
Ibunya Pram langsung meminta supir mengantarkannya menuju kediaman besannya, Ibunya Pram juga membawa beberapa makanan untuk di makan bersama sama nantinya.
Hanya dua puluh menit akhirnya tiba di kediaman mewah besannya, Mommy Hera menyambutnya langsung saat penjaga gerbang mengabarkannya.
''Sepi sekali rumahnya Hera, biasanya ramai rumah kamu kalau malam. ''
ucap ibunya Pram dan membuat Mommy Hera tersenyum.
''Kamu datangnya malam yaa pasti ramai laah, kalau datang jam segini yaa sepi karena semua melakukan aktifitas masing masing. ''
ucap Mommy Hera sambil membawa besannya masuk kedalam rumah.
''Mas Jaka sama suami kamu bisa bisa nya memikirkan mau menjebak kedua anakknya dengan obat, aku malah takut Pram akan murka atau Sillia juga akan murka. ''
ucap Ibunya Pram saat duduk nyaman di sofa ruang utama.
''Biarkan lah Arumi dan kita sebagai istri hanya diam lalu ikuti saja, kalau anak anak kita marah tinggal limpahkan sama suami suami kita. ''
ucap Mommy Hera dan di setujui oleh Ibunya Pram.
''Mas jaka juga bilang syukur syukur sekali tembak langsung hamil Sillianya, kan bagus katanya. ''
''Mudah mudahan siih biar lebih ramai kan keluarga kita, Sillia dan Pram sama sama memiliki kenangan masa lalu yang mungkin sangat membuat trauma dan kita sebagai orang tua wajih membuat mereka sadar lalu membuat keduanya bersatu. ''
Kedua Ibu itu langsung berbincang sambil menunggu Sillia yang sedang mengantarkan Saka sekolah bersama Kalila juga.
Satu jam menunggu akhirnya Sillia datang dengan Kalilla yang sedang memakan makanan yang ada di tangannya, Kedua Ibu itu menggelengkan kepala melihatnya.
''Ibu sudah lama sampai nya?? ''
tanya Sillia setelah mencium tangan ibu mertuanya dan Kalila pun mengikutinya.
''Baru satu jam lalu. ''
jawab Ibunya Pram dan membuat Sillia menyengir.
''Maaf membuat menunggu, Kalila meminta jajanan sangat banyak tadi. ''
ucap Sillia dan Ibu mertuanya mengangguk.
''Kita ke rumah kamu nya nanti sekalian, menjemput Saka saja jadi langsung pergi bersama Saka. ''
ucap Ibunya Pram dan Sillia menyetujuinya.
''Sillia mau mengganti pakaian Kalila dulu yaa. ''
ucap Sillia yang pamit dan di angguki oleh Mommy dan Ibu mertuanya.
Sillia langsung menuntun Kalilla menuju kamarnya, Kalila ikut dan tidak protes sebelumnya makanannya di simpan di atas meja.
__ADS_1
''Kalilla benar benar nempel sama Silia, padahal Sillia gak ada mirip mirip nya sama mendiang Ibunya. ''
ucap Ibunya Pram dan Mommy nya Sillia mengiyakannya.
''Naluri Kalilla ke Sillia kuat, jadinya Kalilla nempel langsung. ''
ucap Mommy nya Sillia dan Ibunya Pram mengangguk.
.
.
Tepat jam sembilan tiga puluh, Mommy Hera langsung mengajak Sillia dan yang lainnya menuju sekolah Saka terlebih dahulu, Mommy Hera membawa beberapa cemilan juga padahal Pram sudah menyediakan koki di kediaman baru nya yang sudah menyiapkan makanan.
Sillia menunggu di dalam mobil sedangkan Mommy Hera menjemput Saka kedalam kelasnya, Tak lama menunggu akhirnya Saka masuk kedalam mobil dan Mommy Hera menyusulnya.
Mobil kembali melaju menuju kediaman Pram, Mommy Hera langsung mengganti pakaian Saka dengan pakaian yang di bawanya.
''Kak Saka gak pakai baju Mama.....''
ucap Kalila saat Mommy Hera membuka pakaian luar Saka dan Saka hanya menjulurkan lidahnya saja pada Kalila.
''Kak Saka kan sedang ganti baju, jadi di buka baju sebelumnya. ''
ucap Sillia dan Kalilla mengangguk.
Saka selesai di ganti pakaiannya dan langsung pindah duduk paling belakang untuk bergabung dengan Sillia dan Kalilla, Saka memberikan sebuah mainan untuk Kalilla dan membuat Kalilla senang.
''Kalian ini kalau main mainan pasti berisik sekali. ''
protes Sillia dan keduanya hanya cengengesan mendengar protesnya Sillia.
Tiga puluh menit perjalanan akhirnya tiba di kediaman baru milik Sillia yang di siapkan oleh Pram, rumah yang minimalis namun begitu mewah.
''Rumahnya lumayan buat di tempati kamu sayang, gak terlalu besar tapi sangat mewah sekali. ''
ucap Mommy Hera saat berjalan masuk kedalam pintu utama.
Sillia tidak berkomentar dan mengikuti kedua ibu di hadapannya, sedangkan anak anak sudah heboh berlari lari kesana kemari namun semua membiarkannya yang penting tidak saling serang.
''Hubungi Pram, tanyakan mau makan siang di rumah gak?? Ayah Pram sama Daddy kamu mau makan siang bersama disini. ''
ucap Mommy Hera dan Sillia langsung menghubungi nomer Pram.
Ibu nya Pram langsung menuju dapur untuk memerintahkan koki menyiapkan makan siang porsi banyak karena semua keluarga akan makan siang bersama.
''Pram bilang mau makan siang juga barengan kita. ''
ucap Sillia sambil menghampiri Mommy nya yang sedang menata cemilan.
__ADS_1
''Oke Sayang, makasih yaa dan kamu jaga anak anak saja biar urusan dapur Mommy dan Ibu nya Pram yang mengurus nya. ''
ucap Mommy Hera dan Sillia mengiyakannya.
Sillia menyusul anak anak yang bermain di pinggiran kolam renang, namun kolam renangnya di tutupi jadi aman untuk anak anak.
Pram menyediakan permaina mini untuk anak anak di bagian belakang rumah dan membuat anak anak menyukainya tapi kalau Saka sudah pulang apa Kalila mau main sendiri, pastinya Sillia lah yang akan menemaninya bermain.
''Aishhh....aku beneran kejebak sama Kalila kalau gini ceritanya. ''
ucap Sillia Sambil menatap anak anak yang asik dengan mainannya.
''Kakak......boleh berenang gak?? Saka mau berenang soalnya. ''
tanya Saka dan Sillia menggelengkan kepalanya.
''Gak boleh sekarang berenangnya, sudah kalian main ajah jangan berenang dulu. ''
jawab Sillia menolak keinginan Saka dan membuat saka mendelik ke arah Sillia.
''Aishh....anak ini malah mendelik ke arah Ibu kandungnya. ''
gerutu Sillia saat melihat Saka mendelik ke arahnya.
.
.
Tepat pukul dua belas lebih tiga puluh, Ayahnya Pram, Daddy nya Sillia dan Pram datang bersamaan ke rumah Pram yang baru, Sillia tetap asik menunggu anak anak yang sedang bermain pazle raksasa yang di sediakan Pram.
''Kalian berdua payah, masa menaklukan pazle ajah gak bisa. ''
ucap Sillia dan membuat Saka langsung melototkan matanya.
''Kakak menyepelekan aku ajah, nanti kalau aku sudah besar pasti bisa menaklukannya. ''
ucap Saka dan Sillia hanya mengangkat bahunya.
Pram menghampiri dan duduk di samping Sillia yang sedang sibuk dengan ipednya, Sillia hanya melirik sebentar dan kembali memainkan ipednya.
Pram beranjak menghampiri anak anak dan mengajaknya untuk masuk karena makan siang akan di mulai, sedangkan Sillia memilih masuk duluan tanpa menunggu ketiganya.
''Kebiasaan kalau ke meja makan gak barengan suami kamu, padahal Mommy minta suami kamu ngajakin kamu makan. ''
kembali protes sang Mommy dan membuat Sillia memutar bola matanya jengah dan memilih duduk di kursi meja.
.
.
__ADS_1
Bersambung......