringat Kalila pasti mencarinya.


Sillia memakai dress rumahan dan langsung keluar dari kamar untuk mencari Kalila, Sillia lega karena Kalila sedang bermain permainan di temani Pram.


Kalila langsung berlari menghampiri Sillia lalu Sillia menggendongnya.


''Mama sakit apa?? Kata Papa tadi saat Kalila ke kamar, Papa bilang kalau Mama sedang sakit dan gak bisa di ganggu. ''


ucap Kalila dengan nada khawatirnya dan membuat Sillia tersenyum.


''Mama hanya kecapean saja sayang dan sekarang sudah sembuh setelah tidur lumayan lama. ''


ucap Sillia dan membuat Kalila tersenyum.


''Kita makam malam langsung yaa, bibi sudah menyiapkannya. ''


ucap Pram saat Sillia menghampirinya dan Sillia menganggukan kepalanya setuju.


Pram mengambil alih Kalila dalam gendongan Sillia dan Kalila tidak menolaknya, Sillia lega melihatnya karena Pram sudah bisa dekat dengan anaknya yang artinya Sillia gak akan terlalu kesusahan kedepannya.


Sillia dengan telaten menyiapkan makanan di piring Pram, Sillia langsung teringat masa lalu saat dirinya masih menjadi seorang istri, dia benar benar mengurus semua keperluan suaminya walaupun saat itu Sillia sedang hamil besar namun semua pengorbanannya di balas dengan pengkhianatan.


Sillia saat ini merasa takut kalau Pram akan mengkhianatinya tapi Sillia berusaha menghapus semua fikiran negatifnya karena saat ini kedua orang tuanya mendukungnya berumah tangga dengan Pram.


Pram langsung membuyarkan lamunan Sillia dan membuat Sillia tersentak kaget.


''Jangan melamun di meja makan karena gak baik loh, ayo mulai makannya. ''


ucap Pram dengan senyum manisnya dan membuat Sillia terdiam karena dia baru melihat senyum Pram.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2